Friday, February 21, 2014

Aku milikmu, kamu milikku [Part 4]

Aku milikmu, kamu milikku Part 4


PART 4
Aku masih merasakan peluk hangat itu, ah ternyata aku tertidur dipelukannya. Aku melihat dia tertidur, dia seperti malaikat. Yuri aku sangat mencintaimu, Aku bangun dan berniat ingin membuat sarapan, selama libur, Yuri selalu mengambil Sift pagi dan pulang sore, Jika sekolah dia mengambil sift siang.

Beberapa menit kemudian aku lihat Yuri keluar dengan terburu2,
“Sica, aku terlambat kerja.”
“Terlambat?? Ini jam 7, kau kan masuk jam 8??” jawabku sambil menunjuk jam
“jam 7?? Itu jam mati, aku lupa menghidupkan alarm, sekarang jam 8.” Jawabnnya sambil berkemas
“mati?? Eh kau tidak sarapan?? Aku membuat sandwich kesukaanmu.”
“maaf sica aku terlambat. Lagi pula aku tidak lapar, aku bisa makan nanti.” Jawabnnya dan aku agak kecewa mendengarnnya.
“Emh, ya sudah hati2 ya Yuri.” Jawabkku dengan senyum walaupun sesungguhnya aku kecewa, Dia melangkah keluar, aku menghela nafas dan berbalik. Tapi aku dengar dia kembali masuk dan memelukku dari belakang. Dia membalikkan badanku, Lalu menciumku…Dia tersenyum..
“Terima kasih sarapannya.”
Aku tersenyum dan memeluknnya. “jangan lupa sarapan yang sesungguhnnya.”


Yuri POV
“Hei Choi Soo Young!!”
Aku lihat Soo Young hari ini muram, Tidak seperti biasannya dia selalu meledekku
“Hei!! Kau kenapa??”
“Ah,,, tidaak..”
“Jika kau kerja tak semangat begini, jika bos Siwon lihat kau pasti dimarahi, kau ada masalah??”
“Tidaak, aku tidak ada masalah.”
“Hah!! Berusaha menyembunyikan hal itu padaku, kau bertengkar dengan Sunny ya??”
“hah? kau memang pintar Yul.. iyaa.. dewi kecilku mengira aku selingkuh. Dia mutusin aku, padahal aku belum menjelaskan kebenarannya.”
“Kenapa tak kau jelaskan??”
“iya aku sudah coba, tapi dia tidak mau mendengarkannya, aku harus bagaimana Yuri?? Aku tidak siap putus dari dia, kau tahu cintaku padanya begitu dalam.”
“Aku kenal Sunny pasti dia tidak serius, dia juga sangat mencintaimu. Emang mengapa dia mengiramu selingkuh??”
“Kemarin aku bertemu dengan Suli, dan karena sudah lama tak bertemu semenjak lulus SMP, jadi sepulang kerja aku menghabiskan seharian sama dia, Sangking senangnnya bertemu sahabat lama, aku lupa jika ada janji makan malam sama Sunny, pas aku sedang makan sama Suli, aku tidak tahu apa yang terjadi.. tiba2 dia ada disana dan…

*_flashback
“Sunny apa kau sedang bersama pacarmu??”
“ah,,tidak ada apa Taeng?? Iya kami memang janji makan malam, tapi dia belum menjemputku.”
“aku dan Tiffany sedang makan berdua, dan disini aku melihat Soo Young bersama seorang gadis, kami mengira itu kamu karena dari belakang mirip, selain itu mereka cukup mesra jika dibilang teman.”
“kalian di restoran mana??”
“ehh… kami direstoran langganan kita, apa kau,,”
TUT…TUT..TUT…
“Kau salah Taeng jika memberitahu kita dimana.”
“iya pasti dia akan kesini, dan aku berfirasat buruk.”
Beberapa menit kemudian
“kalian dimana??”
“ah, kami didekat jendela pojok kiri.”
“eh, taeng itu dia, benar kesini kan dia.”
“ini gawat Tiffany. Bisa jadi perang dunia.”
Sunny duduk bersama mereka dan menguntit Soo Young, dia merasa sahabat2nya benar jika Soo Young cukup mesra dengan gadis itu..
“Sialan!! Aku tidak bisa tinggal diam!!”
“Suunny,…kau…”
Mereka terlambat mencegahnnya karena Sunny sudah menghampiri Soo Young
“Ternyata kau melupakan janji kita karena dia??”
Soo Young tampaak kaget melihat Sunny ada dihadapannya
“Chagi…??”
“Choi Soo Young, siapa dia??! Selingkuhanmu?? Ternyata kau seperti ini!! Kau tega sekali!!”
“Sunny, ini tidak seperti yang kau pikirkan, dia bukan siapa2ku dia sahabat lamaku saat SMP.”
“aku tidak percaya kau!! Soo Young aku membencimu!! Kenapa kau berbohong!!”
Sunny berlari keluar restoran sambil menangis, Soo Young tampak Stress, Suli yang tidak tau apa2 juga ikut bingung, Soo Young berusaha mengejarnnya
“Sunny, tunggu.. sunny dengarkan penjelasanku dulu.” Soo Young berlari mengejarnnya
“Aku tidak butuh penjelasanmu!! Kau kejam sekali, kau berjanji tidak akan menyakitiku tapi apa buktinnya, kau malah menduakanku!! Ini yang kau sebut cinta?? Aku benci kau!! Kita putus!!”
“Sunny, dengarkan penjelasanku!! Aku dan dia, tidak ada hubungan spesial kecuali dia sahabat lamaku saat SMP! Sunny ku mohon, kau tidak serius kan?? Sunny!!”
“Kita putus!! Aku serius!!” Sunny lalu menaiki taksi dan tidak memperdulikan teriakan Soo Young, Soo Young tampak frustasi, Suli lalu menghampirinnya dan menenangkan Soo Young
“Soo Young, maaf.. apa dia pacarmu yang kau ceritakan tadi??”
Soo Young masih terduduk terpaku di trotoar jalan
“Maaf karena aku, kau bertengkar dengannya.”
“tidak.. kau tidak salah, dia cuma salah paham.”
“aku akan bantu menjelaskannya, karena kau mendengar curhatku tentang Amber, dia jadi salah sangka kau selingkuh.”
“jika aku kerumahnnya sekarang percuma, pasti dia masih marah. Sebaiknya aku antar kau pulang saja.” Jelas Soo Young lemas
*_end flashback
“Yuri aku mesti bagaimana?? Sudah 3 hari aku tidak bertemu dia, selama itu aku berusaha menelponnya mendatangi rumahnnya tapi sia2.”
“Sabar.. dia sahabat jessica, kami akan membantu hubungan kalian kembali lagi, percayalah.. jangan murung lagi, kau terlihat jelek sekali.”
“terima kasih, kau memang hero ku Yul.”
“sekarang semangat!! Bos Siwon bisa memakanmu jika kau memasang muka seperti itu!”

Sica POV
“Sudah jangan menangis.”
“aku sakit hati sica, dia menduakanku.”
“aku tidak percaya jika Soo Young seperti itu.”
“tapi kemarin itu, sudah jadi bukti yang sangat jelas.”
“iya Sunny,tapi kau juga belum mendengarkan penjelasan darinnya.” Jelas Hyo Yeon
“buat apa!! Tidak perlu.”
“kau masih mencintainnya kan?? Kau sungguh mutusin dia??” tanya Tae Yeon
Sunny kembali menangis, lalu hape sunny bergetar
“halo,,”
“Apakah ini sunny, maaf aku gadis yang kemarin, aku dan Soo Young tidak ada apa2 kami hanya…”
“Ambilah dia, aku sudah tak butuh dia.” Sunny lalu menutup teleponnya
“Sunny!!”
“Percayalah ini pasti salah paham.”
“aku mau pulang.”
Aku dan lainnya hanya terdiam melihat dia keluar dari apartemenkku
“kalian yakin melihat Soo Young bermesraan dengan gadis lain??” tanya Hyo curiga
“eh.. iya, Soo Young begitu sangat mesra, dia mengelus kepala gadis itu dan menggenggam tangannya.” Jelas Tiffany
“iya, Sunny juga melihatnnya saat itu.” Tambah Tae Yeon
“Sudahlah, tapi aku yakin Soo Young pasti tidak seperti itu, Sunny pasti cuma salah paham.” Jelas Sica
“aku juga yakin dia tidak serius dengan keputusannya.”
“aku bisa baca dari matannya, dia masih sangat mencintai Soo Young.”
“kalian berdua juga, kenapa gak bantu tenangin kondisi saat Sunny marah2?”
“Ah..itu,..karena, karena kami juga bingung mau ngapain.” Jelas Tiffany
“Sunny sudah terlanjur menghampiri mereka.” Tambah Tae Yeon
“iya awalnnya kami tidak ingin memberi tahu tapi karena berhubungan dengan sahabat kami, aku juga gak rela jika sunny disakiti.”
“ah….tapi kan ini masalahnnya belum jelas dia benar selingkuh tidak.” Tegas Hyo Yeon
“ya,..iya… maaf..” Tiffany merasa bersalah
“ah, aku ada janji sama ayahku, aku pamit pulang aja deh.” Sahut Hyo Yeon sambil lihat jamnnya
“iya, aku juga ikut pamit deh. Ayo kita pulang.” Ajak Tiffany ke Tae Yeon
“dada… Sica,,,” kor mereka bersamaan
Sudah jam 6 sore….
“aku pulangg…”
“Yuri.. lelah??”
Dia menghampiriku dan memelukku dari belakang lalu mencium pipiku..
“jika sudah seperti ini lelahku tentu sudah hilang.”
“sudah makan??”
“hahah…biasanya juga aku yang masak.”
“iya..iya…aku akan belajar masak.” Jawabku cemberut
“em, apa tadi Soo Young cerita jika dia diputusin Sunny??” tanyaku
“Aku kasihan pada Soo Young, dia depresi berat.”
“Sunny tadi kemari, dia menceritakan jika Soo Young selingkuh sama gadis lain.”
“Selingkuh?? Tidak benar, Soo Young tak mungkin selingkuh, dia kemarin bersama sahabat lamannya pas SMP, karena sudah lama tidak jumpa semenjak lulus SMP.”
“tapi dia melihat mereka sangat mesra??”
“itu karena, si Suli curhat tentang pacarnnya. Dan si Soo Young tak tega karena sahabatnya merasa sedih dan berduka.”
“berduka??”
“iya, pacarnnya kecelakaan dan sedang koma.”
“dugaanku benar jika ini salah paham.”
“Soo Young stress karena diputuskan Sunny.”
“terus bagaimana ini Yul??”
“aku percaya, mereka masih saling mencintai.”
“Yul…”
“em??”
“kau jangan pernah selingkuh!!!”
“hahahaaaaa… kau tidak percaya padaku??”
“iya….bukan begitu.”
Aku hanya takut kau masih menyimpan rasa itu pada Victoria, aku takut kau masih mencintai Victoria, aku takut kau tidak serius padaku. Aku takut kehilanganmu Yul, karena jujur aku tidak bisa bersaing dengan Victoria, dia begitu sempurna, berbeda sepertiku.
“Sica?? Kenapa melamun??”
“ah…tidak…”
“percayalah aku tidak akan pernah selingkuh.”
Aku tersenyum padannya

“lapar?? Aku masakkan makanan ya??” Tawar Yuri
“kau tidak lelah? Jika lelah kita makan diluar saja.”
“kita harus berhemat, untukmu aku tidak pernah mengenal rasa lelah.” Jawab Yuri tersenyum

Yuri, aku semakin terpesona padamu, kau yang sudah mandiri diumur semuda ini, sudah tahu pengalaman bekerja dan mencari uang, Sedangkan aku, tidak tahu apa2 dan hanya mengandalkan kiriman dari orang tuaku tiap bulan.

-TBC-

huahahahahahahahahaaha… akhirnya saya bisa update juga…
setelah tugas yang membuat gila…
Alhamdulillah sudah saya tebas jauh2 tu tumpukan tugas,,.. yiahahahahahahhahahahaaaiiiiii……..
Selamat membaca… ^^
maaf jika cukup pendeek….
tunggu kelanjutannya ya, jangan bosan menanti…

No comments:

Post a Comment