My Teacher
Yuri dan Sica
Genre : Yuri
Cerita ini berdasarkan kisah cinta girlxgirl >> gak suka jangan baca!! +17
Part 1
Hari pertamaku menjadi seorang guru, bagaimana rasannya menjadi guru anak SMA?? Aku mulai masuk ke gerbang sekolah dan bertemu dengan kepala sekolah mr. Donghae,
“bagaimana nona?? Anda siap menghadapi kelas 3-1??”
“Hahahahaaa…. mengapa pertannyaan anda seperti itu??”
“karena selama ini tidak ada yang betah menghadapi kelas super nakal itu.”
Apa maksud bapak ini?? Kelas super nakal?? Gila!! Ah… aku gak takut, mereka anak SMA!! Akan aku buktikan aku bisa!!
“nah ini kelas anda.”
Mr. Donghae mengajakku masuk keruangan yang amat ribut sekali, padahal penghuni kelas itu rata2 adalah wanita, tapi brutalnnya gak ketulungan!! Ada yang berlarian, lempar2an kertas, perang2 , ada yang pacaran parah sekali, ada yang sibuk dengan kosmetik, pertama kepala sekolah masuk sudah ada kain pel menjatuhinnya.. syukur bukan aku.. aku menghela nafas… tantangan baru neh!!
“harap tenang!!!” teriak Mr. Donghae
Hanya beberapa yang mau memperhatikan perintah kepala sekolah itu
“ini guru baru kalian pengganti ms. Yeeun, silahkan perkenalkan diri anda ms. Jung.” Mr Donghae meninggalkan ruangan.
“Baik.” Aku menatap menyeluruh semua siswa, pandanganku berhenti di seorang gadis yang pernah aku lihat sebelumnnya. Dia sedang menengok kearah jendela sambil mendengarkan ipodnya
“nama saya Jessica jung, bisa memanggil saya dengan ms. Jung.” Perkenalanku singkat
“Ms?? Terlalu hormat.” Cletuk siswi yang duduk di depan gadis yang aku lihat di halte itu.
“Oke, jika anda mau panggil saja aku Sica.”
“hah!! Mendengar namamu aku jadi malas.” Cletuk anak itu lagi
“Maaf siapa nama anda??” tanyaku dingin
“baik nona Choi, seorang gadis tak layak berkata seperti itu.”
“Apa urusan anda??! Hah!! Liat saja! seberapa tahan Anda disini!”
Aku hanya memberi senyum simpul kepadannya
“Hei Yuri, ayo tes kekuatan dia, aku ingin tahu berapa hari dia bertahan dengan kita.”
Yuri masih santai mendengarkan lagu di ipodnya
“Hei!! Yuri kau tidak mendengarkanku??” Soo Young menarik headsetnya
Yuri cuma melihat sekilas kearah Soo Young
“Yuri, kau ada cara untuk mengerjai guru baru ini?? Lumayan untuk perkenalan.”
“aku tidak perduli, kau urus saja bersama Yoona.”
Yuri memasang kembali headsetnnya
“Hei kalian, guru baru ini sok sekali!!” Keluh Tae Yeon
“kenapa sie sayang?? Dia cantik kok??” Tanya Tiffany
“APA!!??”
“Uppss..bu..bu..kan begitu maksudkku..”
“Fany~ah,, jangan coba2… bisa mati kau..!!”
“iya Taeng…..” Noel2 Tae Yeon, yang memasang muka sangar
“Aku ada ide.” Soo Young berbisik ke teman2nya
“kau jitu, lakukan itu.” Semangat Yoona
Soo Young mengambil stik bisbol yang entah didapatnnya dari mana, sedangkan Yoona berjalan menunduk agak menjauh sambil membawa bola
“Siap!!”
Bukkk… Bola melayang kearah Sica yang sedang menulis di papan tulis, berutungnya Sica, dia mengambil penghapus yang terjatuh jadi bola memantul dan kembali mengenai Soo Young, akibatnnya hidung Soo Young berdarah.
“Ahh!!!” teriak Soo Young
Jessica menengok ke belakang dan melihat Soo Young memegang stik bisbol..
“Jika ingin bermain2, ada lapangan di luar.” Jelas Sica dingin
“Guru sialan!! Liat saja kau..!!” geram Soo Young sambil memegang hidungnnya
Gadis itu terus2 saja melihat kearah jendela?? Aku menghampirinya dan menarik Headsetnnya
“kau, bisa jelaskan apa yang aku tulis di depan??”
Dia hanya menoleh kearahku tajam, aku tidak pernah menatap gadis itu sebelumnnya secara langsung. Meski sering bertemu, aku hanya melihat dia dari kejauhan. Pesona dinginnya, sempat membuatku terpana…
Dia berjalan kearah papan tulis dan menyelesaikan soal yang aku jelaskan tadi dengan santai,
“ada lagi??” tantangnnya
Waaww… dia tidak mendengarkan penjelasanku tapi dia bisa menjawab pertanyaan sesulit itu??
“hahhahaaaa…bisa kau lihat guru baru!! Temanku bisa mengalahkanmu!!”
“diam, urusi hidungmu yang berdarah itu!”
Dia tampak memasang muka geramnnya lagi
“kau beruntung.” Jawabkku
Dia hanya tersenyum tipis padaku sambil kembali ke tempat duduknnya
“sekarang giliran anda nona Choi!! Selesaikan itu.”
“aku tidak mau!!”
Aku menghampirinnya dan menatap dekat kearah wajahnnya
“kerjakan, sekarang…” tatapkku tajam, jarak wajahku dan wajahnnya hanya beberapa centi
Soo Young berdiri dan menyelesaikan soal, tapi dia tidak bisa..
“kau berdiri diluar, sampai kelas ini selesai.”
Lalu Yuri maju dan mengambil kapur dari tangan Soo Young, dia menggantikan peran Soo Young dan mengerjakan soal dengan sempurna
“Soo Young ayo duduk,” ajaknnya
“Hei!! Siapa yang menyuruhmu duduk??!!”
Yuri menatap kearahkku
“aku selesaikan soal itu, kau tidak memberi imbalan aku untuk mengajak temanku duduk??”
Soo Young menampakkan senyum kemenangannya
“Yuri kau memang pahlawanku.. My Hero Yul..!!”
“diam, kau ini berlagak sok bisa.. tidak malu kah??”
“ah…hero Yul…” rayunnya
“kau hebat Yul, dari dulu otakmu memang yang nomor satu.” Puji Tae Yeon
Tapi Yuri tidak memperdulikan pujian temannya
+++++++
Kelas selesai,.
“bagaimana hari pertama mengajar ms. Jung??”
“ah… murid yang baik2.” Jawabku terpaksa
“waa!! Anda orang pertama yang bilang seperti itu.”
“Mr. Donghae, ada seorang gadis yang sangat pintar, dia aku lihat tidak pernah memperhatikan pelajaran tapi dia bisa mengerjakan soal dengan mudah.”
“Kwon Yuri?? Dia memang murid yang pintar, tapi..”
“tapi apa??”
“andai prilaku dia sebaik prestasi dia, dia preman sekolah ini, sering tawuran, berkelahi, tapi karena orang tuannya adalah pendonor uang terbesar di sekolah ini. Kami tidak bisa berbuat apa2.”
“orang itu benar dia.” gumanku
“bagaiamana lagi, aku sesungguhnnya menyayangkan kemampuannya, aku sering melihat dia babak belur jika sekolah. Gadis seperti apa dia itu?? Aku bingung sekali, berbeda sekali dengan adiknnya si SeoHyun.”
“SeoHyun??”
“Iya adiknnya kelas 1-1”
Aku mengangguk mendengar penjelasan dari Mr. Donghae
Aku pun pulang, aku masih heran mengingat cerita tentang gadis itu yang sekarang aku kenal bernama Kwon Yuri. Apa benar orang itu?? Aku berjalan seperti biasannya setelah turun di halte, aku berjalan di pertokoan. Di dalam lorong jalan aku kaget melihat ada perkelahian, ada seseorang yang menghadapi banyak sekali preman, jaket itu seperti yang dipakai orang yang menolongku kemarin.
1 vs 13?? Aku lihat orang itu tersudut dan mulai kualahan, aku berlari ke pertokoan dan memanggil security dan menunjukkan bahwa ada yang berkelahi disana.
Aku lihat orang yang memakai topi dan jaket itu luka2, dia merintih dan 13 orang yang mengeroyoknnya berhasil di tangani security. Aku menghampiri orang itu, aku coba membantu
“Kau tidak apa2??”
Dia masih tidur dengan posisi tengkurap, aku balikkan badan dia dan topi yang dikenakannya terjatuh, terlihat rambut panjangnnya yang terjurai dan aku kaget melihat wajah itu, orang yang pernah menolongku…ternyata gadis ini….
Aku memanggil taksi dan membawannya ke rumahku. Adikku kaget melihat aku membawa orang penuh dengan luka.
“kak?? Sssiapa dia dan kenapa dia??”
“entahlah..bantu aku dulu membopong orang ini.”
Aku membersihkan lukannya, wajahnnya yang memar, dia merintih dan tersadar. Dia kaget melihatkku
“Songsengnim??”
Adikku datang membawa perban dan obat.. aku masih tidak memperdulikan dia, aku sibuk mengobati lukannya
“Songsengnim.” Panggilnya lagi sambil mengerang
“ini muridmu kak??” tanya adikku dan aku jawab dengan anggukan
“sepertinnya lukamu tidak terlalu parah, hanya lebam dan sedikit lecet.”
“terima kasih.” Jawabnnya dingin
Dia sempoyongan bangkit dari tempat tidur, dia memegang kepalannya dan tiba2 terjatuh, aku sepontan menangkap tubuhnnya dan dia menatap tajam kearahku, aku tersenyum dan langsung mencium bibirnnya…
“Songsengnim,, kau sudah gila??!”
“Tidakk…”aku tersenyum kearahnnya
Pertama melihatnnya aku sudah tertarik padanya, saat di halte, toko buku, dan kini dia muridkku yang membuat aku terpesona karena kepintarannya. Apalagi sekarang aku tahu bahwa dia orang yang pernah menolongku.
Dia mengambil tasnnya dan langsung keluar dari rumahkku, aku cuma tersenyum melihat dia pergi
“kak, sesungguhnya dia siapamu??.” Tanya Sunny
“hah…aku sudah lama menyukai orang itu, dan aku tidak menyangka dia menjadi muridkku.”
Aku masih tersenyum melihat kepergiannya…..
++++
“Yuri kau berkelahi lagi ya??” tanya Tae Yeon
“jangan sentuh,,sakit bodoh!!”
“kau ini, wajah cantikmu jadi rusak seperti itu.”
“cantik??” tanya Tiffany
“hahaha…tetap kau yang di hatikku,,” Tae Yeon berdiri dan duduk di pangkuan Tiffany, Tae Yeon mencium bibir Tiffany, dalam beberapa menit mereka saling melumatkan bibir.
“jangan sentuh,,sakit bodoh!!”
“kau ini, wajah cantikmu jadi rusak seperti itu.”
“cantik??” tanya Tiffany
“hahaha…tetap kau yang di hatikku,,” Tae Yeon berdiri dan duduk di pangkuan Tiffany, Tae Yeon mencium bibir Tiffany, dalam beberapa menit mereka saling melumatkan bibir.
“kalian berdua, bisa melakukkan nanti??” tanyaku datar
Melihat mereka aku jadi ingat….
Melihat mereka aku jadi ingat….
Tiffany menatap kearahku heran. “kenapa kau Yul?? Aneh sekali??”
Jessica memasuki ruangannya..
“Yul, sebentar lagi akan ada sesuatu.”
“maksudmu??” tanya Yuri heran
“Yul, sebentar lagi akan ada sesuatu.”
“maksudmu??” tanya Yuri heran
Dia duduk di bangkunnya..
“Yak.. pas…” Ucap Yoona
Disahut oleh murid lainnya…dengan bisikkan….
“tinggal menunggu dia berdiri dan apa yang akan terjadi.”
Disahut oleh murid lainnya…dengan bisikkan….
“tinggal menunggu dia berdiri dan apa yang akan terjadi.”
1….2….3…. krackk…..
“Suksess….” Sahut Yoona dan Soo Young Toss…
Rok guru baru itu robek, Apa yang dia lakukan,,(sexy slowmotion) dia membuka blezer dia dan mengikatkannya di pinggang menutupi robekkannya itu.. pemandangan itu membuat seisi kelas heran bersamaan termasuk aku..
Jessica membuka blezer dia dengan pose sangat sexy, membuat seisi kelas melongo.. Soo Young dan Yoona yang menjadi dalang terpaku tajam kearah guru itu…
Jessica menghampiri Yoona yang duduk paling dekat dengan dia.. Dia menatap Yoona dingin, Yoona melongo dan membeku…
Jessica duduk di meja Yoona dan menunduk mendekatkkan wajahnnya ke arah Yoona…
Yoona menelan ludah…
Jessica duduk di meja Yoona dan menunduk mendekatkkan wajahnnya ke arah Yoona…
Yoona menelan ludah…
“apa kau yang melakukkan ini??” tanya Sica datar
Yoona masih terdiam, tampak raut gugup terpancar dari wajahnnya.. jessica lalu memegang pundak Yoona dan tangan Sica satunnya memegang pipi Yoona yang mulai merah padam..
Yoona masih terdiam, tampak raut gugup terpancar dari wajahnnya.. jessica lalu memegang pundak Yoona dan tangan Sica satunnya memegang pipi Yoona yang mulai merah padam..
“jawab pertanyaanku..” tanya Sica lagi
“a…aaaakk..kku cumma membannntuuu…” jawab Yoona terbata
“a…aaaakk..kku cumma membannntuuu…” jawab Yoona terbata
“guru itu benar2 diluar dugaan,, tampang dia yang seperti dewi ternyata seperti ini.” Guman Yuri
“Yul,,kau lihat dia, jika aku di posisi Yoona sudah aku cium dia.” Ejek Tiffany
“Seobang!!”
“ahh…maaf…sayang,,.aku hanya bercanda..”
“benar kata Tiffany, jika aku di posisi Yoona sudah aku raih bibirnnya.” Tambah Soo Young
“Cuma banyak bicara, mana buktinnya??” Ejek Tae Yeon
“Seobang!!”
“ahh…maaf…sayang,,.aku hanya bercanda..”
“benar kata Tiffany, jika aku di posisi Yoona sudah aku raih bibirnnya.” Tambah Soo Young
“Cuma banyak bicara, mana buktinnya??” Ejek Tae Yeon
“siapa yang menjadi dalang utamanya Yoona??” tanya Sica semakin mendekatkan wajahnnya, dan Yoona sudah bisa merasakan nafas hangat dari guru barunnya itu
“Chhooooiii………” Jawab Yoona sambil menunjuk Soo Young
“Chhooooiii………” Jawab Yoona sambil menunjuk Soo Young
“mati kau Young.” Ejek Tiffany
“lakukkan apa yang kau bilang tadi.” Tantang Tae Yeon mengejek
“lakukkan apa yang kau bilang tadi.” Tantang Tae Yeon mengejek
Jessica tertawa kecil melihat kearah Soo Young, Soo Young melihat jessica berjalan kearahnnya dan Yoona menghembuskan nafas legannya melihat Jessica beralih ke Soo Young
“guru itu,,baru dia yang bisa membuat aku beku seperti es.” Jelas Yoona
“guru itu,,baru dia yang bisa membuat aku beku seperti es.” Jelas Yoona
“kau…lagi rupannya..” tanya jessica heran
Soo Young cuma menatap wajah gurunnya itu dengan senyum sinis,
“apa?? Kau akan melakukkan hal yang seperti kau lakukan terhadap Yoona?? Mungkin reaksiku akan berbeda.” Guman Soo Young
Jessica menyentuh lembut wajah Soo Young, seperti sengatan listrik, nyali Soo Young yang kuat tadi seolah disedotnnya..
Soo Young cuma menatap wajah gurunnya itu dengan senyum sinis,
“apa?? Kau akan melakukkan hal yang seperti kau lakukan terhadap Yoona?? Mungkin reaksiku akan berbeda.” Guman Soo Young
Jessica menyentuh lembut wajah Soo Young, seperti sengatan listrik, nyali Soo Young yang kuat tadi seolah disedotnnya..
Jessica menarik dagu Soo Young, “kau gadis muda jangan mencoba bermain2 dengan aku.!” Ancam jessica
Jessica mencoba mengerjai murid nakalnya.. tapi Yuri menarik tangnnya
“Songsengnim? Bisa anda mulai mengajar??”
Jessica tersenyum kecut, dia menatap Yuri sambil menggoda Yuri dengan gerakan erotis lidah di bibirnya
Jessica mencoba mengerjai murid nakalnya.. tapi Yuri menarik tangnnya
“Songsengnim? Bisa anda mulai mengajar??”
Jessica tersenyum kecut, dia menatap Yuri sambil menggoda Yuri dengan gerakan erotis lidah di bibirnya
“Yul, kau menyelamatkankku lagi, sumpah guru baru itu luar biasa berbeda.”
“iya,,,aku tidak menyangka dia berhasil membuat kelas kita tenang seperti ini.”
“sexy sekali dia.” Kagum salah satu murid laki2 yang bertampang culun
“iya,,,aku tidak menyangka dia berhasil membuat kelas kita tenang seperti ini.”
“sexy sekali dia.” Kagum salah satu murid laki2 yang bertampang culun
“bahkan pesona dia bisa menyembuhkan penyakit gay cowok itu.”
Hanya ada 3 laki2 dalam kelas kami. pemegang kekuasaan kelas ada di tangan murid perempuan
“hah…perlahan aku akan berhasil menakhlukkan kelas ini.” Guman Sica
-TBC-
Maaf agak aneh,, maaf pemula belum mengerti bagaimana tata cara yang baik menulis FF.. perkenalan awal, aku termasuk YulSic Shipper.. jadi kemungkinan isi blog ini FFnya rata2 YulSic… YulSic jjang… YulSic jjang…
Mohon Ditunggu chap selanjutnnya ya….
oke pertama.,, aku bca part ini dan itu mengingatkanku ttg dlu x_x
ReplyDeleteuwah.,,, ini sungguh sdh lama.,
oke nexttt.,,
Guru sexy.. aku juga Mau thor. Diajar sama sica klok kayak gtu..
ReplyDeleteHahahaha
semangatttt
ReplyDelete