saya datang lagi… dan ini karena saya merasa bersalah terhadap penggemar YoonYul yang menanti lama.. sumpah binngung banget dapetin karakter Yoona.. abis.. biasannya sama – sama seobang.. ini dipasangin.. kan jadi bingung… *sama pegangan tiang*
so… silahkan baca aja deh..
^^d
PART 2
“Yul, makan malam..” teriak Jessica
“iyaaaa… kakk…” Yuri turun dan menghampiri kakaknya di ruang makan
“oh iya kak aku sampai lupa.. hapeku sudah ketemu..nih.” jawab Yuri menunjukkan hapennya
“dimana?” tanya Tiffany
“kemarin ada seseorang yang mengembalikannya.”
“baik sekali..” heran Jessica
“oh ya.. malam ini kau mau ikut??”
“kami ada pertemuan dengan teman2 ku.” Jawab Tiffany
“ah, tidak.. enak dirumah aja.” Jawab Yuri membereskan meja makan
“lagi pula, masa aku kumpul sama teman2mu yang jelas2 pada lebih tua semua dari aku. Tak bisa cuci mata.” Tambah Yuri sambil tertawa..
Setelah Tiffany dan Sica pergi..
Yuri masuk kedalam kamarnya…
“yoona..” gumannya lirih… “hujaann…” Yuri tersenyum dan mulai menuju alam mimpinya..
Pagi2 sekali yuri sudah rapi.. padahal hari libur..
“bukankah hari ini kau libur kuliah??” tanya Jessica yang heran melihat Yuri pagi2 sudah rapi
“ah… aku mau pergi..” yuri tidak pernah menceritakan ke kakaknya jika dia bekerja sambilan saat kuliah… karena kakaknya yang super galak itu pasti akan menerkamnya jika mengetahuinya..
jalan terbaik adalah menyembunyikannya… huuufftt..
“mau bareng? Sebentar lagi aku berangkat kerjaa??” tawar Tiffany
“emm… tak usah lah kak, aku mau naik bis aja.”
“belakangan ini, kau suka sekali naik bis??” heran Tiffany
Yuri cuma tersenyum gak jelas.. “hahaaa.. tidak kok.. aku berangkat yaa… daa”
“Yurii~ah,.” Panggil Sica
“Ya?” Yuri berbalik
“belakangan ini musim hujan, kau yakin tak membawa mobil??”
“hahhaaaa.. tenang saja.. aku tidak takut hujan..” Jelas Yuri tersenyum dan keluar..
“Sica, ada yang aneh sama adikmu.”
“iyaa.. kenapa ya? Aaa.. yeobo, jangan2 dia sedang jatuh cinta?”
“bukannya bagus itu..??”
“iya sieh.. aku jadi senang, jika dia sudah melupakan orang itu..”
“yang penting dia bahagia..”
“aku cuma gak mau ada yang menyakiti dia lagi..”
“yeobo, dia sudah dewasa, dia pasti tahu memilih kekasih yang tepat untuknya. ingat itu..” terang Tiffany
Sica menganggukan kepalannya pelan..
“aku berangkat ya..” Tiffany mengecup pipi Jessica
Jessica POV
“benar, Yuri bukan adik kecilku yang dulu lagi.. tapi, jika ada yang berani menyakitinya lagi!! Aku akan hancurkan dia!!” Geramku mengingat kejadian dulu
~flashback
Aku sedang makan malam bersama Tiffany, dan tiba2 di depan meja kami ada dia.. dia duduk bersama orang lain yang bukan adikku.. bermesraan seperti itu, seperti tak berdosa dia sudah menduakan cinta Yuri?! Hah..!! melihat mereka seperti itu aku jadi emosi, namun Tiffany berusaha menenangkanku.. karena jika aku ngamuk disitu, justru aku yang dapat citra buruk..
Ku diamkan mereka berdua, namun setengah jam kemudian.. kemesraan mereka semakin mendobrak emosiku..
Aku memukul meja dengan tanganku, aku berdiri dan menghampiri mereka.. Tangan Tiffany kurang cekatan meraihku..
“Hai…SeoHyun, apa kabar mu hari ini?” sapaku
“aahhh… Unnie??” dia melepas genggamannya dari orang itu..
“waahh.. siapa gadis cantik ini??” tanyaku dingin
“ah..em..diiaaa..”
“Kau SeoJuHyun!! Beraninya kau…!!” Bentakku seraya menggebrak meja itu.. namun terpotong oleh kehadiran seseorang dibelakangku..
“Kak.. hentikan…” aku mendengar suara Yuri dibelakangku, aku tak menyangka dia ada di belakangku
“Yurrii~ah..” Sahutku kaget, Yuri hanya menatap datar kearah SeoHyun..
“Yurii~ssi.. kakakmu kasar sekali padaku, dia belum tahu sebenarnya tapi dia sudah memarahiku.” Rayu SeoHyun
Yuri hanya menatap sendu dengan air matannya.. dia menghampiri kami..
“Apa kau bilang? Aku memarahimu?!” Emosiku
“chagi..jangan chagi…” Tahan Tiffany
“lepaskan, aku mau jambak2 dia.. dan kusobek mulutnya itu!!”
“Kak…kumohon,, sudah cukup…!!” pinta Yuri lagi, aku terdiam menatapnya..
“chagii.. dia cuma temanku..” rayu SeoHyun lagi..
“aisshhh!! Teman?? Dikira aku tidak memantaumu??” Heranku penuh emosi
“jangan dengarkan kakakmu,” SeoHyun meraih tangan Yuri..
Yuri cuma terdiam, dan menampel tangan SeoHyun,,
“chagi??”
“jangan panggil aku seperti itu lagi..ku mohon..” pinta Yuri datar
“chagi..maaf,,,”
“Kau.. aku juga memantaumu.. jadi sekarang.. kita berakhir.. selamat bersenang – senang dengan dia yang mungkin lebih membuatmu bahagia..” Yuri pergi dari hadapan kami..
“Yurii..” panggilku
“biarkan aku sendiri kak..”
“kau..!!” geramku ke arah SeoHyun
SeoHyun hanya memberi tatapan menantang ingin sekali aku jambak2 dia tapi Tiffany menahanku..
“sudah..sudah.. banyak orang., ayo kita pulang..”
Setelah itu, aku melihat Yuri selalu diam.. sendiri.. makannya aku menunda pernikahanku, tapi Yuri tidak terima… dan merayuku dengan segala cara..
~endflashback
kini aku bahagia melihaatnya seperti dulu.. Seandainnya saat itu aku tak dihalangi Tiffany.. sudah aku bunuh anak itu…
—
Yuri berjalan ceria menuju halte.. Senyumnya melebar saat diketahuinnya Yoona sudah berada disana..
Yuri berdiri disamping Yoona yang terpaku menatap langit.. Yuri ikut – ikutan natap langit..
“Mendung..” Ucap Yoona datar
“heemm.. bentar lagi pasti hujan..” jawab Yuri
Yoona berdiri daan tersenyum ke arah Yuri.. Yuri tertegun menatap senyum Yoona..
“mengapa melamun?? Ayoo..” Yoona menggandeng tangan Yuri..
Mereka duduk berdua disebuah taman.. Yuri masih terdiam terpaku karena tangan Yoona masih menggenggam erat tangannya…
“Yuri.. tanganmu hangat sekali..” Yoona meletakkan tangan Yuri dipipinnya..
Yuri kaget dan memasang muka merah.. “lembut dan hangat..”
“baru sekali aku merasakan tangan sehangat ini..” Tambahnya..
“Yuri~ah..” panggil Yoona lembut
“hem??” sahut Yuri singkat
“bolehkah aku memelukmu??”
Yuri bingung mau berkata apa..
-TBC-
Huahahahahahaahahahaaaaa….. ayoo… siapa yang mau menerkam saya?? senang hati saya terima..ayoo silahkan…
evil EL is back…. iciciciciciciciiihiiiiiiii…… daraddaaaaa,,,,…….. *ngeDJ*
Jika di tanya siapa author yang paling menyebalkan maka saya akan tunjuk tangan.. ==/
haahhahahaaaaa…… karena kenapa?? maaf ini pendeeekk….. >>>>>>> lari….
No comments:
Post a Comment