My Teacher Part 6
Double Update nih aku…. demi menyenangkan kalian……..
Part 6
Yoona menelpon TaeNy untuk segera datang ke atap sekolah… beberapa menit mereka datang
“ada apa?? Kenapa kalian sama2 terluka? Kalian berkelahi??” tanya Tiffany
Yuri beranjak dan melangkah pergi… meninggalkan mereka semua..
“Yuri…” panggil Tae Yeon, Tae Yeon mengejar “biar aku yang berbicara dengannya.”
“ada apa younggi??”tanya Tiffany kawatir
“entahlah!! Adaw.. sakit yoong!!”
“maaf,, apa yang menyebabkan kalian berkelahi??” Tanya Yoona sambil mengobati luka Soo Young..
Soo Young menceritakannya,,
“Yuri…Yuri…” Tae Yeon masih mengejar Yuri yang keluar dari sekolahan… Tae Yeon kelelahan mengejar Yuri, Dilihatnnya Yuri menaiki mobil jaguar hitam…
“hah…hah…hahhh…. anakh ituuhh… ituhh..bukan mobil Yurii…sama siapa dia??” Sengal Tae Yeon
“hah…hah…hahhh…. anakh ituuhh… ituhh..bukan mobil Yurii…sama siapa dia??” Sengal Tae Yeon
“bagaimana?? Terkejar??”
“Dia naik mobil jaguar hitam, entah bersama siapa!”
==
“datanglah ke gudang tua pinggir kota, jika ingin adikmu selamat!!” Yuri mendapat pesan dari nomor asing…
“jangan bermain2 denganku!!” balas Yuri tak perduli pesan itu
Lalu nomor asing itu menelponnya
“Jika kau tak datang, jangan menyesali kematian adikmu.”
“kakak…kkakkakk…..” Terdengar suara SeoHyun dari dalam telpon
“jangan pernah menyentuh adikku!!”
“di depan sekolahmu ada mobil jaguar hitam, jika kau tak mau adikmu kenapa2 naiklah ke mobil itu!! Mereka akan mengantarmu ke gudang tua pinggir kota.”
“SIALL!!!!” Yuri berlari dan menjatuhkan hapennya…
==
Tae Yeon kembali ke gedung sekolah, tak sengaja dia menginjak sebuah hp,
“inikan hp Yuri.” Tae Yeon memungut hape itu dan dia terperajat membaca pesan singkat dalam handphone itu.. Dia langsung berlari ke atap sekolah lagi…
“Hah…hahhh….hahh…..bacahh,,,,..innihhh…” Pinta Tae Yeon sambil menyerahkan hape Yuri ke Tiffany dan terduduk karena sangat kelelahan,
“hape Yuri??”
“ada apa??” sahut Yoona
Tiffany kaget membaca pesannya…
“Yoona…SeoHyunmu dalam keadaan bahaya.”
“APA!!! MAKSUDMU??!!” Yoona meraih hape Yuri dari tangan Tiffany
“Ini buruk..” Yoona langsung buru2 mengambil tindakan, tapi di tahan oleh Soo Young
“jangan!!!”
“SeoHyun dan Yuri dalam bahaya, kita tidak bisa hanya diam disini saja!!”
“apa kau akan menolong mereka??” tanya Soo Young
“Younggi!! Aku tahu kau baru saja berkelahi dengannya, tapi bagaimanapun dia, dia teman kita!!” marah Tiffany
“Younggi!! Jika kau tak mau biar aku sendiri!!” Seru Yoona
“Tidak bisa!!” Soo Young tetap menahan Yoona
“CHOI SOO YOUNG!! Jangan tahan aku!!”
“aku harus ikut..” jawab Soo Young tersenyum “aku tidak menahanmu, cuma tolong bantu aku bangun.”
Tae Yeon melihat kearah Tiffany yang berdiri didepannya, dia sangat kelelahan..
“Ayo..” Tiffany menggendongnnya di punggung..
“chagi apa aku berat?” Bisik Tae Yeon di telinga Tiffany
“kau selalu memberiku kekuatan super. Aku pasti kuat menggendongmu.” Jelas Tiffany singkat
==
“Siapa bos kalian?!!”
“ikut saja kami tidak usah banyak tanya!!”
Mereka sampai di sebuah tempat, bekas gudang penyimpanan yang tak terpakai lagi..
“ikut kami!!” seret sorang pria
“aku bisa jalan sendiri!! Lepaskan!!”
Mereka memasuki gudang tua itu.
“dimana adikku?!!”
Tiba2 lampu menyala dan di tengah ruangan itu ada seorang gadis yang diikat dikursi..
“SeoHyun!!” teriak Yuri
“Selamat datang nona Kwon…” Seru seseorang
“apa mau kau?? Lepaskan adikku!!”
“hahahahaaa….takkan semudah itu!!”
“Hei kau keluarlah!!”
Lalu mereka bermunculan. Didalam gudang itu banyak sekali orang, bahkan Yuri sudah mengenali beberapa dari mereka, mereka adalah preman2 yang pernah di hajarnnya…
“kalian!! Ternyata kalian.. lepaskan adikku sebelum kubunuh kalian semua!!”
“Waaaawww…kami takut… hahahahaahahahahaa….” gidik mereka
“kau mau adikmu ini?” tanya salah satu diantara mereka sambil memegang wajah SeoHyun, SeoHyun menangis dengan mulut yang disumpal…
“Jangan sentuh dia!!”
“hahahahhaaa… emang kau bisa apa??”
“Kalian semua sudah cukup bermain2!!” Seru seorang laki2
Yuri kaget melihat orang itu
“kenapa?? Kau kaget melihatku??” tanyanya dengan nada meledek…
“Kkkaauu??” tanya Yuri
“iya….hahaaa….”
“Ayyaaahhh??”
“hhahahahaa… apa? Ayah?? Kau lupa dulu kau pernah bilang bahwa aku tak layak disebut ayah?”
“kenapa kau lakukan itu!!” marah Yuri
Lelaki itu menyulut cerutunnya dan berjalan mendekat kearah SeoHyun yang masih menangis, dan melepas ikatan di mulut SeoHyun..
“aayyaahh..kenapa kau tega terhadap anakmu sendiri??”
“jangan menagis anak baik..” Belai Lelaki itu
“kenapa?? Apa yang ayah mau? Mengapa?”
“Hhash!! Kupingku gatal jika kau terus2an memanggilku ayah!!”
“kau ayahku, ayah kakak juga..” SeoHyun terus menangis
“dengar ya anak baik, aku bukan AYAH kalian!!”
Yuri kaget mendengar penjelasan darinnya
“Kenapa?? Kaget??! Ayah kalian yang sesungguhnya sudah mati!! Hahahahaa…”
“Brengsek!! Sini kau!! Kubunuh kau!!” Geram Yuri tapi ditahan oleh anak buahnya,
“ikat dia, itu akan lebih baik!!” perintah Lelaki itu
“Kebetulan saja margaku sama dengan marga ayahmu, jadi tidak terlalu sulit bagiku untuk bersandiwara menjadi ayah kalian. Ayah kalian yang bodoh itu, hah!! Memang pantas mati.”
“Bajingan!! Kau telah membunuh ayahkku!”
“hahhaa..aku suka sebutan itu, ternyata benar kata ibumu jika kau itu anak yang pintar, darimana kau tahu aku yang bunuh ayahmu?? Em, ada bonus extra juga, aku juga yang membunuh ibu kalian.. hahaahhahaaa…”
“manusia setan!! Laknat!! Kubunuh kau!!” Yuri mencoba melepas ikatan talinnya
“hahahahaaa……. emm, kupikir setelah membunuh ayahmu dan mendapatkan ibumu, harta ibumu akan jatuh ketanganku, ternyata tidak, aku harus terikat sandiwara selama bertahun2 dari kau berumur 2tahun..dan berpura2 menjadi ayah kalian,, memuakkan!!”
“aku juga muak mempunyai ayah sepertimu!!”
“emm…membunuh ibumu pun tak ada untungnnya, karena harta itu diwariskan kekalian, ibumu itu susah sekali dibujuk hatinnya!! Meski harta itu diwariskan setelah kau berumur 21 tahun, tetap saja harta itu bukan milikku..”
“dasar tamak!! Bajingan… hei kau pengecut!! Mati kau!!”
“hahahahahahaa… mati?? Sebelum itu tanda tangani dulu surat ini.”
Yuri membaca isi surat itu
“BANGSATT!! Lebih baik aku mati daripada menyerahkan harta itu padamu!!”
“emm…sepertinya aku rugi jika kau mati, karena jika kau mati, harta itu tak akan jadi milikku tapi akan disumbangkan untuk panti dan lembaga masyarakat lainnya, rugi kan?? Hahahaa… jadi,,, emmm…kau mau tanda tangani surat ini atau…adikmu mati??”
“Kakak…jangan perdulikan aku!! Biarkan aku mati…”
Yuri melihat kearah SeoHyun…
“SeoHyun,,aku akan menyelamatkanmu,”
“Cepat kau pilih mana??”
“Lebih baik kami berdua mati!!” teriak SeoHyun
Yuri cuma tersenyum “setidaknnya kami berdua bertemu ayah dan ibu disurga.”
“keras kepala rupanya??”
“Kalian, sepertinya jika hanya gadis cengeng itu tak cukup.”
Lalu anak buah lelaki itu membawa seorang gadis lagi…
“Jessica??” Kaget Yuri dalam hati
“Bagaimana?? Kau memilih menanda tangani ini atau mereka berdua mati?!!”
“Gadis itu, kenapa kau membawa dia? Aku tak mengenalnnya?? Siapa dia??”
“hahaahhaaaa… benar2 anak yang pintar.”
“kalian… lakukan…”perintah lelaki itu pada anak buahnya
2 pria menghampiri SeoHyon dan Sica lalu menodongkan pisau di leher mereka.
“ayoooo..pilih yang manaaa??” tanya Lelaki itu sambil menyanyi..
Yuri terdiam, dia bingung harus melakukan apa..
“Baik..akan aku tanda tangani, tapi lepaskan mereka berdua!”
“Oke…” Jawab lelaki itu enteng seraya menyedot cerutunya…
Yuri menandatangani surat itu..
“ini! Tapi lepaskan mereka dulu!”
“Ambil surat itu..” Anak buah lelaki itu mengambil paksa surat dari tangan Yuri dan menyerahkan ke Ayah gadungan Yuri.
“Anak yang penurut, kalian!! lakukan tugas kalian!! jangan meninggalkan bekas!! eksekusi mereka!!”
Yuri terbelalak!!
“BANGSAATT!!! Hei!! kau!! Lepaskan mereka!! Hei!! KWON DONG JOO!! KUBUNUH KAU!!”
Yuri meronta – ronta mencoba lepas dari ikatannya, “Kalian!! pengecut!! jangan sentuh mereka!! bunuh saja aku!!
BUGGG…..
Sebuah bola bisbol mengenai kepala pria yang menodongkan pisau dileher SeoHyun.. dia tersujut sambil memegang kepalannya…sedangkan anak buah lainnya celingukan mencari darimana arah bola itu..
“Ada apa?!!” marah lelaki itu
“ddiiaaaaa…pinggsaaann….” jawab anak buah lainnya
Yuri mengangkat kursi dan mendorongnnya mengenai pria yang ada dibelakangnnya.. walau dalam keadaan terikat, dia bisa berkelahi… Dia memutar badannya dan mengenai beberapa orang disekitarnnya.. ada beberapa bola lagi yang melayang mengenai satu persatu dari mereka.. Yoona dan Soo Young keluar dan ikut menghajar semua orang2 itu… Soo Young melepas ikatan Yuri… Lalu menghajar orang2 itu dengan Stik bisbol yang dibawannya..
“Terima kasih.”
“maaf kami agak lama.” Senyum Soo Young
Yoona berlari menendang pria yang ada disekitar SeoHyun, menyelamatkan gadis itu.. Dia menghajar mereka semua..
“kau tak apa2??”
“Iya…” Jawab SeoHyun menangis, dan Yoona memeluk hangat gadis itu..
Yuri, Yoona, dan Soo Young preman sekolah, melawan lebih dari 20 orang… *kerennnnnn…..*
Dalam beberapa menit mereka bertiga berhasil mengalahkan anak buah lelaki itu. Namun, Lelaki itu menyekap Sica dan mengancam Yuri…
“Sicaaaaa….!!”
-TBC-
Heheheheheeeeee…….. maaf deh cuma segitu…
tapi aku double update lo… *coba cari aman*
Sipppp… silahkan baca….. ^^
oh iyaa….


Sica harus selamat.. tegang juga baca ff ini
ReplyDelete