Tuesday, January 21, 2014

My teacher [Part 2]

My teacher Part 2


Part 2
“waah… anda memang profesional. Sudah seminggu mengajar anda tidak mengeluh mengenai kelas itu,”
“hahahahaa… sudah aku bilang muridnnya menarik dan baik2.”
“semoga ini bertahan sampai ujian kelulusan, karena aku kawatir Anda berhenti mengajar seperti guru2 lain yang pernah lakukan.”
“iya, akan aku usahakan Pak.”
—-
Aku pulang lewat tempat seperti biasannya, saat turun dari bis aku melihatnya di halte aku menghampirinya dan duduk disampingnya
“hai?? Sendiri??” tanyaku
“menurutmu??”
“berdua.”
Dia cuma melirikku dan berjalan pergi
“kita searah, bisa kita pulang bersama??”
Dia tidak mendengar pernyataanku dan terus berjalan, aku berlari menyusulnnya
“Benarkah kau ini seorang guru??”
“maksudmu??” aku tertawa
“waktu itu kenapa kau menciumku??”
“karena aku suka kamu.”
Dia berhenti berjalan dan memandangku
“jadi, seperti itu caramu menyatakan rasa suka??” tanyanya heran
“em, tidak juga.”
“lalu apa??”
“sudah aku bilang karena aku menyukaimu.”
Dia tidak memperdulikan alasanku
“hai..jangan cepat2 jalannya.” Aku berlari menyusulnnya
“mengapa kau menyukaikku??”
“karena kau pernah menyelamatkan hidupku.”
“menyelamatkan hidupmu??”
“iya, kau lupa jika kau pernah menolongku saat aku di ganggu sama preman2 saat itu?? Saat itu aku kurang yakin jika itu adalah kau, saat itu aku melihat kau berkelahi dengan preman2 kemarin… aku yakin bahwa yang menolongkku saat itu adalah kau.”
Dia melihat ke arahku, “kau salah orang!”
“tidak aku tidak salah orang, aku yakin sekali itu kau.”
“hahhahhahaaaa… ternyata kau masih berani lewat daerah sini,,,waaaw,,,,sexy sekali temanmu itu??”
Yuri berhenti dan berdiri didepan jessica…
“wooo….mau melindunginnya?? Kami tidak akan menyakitinnya, kami akan mengajaknnya bersenang2, kau juga boleh gabung..” goda preman
“jangan berusaha menyentuhnnya!”
“menantang dia bos!!”
“ambil gadis itu!!”
Preman mengambil jessica dan Yuri berusaha melindunginnya, dia berkelahi dengan beberapa preman, dia melihat kearah jessica yang diganggu 4 orang anak buah preman itu..
“ayo gadis sexy bermainlah bersama kami.”
“tidak mau!”
“jangan sentuh dia!! Kubunuh kalian!!” Yuri memperingatkan
Amarah Yuri semakin tersulut melihat 4 orang itu memukul Jessica karena berontak sehingga dia pingsan. Yuri semakin membabi buta, dia seperti kesetanan menghadapi 10 orang preman itu.. Dia berhasil mengalahkan preman2 itu, dan semua berlarian…
“kabur.” Perintah sang bos
“hahh….hahh…hahh….” Yuri terengah2 dan menghampiri jessica yang dalam keadaan pingsan
Dia mengangkat tubuh jessica dan menggendongnnya, dia berjalan kearah rumahnnya
“Nona!! Ada apa?! Anda berkelahi lagi?? Ada apa dengan teman nona?” tanya seorang pelayan
“Siapkan beberapa obat dan air hangat, bawa ke kamarku.”
“Baik..”
“SeoHyun sudah pulang??”
“Nona SeoHyun ada dikamarnnya, sedangkan Tuan belum pulang dari kantor.”
“aku tidak bertanya orang itu.”
Yuri berlalu dan naik ke kamarnnya, dia merebahkan tubuh Jessica di tempat tidurnnya, dia menyelimuti tubuh Jessica. Dia duduk di kursi dekat kasurnnya.
Beberapa menit kemudian Jessica bangun
“dimana ini??” jessica duduk memegang kepalannya
“kamarku..kau baik2 saja??” tanya Yuri datar
“ah..em…iyaa.”
“kalau begitu kau bisa pulang sekarang. Sopirku akan mengantarmu pulang” Jelas Yuri datar
Kemudian adik Yuri masuk
“Teman kakak sudah sadar.”
Yuri hanya menatap datar dan dingin
“mereka cukup mirip” guman Sica
“Hai kak salam kenal, aku SeoHyun adik kak Yuri.” Jawabnnya tersenyum
“iya salam kenal, aku Sica.”
“Seo, bisa kau antar dia pulang??”
“ah pulang?? Kenapa?? Dia baru sadar dan belum sehat kak.”
“aku sudah baikan, tak usah aku bisa pulang sendiri.”
“ah tidak aku antar kok kak,” jawab SeoHyun spontan
Di dalam mobil
“kau teman baru kakakku?? Biasanya hanya kak Yoona dan Kak SooYoung yang sering kerumah.”
“ah, bukan,,aku gurunnya..”
“apa??!! Maaf aku tidak tahu songsengnim.”
“hahhahahaa… jangan panggil aku seperti itu. Panggil saja aku sama seperti kau panggil Yuri”
“maaf jika kakakku tadi kasar terhadapmu.”
“ah, tak apa. Dia sudah menolongku.”
“Walau begitu dia orangnnya sangat baik. Dia berubah semenjak ibu kami meninggal.” SeoHyun tertunduk
“aku mengerti perasaanmu.”
Sica membelai kepala SeoHyun lembut.
“iya aku tahu kakakmu orang baik, maaf membuatmu mengingat tentang ibumu.” Lanjutnya
“dan Ayah juga..”
“mengapa dengan ayahmu??”
“ayah?? Aku benci Ayah!! karena saat ibu meninggal ayah sedang berkencan dengan wanita lain dan kakak melihat itu. Saat itu yang terjadi, kakak melempar wanita itu dengan botol anggur.”
===
Dalam rumah duka
“ibu….” tangis SeoHyun sambil memeluk Yuri
“dimana ayah??”
“dia tidak datang, saat ibu dirumah sakit juga dia tidak datang.”
“bajingan!!”
SeoHyun masih menangis di pelukan Yuri,
“Tetap disini aku tahu dia itu ada dimana.”
“kakak….” tangis SeoHyun dan Yuri melangkah pergi menuju suatu tempat
Prang……..
Seorang wanita terjatuh dari kursi dan terlihat dari kepalannya mengalir darah segar, Yuri melemparnnya dengan botol anggur
“ahhh….!!” rintih wanita itu
“Yuri!!” bentak ayahnnya
“Tidak kah kau tahu ibu menderita?? Sekarang dia terbujur kaku, kau malah bersenang2 dengan pelacur ini??!”
PLAKK!!
“diam!! Jaga mulutmu!!”
“hah!! Kau tak layak disebut seorang ayah!!”
Yuri pergi meninggalkan mereka berdua, terdengar suara kepanikan dari ayah yuri meminta pelayan bar untuk memanggil ambulance
“bajingan itu, lebih perduli kepada wanita itu dibanding ibu?!” Yuri meninju setir mobilnnya
===
“ayah begitu jahat!! Saat itu kakak kabur dari rumah selama berbulan2 dan ayah tidak perduli sama sekali, aku berusaha mencarinnya dan membujuk ayah untuk mencari kakak.”
Jessica mendengar dengan seksama
===
“ayah, tidakkah kau perduli dengan kakak??”
“aku sudah mengerahkan anak buahku untuk mencari kakakmu yang bandel itu.”
Lalu pengawal datang dengan Yuri
“kakak..kau pulang…” SeoHyun memeluk Yuri
Yuri menyambut pelukan adiknya..
“kau pulang juga.” Sahut ayahnya
“ingat, aku pulang bukan karena kau, aku pulang karena SeoHyun.”
“hahahahaa……terserah!!”
“kakak…jangan pergi…tetap disini…disampingku…”
“iya Hyunie,,aku akan selalu disampingmu, jika nanti aku sudah bisa hidup mandiri dan bekerja, kita akan keluar dari rumah ini!! Sekarang ini kita masih bergantung padanya, meski nanti semua aset sepenuhnnya milik kita.”
“tapi warisan ibu turun saat kau umur 21 tahun kak.”
“tunggu saja saatnnya nanti, kubuat dia semenderita ibu!!!”
===
“kakakmu murid yang pintar.”
“kakak selalu meraih prestasi bagus disekolah. Demi cita2nnya.”
“cita2??”
“untuk menjadi sukses dan membalas dendam ke ayah.”
SeoHyun meneteskan air matannya, Sica mengusap lembut.
“Sudah, biarkan itu menjadi masa lalu, jika kau masih bersedih mengingatnnya, ibumu disurga tentu akan bersedih juga.”
Sica menenangkan SeoHyun, dia mendekap tubuh adik Yuri, dia mengerti perasaan SeoHyun yang kehilangan seorang ibu..
“terima kasih sudah mengantarku.”
“iya, aku senang kakak mempunyai teman sebaik kau.”
Jessica tersenyum dan melambaikan tangan ke arah Soo Young
“siapa dia kak??”
“ah….dia adik dari gadis yang terluka kemarin.”
“ohh… orang kaya? Aku tidak menyangka jika gadis yang terluka kemarin orang yang kaya.”
“hahhhaaaa…”
“tentu kau semakin senang dong??”
“hah…aku menyukai hati dia, meski aku tahu dia bukan orang kayapun aku tetap menyukainnya dan ingin memiliki hatinnya.”
“hahaahhaa…. aku bangga menjadi adikmu. Oh ya,,nanti aku ingin mengenalkanmu pada seseorang, dia teman dekatku.”
“teman dekat?? Mencurigakan…” Jessica tersenyum menggoda
“iya..iya..kak…dia….”
“sudah ku duga…”
“semoga dia tidak takut kepadamu.”
“heii…kenapa begitu??”
“iya kak, aku mohon kali ini jangan buat takut orang2 yang dekat denganku.”
“hah…aku perlu menyeleksi orang yang pantas untukmu.”
“dia baik kok, sungguh.”
“terserah.”
“itu suara mobilnya.” Sunny berlari keluar dan mengajak masuk temannya
Mereka berdua sama2 kaget saat bertatapan, terutama teman Sunny
“kau….??” jessica heran
-TBC-
Semoga menyukainnya…. ^^

2 comments: