Wednesday, May 21, 2014

The Beauty In Ugly part 6 [end]

Lagi – lagi aku minta maaf telah jadi silent author.. T.T
Hehehehee….. masih ingat cerita TBIU part 5??
Ingat??? >> terharu
Gak ingat??? >> T.T
Hahahhaaha…. ini menjadi akhir deh… heran.. padahal terbitnya duluan Maybe Right I Love Her, tapi tamatnya duluan ini.. payah El!!
MAU DI BAWA KEMANA TUH TAENY???
Lanjut aja deh silahkan baca >>>

PART 6 (END)


Minggu.. hari libur.. aku akan menjalankan ide dari yoona..
Aku datang kerumah Yuri.. dan ibu Yuri membukakan pintu..
“Yurinya ada nyonya??”
“aah.. ada.. silahkan masuk,,..”
“terima kasih, aku tunggu diluar..”
Yuri keluar “anak itu lagi..” desahnya menghampiriku..
“Ada apa? Sudah aku bilang aku tidak suka kau ganggu..”
“Yuri, kau ingin pergi??” Tanya ibu Yuri
“Tidak??”
“Dia pacar barumu?? Kok tidak diperkenalkan pada Ibu??”
“Bukan.. dia bukan pacarku.. dan aku tak akan pergi kemana – mana.”
“Hari libur, ayo kita ke taman hiburan.” Ajak Jessica antusias
“sudah aku bilang aku tidak akan pergi!!”
“Yuri.. kumohon sekali ini saja temani aku.” Rayuku..
“Aku sibuk..” Yuri beranjak dari hadapan Sica
“Yuri…”Tegur Ibunya
“Kau tidak boleh seperti itu kepada perempuan.. sepertinya dia gadis baik.”
“Aku tak mau Bu..”
Jessica terdiam mendengar percakapan Yuri dengan Ibunya.. Yuri masuk kekamar dan ibu Yuri menghampiri Jessica yang berdiri diam di depan pintu..
“Kau orang baru??”
“Ahh… salam..aa…kku..eerr…watashi no…aa..” Jessica berusaha bercakap menggunakan bahasa Jepang..
“Bukan orang jepang??”
“Iya..aku orang korea..” Ujar Jessica menggunakan bahasa korea..
“Hahahahaa.. kenapa gak bicara menggunakan bahasa korea saja? Keluarga kami juga orang korea.. siapa namamu nona??”
“Jessica jung sooyeon.”
“Aku orang baru disini, karena sekitar sini hanya Yuri teman satu sekolahku, jadi aku ingin mengenal tempat ini bersama Yuri..”
“rumahmu disekitar sini??”
“Iya..”
“kau pasti mendengar percakapan kami barusan, maaf Yuri memang seperti itu..”
“Tak apa nyonya,, saya pamit..” bugkuk Jessica
“Iya… hati2 di jalan..”
“mau kemana??”
Jessica berbalik..
Yuri ada disamping ibunya..
Ibu Yuri mengomando Yuri dengan lirikan mata.. Yuri memutar matanya dan berjalan mendekat ke Jessica..
“Ayo pergi..” Ujar Yuri kemudian berjalan mendahului..
“Selamat bersenang2..” Ibu Yuri melambaikan tangan kearah mereka..
“Baik Nyonya Kwon.. kami pamit..”
“sepertinya aku familiar dengan senyumnya itu.. seperti… gadis berkacamata itu.” Guman ibu Yuri

“Haiisshh… baiklah..” Pasrah Yuri
Dan kami pergi kesebuah taman hiburan..
Senang sekali bisa bersamanya.. tapi dia masih saja memasang wajah cueknya..
“yuri coba permainan itu..” ajakku
Yuri memasang muka malas.. “ya..” jawabnya dan menuruti mauku..
“Kalian pasangan yang cocok, ini ada kupon bonus untuk pasangan yang cocok.”
“terima kasih.. tapi kami bukan pasangan!! Dia bukan pacarku..” jutek Yuri
“waahh.. kau rugi tidak menjadikan dia sebagai kekasihmu.”
Yuri cuma tersenyum sinis.. “sudahkan?? Ayo pergi..” Yuri pergi begitu saja setelah selesai bermain..

Kami duduk berdua di tempat makan..
“Yuri..”
“hmm..”
“Soal Pila..”
Dia menghentikan makannya dan menatapku..
“darimana kau mengenalnya??” tanyanya melanjutkan kunyahan dalam mulutnya..
“apa dia orang yang sangat berarti untukmu??”
“Bukan urusanmu..”
“Yuri..”
“Iya.. dia adalah orang yang pernah mengisi kekosongan hatiku.. tidak perduli orang bilang dia seperti apa.. tapi aku cinta dia.. cinta hatinya.. tapi apa yang aku ketahui sekarang?? Dia pergi setelah aku menyadari bahwa dia sangat berarti untukku dan kini aku merasa hampa tanpanya..” jelas Yuri menggebu
Aku terpaku..aku terdiam… Yuri.. dia juga mencintaiku..
“kau tahu saat dia menyatakan perasaannya?? Aku sangat bodoh saat itu.. mengapa saat itu aku bimbang.. dan pada akhirnya saat dia pergi aku sadar dia sangat berarti? Kenapa dia pergi seperti itu?!!”
“Maaf Yuri aku harus pergi..” pamitku.. aku tak kuasa menahan tangisku..
“Cih… maaf Jessica setidaknya kau tidak menunggu ku dan berharap dengan perasaanku.. karena masih ada Pila dihatiku..” Jelas Yuri melihat kepergian Jessica..
“Aku pesan satu lagi.” Pinta Yuri
Yuri mengaduk – aduk mangkuknya.. dia memakannya dengan lahap.. saat emosilah dia bisa makan seperti ini..
“Boleh aku duduk disini??” tanya seseorang..
“Hmmm..” jawab Yuri dengan mulut penuh..
“Yuri..” panggil seseorang itu..
Yuri mendongak menatap orang yang kini sudah duduk dihadapanya..
UHUKK…UHUKK..UHUKKK….. yuri tersedak setelah menatap orang itu…
Yuri meneguk minumnya.. dan masih tidak percaya dengan seseorang dihadapannya..
“Pila?? Benarkah kau Jung Pil Ah??”
Aku mengangguk dan aku menahan air mata ini..
Dia berdiri dan mendekat kepadaku.. “Pila..” dia menarikku dan dia memelukku… aku menangis..
“Yuri… maaf…. maaf..” ucapku, dia terus memelukku.. “aku yang seharusnya minta maaf..”
Kami kembali duduk di tempat masing – masing..
“Ada sesuatu yang harus aku katakan padamu..”
“apa.. katakanlah.. pila.. aku sangat merindukanmu, aku sangat menyesal saat aku mengatakan itu.. aku sadar bahwa ternyata aku juga menyukaimu..” jelas Yuri..
Aku mengambil selembar tisu..
Perlahan aku mulai menghapus make up ku.. dia hanya menatap heran.. semakin lama make upku semakin hilang dan kini wajah Jessica Jung lah yang terlihat..
“Pila.. kkau…”
“Iya Yuri.. aku Jung Pil Ah, dan aku juga Jessica Jung.. kami berdua adalah orang yang sama.”
“kau…” dia melangkah mundur terduduk di kursi
“Yuri..”
“kau.. tega – teganya kau mempermainkan hatiku!!” Yuri berdiri dan berteriak kearahku.. semua orang melihat kearah kami..
“ku kira kau gadis yang berbeda.. gadis yang baik dan berhati dewi.. tapi ternyata apa?? Kau malah lebih menyebalkan… kau kira kau bisa seenaknya mempermainkan hatiku, kau!! Aku membencimu!! Entah kau Pila atau Jessica.. AKU MEMBENCIMU!!” Yuri pergi meninggalkanku.. yang menangis…
“aku ditolak ketiga kalinya…” lirihku dalam tangis..

“Sica..”
“Shin Hye.. sepertinya aku harus kembali ke korea.. bagaimanapun aku tidak bisa menjadi orang lain.. Jessica tetaplah Jessica.. bukan seorang Jessica yang bertopeng Pila..” jelasku
Shin Hye memelukku..
“apa kau akan ikut??”
“tentu saja.. tugasku adalah mengawalmu.” Jelasnya..
“Yoona??”
“eem.. LDR is oke.. jepang korea tidak terlalu jauh.. masih dalam satu planet.” Jelasnya
“Sudah siap nona??”
“Iya HyoMin.” Jawabku.. dan kami pun mulai berangkat menuju bandara..


“kau! Kakak macam apa?!! Kau kakak yang pengecut!!” marah Yoona
“kau tahu.. dia melakukan semua itu karena mencitaimu dengan tulus!! Apa salahnya dia seorang Pila atau Jessica jika hati mereka sama?? Ketahuilah dia tidak ada maksud menyakitimu atau menipumu!!” jelas Yoona berteriak di depan kamar Yuri…
“DIAM!!”
“Kak.. dia akan kembali ke korea dan jangan sesali keangkuhanmu Kwon Yuri!!” Yoona beranjak pergi..
Yuri terdiam dalam kamarnya.. dia menatap layar hapenya.. foto mereka berdua yang menghiasi layar hape yuri..
“aku harus bagaimana?? Kenapa?? Pila.. Jessica??” Yuri berlari tergesa..gesa…
Dia segera mengambil kunci mobil milik ayahnya.. dan melajukan dengan cepat mobilnya…
Yoona tersenyum melihat kakaknya… “berjuanglah kak.” Ucapnya…

“Sica.. apa kau tidak akan menunggunya??”
“tidak mungkin dia datang.. ayo sekarang kita pergi..”
Jessica sudah memasuki pesawat.. 5 menit lagi pesawat terbang…

“kakak tadi terburu – buru pergi, apa belum sampai?”
“sampai apanya?? Kami sudah didalam pesawat!!”
“hah? La kakaku kemana? Aku kira dia akan menyusul Jessica.”
“mana buktinya?? Kami sebentar lagi akan terbang.”
“maaf nona, pesawat akan terbang.. tolong matikan hp anda atau hidupkan dalam modus terbang.”
“ah.. baik..”
Pramugari sudah mulai memberi peringatan petunjuk sebelum pesawat terbang..

Yuri… mungkin kau bukan cintaku.. yaa.. maaf.. bukan maksudku mempermainkan hatimu.. maaf yuri.. maaf.. aku harus pergi..
Seseorang menepuk bahuku,.. aku menoleh..
“Sica..”
“dari mana saja kau Shin Hye??”
“dari toilet.”

“Pasang sabuk anda karena pesawat akan lepas landas………”
“…………………..”
“ada apa?? Ada apa??” Guman semua orang ketika ada yang mengambil microphone sang pramugari
“Jessica! Jessica kau dimana katakanlah??”
“Hah?? Siapa itu??”semua penumpang keheranan
“Siapa?” aku dan Shin Hye saling pandang..
“Jessica atau pila jawab aku kau dimana??”
Yuri?? Apa itu Yuri??
“Jangan berada dimana aku tidak bisa menemukanmu.. kumohon Jessica..”
Semua penumpang bergeming membicarakan siapa Jessica..
“siapa sih Jessica??”
“iya…”
“dan siapa orang itu??”
Guman penumpang didepanku..
Aku berdiri dan aku lihat Yuri disana.. aku dan dia saling tatap… Dia berjalan cepat kearahku..
Semua penumpang memandang heran kearah kami.. “jadi dia jessica?”
Yuri langsung meraih tubuhku dan memelukku…
“jangan pergi lagi dari sisiku, aku mencintaimu dan tak ingin kehilangan bagian hatiku.. aku tidak perduli kau Pila atau Jessica.. bagiku mereka tetap sama, tetap pada hati yang sama dan aku mencintainya… jadi kumohon jangan pergi dan jangan biarkan bagian dari hatiku hilang..” jelas Yuri..
Aku terdiam… perlahan aku membalas pelukanya..
“Yuri.. aku mencintaimu..” bisikku..
“aku juga..sangat..sangat… mencintaimu..”
Yuri menatapku dan menciumku….
lama sekali dia menciumku… dan aku menikmati ciuman pertamaku dengan orang yang aku cintai tulus..
Semua penumpang dipesawat berseru dan bertepuk tangan.. seperti menonton ending dari sebuah pentas drama..
Yaah… perjalanan cinta seperti drama yang ku inginkan sepertinya kini tercapai…
Kami saling tatap dan tersenyum…
Riuh penumpang semakin ramai.. saat kami saling berpelukan lagi…


4 Tahun kemudian >>


Tidak ada yang tahu apa yang terjadi 4 tahun kemudian..
Kira – kira apa ya???

Emm..
Yuri dan keluarganya kembali ke Korea karena ternyata bisnis ayah Yuri dan Ayahku sama, mereka sangat klop dalam menjalin bisnis, sehingga saat mengetahui ternyata anak mereka dekat.. bela – belain tuh keluarga pindah lagi ke Korea.. Tentunya reader pada tahu dong mereka di korea ngapain??

Ini diaaa..

Deng..deng dereeeng..deng..deng dereng..deng..dereng..deng..deng…
Pesta pernikahan yang cukup meriah… bukan meriah.. tapi sangat meriah, mengalahkan kemeriahan pernikahan pangeran william (?)..
“Itu Tae Yeon..”
“Yang mana????”
Walau sudah lama di Korea, Yuri belum pernah bertemu dengan Tae Yeon karena dia lebih dulu menanggung tanggung jawab sebagai kepala keluarga dengan 3 anaknya.. WHAT?!!
“Itu lo yang pake.. kemeja soft pink dan dasi pol kadot??”
Yuri hanya tertegun melihat Tae Yeon “Tampan, tapi jika berpakaian seperti itu jadi….”
“Fany!!!!” Sontak pasangan itu langsung nengok..
“Sica!!” mereka datang menghampiri..
“Haloo.. Lama tak melihat mu..” Tiffany memelukku..
“Kau tetap langsing, walau sudah punya anak emm… tiga..”
“Iya doong..”
“Haloo.. Tae Yeon`ssi..”
“Eh..hallo.. ^^”
“Dasimu bagus..”
“Terima kasih..” Ujar Tae Yeon lemas..
“Oh ya, kami sudah membeli mansion baru, jadi kami tidak di philipina lagi.. ntar main ya.. ^^”


“Apa kau ingin seperti mereka?”
“Haah??”
“Aku masih sangat mencintaimu… menikah denganku… ^^”
“Yoona…”
“Iya.. shin hye, izinkan aku meminang hatimu, untuk menemani ku setiap waktu..”
“Gak usah berpuisi disini deh, lau mau gombal ikut acara panggung gombal.. di #$@ 7 sana..”
“Iii.. aku gak gombal.. mau yaahh… ^^”
“Gak tau ya..” ujar Shin Hye berlalu..
“sayanng… ayooo kawinn…. Chagii….” Ujar Yoona terus mengekor pada Shin Hye..
“Iyaa..iyaa…”
“Asseekkkk…….yes!! sekarang ya!!”
PLETAK!!! “Gak usah main2 kau Yoona..”
“Adduuhh……….. T,T”
Dasar… parah…


“Ya!! HyoYeon jangan mainan air di ruang tengah!!”
“Arrgghh………!! Sulli, lap bekas lumpur yang kau mainkan dengan Onew!!”
“Ya!! Kau Amber!! Hentikan eksperimen mu!! Kasihan ayam ayam itu jadi berwarna warni seperti itu!”
“AAAAAAAAAAAAAA!!! KIM TAE YEON!!! Aku tak mau beranak lagi!!!”
“Sepertinya ada yang memanggilku..” ujar Tae Yeon yang sedang mengobrol bersama Yuri
“Siapa?? Kau aneh Tae..”
“Seriusan Yul..”
“Yasudah sepertinya Sica sudah siap.. sekarang aku ingin main kerumahmu.. terima kasih bantuannya Tae Yeon..”
“Santai, Sica sudah aku anggap seperti adikku..”
“Tapi bayinya cowok apa cewek??”
“Kau ini bodoh ya Yul! Mana ada umur kandungan 3 bulan bisa di perkirakan cewek apa cowok??”
“Oooo..” >> polos apa pongo’??
“Aku siap!! Ayo berangkat!!”
“Aku pulang.. sayaang… aku bawa Yulsic..”
“Stttttttttttttt….” Tiffany memberi isyarat diam saat menemui ke 3 anaknya sedang tertidur bersamanya..
“Mereka tidur???”
“Ah…iya Jessi.. Kata Tae Yeon usia kandungan mu sudah 3 bulan?? Banyak istirahat jangan stress ya..” Jelas Tiffany yang udah berpengalaman..
“Iya betul kata Fany… kau harus sehat agar bayimu sehat, seperti Tiffany yang selalu sehat.. chu~~”
“Tae!!”
“Maaf, lampu hijau.. hehehehe…”
“Sepertinya kita harus pulang… hehee..”
“Iya..”
“Lo kok cepet??”
“Tadinya kami pengen bermain sama keponakan, ternyata pada tidur…”
“Yasudaaah…”
“Fany….fany….”
“Apa”
“Anak – anak tidur ya?? Tidur juga yuukk..”
“gak ngantuk..”
“ayoo…laahh.. itung sama kerja paruh buat adik Amber..”
Ekspresi Tiffany kini berubah drastis!!
“KIM TAE YEON!!!! AKU TAK MAU BERANAK LAGI!!!!!!”
Oeeeeeeeeeeee…ooooooeeeeee…hwaaaaaaaaaaaaaaaaa…hwaa…
Karena suara marah Tiffany yang ketiga anak mereka yang masih kecil itu menangis bersama.. YulSic yang masih berada di kawasan itu hanya saling pandang aneh..
“Sebaiknya kita segera pulang yeobo.. Tae Yeon bikin ulah..”
“Ah… ya…” patuh Yuri
“Ampun Fany… anak kita pada nangis tuh..”
“itu salahmu.. sana kau urus.. aku ngantuk pengen tidur siang..”
“loh tadi katanya gak ngantuk, kok sekarang ngantuk??”
“Cepat sana urus tiga anak kita… sana…”
“Tiffany…. Yang aku mau kamu..”
“BYEONTAE!! Jangan banyak alasan..  urus mereka cepat!!”
“Tunggu!!”
“yaa..” lemas Tae Yeon..
“Setelah itu urus aku… ^ _~”
OO “siap Tiffany sayang…”

Apa Tae Ny bakal punya anak ke empat?? Siapa tahu…


Dan begitulah cerita ini berakhir….
Tapi ada yang kurang bagaimana nasib SooYoung si prankster??
Apa dia menemukan cinta sejatinya???
“YA!!! Kenapa lampu kamarku jadi kuning seperti ini!! Min Ho ini pasti ulahmu!!”
“Haloo…”
“Waa!! Siapa itu??”
“Aku peri cinta sunny bunny sweety honey berry yang akan membantumu mencari cinta sejati!”
“Eh?? Kau itu apa?? Kok tak Nampak??”
“Jelas saja kau menutup mukamu..”
“Oooh iya…”
SooYoung membuka tangan yang menutup wajahnya dan menatap seorang di depanya.. mereka sama – sama terpana..
“Tuhan,, apakah peri cinta bisa jatuh cinta?? Sepertinya aku mencintainya..” Ujar Sunny
“Peri..peri… kamu dimana??”
“Aku terjerat..”
“Eh???”
CLING…
Kini ganti SooYoung yang terpana setelah melihat rupa Sunny…
“Cantik..sekali…”
“……….”
“Kau tadi bilang bertugas mencarikan ku cinta sejati?? Sepertinya tak perlu, karena ku jatuh cinta padamu..”
“HAH?? Kita merasakan hal sama.. tapi dunia kita berbeda.. aku..”
CHU~~
“Apanya yang berbeda… rasa ciumannya tetap sama.. dan aku suka berciuman dengamu..”
“Aku juga…” jujur Sunny..
SooYoung tesenyum dan meraih kembali bibir Sunny…

“Dulu aku tak pernah percaya jika cinta seperti drama itu ada..”
“Hemm.. sekarang kita lakonnya..” ujar Yuri
“Daisuki no mizuki Yuri..”
“Kita di korea sayang…”
“hehehe… oke… saranghae Kwon Yuri..”
“Nado…

Apakah hanya dalam drama cinta itu indah?? Sepertinya hidup para pairing kita menjadi indah karena cinta.. tak perlu lihat wujud, rupa, keadaan, asal usul.. jika cinta sudah menghampiri.. semua bisa jadi…
Ini kisahku untuk mendapatkan cinta sejati yang kini aku bahagia menemukannya…
Aku akan selalu menjaganya…
Saranghae Yuri~ah… ^^

-END-

Inspiration : Jason Mraz – The beauty In Ugly


Panjaaanggggg…. banget…. kurang baik apa coba El *wink*
Terima kasih banyak untuk para reader tercinta… mau itu rader setia baca, atau reader setia DIAM.. heheh.. i still love u ^^
SEMANGAT!!

1 comment: