Aku miliku, Kamu milikku Part 12 [END] ^^
PART 12 (END)
Aku masuk kekamarnnya dan ada sebuah kertas yang tergeletak didekat meja, Aku kaget saat membacanya..
“Sica akan kuliah di amerika?? Sica kau meninggalkanku??”
Aku lihat tanggal keberangkatannya 20 Mei 2011, tapi sekarang dimana dia??
“ini besok??”
Aku panik, Sica kau akan meninggalkanku?? Kenapa kau tak pernah bilang padaku?? Ada apa?? Kenapa?? Bodoh!! Selama ini aku selalu jauh darinnya!! Aish!!
Aku datangi rumah Tae Yeon tapi dia bilang tidak tahu Sica dimana, semua teman2nnya bilang tidak tahu dia dimana
Sica POV
“Dia tadi kemari mencarimu, dia panik sekali.” Jelas Tae Yeon
“Kau sudah bilang aku tidak ada??”
“iyaa…kau yakin akan pergi tanpa pamit padannya dan mencari penjelasan sesungguhnnya??”
“saat itu semua sudah jelas.” Jelasku datar
“Sica, Yuri tadi mencarimu di rumahku.” Jelas Sunny ditelpon kemudian Tiffany dan Hyo Yeon berganti menelpon mengabarkan hal yang sama..
Yuri kenapa kau mencariku?? Aku sudah mantapkan hatiku untuk melupakanmu, esok aku akan berangkat ke Amerika, Yuri aku masih sangat mencintaimu, sulit bagiku untuk pergi.. tapi sekarang aku tahu Yul, kau masih menyimpan rasa padanya.. aku akan coba melupakanmu..
Yuri POV
Kemana anak itu?? Siall!! Kenapa aku merasa mereka menyembunyikan sesuatu?? Ini sudah sangat malam!! SIAALLL…!!!!
Esoknnya sebelum terlambat aku harus mencarinya!! aku curiga mereka menyembunyikan sesuatu!! aku mencoba bertanya pada Sunny
“Sunny aku percaya hanya kau yang aku percaya. Katakan dimana Jessica??!”
“Yuri,, kau ini kekasih macam apa!! Kau tidak pernah mengaggap Jessica ada!! Ketahui dia sangat sakit hati padamu!! Dan sekarang rasakan hukumannya!! Sica akan pergi juga meninggalkanmu!!”
“maksudmu?? Apa kenapa??”
“kau jangan berpura2 bodoh!! Kau dan Victoria?? Dia melihatmu bercumbu di apartemen.”
HAH!! Saat itu??? Jessica melihatnnya??
“Siall!! Bukan… ini salah..ini salah…bukan begitu.. dengar Sunny Jessica salah paham, ini bukan menurut yang dia pikirkan..”
“Salah paham?? kau buat sahabatku sampai menangis seperti itu kau bilang salah paham??”
“Kumohon..dengarkan penjelasanku..”
Aku ceritakan semua apa yang terjadi kepada Sunny.
“Tapi sudah telat Yuri..” Datar Sunny
“kenapa??”
“Jessica sudah pergi.. dia sudah berangkat tadi pagi.”
“APA!!”
Aku merasakan lututku lemas aku tak mampu berdiri, aku tak kuasa, aku terjatuh…
“YURII…!!”
—
“Apakah telponya diangkat??”
“Tidak.. mungkin dia tidur, dia tidak juga mengangkat hpnya.”
“Coba telpon apartemennya.”
“aa.. kau pintar juga sayang.”
SooYoung mencoba menelpon apartemen Yoona..
“diangkat…” Girang SooYoung
“ooopss…Sorry Sir.”
“Sir??” Heran SooYoung
“Yoona ini aku SooYoung..Yurii…”
“Sebentar..”
“Yoona…Yoona..”
Tut..tuutt..tuuuttt…
“Aisshh!! Terputus..” Dongkol SooYoung
“aku dimana??”
“kau tentu saja dikamarku.” Jawab Sunny
“Yuri kau kenapa??” tanya Soo Young cemas
“Sicaaa…” teriakku
“Sayang ambilkan minum.” Pinta Soo Young
“ah… ini…” Sunny mengambil minum
“Sica…” Aku menagis di pelukan Soo Young
.
.
.
.
2 tahun berlalu, tapi aku masih tidak bisa melupakan Jessica, aku masih sangat mencintainnya, meski ada berjuta manusia yang mendekatiku, aku tidak ingin membohongi perasaanku, aku masih mencintai Jessica.. tapi bagaimana caranya aku bertemu dia?? Amerika sangat lebar, aku sudah pernah mencarinnya disana tapi nihil… tidak ketemu… sudah berkali2 aku pergi ke Amerika cuma untuk mencarinnya…..
Dan sampai hari ini juga… aku belum bertemu dengannya.. apa dia sudah melupakankku?? Hatiku pedih sekali……
Jessica POV
Yuri kenapa aku tidak bisa melupakanmu?? Padahal aku sudah ada kehidupan baru…
“kak… pulang kuliah aku tunggu di cafe perempatan jalan ya.” Tawar Krystal lewat telepon
“oke Krystal…”
“waaahhh… aku sudah lama.. garing tau kak..”
“maaf tadi Demian memintaku menemani mencari alat musik.”
“Demian?? Cowok aneh itu??”
“hahhaaa… iya yang suka sama kamu.”
“aku tidak mau..”
“Dia baik…”
“Pokoknya aku tidak mau”
“hahahaaha….. Eh…??” Aku kaget melihat sosok yang masuk ke cafe…
“ada apa kak??”
Kenapa walau aku di Amerika aku masih bertemu dengannya?? Orang itu,, kenapa aku melihatnnya disini… apa dia bersama……
“Hahh… Yoona?? Kok dia bersama Yoona?? Kenapa tidak bersama Yuri??”
“Siapa kak?? Yuri?? Dimana??” tanya Krystal heran
Aku kaget melihat Victoria memasuki cafe bersama Yoona.. Yuri??
“Sayang, bukankah itu Jessica??” Yoona menyadari keberadaanku dan mereka langsung menghampiriku
Dia langsung memelukku…
“Sica…kenapa kau pergi?? Kenapa kau tiba2 hilang?? Yuri seperti orang gila bolak balik amerika – korea sampai berkali2 lebih. Dia masih mencarimu sampai sekarang.”
“Yuri?? Mencariku?? Bukankah saat itu… kau dan dia??”
“kau salah paham Sica, aku dan Yuri tidak ada apa2, saat itu aku khilaf maaf. Saat itu dia menyadarkanku bahwa dia sudah tidak ada rasa padaku, dan hanya kau satu2nnya.” Jelas Victoria menangis
“Maafkan aku Sica.. ini semua salahku,,.. maaf… kumohon kembalilah ke Yuri..” tambahnya
“Vic?? Jadi…”
“iya…kalian salah paham…”
“aku bodoh, kenapa aku pergi sebelum mengetahui kejelasannya??” Aku meneteskan air mataku
“Krystal…aku harus kembali ke korea…aku harus ke korea sekarang… “
“hah!! Sekarang?? “
“iya…aku mau sekarang juga!! Aku akan pesan tiket penerbangan malam.”
“kak….”
“aku harus kesana sekarang krystal…”
“iii..iiya…”
Aku tidak tahu apa lagi yang mesti aku lakukan… aku langsung terbang kekorea.. Krystal menjelaskan alasanku pada mama dan papa.. syukur mereka mau mengerti… maaf papa..mama… aku sudah menyakiti hati seseorang dan meninggalkannya selama 2 tahun dan aku mau menghapus luka itu..
Sesampainya di Korea, aku langsung mencari Yuri..
Aku cari di apartemen lama kami,, dia tidak ada.. apartemen kami sudah ada penghuni yang baru… kemana aku mesti mencarinnya??
Aku kerumah Sunny dan ayah ibunnya bilang jika dia ikut Soo Young yang bekerja di Jepang… sedangkan Tae Yeon dan Tiffany aku tidak menyangka mereka menikah dan sekarang tidak ada di Korea lagi, aku yang merahasiakan semua, alamatku agar aku bisa sepenuhnnya melupakan Yuri… sekarang.. sekarang.. aku menyesalll…..
Hyo Yeon… iya masih ada Hyo Yeon…
Aku datang keapartemen Hyo Yeon dan dikabarkan keluargannya pindah… Hwaa… aakhirnnya untuk sementara aku menginap di hotel…
Malamnya aku teringat kenangan saat bersama Yuri… Yurii… aku rindu kau,.. Yuri maaf… Yurii…. aku menagis dalam gelapnnya malam… aku berlindung di balik selimutkku..
Yuriii….Aku ingin bertemu denganmu… Yuri aku masih sangat mencintaimu… Yuri…..
“aku juga sica…” Suara itu.. suara yang aku kenal…
“aku juga sica…” Suara itu.. suara yang aku kenal…
“Yuri…” Dia tersenyum dan menghilang…
Hanya bayanganku saja….
“Yurii…!!!!” Aku berteriak keras sekali…
Yuri POV
Mengapa aku merasa ada yang memanggilku?? Ahh… hanya halusinasiku saja.. Aku sekarang menjadi pemilik cabang restoran Italia tempat aku bekerja dulu, aku menjadi chef yang terkenal karena masakanku yang enak.. Victoria dan Yoona sudah berkeluarga dan hidup di Amerika…
Amerika… anak itu,, apa aku masih bisa bertemu dengannya?? Aku tertunduk dan aku rasakan air mataku menetes…
“Unnie?? Kenapa menangis??”
“Ah… tidakkk… aku hanya merasa pedih karena bawang ini.”
“jangan berbohong.” Teriak Gyuri.. Gyuri aku tidak tahu jika aku masih bersaudara dengannya,, dia adalah Anak dari pamanku.. Aku sempat kaget saat berkunjung kerumah paman dari Ibuku dan ternyata ada dia.. dia menjadi ketakutan saat melihatkku..
“Hah??!! Ah jessica???” teriaknnya sambil menunjuk kearah dibelakangku
Aku mendengar dia meneriakan jessica aku langsung menengok kearah yang di tunjuknya.
“Aku tahu unnie,, kau masih menunggunnya.. aku percaya cinta kalian tidak akan berakhir seperti ini. Cinta kalian pasti akan berlanjut, aku percaya Sica pasti kembali…”
“Gyul..jangan main2!!”
“aku tidak main2 aku bisa meramal… aku pernah meramal Luna akan jatuh cinta kepada anak bosmu dan ternyata sekarang buktinya??” Sahut Gyuri sombong
“ah…itu kebetulan…” elakku..
Tapi memang benar.. saat itu Luna menemuiku di tempat kerjaku karena masih tidak terima aku selalu menolaknya. Dia menabrak si uee dan apa yang terjadi mereka langsung saling jatuh cinta.. pada pandangan pertama.. aneh!!
Aku pulang dari tempat kerjaku dan aku berhenti di sebuah stasiun.. aku membeli coklat… yang biasa aku beli untuk Sica…. lalu aku pergi ke pinggir sungai Hang.. tempat ini adalah tempat aku jadian sama jessica.. tampat ini… adalah saksi hubungan cinta kami…
“hahh!!! Tempat seindah ini… seharusnnya aku nikmati bersamamu… tapi ini sudah menjadi tahun ke-2 aku tidak bersamamu, aku percaya.. aku masih menunggumu. Aku yakin kau akan datang. Entah itu kapan…”
Aku menatap air yang mengalir bersama hiasan lampu,, mengalir seirama seindah gerakannya… aku terduduk…..
Sica POV
Disini di tempat ini, awal dari hubungan cinta kita, Yuri aku ada di sini, kau dimana?? Aku masih mencintaimu,, sungguh sangat bodoh diriku!!… maaf karena kebodohankku… Aku terpaku menatap air..
“nona mengapa menangis??”
“ahhh… Yuri,,,” suara ini sama seperti suara Yuri aku menengok kearahnnya
Ternyata bukan… ada seorang bibi yang masih terlihat muda, berwajah seperti dewi.. bertanya kepadaku….
“kenapa nona menangis??”
“tidak…” jawabku tersenyum
“apa aku bisa membantu masalahmu??”
“emm…” aku terdiam dan duduk bersamannya, bercerita sedikit tentang Yuri
“anda masih mencintai orang itu??”
“sangat…aku masih sangat mencintainnya, tempat ini pernah menjadi saksi cinta kita.” Jelasku
Aku jelaskan panjang lebar, setidaknnya aku merasa lega bisa bercerita masalahku pada orang lain meski aku tidak mengenalnnya
“kenapa kisah nona sama seperti cerita nona yang disana?”
Tunjuk bibi itu mengarah keseorang gadis yang duduk sendirian…
“maksud bibi??”
“iya…”
Dia juga menangis,
“nona mengapa menangis sendiri disini?? “
“ah…maaf… tidak..aku hanya terharu akan keindahan jembatan air itu.”
“aku bisa melihat dari hati nona, nona sangat sedih sekali, bukan maksud saya mencampuri urusan nona. Ini minum, mungkin bisa menghilangkan rasa sedih nona dan mengganti air mata nona yang mengucur deras.”
“hahahaa…terima kasih bibi baik..”
“sama2 senang bisa membantu.”
“aku sedang kehilangan seseorang, dia salah paham dan dia pergi sebelum aku menjelaskan semuannya, sampai sekarang aku tidak bisa melupakannya, aku masih sangat2 mencintainnya.”
“Aku bisa mengerti, maaf membuatmu mengingat lagi orang itu.”
“tak apa, setidaknnya aku bisa bercerita kepada orang lain.” Jawabnnya tersenyum
“aku percaya dia pasti kembali untukmu.” Lalu bibi itu pergi meninggalkan gadis itu, dengan hati yang agak tenang
Yuri…apakah itu Yuriii,… aku berlari kearah gadis yang di ceritakan oleh bibi tadi…
Yuri POV
Perasaanku atau apa, suara bibi itu seperti Jessica, Sungguh aku sangat rindu Jessica. Air mataku mulai mengalir lagi. Bibi baik itu berhasil membuat hatiku agak tenang, semua orang meyakinkanku bahwa aku akan bertemu lagi dengannya, iya… aku akan menunggunnya disini… di negara ini sampai kapanpun!!
“KWON YURI!! Apakah itu benar dirimu??”
Siapa yang memanggilku?? Suara itu lagi.. pasti halusinasiku lagi…
“KWON YURI!!”
Aku menegok kearah suara itu, aku kaget apa ini mimpi?? Apa ini halusinasiku.. gadis itu?? Gadis yang berada di sana?? Yang berlari kearahku?? Kenapa seperti nyata?? Apa benar ini nyata??
Jessica POV
“KWON YURI!! Apakah itu benar dirimu??”
Aku berusaha memanggil gadis yang sedang sendiri itu,
“KWON YURI!!”
Dia menengok kearahku. Benar itu Yuri… Yuri pujaan hatiku yang selama ini aku cari.. akhirnnya aku temukan dia… Yuri.. aku berlari kearahnnya….
Yuri POV
Benar itu dia?? Sungguh sungguh dia, aku bangun dari tempat duduk ku dan berdiri kearahnnya..
Dia berhenti jarak beberapa langkah dariku, bisa aku lihat dirinnya, wajahnnya, matannya yang mengalirkan air mata.. dia menangis dan aku juga tidak bisa menahan air mataku…
Aku langsung berlari kearahnnya dan memeluknnya erat sekali…
Benar ini jessica benar ini bukan mimpi?? Aku masih tidak mempercayai ini.
“Sica?? Apa ini benar2 kau?? Apa aku tidak mimpi dan berhalusinasi lagi kan??”
“Yuri ini aku Sica,, JUNG SOOYEON mu yang sangat bodoh.”
“Sica…maaf,, maaf atas kesalah pahaman ini… aku dan victoria tidakk…”
Sica memutus perkataanku dengan ciumannya…
“aku sangat rindu kau Yuri… maaf membuatmu menderita, maaf karena kebodohanku yang meninggalkanmu tanpa ada penjelasan.” Jelas Sica menangis
“Aku sayang kau Jung SooYeonku yang bodoh!!” jawabku sambil menghapus air mata dipipinya
“jika tidak karena bibi itu yang menceritakan semua, aku tidak akan bertemu denganmu.”
“bibi?? Yang memakai baju putih tadi??” tanyaku heran
“iya…” kami bersama melihat kearah bibi yang berjalan semakin jauh.. Dia berhenti dan melihat kearah kita… Dia menghilang bersama suara angin malam…
“hah?? Dia menghilang??” Sica kaget dan menggandeng lenganku erat
“Siapa dia sesungguhnya??” heranku
“sepertinnya dia malaikat utusan Tuhan yang bertugas untuk mempertemukan kita.” Sica tersenyum
“iya kita bertemu di tempat pertama mengawali kisah kita yang indah.”
Sica tersenyum dia menciumku dan aku membalasnnya…
Kisah kami tidak akan pernah berakhir,,
Kisah kami yang bahagia ini akan selamannya seperti ini…
Kami menikmati malam yang indah di tempat saat pertama aku mengutarakan rasa cintaku dan aku bahagia Sica menerima perasaanku saat itu..
“Sica…”
“iya???”
“mau coklat??” Aku mengeluarkan Coklat yang tadi aku beli
Sica melihat coklat yang aku beri
“Aku tidak suka coklat itu, kau selalu membelinnya untuk Victoria, dan aku mau yang lain!! Aku tidak suka coklat!!”
“bagaimana kau tahu?? Iya sudah aku tidak akan memberimu coklat lagi.”
“awas saja jika kau memberiku coklat seperti ini lagi!!” ancam jessica
“lalu kau mau apa sayang??” tanyaku merayu
“aku mau kau menikah denganku…” jawab Jessica
Aku tertawa mendengar permintaanya..
Lalu aku mengeluarkan sebuah kotak dari kantongku.. dia heran melihat kotak itu
“apa itu??”
“ini aku beli 2 tahun yang lalu.” Sebulan setelah Jessica ke Amerika, Yoona menikahi Victoria dan saat aku mengantar Yoona mencari cincin kawin, aku juga melihat sepasang cincin yang indah, aku diam2 membelinya juga..
“tapi itu apa??” Aku membukanya dan dia terpana melihatnnya
Aku memakaikan ke jarinya…
“Jung Soo Yeon, maukah kau mendampingiku selamannya, menerima kekuranganku. Disaat susah atau senang dan dikala suka maupun duka. Memahami aku, walaupun aku ini bukan kekasih yang baik.” Jelasku
Dia tersenyum bahagia dan mengambil cincin satunnya lalu memakaikannya di jariku
“Iya… aku bersedia.. I love You..”
“hahhahaa… Love You Too..”
Lalu kami berjalan bergandengan seperti saat pertama mengawali hubungan kami.. menikmati indah sungai Hang bersama…
Jessica… Aku milikmu dan Kamu milikku….
-END-
Panjang jugaaa….. enggak deng.. pendek…. heheheee…. feel keromantisanku lagi rada surut jadi ya gak climax…
sekedar info untuk para reader yang saya sayangi… *cieeh*
karena UTS saya sebentar lagi sudah ada di depan mata maka saya bener2 mau hiatus neh… biasanya saya selalu bilang ijin padahal beberapa hari kemudian nongol.. karena apa?? karena saya ini sangat kangen sama kalian… *hug*
tapi kali ini tidak… saya harus optimal belajar.. belajar…
*gayanya*
*gayanya*


No comments:
Post a Comment