Aku milikmu, kamu miliku Part 2
Part 2
Ah tugas liburan ini membuatku pusing. Ku lihat jam ah, jam 2 siang, aku keluar kamar, terlihat sangat sepi, tidak ada orang, oh iya Yuri kan kerja. DRR..DRR… ada bunyi hape bergetar, aku merogoh kantongku. em?? ini hapeku, yang bunyi hape siapa?? Yuri?? Atau hapennya teringgal?? Aku berjalan kearah kamar Yuri aku mengira kamar Yuri terkunci, tapi pas aku buka aku lihat Yuri berlindung di selimut. Yuri kau tidak berangkat kerja?? Aku masih penasaran aku hampiri dia
“Yuri, hapemu bunyi terus tuh.” Aku baca Victoria calling, orang yang dipanggil2 semalam, pasti dia sangat spesial untuk Yuri sampai dia menciumku dan mengira aku adalah dia.
“Yuri, hapemu bunyi sampai 15 kali.” Aku membangunkannya dan ku beranikan menyentuh pipinnya. Aku kaget sekali menyadari badannya demam.
“Yuri kau panas sekali.” Aku berlari kearah dapur mengambil air dan haduk lalu masuk kekamar Yuri dan mengkompresnya selama aku mengkompresnya aku buat bubur untukknya ini pengalaman pertamaku buat bubur.
“Yuri makan dulu,” perintahku
“em,,” aku menyuapi Yuri..
“buburmu tidak enak.”
“ah, kau cerewet itu karena kau sakit makannya tak enak.” Elakku
“ooo…”dia menurut dan memakan bubur itu walau terpaksa
Emang pas aku mencobannya rasannya ancur sekali, maklum aku tak bisa masak..
Aku mengambil obat di kotak p3k dan meminumkannya
“sica, terima kasih.” Jawabnya dengan suara berat
“iya.. istirahatlah, aku akan menjagamu”
“nanti kau lelah, sebaiknya kau istirahat saja.”
“tidak, aku akan disini. Sampai kau baikan.” Jawabku
Dia tertidur..
“aku tidak akan bisa istirahat jika aku lihat kau dengan keadaan seperti ini, entah mengapa Yuri, sepertinnya aku mulai jatuh hati padamu, apa kau juga merasakan hal yang sama?? Tapi nama itu, nama yang sering kau sebut itu, siapa dia?? Siapa Victoria??
Aku cek suhu tubuhnya 38° sudah normal
Hapeku bergetar, dari Sunny
“halo,”
“kau di rumah kan?? kami kesana ya.”
“tapi Yuri sedang sakit,”
“sakit?? Wah,, aku harus menjenguknnya. Kami segera kesana.” Dia menutup telponnya
“anak ini jika sudah maunnya pasti ngotot.” Jawabkku heran
Mereka lalu datang dengan beberapa bawaan untuk yuri
“kau ini jika aku yang sakit tak pernah bawa apa2 untukku.”
“ini berbeda, ini untuk Yuri.” Jawab Sunny
“dimana Hyo??”
“dia lagi pergi sama orang tuannya.”
—-
Pintu apartemen berbunyi, aku membuka pintu. Ada sosok gadis dengan tubuh bagus, rambut yang bergerai gelombang panjang dengan tatap mata yang indah,
“maaf apa benar ini apartemen Kwon yuri??” Suarannya lembut sekali.
“ah, iya. Silahkan masuk.”
“terima kasih, bisa tunjukkan dimana kamarnnya??”
“iya bisa, mari.”
“terima kasih sekali lagi,. aku Victoria..” Jelasnnya
Aku kaget mendengar penjelasannya jadi dia si Victoria itu?? Dia?? Hatikku seperti tercabik tak rela aku harus mengantarnnya kekamarnnya, aku membayangkan yang bukan2.
====
“sayang?? Kau kenapa?? Kau sakit?? Apa kau sudah baikkan??”
“jangan kawatir sayang, aku cuma rindu kau saja.”
Lalu Yuri mencium Victoria
====
Hah!! Apa yang ku bayangkan?? Tidak!! Tidak!!
“ada apa??” tanya Victoria membuyarkan
“ah tidak.”
“Siapa dia?? Cantik sekali. Waaahhh… seperti dewi…” kagum Tiffany
“Mungkin dia teman Yuri.” Jawab Tae Yeon
“siapa ya namannya??” Sunny menambahkan
“hai aku Victoria, teman Yuri. Salam kenal.”
“waaahhh… nama indah seindah yang punya,” jelas Tae Yeon
“aku permisi nganter dia kekamar Yuri.” Pamitku pada teman2kku, tapi teman2ku malah mengekor padaku
Kami sampai didepan kamar Yuri, lalu aku buka kamar Yuri dia masih tertidur, dia menghampiri Yuri Tuhan jangan sampai apa yang ada dibayanganku terjadi..
“Kwon Yuri!! Bangun!!!” tiba2 Victoria menarik selimut Yuri dengan kasar, Kami berempat melongo..
“Kwon Yuri!! Bangun!!!” tiba2 Victoria menarik selimut Yuri dengan kasar, Kami berempat melongo..
Yuri kaget dan glagapan bangun
“hah!! Vict?? Kenapa kau disini?? Bagaimana bisa kau ada disini??” tanya Yuri heran
“pertannyaan bodoh apa itu??!!”
“dewiku berubah seketika menjadi monster??” Tiffany heran
“dia selembut itu bisa berubah seperti ini?? Dewiku lagi ngamuk!! ” Sunny juga heran
“manusia tidak bisa di lihat dari penampilannya.” Tambah Tae Yeon geleng2 kepala
“iya..” jawabku singkat
“kau ini membuatku dan Yoona kawatir saja!! Dimana saja kau selama ini?? Tiba2 menghilang gak jelas, untung Soo Young teman kerjamu memberi tahuku jika kau tinggal disini.” Jelas Victoria dengan aura kejamnya
“Ku bunuh kau Younggie!! kawatir?? ah…apa perdulimu?? Terserah aku mau tinggal dimana??”
“heii!! Kau seenaknnya kabur dari rumah, menghilang gak jelas!! Ayo pulang!!” Victoria menarik Yuri
“ah!! Lepaskan!! Tak mau… weeekk!!”
“jangan keras kepala!!” jelas Victoria terus menarik tangan Yuri dengan paksa
“maaf, dia sedang sakit.” Tagurku pelan
“maaf ya, anak ini merepotkanmu ya??” tanya Vic padaku tiba2 sambil tersenyum, dasar gadis bermuka seribu
“aku bukan anak kecil!!” Sahut Yuri
“kau tiba2 hilang masih bertindak seperti tak ada dosa.”
“maaf, kau ini kakak Yuri ya atau temannya??” tanya Sunny
“ah, bukan kan tadi aku sudah bilang aku temannya, sahabat dia dari kecil, aku juga teman Yoona, kami tinggal bertiga seapartemen, tapi entah mengapa dia tiba2 hilang dan membuat kami berdua bingung,” jelas Victoria
“apa kau tidak sadar kau yang buat aku pergi dari sana??” tanya Yuri
“ah.. ya sudah, esok aku akan kemari bersama Yoona dan kau harus sudah bersiap kembali ke apartemen kami lagi.” Jelas Victoria sambil berlalu
Membawanya pergi?? Maksudnnya?? Aku mendengar kata, jika esok Victoria akan kemari dan menjemput Yuri itu berarti
Yuri pindah — aku tinggal sendir — membayar 1.500.000 won sendiri — tidak melihat Yuri lagi??
TIDAAAKKK….. aku berlari kearah Victoria yang pergi dan berharap belum jauh
“maaf, bisa bicara sebentar??” teriakku
“ah,,,bisa,,,ada apa??”
“itu anu..apa…”
Kita lalu mengobrol di taman depan apartemen, kami mengobrol cukup lama
“ah, jadi dia menciummu??”
“ah, iya,,,saat dia mabuk sambil menyebut namamu, mungkin dia mengira aku ini kau.” Jelaskku
Dia tertawa …
“anak itu, semenjak aku semakin dekat dengan Yoona dia semakin menjauh dariku.” Jelas Victoria berubah expresi menjadi serius
“kenapa??”
“iya semenjak dia tahu aku dan Yoona pacaran dia semakin menjauh dariku, aku tanya kenapa. Dia bilang bahwa dia mencintaikku, tapi dia tak ingin menghancurkan persahabatannya. Oleh karena itu aku kawatir saat dia pergi dari rumah, dia hanya berkata aku tidak dapat melihat orang yang aku cintai bersama sahabat dekatkku.”
Jelasnnya panjang lebar
“tapi, apa kau masih ingin membawanya pulang??” tanyaku
“iya, aku kurang yakin dia bisa merawat hidupnnya, bekerja, sekolah, dia juga gampang sakit jika kelelahan.”
“Aku yakinkan padamu, dia akan baik2 saja, jangan kawatir aku akan menjagannya.” Jelasku mantap
“kau mau merawatnnya??” tanya Victoria heran
“iya, aku akan merawatnnya sepenuh hatiku.”
“sepertinnya anak ini menyukaimu Yul.” Guman Victoria
“oke baiklah, akan aku jelaskan pada Yoona tapi sebaikknya besok aku akan kemari lagi bersama Yoona. Byee…”
selain aku tak mau membayar sewa semahal itu, aku juga gak mau kehilangan Yuri, perasaan ini.. benar aku sedang jatuh cinta.
Yuri POV
“Kenapa kau datang?? Aku tak ingin melihatmu.”
“aku tidak siap jika melihatmu sekarang.”
“kenapa aku harus menyukaimu, kau milik sahabatku.”
“bagaimana caranya menghilangkan rasa itu!!”
—
“kau sudah kembali, dari mana?”
“mengobrol sama Victoria.”
“ada apa??”
“ah, tidak ada apa2.”
“kami mau pamit pulang ya, sudah malam.” Seru Sunny
“iya, kami pamit ya, sudah larut sekali.”
“Selama libur aku tidak pernah melihat Yoona my idol, besok dia kemari kan?? Aku kesini juga ah.”
“dadada… sica.”
“daa…” jawabku sambil menutup pintu
Lalu aku berniat melihat keadaan Yuri, dia tidur?? Aku berbalik dan keluar tapi Yuri memanggilku
“Sica….” aku berbalik
“Yuri kau tak tidur??”
“Perempuan tadi, apa yang dia perbuat padamu, jika dia berbuat salah, aku minta maaf.”
“ah.. enggak kok, tidak apa2 kami tadi hanya mengobrol.”
Yuri terdiam sebentar
“kau, masih menyukainnya??” tanyaku seketika, aku tak tahu mengapa kata2 itu tiba meluncur
“ah? Maksudmu??”
“iya, saat kau mabuk itu, saat kau aku tampar, kau itu menciumku dan menyebut aku Victoria.”
“hah??? Serius??” Yuri kaget
Aku menganggukan kepalaku
“maaf, aku tidak tahu.”
“jika kau masih mencintainnya kenapa kau malah pergi??”
Dia terdiam… “Maaf..” ucapku merasa bersalah karena bertanya seperti itu
“karena hatinnya telah memilih Yoona dan aku tak siap jika melihat mereka selalu bersama. Aku harus menghapus rasaku terhadap Victoria dan kembali nanti jika rasa itu sudah hilang. Tapi sulit sekali.” Jelas Yuri sedih dan tentu saja ini seperti belati yang mengiris2 hatiku, entah kenapa mendengar dia berkata masih mencintai Victoria membuatku sakit
“Yoona sudah aku anggap seperti saudaraku sendiri, aku tak ingin menghancurkan kebahagiaannya jika mementingkan perasaanku pada Victoria, mereka sama2 saling cinta. Aku sudah bahagia jika mereka bahagia. Kebahagian mereka terpenting bagiku.”
“aku mengerti perasaanmu, Tapi kau juga mempunyai kebahagian, tak mesti menderita sendiri diatas kebahagian orang, meskipun kau menyayangi orang itu. Kau juga punya jalan bahagia.” Jelasku
“Tapi aku belum siap untuk sekarang.”
“Pasti ada jalan kau bahagia Yuri.”
“Sica??”
“ah… sebaiknnya kau istirahat, aku juga mengantuk ingin tidur
Aku keluar dan aku rasakan hatiku sangat sakit, pedih, air mataku mengalir deras. Aku berjalan lemas ke kamar.
Yuri POV
Anak itu, aku lihat matannya, dia menahan tangis?? Kenapa??
Perkataan dia ada benarnnya, tapi daya ikat Victoria masih kuat di hatiku.
Tuhan.. mereka berdua sudah kuanggap seperti saudaraku, buat aku melupakan perasaan ini..
Aku tak ingin merusak kebahagian mereka jika mementingkan perasaanku..
—
Esoknya Yoona dan Victoria datang mengunjungikku sementara Victoria di ruang tamu, Yoona masuk kamar, Jessica menemani Victoria mengobrol
“Yull,, tau kah kau aku sangat mengkawatirkanmu??!!” Marah Yoona
“ah….siapa?? tidakk…”
“kau berbuat salah malah berkata seperti itu??”
“iya…iya…maaf aku salah.”
“Maaf aku tidak tahu jika kau juga menyukai Victoria.”
“ah, bukan kau yang salah.”
“aku akan tinggalkan Victoria demimu.”
“jangan!! kau akan aku bunuh jika seperti itu. Sama saja kau menyakitinnya, dia sangat mencintaimu.”
Yoona memelukku hangat..
“gadis diluar itu siapa?” tanya Yoona
“Jung SooYeon, tapi teman2nnya memanggilnya Jessica.”
“Dia gadis yang lucu, baik”
“ya begitu lah.”
“sepertinnya dia menyukaimu.”
“ah…masa??” tanyaku
“dasar bodoh!!”
Lalu aku dan Yoona keluar kamar menemui Victoria, Jessica dan kedua teman Sica Sunny dan HyoYeon
“Sial, ternyata gadis itu pacar Yoona.”
“iya, dewi cantik yang bisa berubah jadi monster itu.” Jelas Sunny
“Ah, aku patah hati…” Keluh HyoYeon
“ah, kau ini semua yang bening selalu kau suka dan jika patah hati cepat sekali dapat yang baru.”ledek Sunny
“Jika kau masih mau tetap disini aku tidak memaksa.” Ucap Yoona
“walau begitu, jangan lupa main ke tempat kami.” Pinta Victoria
“kami berpamitan pulang dulu.”
Mereka lalu berpamitan pulang
“aku senang kau tidak ikut mereka.” Jessica terlihat girang aku cuma tertawa kecil
—
Badanku sudah enak, aku siap kerja. Sudah 3 hari aku izin kerja.
“mau kerja??” tanya Sica
“ah,, iya…”
“aku membuat sandwich. Silahkan, jika membuat sandwich aku paling jago.”
Aku memakannya dan ternyata benar, enak juga…aku lahap memakan sandwich buatan Sica
“enak??”
“pintar kau buat yang seperti ini??”
“hahahaaa…..pelan2 makannya.. kau sudah berdandan cantik, make up mu jadi kacau.” Sica mendekat dan mengelap bibirku dengan tisu
DEG…DEG…DEG…DEG..DEG… wajah kami yang sangat dekat, pancaran wajahnnya membuat Jantungku… aku rasakan jantungkku…
Aku sampai bisa mendengar dengan jelas degup jantungku. Aku jadi gugup gini ya??
“sudah bersih, kau cantik lagi.” Sica tersenyum
“teeriima kasihh..” aku gugup dan berjalan gak beraturan, aku menabrak sofa. “Sofa ini, siapa yang menaruhnya disini.”
“kau tidak apa2 Yuri?? Sofa itu dari dulu disitu.”
Sica terlihat bingung melihat tingkahku
Aduhh… hati ini mengapa?? Apa aku jatuh hati padannya, perasaan ini??
Jessica POV
“Kenapa dengannya?? Apa dia sudah sembuh total??” nanti jam makan siang aku akan ke tempat kerjannya,
Sunny POV
“ibu, kita akan makan siang di restoran italia itu??” aku menunjuk ke arah Restoran
“ah.. iya oke, Ayah juga sudah lapar.”
Kami memarkir kendaraan kami lalu kami memesan makanan, Sementara ayah dan ibukku sedang bertannya langsung menu yang enak kepada Chef ada seorang waitress menghampiriku
“nona, ada yang mau dipesan.”
“ah, ayah ku sudah meme…” aku berkata sambil menoleh kearahnnya “saaaannn…” aku melanjutkan ucapanku
Waaaawww… pelayan ini tidak pantas disebut pelayan, cantik sekali, memang semua waitress disini bertampang seperti model dan menarik sekali mereka. Waahh tapi yang ini menarik perhatianku, ada dewi yang cantik didepanku.
“nona?? Kenapa melamun??”
“aaah….em…melamun?? tidak, ayahku sudah memesannya.”
“ooww… iya sudah, saya permisi.”
“iyaaaaaaaaa..” jawabku terkagum….
Cantik sekalii…..
Yuri POV
“Kenapa kau senyum2 sendiri Choi Soo Young??”
“ah,… tidaakk… tadi aku bertemu dewi kecil yang imut sekali.”
“tidak salah?? Setelah kau menutup hatimu karena di khianati oleh SeoHyun”
“kita juga perlu merasa bahagia, aku sudah rela SeoHyun bersama dia, aku juga tidak perlu terlarut menutup hatiku, kau akan pilih yang mana?? Tetap bersama luka lama atau meninggalkan luka lama membuat kenangan baru dan membuka kebahagian baru??” jelas Soo Young sungguh2
“tumben kau pintar??”
“kau juga Yul, ayo kita berjuang untuk kebahagian kita.” Senyumnnya
Benar juga kata2 Soo Young, manusia juga punya jalan kebahagiaan masing2..
“yang mana dewi yang telah membuka gembok hatimu??”
“dia disana.” Tunjukknya
“Sunny???” Aku heran
“hah?? Kau mengenalnnya?? Wah beruntungnnya aku.”
“Dia teman Jessica.”
“oh, anak yang satu apartemen denganmu?? ”
“Sudah sana kerja, jangan melamun aja.” Aku memukulnya dengan nampan
“jangan ganggu orang yang sedang jatuh cinta.”
“Yuri, kau kerja disini??” Sunny menyapaku
“ah,,,,iyaa…”
Sunny POV
Wahh… ternyata Yuri juga kerja disini, senangnya berarti dia mengenal waitress tadi.
“ayah, aku pulang menyusul.. aku mau ngobrol dengan kawan lamaku, sudah lama tak bertemu.”
“kawan lama??” Yuri Heran
Aku mengedipkan mataku memberi isyarat
“oh, iya kami pulang duluan.”
“kenapa kau berbohong kita kawan lama??”
“jika tidak aku pasti disuruh berbincang besokknya karena ada nenekku yang ada dirumah.”
“hahhaaa….”
“Yuri, ada yang mau aku tanya padamu.”
“apa??”
“tadi pas aku duduk sendiri, ketika ayah dan ibukku ke meja pemesanan, ada waitress yang sempat membuat aku terpana.”
“Haa… siapa?? serius?? Seperti apa orangnnya??”
“Dia tinggi, rambutnnya pendek, dan pancar sinarnnya seperti dewi.”
“Tinggi?? Apa yang itu??” Yuri menunjuk kearah pelayan yang sedang duduk di dekat meja kasir
“ah,, bukan.. bukan yang itu. Kulitnnya lebih gelap.”
“Gelap, waitress disini yang bekulit agak gelap hanya aku dan Soo Young. Apakah Soo Young??”
“Soo Young tu yang mana??”
Aku mencari kesekitar.. Ah.. tidak ada, kemana anak tadi beruntung dia gadis yang dia suka juga punya perasaan yang sama
“Sepertinnya dia tidak ada disini. Mungkin dia istirahat makan siang di belakang.”
“em.. Soo Young??”
“iya mungkin yang kau kira adalah Soo Young, eh iya sebentar.. aku ada fotonya di hapeku..” Yuri mengotak atik hapenya mencari foto orang yang kumaksud
“Nah,.. apa ini orangnnya??” Yuri memberikan hapenya
“Iya… benar..” Jawabku malu
Yuri tertawa melihat reaksiku,
“Em..Yuri, maukah kau membantuku untuk berkenalan dengannya??”
“Hahhaaa… tentu saja, dia pasti juga menyukaimu,.” Yuri mengelus kepalaku
“Terima kasih ya Yuri.”
“Iya..” Yuri menggenggam tanganku
Jessica POV
Aku masih kawatir dengan keadaannya, aku pun pergi ke tempat dia bekerja, ah.. itu dia sedang duduk dengan wanita, eh…. Suunnyyy??? Mereka terlihat akrab sekali?? Apakah Yuri menyukai Sunny?? Saat pertama bertemu sunny pun Yuri bisa tersenyum manis, sekarang aku lihat dia menggenggam tangannya.. Sesak…sesaakk… sekali, aku berbalik dan berniat pulang ke apartemen,
“sepertinnya keadaan dia sudah baik, dia sudah bisa bersenang2 dengannya” Grutuku kesal
Aihhh…. Yuri!! Kenapa Sunny??!! Kenapa mesti temanku??!!
Yuri POV
Ah,,,jam ku pulang,
“Soo Young, neh no hape gadis yang kau incar, bersemangatlah!!”
“Wahh…hero Yul kau memang segalannya!”
Aku berjalan pulang dan aku berhentikan motorku didepan toko biasa aku mampir untuk membeli coklat
“Sempat teringat kenangan saat aku membelikan coklat pada Victoria, aku teringat kata2 Soo Young, dia yang disakiti hatinnya masih bisa berusaha tegar demi mendapat kebahagiaan sempurna. Aku sudah ikhlaskan Victoria untuk sahabatku, Lalu aku teringat Jessica
“Ah, inikan coklat yang pernah dia makan.” Lalu aku belikan sekotak untuk Jessica
Aku membuka pintu dan aku lihat Sica sedang menonton acara televisi,
“Aku pulangg…”
Tumben sekali anak ini tidak membalas salamku, aku melangkah ke dapur aku mengambil minum dan melihat kearahnnya kenapa anak itu, berlagak tidak meenyadari keberadaanku?? Lalu aku duduk disampingnnya
“kau sudah sehat ya?? Aku senang melihatnnya.” Ucapnya datar
Sica POV
“kenapa nada bicaramu jadi seperti itu??” Tanya Yuri heran
“tidaaak, sudah makan??” tanyaku
“ah sudah tadi, sama teman.”
Pasti dia makan sama Sunny, kenapa harus Sunny?? Yuri tahukah kamu perasaanku?!!
“oh sama teman?? Yakin temanmu?? Aku lelah aku mau tidur!!”
“kau mau coklat??” tanya Yuri
“tidak.. aku kenyang, beri saja ke teman lainnya.”
“Ada apa dengan anak itu??” tanya Yuri dalam hati
Ah…. bete,,,bete,..bete….
Tidak punya perasaan!! Yuri menyebalkan!!
Aku senang kau sudah bisa melupakan Victoria, tapi kenapa kenapa Sunny?? Ah!! Anak itu!!
DR…DR…DR… hape berbunyi, Sunkyu calling
“panjang umur dia.” Gumanku sambil mengangkat telpon
“halo.”
“Sicaa…aku mau mengabarkan berita gembira, ketahuilah kau orang pertama yang aku beri tahu..”
“iya aku sudah tahu, salamat ya…”
“Sudah tahu?? Dari mana??”
“Aku melihatnnya.”
“melihatnya?? Jadi kau ada di Bioskop??”
“Bioskop??” Oh jadi Yuri mengajaknnya nonton.
“Iya, sekarang aku baru pulang dari nonton Film romantis sama seseorang spesial.”
“Iya, aku tahu.. sama Yuri kan??”
“hah?? Yuri?? Kenapa bisa kau mengira orang itu Yuri??” tanya Sunny heran
“Jadi,kau tidak sama Yuri??”
“Yuri?? Bagaimana bisa??”
“Tapi tadi aku lihat kau berpegangan tangan mesra banget sama Yuri.”
“Hahahahahahaaaa….. Yuri itu idolaku, aku hanya kagum sama dia, tadi juga aku minta bantuan dia buat ngenalin aku ke temennya. Namannya Soo Young.. dia romantis sekali, dateku yang pertama, bahagiannya…….sudah ah, aku mau beri tahu yang lainnya. Bye..” Sunny menutup telponnya
Jadi, Yuri tidak sama Sunny, ah, kenapa kecemburuanku terlalu, padahal aku bukan siapa2 dia. Jung SooYeon bodoh!!
-TBC-
hohohohohohoohhh…….
terimakasih…. terimakasih….
^^
No comments:
Post a Comment