AKU MILIKMU, KAMU MILIKKU
Yuri/NC/Romance
Cast : Yuri, Jessica
-Ada adegan diatas 18th, girlXgirl.. tak suka jangan dibaca!!-
Part 1
Hari ini kedua orang tuaku harus pergi ke Amerika untuk kepindahan kerja ayahku, aku terpaksa harus tetap disini untuk sekolahku, karena sebentar lagi juga aku akan kelulusan SMA. Jika ditengah semester akhir aku pindah sekolah, pasti aku rugi dengan waktukku.
“iya mam, aku akan baik2 saja.”
“sungguh sayang, kami kawatir meninggalkanmu sendiri disini, tidak ada siapa2.”
“jika ada apa2 siapa yang akan merawatmu?” Kawatir mama
“kak, maaf tidak bisa menemanimu.” Sahut adikku
“kalian semua jangan mengkawatirkankku, aku pasti bisa mandiri.”
“kami berangkat ya, pesawat sudah siap berangkat.”
“dada mama, papa, krystal..” Aku melambaikkan tanganku pada mereka
—-
Ah, hari pertama tanpa mereka, sepi juga. Aku berangkat kesekolah.
“Haii, Sica keluargamu sudah berangkat??” tanya Sunny
“iya, kau jadi sendiri? Kami akan lebih sering bermain ke apartemenmu untuk menemanimu.” Hibur Tae Yeon
“Ah, kalian sungguh teman2ku yang baik.”
“terus kamu sudah mencari apartemen yang baru??” tanya Tiffany
“ah, itu sudah, orang tuaku sudah mengurusnnya. Besok aku akan mulai pindah.”
“kami bisa bantu.”
“kalian semua akan aku undang ke apartemenkku yang baru setelah semua sudah selesai.”
“Sicaaa…..” teriak salah satu temanku yang dari tadi belum berkumpul bersama kami
Dia berlari kearahkku
“aku punya hadiah untukkmu.” Serunnya
“apa ini??” Aku membuka dan teman2ku lainnya ikut penasaran
HAAAAHH!! APA ITU??
“itu tolak balak untuk gadis yang tinggal di rumah sendirian, kau bisa menggantungnnya di depan pintu.”
“aahh….tapi masa dia akan menggantung pakaian dalam di pintu??”
“kau aneh sekali Hyo, masih percaya seperti itu??”
“aku kan sayang dia, tak mau sahabatkku ini kenapa2” jawabnnya sambil memelukku
“tapi Hyo, apakah dia mesti menggantungnnya? Ini kan??”
“ah., jika tak mau, dia boleh memakainnya.”
“Emhhh…..itu baru tidak?? Jangan2 kau pernah memakainnya??”curiga Sunny
“hahh?? Tidaklah!!”
“Hahahahahahaaaaaa…..” aku tertawa keras, mereka semua heran
“kau kenapa sica?”
“motifnya lucu. Aku tak nyangka kau memberikku seperti ini.”
—-
Pulang dari sekolah aku mesti pindah ke apartemen baru, karena apartemen lama begitu besar sehingga aku harus mencari apartemen yang sedangan.
Huwaahh… ini tempatnnya, Lantai 5 no 150, ini dia,…
Perabotan sama seperti apartemen lama, cuma ruangan gak seluas yang lama. Em, asik juga, dapur rapi, walau aku gak bisa masak, sepertinnya aku harus mulai belajar masak. Waah,,Kamarnnya ada dua?? Ukurannya sama, aku pilih yang ini saja lah, ASIIIKKK…..!! Teriakku….
TUT..TUT,.. CEKLEK Ada yang membuka pintu
Kami sama2 melongo, ada seorang gadis cantik dengan rambut hitam panjangnya dan tubuh langsing yang tinggi, seperti model, kulitnnya agak gelap, tapi dia sangat manis sekali, sepertinnya aku pernah melihatnnya, Apakah dia artis?? Model?? Wah, tubuhnnya sempurna sekali, matannya sangat indah
“HEEIII!!! Kau tidak mendengarku??”
Ah aku sadar dari lamunanku, karena dia berkata dengan nada yang keras.
“ah, kau tadi bicara apa?? Maaf aku tidak dengar.”
“Kau siapa?” tanyanya dingin
“hah?? Kau tanya aku siapa? Seharusnnya aku yang bertanya.”
“Ini apartemenku, jadi aku yang berhak bertannya.” Dia ngotot
“APA?? Ini apartemenku, Lantai 5 no. 150.” Aku juga ngotot
“aku juga, aku juga no. 150, kau salah kamar pasti” Dia menggiringku keluar kamar, Tapi tindakan dia diberhentikkan oleh kedatangan petugas pengangkut barang
“Permisi kami petugas pindahan barang atas nama Jung SooYeon atau Jessica Jung.” Seru petugas pertama
“Kami petugas pindahan barang atas nama Kwon Yuri.”
“kami letakkan disini ya, kami permisi.” Semua petugas yang banyak tadi pergi, dan kami berdua hanya berdiri kaku melihat barang2 kami
“dalam sekejap ruangan ini jadi penuh, eh, ini tandannya kita berdua tidak ada yang salah kamar.” Jelasku bingung
“Ini ada yang salah.” Seru gadis yang bernama Kwon Yuri tadi
“sebaikknya aku telpon agen penyewa kamar itu.”
“no yang anda hubungi tidak terdaftar, silahkan cek kembali no tujuan anda.”
“APA??!!!” Dia kaget “Ah, sebaikknya datangi saja kantor pusatnnya, kau juga ikut, ini masalah bersama.”
Kami berangkat ke kantor pusat menaikki motornnya, wah gadis seperti dia mengendarai motor seperti ini?? Mula kami mendatangi agen penyalur persewaan
KANTOR INI SUDAH TIDAK MENANGANI BIRO PELAYANAN PERSEWAAN APARTEMEN, KANTOR INI DI TUTUP
Kami semua bengong membaca tulisan itu
“apa maksudnnya ini??” Dia dongkol dan menendang2 pintu
“sekarang kita ke pemilik apartemen.” ajaknya
“jadi agen kami melakukkan kesalahan??”
“iya” jawab Yuri dengan masih dongkolnnya
Aku dan Yuri menjelaskan permasalahannya pada bapak itu itu
“oh, jadi seperti itu?? Tapi asalkan kalian mau membayar sewa apartemen itu 1.500.000 won itu takkan jadi masalah.”
“APA?? Tapi didalam kontrak harga sewannya 800.000 won.” Serukku
“mana ada harga 800rb won untuk apartemen seperti itu??” jelas bapak itu
“maaf pak ada toleransi sedikit?? Kami sudah di tipu agen bapak. Atau kami cancel saja??” Pinta Yuri
“jika kalian mau membayar 50% dari harga sewa, tidak apa.”
“50% dari 1.500.000?? 750.000 won?? aku tidak punya uang sebanyak itu sekarang.” Kagetkku
“tapi kami tidak bisa menjadikan harga kamar 1.500.000 menjadi 800.000 selisih sangat jauh.” Jelasnnya
“terus bagaimana ini??” tanya Yuri
“bagaimana jika kalian tinggal berdua saja.” Usul bapak itu
Yuri melihat ke arahku
“Tidak, aku tidak mau.” Jawab Yuri ketus
IH,, gadis ini luarnnya terlihat lembut tapi judes sekali, tapi sepertinnya aku pernah liat dia, dimana ya??
“itu terserah kalian.” Jelas pemilik apartemen
“ah, daripada kami harus membayar lagi, aku sudah tidak ada uang lagi untuk mencari apartemen. Baik, kami akan merembukkan bersama, kami permisi.” Jelas Yuri seraya berpamitan
—-
Kami pulang ke apartemen,
“aku tidak mau tinggal berdua, aku merasa dirugikkan.”
“tapi harus bagaimana??” jawabku
“lagian apartemen ini ada dua kamar, kita sama2 wanita dan juga kita masih bisa jaga kondisi pribadi masing2.” Tambahku
“tetap saja aku tidak mau tinggal berdua! Kau tidak mengerti??!”
Air mataku tak kuasa menetes dipipiku “tapi aku sudah tidak ada tempat lagi, keluargakku ada di amerika. Aku tidak mungkin kesana, aku harus menyelesaikan sekolahku disini sampai aku lulus SMA.” Jelaskku sambil menutup matakku yang air matanku mengalir deras
“kkennnaapa menangiiisss??” tannya gelagapan mendekat padaku dan aku masih menunduk
“ok…ok….baikk..baikk.. aku mau tinggal berdua untuk sementara.” Jawabnnya
Hahhahaaaa…. ternyata dia tidak tega juga jika melihatkku menagis, asiikkk… rayuanku berhasil
Aku beranjak mengambil barang2 dan membereskannya dikamarkku
“kenapa aku merasa ditipu sama air matannya?? Aish!! aku sudah terlanjur mengatakannya.. huft…” guman Yuri
Aku melihat kamar Yuri tertutup, aku ke dapur dan mengambil minum, beberapa temanku janji mau kesini
Ting tong…..
sepertinnya mereka datang
“Waah,,apartemenmu tetap sama mewahnnya.” Guman Tiffany melihat sekeliling
“bagaimana tidak, hargannya saja 1.500.000 won”
“mahalnya..” seru mereka
“kau berani tinggal sendiri??” tanya Sunny
Lalu Yuri keluar kamar dan melihat kearah kami yang duduk di ruang santai, dia santai lewat saja
“HAAH!! KWON YURI??” Seru Sunny
“kau mengenalnya??” tanyaku heran
“siapa yang tidak kenal dia?? Orang populer di SMA kita, yang bersahabat dekat dengan Yoona Twin Trooper?? Mereka sangat terkenal dan populer di SMA kita!!” Jelas Tiffany
Aku mencoba mengingat2 “Oh iya…ya… kau benar, pantas sepertinnya aku pernah melihatnnya.”
“bagaimana bisa kau se apartemen dengannya?? Wah kau beruntung sekali.” Tanya HyoYeon
“emm,, beruntung bagaimana??”
“dia itu keren, baik, ramah, dia juga keluarga artis kan??” tanya Tae Yeon
“iya tapi kan kedua orang tuannya meninggal karena kecelakaan.” Jelas Sunny
“jangan keras2, entar dia dengar.” Tegur Tiffany
Ooooww.. aku mendengar cerita mereka mengenai Yuri
“bagaimana rasannya seapartemen dengannya, walau dia orangnnya sangat dingin, dia cool banget.”
“apaan?? Kalian tahu aku tidak bisa memasak, tadi pagi dia masak, eh sedikitpun tak ada sisa buatku, dia itu tidak berperasaan jika ada orang lain yang hidup di tempat ini.” Jelaskku sebal
*_flashback
Pagi2 saat aku keluar kamar aku mencium aroma yang sangat enak, waahh orang itu sedang masak, enak sekali….aku lihat dia sedang sarapan sendirian. Aku menghampirinnya
“hah!! Kok sudah habis??” tanyaku kaget
“yang namanya makanan harus dihabiskan,” jawabnya ketus
“aku juga lapar, mau sarapan.”
“kau bisa membuatnnya sendiri, aku bukan tukang masakmu, bukan urusanku.” Jawabnya sambil berlalu ke ruang santai dan mengambil beberapa buku lalu membacannya
“orang ini, tidak berperasaan!!” omelkku
_endflashback
“kau juga, tidak ikut membantu masak, mau terima jadi.” Jelas HyoYeon menoyor kepalaku
Kulihat Yuri keluar kamar dengan berpakaian rapi, dia mau pergi
“Hai Yuri, sapa Sunny.”
“Hai…..” Yuri tersenyum manis, manis sekali, aku merasakan jantungku berdetak tak seirama senyum yang belum pernah aku lihat, padahal aku selalu dalam satu rumah bersama dia
“mau kemana??” tanya Tiffany
“aku mau berangkat kerja kalian bersenang2 lah, tidak apa2. Selamat bersenang2…” pamitnnya
“iya, hati2…” Sahut Sunny
“terima kasih.” Dia keluar, aku masih menatap kearahnya.
“wah, kau lihat tadi senyumnnya manis sekali. Andai aku yang satu apartemen dengannya.” Kagum Sunny
“iya, seperti itu kau bilang dia dingin.” Bela Tae Yeon
“dia sudah mandiri ya? Dia sudah bekerja, aku kagum padannya. Idolaku yang sempurna.” Tambah Sunny
“aku lebih mengidolakan Yoona karena dia terlihat lebih hangat.” Sela HyoYeon
“mereka semua idolakku.” Tambah Tae Yeon dan Tiffany serempak
Dia tersenyum sangat manis, kenapa hatikku jadi begini?? Apa aku… ah tidak mungkin… mana mungkin padannya…. kenapa dia bisa tersenyum semanis itu kenapa sama aku enggak, apa karena selama ini dia merasa aku sangat mengganggunnya?? Haah!!
“Sica, kau kenapa dari tadi bengong,” Tae Yeon membuyarkan lamunanku
“tadi kami ada rencana menginap, karena kami kira kau benar tinggal sendiri. Tapi setelah kami tahu kau tidak sendiri, kami mengurungkan niat. Tak apa kan??” tanya Tae Yeon
“ah.. iya.. tak apa, lagi pula walau aku sendiri juga aku berani kok.” Jawabku
“ah kau sok berani.”Ledek Tiffany
“eh iya.., jika Yuri satu apartemen dengan Sica berarti Yoona juga pasti bakal sering main kesini dong?” Terka HyoYeon tiba2
“iya…iya…kau benar juga Hyonie..”
“wahh…aku akan semakin sering main kesini.” Seru Sunny sambil merentangkan tangannya lebar2
“mereka itu pintar, keren, mempesona, ingin sekali berteman dekat dengan mereka.” Puji HyoYeon
“tapi, apa bukan mereka sebelumnya satu apartemen??” tanya Sunny
“iya..ya.. apa mereka bertengkar??” Tambah Tiffany
“menurutku tidak, aku masih sering melihat mereka bersama.”
“mungkin Yuri ingin lebih mandiri.. waaaa… mengaggumkan.”
Mereka terus saja membicarakan tentang Twin Trooper, sang idola sekolah kami, aku mendengarkan cukup serius karena selama ini hanya aku yang kuper disekolah, lebih sering ke perpus dibanding lainnya.
“kami permisi pulang aja deh, ntar jika ada Yoona kau hubungi aku ya.” Seru HyoYeon
“ah…em…iya,..” anggukku
———
“Aku pulangg…”
“haii…” aku menyapannya tapi dia hanya berlalu kekamar, sore sekali dia pulang
“huft…padahal…” gumankku… ah..apa tadi kenapa aku berharap dia tersenyum seperti tadi, aku mematikan televisi dan masuk ke kamar.
“hooaaammhh…”
aku keluar untuk ambil minum, aku juga lapar.. aku membuka lemari es, ah.. ada coklat.. waahh… enakknya… aku mengambil coklat dalam kotak itu
“HEI!!!!” Tiba2 ada yang berteriak dari arah pintu kamar Yuri
Aku masih memegang kotak coklat dan ada beberapa butir coklat dalam mulutku “ada apa? Mengapa teriak??” tannyaku
Yuri POV
Anak satu apartemen ini sangat tidak tahu malu, dia memakan barang yang bukan miliknya!!
Bisa2nya dia bertanya ada apa mengapa teriak
Bisa2nya dia bertanya ada apa mengapa teriak
“HEI!! KAU MEMAKAN COKLATKKU??”
“ah, yang ini??” Jawabnya dengan wajah tak berdosa
“ITU PUNYAKU, KEMBALIKKAN!!”
“em, sudah habis. Aku lapar sieh.” Jawabnnya
“Ganti, aku tak mau tahu, aku mau coklat itu sekarang.” Sahutku
“Oke, hanya sebuah coklat, oke aku akan ganti. Akan aku belikan sekarang. Kau ini!!” keluh Sica
“Ah, sayangnnya coklat itu aku beli di toko depan stasiun.” Jawabku datar
“baik akan aku beli kesana.” Dia keluar apartemen
Dia berani sekali, sini ke stasiun cukup jauh… naik apa dia?? bis?? Terserah dasar anak gak tahu malu!!
—–
“dilaporkan oleh polisi ada korban penculikkan gadis belia, sebaiknya para orang tua menjaga anaknya agar jangan keluar malam, sampai saat ini penculik belum tertangka harap waspada.”
—–
“Siall….” Gumanku dalam hati, aku langsung berlari menyusulnnya, ah sial!! dia sudah masuk lift, aku kejar dia lewat tangga..
Jessica POV
“Dasar Yuri pelit!! Menyebalkan!! Hanya coklat saja sampai seperti itu!! Menyebalkan sekali!!” aku menghentak2 kakikku di lantai Lift dengan perasaan jengkel, ketika pintu terbuka aku lihat Yuri terengah2 di depan pintu Lift
“Yuri??” panggilku
“jangann…ah,,ah,, janhgan pergi sendiri..” jawabnya terengah2
“hah??” aku bingung “maksudmu??” tanyaku
Tiba2 reaksi dia berubah
“ah..itu…anu.. sekalian aku mau ke toko buku ada yang mau aku cari, arah toko buku dan stasiun searah kan??” jawabnya
“aa…oke, aku juga suka membaca buku.” Jawabku masih terheran dengan sikap dia
Kenapa orang ini?? Apa dia barusan mengkawatirkanku?? Masa sie orang menyebalkan seperti dia perduli padaku?? Aneh sekali??
Setelah aku membeli coklat itu, aku ke toko buku bersamannya walau sebenarnnya aku tidak ada niat untuk kesana..
Yuri POV
Ada apa denganku?? Kenapa tiba2 aku mengkhawatirkannya?? Apa karena?? Ah… perasaanku padannya belum berubah, karenanya… karenanya aku jadi kosong seperti kehilangan sesuatu. Karenanya…. karena orang itu..
“Yuri buku ini bagus.” Tanya Sica padaku
“ah, em…” aku membaca sinopisnnya “iya, bagus.” Jawabku datar
Lalu dia berlari kekasir dan membayar buku itu
—-
Jessica POV
Esoknya aku membaca novel yang kemarin aku beli di toko buku. Seandainnya aku punya orang seperti di novel ini pasti aku sebahagia gadis ini. Heemm,.. andai Yuri,.. ah!! Apa yang aku pikirkan, Yuri belum pulang kerja ya?? Padahal sudah jam 7 malam, kemana orang itu?? Biasannya dia pulang jam 5 sore, apa dia lembur??
Ting tong…
Siapa bertamu jam segini?? Aku tidak ada janji sama Tae Yeon, Sunny, Tiffany dan HyoYeon. Lalu siapa??
Aku membuka pintu dan kaget ketika melihat Yuri, dia mabuk??
Dia sempoyongan aku tuntun ke sofa, dia langsung tak sadar diri lalu dia tidur di sofa
“yah kok tidurr disini??” aku melihat kearahnya
“Victoria,…” dia memanggil seseorang
victoria?? Siapa victoria?? Tanyaku sendiri apa temannya?? Sespesial apa dia sampai terbawa dalam alam tak sadarnnya?? Kenapa hatiku panas?? Aku mengambil selimut dan menyelimutinnya
Sudah beberapa jam berlalu, aku berdiri dan membenarkan selimutnnya
“Victoria” dia menarikku,, dan………….
“eh??? Hei!!”Aku kaget, Aku mendorong tubuh Yuri dan memukul cukup keras mukannya aku mundur
Dia terlihat sadar dan menggosok2 mukannya
“apa kau sudah gila?? Tiba2 menampar muka orang, aww…. sakit tau!!” Dia terlihat kesal
“kau yang mulai. Kau mabuk dan berbuat sesukamu.” Jawabku
“emang aku melakukkan apa??” tanyanya
“aaa,,,” aku tidak mungkin memberi tahu jika dia sudah mencium bibirku, bisa malu aku
“kau tanggung jawab, wajahkku sakit.”
“iya maap.”
AH…aku dicium, ini pengalaman pertamaku, ini ciuman pertamaku, kenapa ciuman pertamaku seperti ini?? apa dia mengira aku si Victoria tadi. Hatiku jadi panas!!
-TBC-
Hohohohohoohohohohhhhoo…..
author gila neh, ff pertama belum jelas penyelesainnya dah buat ff baru…
hahahaahahaa… tak apa,,, buat pembaca yang udah baca.. terima kasih ya…
gak koment gak papa kok, aku kan baik hati…
tunggu next part….
No comments:
Post a Comment