My Teacher Part 3
Part 3
Mereka berdua sama2 kaget saat bertatapan, terutama teman Sunny
“kau….??” jessica heran
“kau….??” jessica heran
“Sooong..sss..eng…nnniii..mm??” gagapnnya
“hah?? Sudah saling kenal?? Jadi kau murid kakakku??”
“hah?? Sudah saling kenal?? Jadi kau murid kakakku??”
Soo Young menundukkan kepalannya “mati aku…kenapa harus dia kakaknnya??” guman Soo Young
Jessica tertawa melihat reaksi dari Soo Young
“jadi kau kekasih adikku??” tanya Sica dingin
Soo Young masih tertunduk kaku…
“hei…kau tidak mendengarkanku??”
“mm…maaaff…iyyaaa..” jawabnnya gugup
“biasa saja, aku tidak akan memarahimu.”
Sunny menarik tangan Sica agak menjauh dari SooYoung, SooYoung terlihat gugup dan kawatir sunny tidak diijinkan olehnnya
“kak..” Sedih Sunny
“kau mau pergi dengan dia??”
“iya kak, aku mohon.”
“yasudah terserah.”
“terima kasih..” Sunny memeluk kakaknnya lalu berlari kearah SooYoung dan menggandeng tangannya
“tterrrima kasih” Ucap SooYoung
“tapi ku peringatkan!! Jangan macam2 sama adikku!!” Jessica berlalu ke kamar
“iiyyyaaaa…” jawab Soo Young
Jessica tertawa melihat reaksi dari Soo Young
“jadi kau kekasih adikku??” tanya Sica dingin
Soo Young masih tertunduk kaku…
“hei…kau tidak mendengarkanku??”
“mm…maaaff…iyyaaa..” jawabnnya gugup
“biasa saja, aku tidak akan memarahimu.”
Sunny menarik tangan Sica agak menjauh dari SooYoung, SooYoung terlihat gugup dan kawatir sunny tidak diijinkan olehnnya
“kak..” Sedih Sunny
“kau mau pergi dengan dia??”
“iya kak, aku mohon.”
“yasudah terserah.”
“terima kasih..” Sunny memeluk kakaknnya lalu berlari kearah SooYoung dan menggandeng tangannya
“tterrrima kasih” Ucap SooYoung
“tapi ku peringatkan!! Jangan macam2 sama adikku!!” Jessica berlalu ke kamar
“iiyyyaaaa…” jawab Soo Young
“chagiya, kau tidak takut denganya kan??”
“aah…em…tti..tidak.. hehehehhee…” Soo Young menggaruk2 kepalannya sambil tertawa
“Aku takut kau pergi dan meninggalkanku.” Sunny memasang wajah aegyonya
“hahahaaa…mana mungkin, kakakmu itu menjadi tantanganku untuk mendapatkanmu!!” SooYoung mencubit pipi Sunny.
“aah…em…tti..tidak.. hehehehhee…” Soo Young menggaruk2 kepalannya sambil tertawa
“Aku takut kau pergi dan meninggalkanku.” Sunny memasang wajah aegyonya
“hahahaaa…mana mungkin, kakakmu itu menjadi tantanganku untuk mendapatkanmu!!” SooYoung mencubit pipi Sunny.
—-
Dikelas seperti biasannya, Yuri santai mendengarkan musik sambil menatap keluar jendela, Soo Young dan Yoona yang sedang asik memalaki bekal murid2 sedangkan Tae Yeon dan Tiffany yang asik bercumbu gak jelas…
“hanya ini yang kau bawa??!” tanya Yoona garang
“iiyaa…ibukku tadi bangun kesiangan..”
“tak apa masih ada yang lain.” Ajak Soo Young berlalu ke meja lain
“mana jatahku??” bentak Soo Young
Semua makanan terkumpul lalu Yoona dan Soo Young menikmati berdua dengan santai, sesekali menggoda Yuri.
“iiyaa…ibukku tadi bangun kesiangan..”
“tak apa masih ada yang lain.” Ajak Soo Young berlalu ke meja lain
“mana jatahku??” bentak Soo Young
Semua makanan terkumpul lalu Yoona dan Soo Young menikmati berdua dengan santai, sesekali menggoda Yuri.
“Yul,,apa kau kenyang jika hanya mendengar lagu itu??”
Yuri hanya melirik dan tidak memperdulikan mereka
“kalian berdua juga. Apa kenyang jika hanya berciuman seperti itu??” tanya Yoona
Yuri hanya melirik dan tidak memperdulikan mereka
“kalian berdua juga. Apa kenyang jika hanya berciuman seperti itu??” tanya Yoona
Tiffany melepas ciumannya “kau diam, jangan ganggu!!” Tae Yeon menarik kembali wajah Tiffany
“jangan ganggu mereka,,kita nikmati saja ini.” Ajak Soo Young
“ada rencana apa untuk mengerjai guru itu lagi??”
Uhukk…uhuk…uhhuuukk….. Soo Young tersedak mendengar ajakan Yoona
“eh…kau kenapa??”
“aku berhenti mengerjainnya.” Jelas Soo Young datar sambil meneguk air
“hah?? Kau takut padannya??”
“ada rencana apa untuk mengerjai guru itu lagi??”
Uhukk…uhuk…uhhuuukk….. Soo Young tersedak mendengar ajakan Yoona
“eh…kau kenapa??”
“aku berhenti mengerjainnya.” Jelas Soo Young datar sambil meneguk air
“hah?? Kau takut padannya??”
“hei!! Choi Soo Young tidak mengenal rasa takut.”
“hahahahaa…lalu apa kau mulai tobat??”
“Sialan kau!” Soo Young melempar Yoona dengan tutup botol air mineral
“sebab kau aneh.” Tawa Yoona
“kau ingat gadis mungil nan imut yang aku kenalkan padamu kemarin??”
“aaa…pacar barumu itu, iya aku ingat,,kenapa??”
“dia adik guru baru itu..”
“hahahahaa…lalu apa kau mulai tobat??”
“Sialan kau!” Soo Young melempar Yoona dengan tutup botol air mineral
“sebab kau aneh.” Tawa Yoona
“kau ingat gadis mungil nan imut yang aku kenalkan padamu kemarin??”
“aaa…pacar barumu itu, iya aku ingat,,kenapa??”
“dia adik guru baru itu..”
“serius???” Yoona kaget dan menatap kearah Soo Young
“iya kenapa??”
“HAHAHAHAHAAHAHHAAHAHAAA……HAHHAHHAHAAA…” Yoona tertawa terbahak2
“hei…!!” kali ini Soo Young melempar Yoona dengan botol air minumnnya..
“aww….!!”
Soo Young gantian tertawa.. “karena itu aku tak ada niat mengerjai dia lagi.”
“yah tidak seru…”
“hei,,,kau kemarin ditatap mesra olehnnya saja kau membeku seperti itu.”
“yaaa…karena saja…” Yoona garuk2 kepala
“kenapa?? Kau menyukainnya??”
“ah…tidak…hatikku hanya untuk adik Yuri..” jawab Yoona lantang
“tak ku izinkan kau bersama adikku.” Sela Yuri garang
“Ah, Yuri…” Yoona merayu Yuri
“aku hanya akan menyerahkan adikku pada orang yang lebih kuat dariku.”
“aku ini kuat, bisa dibuktikan. Lagi pula sudah jelas adikmu menyukaiku.” Bangga Yoona
“aku tidak perduli..” jawab Yuri datar dan melangkah pergi keluar kelas
“ku buktikan aku bisa melindungi adikmu. Meski harus melawanmu!” Tantang Yoona
Yuri tertawa kecil melihat tingkah temannya
“iya kenapa??”
“HAHAHAHAHAAHAHHAAHAHAAA……HAHHAHHAHAAA…” Yoona tertawa terbahak2
“hei…!!” kali ini Soo Young melempar Yoona dengan botol air minumnnya..
“aww….!!”
Soo Young gantian tertawa.. “karena itu aku tak ada niat mengerjai dia lagi.”
“yah tidak seru…”
“hei,,,kau kemarin ditatap mesra olehnnya saja kau membeku seperti itu.”
“yaaa…karena saja…” Yoona garuk2 kepala
“kenapa?? Kau menyukainnya??”
“ah…tidak…hatikku hanya untuk adik Yuri..” jawab Yoona lantang
“tak ku izinkan kau bersama adikku.” Sela Yuri garang
“Ah, Yuri…” Yoona merayu Yuri
“aku hanya akan menyerahkan adikku pada orang yang lebih kuat dariku.”
“aku ini kuat, bisa dibuktikan. Lagi pula sudah jelas adikmu menyukaiku.” Bangga Yoona
“aku tidak perduli..” jawab Yuri datar dan melangkah pergi keluar kelas
“ku buktikan aku bisa melindungi adikmu. Meski harus melawanmu!” Tantang Yoona
Yuri tertawa kecil melihat tingkah temannya
“kau tak mungkin mengalahkan Yuri.”
“iya seh,,, tapi aku akan berusaha menjadi pelindung SeoHyun.”
“kau ingat dulu saat Yuri masuk rumah sakit karena retak punggung?”
“iya, dia seperti itu karena melindungi SeoHyun yang hampir tertimpa lemari.”
“apa kau rela seperti itu?? Hampir merelakan nyawamu demi SeoHyun??”
“iya…pasti…” jawab Yoona yakin
“iya seh,,, tapi aku akan berusaha menjadi pelindung SeoHyun.”
“kau ingat dulu saat Yuri masuk rumah sakit karena retak punggung?”
“iya, dia seperti itu karena melindungi SeoHyun yang hampir tertimpa lemari.”
“apa kau rela seperti itu?? Hampir merelakan nyawamu demi SeoHyun??”
“iya…pasti…” jawab Yoona yakin
“eh…jika kau akan mengajak Sunny kencan bagaimana??”
“waspada dengan ms.jung.”
“hahhhaahaaa..”
“tapi dia merestui hubungan kami kok.”
“waaaww…”
“walau begitu, aku mendengar dari Sunny dia itu orang yang sangat baik, walau dia orang yang galak dan agak mesum.”
“kubilang dia guru yang sangat menggoda gairah. Cantik, sexy, dan… waaw..” jelas Yoona sambil menggerakkan tanganya menyerupai lekuk tubuh manusia
“benar…aku sempat tergoda..hahahahaaaa.” tambah Soo Young
“waspada dengan ms.jung.”
“hahhhaahaaa..”
“tapi dia merestui hubungan kami kok.”
“waaaww…”
“walau begitu, aku mendengar dari Sunny dia itu orang yang sangat baik, walau dia orang yang galak dan agak mesum.”
“kubilang dia guru yang sangat menggoda gairah. Cantik, sexy, dan… waaw..” jelas Yoona sambil menggerakkan tanganya menyerupai lekuk tubuh manusia
“benar…aku sempat tergoda..hahahahaaaa.” tambah Soo Young
“se sexy apapun dia,hatiku masih untuk adik Yuri, dia tak menarik bagiku.”
“kau ini munafik!!”
“Tidak!” Elak Yoona
“dia itu sudah menjadi tulang punggung keluarga. Kedua orang tua mereka sudah tiada sejak Ms. Jung berumur 10 tahun..”
“hah?? menyentuh haatii..”
“kau tahu, dia itu menyukai Yuri..”
“menyukai Yuri??
“iya, Sunny yang memberi tahuku.”
“apakah Yuri menyukai dia juga? Anak sedingin dia.” Tanya Yoona
“kau ini munafik!!”
“Tidak!” Elak Yoona
“dia itu sudah menjadi tulang punggung keluarga. Kedua orang tua mereka sudah tiada sejak Ms. Jung berumur 10 tahun..”
“hah?? menyentuh haatii..”
“kau tahu, dia itu menyukai Yuri..”
“menyukai Yuri??
“iya, Sunny yang memberi tahuku.”
“apakah Yuri menyukai dia juga? Anak sedingin dia.” Tanya Yoona
Yuri berjalan di koridor kelas, dia berpapasan dengan Jessica yang berjalan menuju ruang kelas, Jessica tersenyum kearahnnya, namun Yuri hanya membalasnya dengan senyum datar
“hai, kelas akan dimulai, kau mau kemana??”
“aku mau ke toilet.”
“yang kemarin, terima kasih.”
Yuri hanya mengangguk pelan
“aku mau ke toilet.”
“yang kemarin, terima kasih.”
Yuri hanya mengangguk pelan
“nanti bisa kita pulang sekolah bersama lagi??”
“ku jelaskan padamu, jangan pernah dekati aku lagi.”
“kenapa begitu??”
“tidak ada alasan! Yang aku pinta jangan pernah dekati aku lagi.” Yuri berlalu
“aku menyukaimu, bagaimana carannya aku harus menghindar darimu??” tanya Jessica
Yuri berhenti melangkah dan berbalik
“aku juga menyukaimu,,, tapi, banyak sekali musuhku, aku tidak ingin orang yang aku sayangi terluka karenaku. Saat bersamaku, kau pasti akan terluka..dan aku tidak mau kejadian itu terulang lagi.” Guman Yuri dalam hati sambil menatap Jessica
“ku jelaskan padamu, jangan pernah dekati aku lagi.”
“kenapa begitu??”
“tidak ada alasan! Yang aku pinta jangan pernah dekati aku lagi.” Yuri berlalu
“aku menyukaimu, bagaimana carannya aku harus menghindar darimu??” tanya Jessica
Yuri berhenti melangkah dan berbalik
“aku juga menyukaimu,,, tapi, banyak sekali musuhku, aku tidak ingin orang yang aku sayangi terluka karenaku. Saat bersamaku, kau pasti akan terluka..dan aku tidak mau kejadian itu terulang lagi.” Guman Yuri dalam hati sambil menatap Jessica
“MULAI SAAT INI BERHENTILAH MENYUKAIKKU!! AKU MUAK!!”
“Tidak akan pernah!!” jelas Jessica
“masih ada yang lebih baik dariku.”
“Tidak! jika aku menyukaimu, aku akan selalu menyukaimu.. aku menyukaimu,.. aku mencintaimu,,”
“masih ada yang lebih baik dariku.”
“Tidak! jika aku menyukaimu, aku akan selalu menyukaimu.. aku menyukaimu,.. aku mencintaimu,,”
Yuri tidak mendengarkan pernyataan jessica dia berbalik dan meninggalkannya..
“iya Yuri,,aku akan selalu menyukaimu, bagaimanapun reaksimu!!” Guman Sica
“iya Yuri,,aku akan selalu menyukaimu, bagaimanapun reaksimu!!” Guman Sica
—-
Jessica sedang makan malam bersama adiknya
“apa hari ini kau tidak pergi dengan pacarmu??”
“tidak, dia sedang mengantar Ibunnya ke tempat neneknya tadi sore.”
“apa hari ini kau tidak pergi dengan pacarmu??”
“tidak, dia sedang mengantar Ibunnya ke tempat neneknya tadi sore.”
Telpon jessica berdering…
“Halo kak Sica, apa kau bersama kak Yuri??”
“ah?? Tidak… ada apa??”
“jika kakak pulang malam selalu menelponku, tapi kali ini tidak, hape dia pun mati.”
“aku tidak tahu, lagi pula tidak mungkin aku bersama dia, dia saja tidak menyukaikku. Sebentar akan aku coba cari keberadaannya.”
“iya, aku mengkhawatirkannya. Aku tanya ke Kak Yoona pun dia tidak tahu. Terima kasih kak.” SeoHyun menutup telponnya
“Halo kak Sica, apa kau bersama kak Yuri??”
“ah?? Tidak… ada apa??”
“jika kakak pulang malam selalu menelponku, tapi kali ini tidak, hape dia pun mati.”
“aku tidak tahu, lagi pula tidak mungkin aku bersama dia, dia saja tidak menyukaikku. Sebentar akan aku coba cari keberadaannya.”
“iya, aku mengkhawatirkannya. Aku tanya ke Kak Yoona pun dia tidak tahu. Terima kasih kak.” SeoHyun menutup telponnya
“ada apa?? Kau terlihat panik kak.”
“tanya ke pacarmu, apa dia tahu Yuri??”
“Yuri??”
“ayo cepat tanya! Adiknya mencarinya.”
“tanya ke pacarmu, apa dia tahu Yuri??”
“Yuri??”
“ayo cepat tanya! Adiknya mencarinya.”
“halo… younggie..”
“ada apa sayang?? Kangen? Aku juga kangen nih..”
“apa kau tahu Yuri?”
“Yuri?? Ada apa??”
“Tadi adiknya menelpon mencari Yuri yang sampai sekarang tidak pulang dan tidak memberi tahu adiknya.”
“emang ada apa?? Apa dia tidak bersama Yoona, coba cari di bar, aku yakin dia disana jika dia pulang malam.”
“Bar??”
“iya, biasannya kami hang out bareng kesana, kemungkinan besar dia disana.”
“emm…terima kasih younggi my honey…”
“anything for you my sunny bunny.”
“ada apa sayang?? Kangen? Aku juga kangen nih..”
“apa kau tahu Yuri?”
“Yuri?? Ada apa??”
“Tadi adiknya menelpon mencari Yuri yang sampai sekarang tidak pulang dan tidak memberi tahu adiknya.”
“emang ada apa?? Apa dia tidak bersama Yoona, coba cari di bar, aku yakin dia disana jika dia pulang malam.”
“Bar??”
“iya, biasannya kami hang out bareng kesana, kemungkinan besar dia disana.”
“emm…terima kasih younggi my honey…”
“anything for you my sunny bunny.”
“dimana??”
“di bar…”
Jessica langsung keluar menuju bar yang dimaksud pacar adiknya
“di bar…”
Jessica langsung keluar menuju bar yang dimaksud pacar adiknya
-TBC-
heemmm.. buat yang lama menunggu my teacher, saya minta maaf…
dan juga sepertinya aku sudah masuk kuliah dan pastinya tugas2 sudah mulai menungguku..
pasti akan laamaa tidak update…
dan juga sepertinya aku sudah masuk kuliah dan pastinya tugas2 sudah mulai menungguku..
pasti akan laamaa tidak update…
thor izin ngecover ni ff boleh?
ReplyDelete