Friday, February 21, 2014

Aku milikmu, kamu miliku [Part 3]

Aku milikmu, kamu miliku Part 3


Part 3

“krystal, akhirnnya kau datang juga. Sudah lama tak bertemu aku rindu sekali padamu.”
“Iya, baru libur jadi aku ingin melihatmu kak”
“ayo kita kekamarku aja.”

Siapa tamu Jessica itu?? Imut dan cantik eh… Sica mencium kening dan pipinnya?? Siapa Sica dia?? Kesambar petir mendengar kata2 dari jessica aku rindu kamu my sweet honey.
Dddiaaa? Apa dia kekasih Jessica, rasa sakit kedua kaliannya aku rasakan, kenapa luka yang hampir sembuh itu tergores lagi?? Aku lihat mereka berdua bergandengan mesra ke kamar. Bayanganku jadi aneh sekali, aduh…aduh… TIDAKK!! Bukan seperti itu!! Aku menggelengkan kepalaku, tapi jika sepasang kekasih tidak lama bertemu, jika mereka bertemu mereka melepas rindu, dan jika mereka masuk ke kamar, berarti??? Ah!!!! TIDAKK!! TIDAK!! Aku mengacak2 rambutku

“aw,, sakit,,pelan2 dong krystal.”
“ah, iya,,,sabar dong, bentar lagi bakal sempurna.”
“ah, sudah jangan dipaksa,”
“kau tidak kasihan padaku yang sudah jauh2 dari amerika demi ini??”


Mereka ngapain?? Sica kenapa merintih2 seperti itu, mereka ngapain?? Yuri kau ngeres sekali, tapi aku jadi curiga, aku mendekat ke pintu kamar jessica, otak nakalku memintaku untuk mengintip mereka, ah.. tidak terlihat. Cklek… pintu kamar Jessica terbuka, dia kaget ketika melihatkku ada di depan pintu kamarnnya sambil jongkok
“Yuri?? Sedang apa??”
Aku glagapan bingung mau beralasan apa
“Ah…tiddaaakk… itu tadi… ada kecoa menyelip di balik meja ini, aku kawatir kecoa itu masuk ke kamarmu, ada tidak dikamarmu??”
“HAH!! Sungguh?? Dimana?? Krystal, ambil obat kecoa itu.”
“yang mana unnie?? Dimana??” Krystal juga ikut panik
“Yuri bantu aku mencarinnya.”
“Sepertinnya kecoa itu tak ada disini??” aku pura2 ikut mencari
“Yuri kau mempermainkanku ya??”
“Ah…tidaak, untuk apa aku mempermainkanmu.”
“Eh, iya ini adikku yang baru datang dari Amerika.” Adik?? Oh ternyata dia adiknya, aku merasa lega, tapi kenapa Sica tadi merintih2 gak jelas?? Atau dia melakukan itu bersama adiknya??
“hai, unnie aku krystal jung atau Jung SooJung” Dia bersalaman denganku
“ah.. iya hai, aku Kwon Yuri.”
“Unnie coba kau tanya pada Yuri Unnie, bagaimana pendapatnya tentang baju yang tadi.”
“sudah aku bilang sempit! jangan dipaksa! badanku jadi sakit, gaak bisa nafas.”
“Baju?”
“iya neh Yul, si krystal membelikan aku baju ukuran badannya, katannya cocok untukku tapi tidak muat, dia masih aja maksa, membuatku jadi tersiksa.”
Sudah aku bilang kan KWON YURI otakmu ngeres sekali!!
“hahahaaaa… bagus kok. Eh aku ada yang mau aku kerjakan, kalian bersenang2lah.”
Aku keluar dengan perasaan yang sangat2 lega, Haaahh…..

Sica POV
Kenapa Yuri terlihat aneh??
“Unnie, teman satu apartemenmu itu lucu ya.”
“kenapa??”
“tidak, lucu saja.”
“orang seperti dia. Kau menyukai dia??”
“ah.. tidak!! Aa… jangan2 unnie yang suka ya??” ledek Krystal
“ah…apaan si kamu anak kecil!!”
Mungkin benar apa yang dikatakan adikku, aku sudah jatuh cinta pada Yuri
—-
Hari demi hari hubunganku dan Yuri semakin dekat, dia lebih banyak mengobrol denganku, dia sering curhat mengenai pekerjaannya, bahkan aku sudah tahu masa lalu dia, orang tua dia meninggal dan kisah2 lainnya, jika dia sedang tidak bekerja dia mengajakku berjalan2 naik motor berkeliling kota dan bermain2 di taman hiburan semakin lama perasaanku padannya semakin dalam, aku merasa jika bersamannya aku bahagia, nyaman, dan dia selalu membuatku tertawa. Ingin selalu seperti ini selamanya dan berharap dia menyadari perasaanku padannya bukan hanya sekedar teman satu apartemennya

“Besok ada acara??” tanya Yuri
“emhh… tidak. Ada apa??”
“besok aku libur kerja, kita jalan yuuk.”
“tumben?? Libur apa??”
“libur spesial.”
“Spesial?? Spesial apa??”
“Spesial Sica dan Yuri. YulSic day.” Jawab Yuri bercanda dan membuatku jadi malu
“wajah merahmu lucu sekali.” Tawa Yuri

Esoknya aku berjalan berkeliling kota, bermain di taman hiburan, menyenangkan sekali, malamnnya kami duduk di pinggir sungai Hang,
“Indah sekali.” Gumannya
“iya seindah kau.” Tanpa sadar aku mengeluarkan kata2 tersebut
“apa??” Yuri kaget
“Ah.. apa?? Apannya??”
“yang tadi barusan kau sebut.” Jawabnnya
“yang mana??” aku tertunduk gugup
Dia tertawa melihatku yang tersipu malu, kami terdiam memandang pemandangan sungai hang
“Sica, aku ingin bercerita sesuatu padamu,”
“tentang apa?? Cerita saja.”
“temanku pernah bercerita padaku bahwa dia terjerat cinta, dan awalnnya dia tidak pernah percaya akan bahagia dengan cinta, karena selama ini cintannya menyakitinnya.”
“cinta memang kadang bisa membuat sakit dan kadang membuat kita senang, cinta kadang membuat kita seperti orang gila, karena kadang cinta itu tidak masuk akal. Tapi tak selamannya cinta membuat sakit, karena pasti ada kebahagian yang sempurna dibalik itu semua.”jelasku
“jadi menurutmu, cinta itu bisa tidak masuk akal??”
“hahahaaaaa…iya.” aku tertawa kecil
“Cintaku padamulah yang tidak masuk akal, karena tidak bisa mengungkapkannya aku jadi seperti orang bodoh!” aku mengejek diriku sendiri
“iya menurutku cinta itu tidak masuk akal, aku pernah cemburu karena orang yang aku cintai pernah bersenda gurau bersama seseorang dan setelah aku ketahui dia adiknnya, aku jadi merasa bodoh saat itu.” Jelas Yuri tertawa
“Victoria yang kau maksud??” Tanyaku getir
“hahahaa…bukan, Victoria tidak punya adik.”
“sampai sekarang orang yang aku cintai itu tidak sadar jika aku mencintainnya, mungkin karena aku tipe orang yang tidak bisa menyatakan rasa cinta.” Jelas Yuri lagi
Aku terdiam, aku ingin sekali tahu siapa orang itu…
“Sica, tahukah kamu siapa dia?? Karena orang itu sekarang aku belajar menyatakan cinta” jelas Yuri
Aku mendengarkan dengan hati agak pahit. “Siapa??” tanyaku dengan suara datar
“benar kan sampai sekarang pun dia masih tidak sadar.”
“Dia bodoh sekali karena tidak bisa menyadari perasaanmu.” Jelasku pura2 tertawa
“iya,,,benar dia bodoh… dia bodoh sekali.. orang yang bernama Jung SooYeon itu bodoh sekali.” Jelas Yuri, aku tersentak kaget mendengar penjelasannya
“Yuri…kau….??” aku bengong, Yuri memegang tanganku dan meletakkan di dadannya
“Sica, orang itu adalah orang yang punya nama Jung SooYeon, yang selama ini sudah mengobati luka lamaku karena keceriaannya, suarannya, sandwichnnya, gandengan tangannya, pertama kali melihatnnya aku sangat terpesona dengan kecantikkannya, tatapan indahnnya menyinari hatiku yang sempat redup dari sinar cinta, Sica aku mencintaimu.” Jelas Yuri
“kalau begitu, kau juga bodoh karena tidak menyadari perasaanku juga.” Jawabku dengan air mata yang mulai mengalir
“jadi, kau mencintaikku??” tanya Yuri
“Yuri kau bodoh!! Yuri kau menyebalkan!! aku sudah lama memendam rasa itu, kau saja bodoh tidak pernah menyadarinnya. Aku pernah cemburu karena kau masih mencintai Victoria, aku cemburu saat kau dekat dengan Sunny, aku cemburu jika kau hangat dengan orang lain. Aku………”
Aku merasakan nafas hangat Yuri di wajahku, bibir yang lembut ini dan beraroma cherry, Malam yang sangat indah di pinggir sungai Hang
“maaf Sica jika ciuman pertama kita tidak romantis.” Jelas Yuri sambil tertawa
“aku tetap menyukainnya, itu ciuman pertamaku dengan orang yang aku cinta.”
“aku yang pertama??” tanya Yuri dan aku jawab dengan anggukan
“Tapi saat itu kau mabuk dan menganggap aku Victoria.”
“Maaf…” dia mengelus lembut kepalaku
“Yuri kau milikku, Yuri aku milikmu…” Yuri memelukku dan aku bersandar di bahu hangatnya
“Sica jadilah ratu dalam hatiku.” Ucap Yuri sambil mencium keningku

-TBC-

Maaf pendeek… agak buntu juga,, hehehehehee…
Mohon ditunggu part selanjutnnya,,
walau mungkin agak lama updatennya…

No comments:

Post a Comment