Tuesday, January 21, 2014

My Teacher [ending]

My Teacher Ending


Hueeeeeeeeee…. ini ending.. T.T
Langsung aja dari pada mendengar bubblingku diawal..
Ini dia kita tampilkan…… jeng..jeng..jenggg……….

Part 7 End

Yuri, Yoona, dan Soo Young  preman sekolah, melawan lebih dari 20 orang…
Dalam beberapa menit mereka bertiga berhasil mengalahkan anak buah lelaki itu. Namun, Lelaki itu menyekap Sica dan mengancam Yuri…
“Siicaaaaaa…”
“Hahahhaaa…. mendekat!! dia mati.”
“Sica…”
“Keenapa?? Sepertinya dia berharga untukmu??”
“jangan lukai dia!!”
“Bergerak  dia mati!!”
Yuri mengepalkan tangannya kuat – kuat… “SIAALLL!!!” gumannya
“Serahkan Kertas itu!!” Lelaki itu menunjuk kertas yang ada di dekat kaki Yuri
Yuri menatap Jessica, Yuri bingung harus melakukan apa..Jessica menggelengkan kepala melarang Yuri…
“jangan Yul, jangan….”
Yuri mengambil kertas tadi dan berusaha menyerahan ke Lelaki yang bernama Kwon Dong Joo itu..
“Jangan Yul…” isak  Sica
Sica tidak dapat berontak karena pisau sangat dekat dilehernnya…
Lelaki itu semakin erat membekap Sica…
Jessica POV
Jangan Yull,,, jangan… mohonku dalam hati,,,
Dia melakukannya demi aku?? Sica bukan gadis yang lemah…
Ku ayunkan kaki kiriku, hingga sepatuku mengenai bagian vital lelaki itu,,.. terlihat dia kesakitan dan terhuyun memeganginya, Pisau tajam itu sempat menggores lengan kiriku, tapi spontan sebuah kursi menghantam lelaki itu, Yuri menghajar lelaki itu, terlihat aura kebencian di wajahnnya… Lelaki itu babak belur, darah segar mengalir dari kepalannya karena hantaman kursi kayu itu..
“ini untuk ayahku!! Ini untuk Ibuku!! Ini untuk adikku!! Ini untuk kebahagianku!! Dan ini balasan untuk kau yang telah melukai orang terpentingku!! Mati kau!!” Yuri terus saja memukuli lelaki itu
Tae Yon dan Tiffany datang dengan beberapa polisi…
*aku kira mereka gak nongol karena lagi ngapa – ngapain??*
Jika saja polisi tidak menghentikan tindakan Yuri mungkin saja lelaki itu benar2 mati.
“Lepaskan aku, biar ku bunuh lelaki itu!! Dia sudah membunuh ayahku, ibuku, dan menyengsarakan keluargaku!! Biarkan aku membunuhnnya!!”
Polisi menahan tindakan Yuri…
Aku datang dan memelukknya, menenangkannya…
“cukup Yul,,,cukup,,,”
Dia terjatuh,, lemas, tak sadarkan diri…. kami lalu membawannya ke rumah sakit…
Yuri Pov
Dimana aku?? Kulihat langit2 yang tak kukenali… ah… pakaian ini?? Rumah sakit??
“kakak sudah sadar??” Tanya SeoHyun
“SeoHyun?? Apa kau baik2 saja??” aku langsung bangun dan memeluk adikku
“seharusnnya aku yang bertanya.. kakak, aku tidak menyangka jika dia bukan ayah kita.”
“iya…seharusnnya aku bunuh saja dia waktu itu!! Kenapa polisi2 itu menghalangiku?!” jawabku emosi
“kakak,, aku tidak ingin kakakku menjadi seorang pembunuh seperti lelaki itu.”
Aku memeluk adikku, “maaf Seo..maaf,,,”
Yoona masuk keruangan perawatankku…
“Yul,,kau sudah sadar..”
“kelihatannya??..” Jawabkku datar
“hahahaa..” Yoona tertawa
“Yoong, terima kasih..”
“ha?? Untuk apa??”
“menyelamatkan adikku..”
“hahahaaa…sudah aku bilang kan, aku berjanji aku akan selalu melindungi adikmu, em…..jadi sekarang bagaimana??” tanya Yoona dengan nada harap2 cemas
“bagaimana?? Maksudnnya??”
“apa kau akan mengizinkanku untuk mencoba singgah dihati adikmu??”
“TIDAK!!” Serukku
Yoona menundukkan kepalannya menghela nafas, sedangkan SeoHyun menatap iba kearah Yoona. Bisa aku lihat adikku juga menyukai Yoona…
“Hemmm…aku tidak mengizinkannya jika kau hanya mencoba untuk singgah di hatinnya.. adikku tidak bisa dicoba2!”
“Jadi??” Yoona berubah expresi jadi girang
“Kemarin sudah aku lihat secara langsung jika kau bisa melindungi adikku. Kau orang yang terpilih Yoong.”
“Asiiikkk…..” Yoona memeluk SeoHyun….aku lihat raut wajah gembira SeoHyun dengan pipi yang memerah…
Soo Young lalu masuk dan membawa beberapa buah..
“Maaf ya untuk yang diatap, aku telah melukai wajah cantikmu.”Ucapnnya
“aku juga.” Sahutkku
Soo Young memelukku… “dasar Kwon Yuri!!”
“terima kasih sudah menyadarkanku tentang sesuatu.” Jelaskku dan membuat dia terkekeh sombong…
“Younggi…aku di izinkan Yuri bersama SeoHyun…” Yoona memeluk2 Soo Young gembira..
“lepaskan!! Kau ini.”
“ah..emang hanya Sunny yang boleh menyentuhmu?? Eh iya..dimana istrimu??”
“ah dia di ruang perawatan kakaknnya.”
Aku terdiam mendengar jawaban dari Soo Young, tapi lamunanku dibuyarkan oleh kedatangan Tae Yeon dan Tiffany..
“bawa makanan??” tanya Soo Young
“iya..” Jawab Tae Yeon menunjukkan sebuah kantong plastik
“Eitss..bukan untuk kalian!!” cegah Tiffany saat Yoona dan Soo Young hendak menyerbu Tae Yeon
“Ah…pelit!!” Keluh Yoona dan Soo Young bersamaan
“pantas kalian berdua tidak tinggi2 itu karena kalian pelit.” Ledek Soo Young
“hahahahaaaa….” Yoona tertawa..
“kalian!!” Geram Tae Yeon
“wuaaaaa….. Taeng appa marah!!” Ledek Yoona
“hei!! Jangan ledek suamiku seperti itu!!” Seru Tiffany
Lalu Sunny dan Sica masuk keruanganku… aku lihat lengan kiri dia terbalut perban..
“Eh…Sunny my bunny..aku lapar,,keluar makan yuuk..” Soo Young langsung menarik tangan Sunny
“ah?? Em….iya my younggie…” senyum sunny
“Taeng…kita jalan2 diluar yuuk…sepertinya udara diluar rumah sakit segar…” Ajak Tiffany mesra
“iya….” jawab Tae Yeon menggandeng pinggang Tiffany
“SeoHyun,,emh…bagaimana jika kita…”
SeoHyun langsung menarik lengan Yoona “heemmhh..mendapat lampu hijau dari kakak membuatku bahagia…”
Yoona tersenyum senang mendengarnya…. mereka bergandengan keluar dan kini hanya aku dan Jessica… dia menatap kearahku…
Dia menghampiriku…
“Kau baik2 saja??” tanyannya…
Aku berdiri mendekatinnya… Aku tatap dia tajam..
“Sudah kubilang jauhi aku tapi kau tetap saja bersikeras!!” marahku
“Yurii..”
“Aku cuma tidak ingin kau terluka! Kau ku suruh untuk menjauhiku karena aku tak mau kau terluka!”
“aku tidak perduli!!” Bentak Jessica
“Mengapa?!!” Bentakku
“Karena aku mencintaimu!! Tak mungkin aku menjauh darimu!! Itu sangat membuatku sakit!” Teriaknya dengan suara bergetar dan dengan air mata yang mulai mengalir..
Aku mendekat  dan langsung memeluknya erat.. dia cuma terdiam..
“Maaf.. maafkan aku, maaf sudah menyakitimu dan membuatmu terluka,, maaf..”
“Yurii..”
“Maaf..” aku semakin erat memeluknya. Aku tatap dia, aku miringkan kepalaku dan menciumnnya, dia tersentak kaget
“maaf sekali.” Ucapku
“Aku cinta kamu.” Jelasnya lagi
“iya aku juga.. maafkan aku.. aku juga sangat mencintaimu..”
Dia masih terdiam, kemudian tersenyum dengan tatapan mata basah dan mencubit pipikku…
“maaf telah membuatmu terluka??” Aku menghapus air matanya pelan
“asalkan kau selalu ada didekatkku, luka ini pasti sembuh.”
Aku tertawa mendengar penjelasannya..
“Jangan suruh aku untuk menjauh darimu lagi… aku sangat mencintaimu, aku tidak bisa menjauh darimu, itu membuatkku sakit…”
“bagaimana dengan musuh2ku yang masih ada diluar sana?”
“aku tidak takut karena kau ada disampingku.”
“hahahaa….” Aku mencubit hidungnnya
“apakah lukannya masih sakit??” tanyaku menunjuk ke lengan kirinya yang diperban..
“sedikit, tapi sudah berkurang.. aku kan bukan cewek yang lemah.”
“iya kau hebat bisa melawan lelaki itu.”
“jangan remehkan aku ya…”
“Songsengnim….”
“jangan panggil aku seperti itu.”
“Songsengnim………”
“apa??” jawabnnya sambil ngacak2 rambutkku
“jadilah bagian dari keluarga Kwon”
“aaah?? Yuri…kau melamarku??” Sica kaget
“yasudah jika tak mau…” manyunku
Sica melingkarkan tangannya ke pinggangku, dia tersenyum dan menciumku…mesra,,…
“I do….”
“I Love You My Teacher.”
“I Love You too.”
–END–

Hiyyyyaaaahahhahahahaaaa……….. berakhir tanpa NC….
Taukah kalian reader, aku mau curhat sedikit.. *ogah!! gak ada yang mau denger!*
Kemarin aku main ke livejournal.. dan apa yang aku temukan?? yiaakk!!! disana aku menemukan YulSic NC +21
Waddduuuhhh…. gak bisa dibayangkan kaya mana otakku… parah sangat!!
Aku jadi gak konsen kuliah… pas materi malah ngelamun gak jelas..
Pas kuliah praktek yang diotak kacau balau… hadduuhh,,, ampuni saya ya Allah.. saya baca itu… tidaakkk… ohh tidakk….
Pas pulang dari kuliah setiap buka ff langsung ke inget..
Padahal sering nemu ff kaya gitu, tapi karena udah lama gak baca.. pas kemarin baca..
Jadi gak karuan gini…
Jadi.. lau aku buat bagian ending ini NC.. pasti sangat sangar karena aku abis baca NC parah itu.. aku gak mau meracuni readerku yang masih high school.. ntar gak konsen pas UN…
Jangan kecewa ya readerku sayang… *merayu* kumohon jangan bunuh saya..
Hahahahaahhaaaa……. cukup sekian curcolku…
Selamat menkmati………………………………..

No comments:

Post a Comment