Tuesday, January 21, 2014

My Teacher [Part 4]

My Teacher Part 4


Akhirnya lahir juga… dengan selamat…
untuk yang ini.. sangat di ratingkan +18
Sebelum di My teacher part 3 *gaya cinta fitri*
SeoHyun merasa kawatir karena sampai larut malam kakaknya tidak pulang2 dan sampai menelpon ke Jessica menanyai keberadaannya.. Setelah bertanya ke kekasih adiknnya dimana kemungkinan Yuri berada, tanpa pikir panjang dan mengenal waktu sica langsung cabut ke tempat…
dan ini….. silahkan membaca.. ^^
————————————
Part 4
———————————–
Benar disana ada Yuri yang sudah mabuk berat, Sica menghampiri Yuri yang berteriak2 gak jelas dan sesekali memarahi waitres yang tidak mau memberi minum padannya
“apa nona temannya??”
“ah…iya..maaf atas kelakuannya.”
“teman nona sudah mabuk berat, dia sudah banyak sekali minum.”
“haaahahhaaa…kenapa kau tak memberiku tambah minum?? HAAH!! Biarkan orang bodoh ini minum!!” Yuri masih ngamuk gak jelas, Sica mengontrol tubuh Yuri
“Terima kasih, saya akan membawannya pulang.”
“anda membawa kendaraan??”
“ah tidak, saya kesini naik taksi.”
“baik akan saya carikan taksi.” Waitres itu berlari keluar mencari taksi
Jessica membawannya pulang kerumahnnya.. sebelumnya dia memberi tahu SeoHyun jika kakaknnya bersamannya, tapi dia tidak memberi tahunnya jika kakaknya mabuk berat, khawatir SeoHyun akan bersedih.
Sica menggotongnnya ke kamar Sica di bantu oleh Sunny..
“dia mabuk berat..”
“Aku ambilkan air hangat.” Sunny berlari kedapur
Jessica merebahkan tubuh Yuri di ranjang kamarnya
“neh kak air hangatnnya.” Sunny meletakkan didekat meja Lalu Sunny keluar kamar
Yuri masih mengoceh gak jelas, dia menatap Sica dengan pandangan mabuknnya.
Anak ini, kenaapa.. sampai mabuk seperti ini.
Aku membasuh tangan dan kakinya dengan air hangat, aku mencoba mengganti pakaiannya. Aku terpana melihat keindahan dan kesexyan tubuhnya.. sempurna…tubuh yang sempurna…
“Yuri, bagaimana carannya mendapatkan hatimu??” tanyaku
“maaf aku mengatakan itu!!” Aku bingung dengan yang dikatakannya
“Aku juga menyukaimu…aku munak…hahaa…aku bodoh…” Yuri berbicara gak jelas, aku heran dengan yang dikatakannya dia masih mabuk…
Dia menatap kearahku,,, tatapannya… pengaruh alkohol membuatnya menjadi terlihat hot, aku jadi terpancing…
Dia menarik tubuhku ke ranjangku, aku masih gugup dengan apa yang akan dilakukannya…
—-
Yuri menarik tubuh Jessica,lalu dia duduk diatas jessica dan menimpa tubuh jessica, Dia mulai mendekatkan wajahnnya ke jessica dan mengecup bibir Jessica, Jessica membalas ciuman Yuri, perlahan tangan Yuri turun ke arah paha jessica dan menarik kaki kanan jessica ke atas punggungnnya… Jessica mendesah ketika tangan Yuri mulai menjelajahi paha Jessica… Yuri mulai menyentuh bagian sensitif dari Sica..
Yuri menggigit telinga Jessica pelan dan menjelajahi leher Jessica dengan bibir dan hidungnnya.. Jessica mendesah hebat mendapat sambutan kecupan dilehernya.. tangan Kiri yuri perlahan masuk kedalam baju jessica dan mencoba membuka kancing Jessica… Yuri tampak kesusahan saat membuka baju Jessica… Tangan Jessica spontan membantu Yuri membuka bajunnya, dalam sekejap kini tubuh Jessica tidak tertutup oleh selembar kainpun..
Yuri mengecup kembali bibir jessica dengan sesekali menjelajahi tubuh jessica, Jessica sangat menikmati ini, saat sesekali Yuri memainkan bagian sensitifnnya dan menjelajahi tiap senti dari tubuhnya, Jessica bisa merasakan desahan nafas hangat di leher, dada, dan perutnnya….
Jessica terus mendesah menikmati tiap sentuhan dari Yuri… Meski dia sadari Yuri dalam keadaan mabuk
Jessica terbuai oleh pelayanan dari Yuri….
Malam pun mereka lalu bersama…
Paginya Yuri merasakan masih pusing dikepalannya..
“ahh…kepalaku pusing sekali, semalam aku mimpi aneh. Ah..gara2 sering melihat Tae Yeon dan Tiffany aku jadi terbawa mimpi bersamannya..”
Yuri membuka matannya lebar2 dan dia kaget melihat Jessica tidur dipelukannya tanpa memakai baju… Dia pun kaget ketika menyadari dia juga tidak berbusana…
Dia melonjak kaget dan Jessica pun terbangun…
“kau sudah bangun?? Apa kau baikan??” Sica mengambil baju tidurnnya dan memakainya.. Yuri panik dan mengambil selimut untuk menutupi badannya…
“semalam kita ngapain?? Kenapa aku bisa disini??” tanya Yuri panik
“Semalam??” Sica mendekat…dan tersenyum menggoda
“iya semalam apa yang terjadi??” Yuri mundur ketika wajah Jessica semakin dekat
“Kau,, hebat,, aku jadi semakin menyukaimu.”
“mimpi itu,,semalam,,,aku sungguhan bercumbu dengan dia??” guman Yuri mengingat mimpinya semalam
“hei jangan mendekat..” teriak Yuri gugup
“ada apa?? Aku menyukaimu Yuri, aku rela aku menjadi milikmu.”
“Sudah aku bilang!! Jauhi aku!! Jangan dekati aku!!” Jelas Yuri marah
Jessica terdiam
“aku tidak perduli..aku mencintaimu..bagaimana bisa aku menjauh darimu??”
“aku tidak bisa…”
“aku sungguh sangat mencintaimu Yuri…sangat…” jelas Jessica
“Sungguh aku tidak bisa.”
“sudah kuberikan segalanya padamu.”
“Maaf,, sungguh maaf aku tidak bisa.”
“aku selalu memandang kearahmu, sebelum kita bertemu di sekolah aku sudah menyukaimu karena kau menolongku, dan melihatmu ada di halte, toko buku, cafe, aku ingin sekali mengenalmu.. aku sempat ragu jika orang yang menolongku dan orang yang kulihat di halte, toko buku dan cafe adalah orang yang sama..saat kau menolongku lagi, disitu aku yakin sekali kau lah orang itu, si pencuri hatiku.”
“aku mengerti, tapi aku tidak bisa.” Yuri mulai meneteskan air matannya
“mengapa??”
“ini demi kebaikanmu juga.”
“maksudmu.” Jessica juga meneteskan air matannya
“aku tidak ingin kau terluka, diluar sana banyak sekali orang yang menjadi musuhku , kemarin kau baru sekali bersamaku kau sudah celaka, aku tidak ingin kau celaka lagi. Aku tidak ingin orang yang aku sayangi terluka karena aku.” Jelas Yuri
“Yuri?? Kau menyayangiku??”
“iya aku juga menyukaimu, aku menyayangimu. kau selalu melihatku karena memang aku sengaja berada di dekatmu, ada perasaan untuk selalu dekat denganmu, tapi aku tidak bisa karena aku tak mau jika aku dekat denganmu, musuh2 ku juga akan menyakitimu, aku tidak ingin kau terluka lagi, makannya aku menyuruhmu menjauh dan tidak berdekatan denganku..karena aku sayang sekali padamu..”
Jessica terdiam mendengar penjelasan dari Yuri,
“jadi aku mohon Ms. Jessica Jung, tolong jauhi aku, aku sayang padamu…sangat…aku tidak ingin kau terluka.”
“aku tidak perduli Yuri.”
Yuri tertunduk dan duduk menepi di ujung ranjang.. Sica memeluk Yuri…
“aku tidak ingin mereka menyakitimu..” terang Yuri lagi
“aku tidak perduli, aku sangat mencintaimu, jangan suruh aku untuk menjauh darimu, hatiku hancur jika kau menyuruhku seperti itu. Aku tak takut musuh2mu akan menyakitiku, asal bersamamu aku merasa bahagia dan merasa nyaman, dan aku juga percaya kau akan selalu melindungiku” Terang Jessica
“aku mencintaimu Yuri, sangat,,biarkan aku hidup di hatimu.” lanjutnya
“Tidak… Tidak… aku tidak bisa…” Yuri melepas pelukkan sica dan mengenakan pakaiannya, lalu pergi meninggalkan Jessica yang menangis… Yuri pergi sambil meneteskan air matanya… “maaf Jessica…maaf…”
-TBC-
Maaf sebelumnyaa… ^^
Heheheheeheheee…. karena saya author yang sangat suka membuat penasaran pembaca, maka saya potong disini..
hohohohhohohhohhohoooooo…..
selamat membaca…
tapi, janji deh.. awal April saya update lagi… ^^

No comments:

Post a Comment