Monday, April 21, 2014

Hujan Part 4

PART 4
Hahahaha…ii,,,…
pengen tahu jawaban dari pertanyaan kemari apa??
yaa!! semua benar…jawabannya adalah E. semua benar..
wakakakkaakkakakakakakaa………
ngarep banget!!
oke ini dia Hujan… dan akan segera tayang..silahkan saksikan!! >>>
Yuri POV
“chagii.. kau baik2 saja??” tanya seseorang dari belakangku.. Suara itu, familiar sekali dikupingku.. Aku menengok kearahnya,. Dan ternyata benar, itu suara dia.. Aku kaget melihatnnya.. begitupun dia.. yang sangat kaget melihatku ada di situ.. Chagi?? Apa dia pacar Yoona?? Chagi?? Panggilan itu masih membuatku sakit.. Hancur hatiku.. aku bertatapan dengannya agak lama.. dia terpaku di pintu menatapku..
“SeoHyun??” tanya Yoona
Tanpa kata yang bisa aku ucap, aku bergegas pergi menjauh.. Aku menabrak bahunya dan berlari sekencang2nya..
Kenapa dunia ini sempit sekali?? Kenapa dia sosok yang sudah menghancurkan hatiku kini adalah kekasih dari orang yang membuatku jatuh cinta lagi?? Aku berlari tak perduli orang2 melihatku..
“Yurrii” Teriak Yoona
Yoona POV
“Yurii..” panggilku karena dia tiba2 pergi saat melihat SeoHyun.. Gadis itu,, SeoHyun.. SeoHyun adalah orang yang menyukaiku dan aku terpaksa menerimanya karena keluargaku ada utang budi padanya..
Aku tak menyukainnya.. apa dia mengenal SeoHyun??
“SeoHyun~ssi?? Kenapa terdiam terpaku disitu??” tanya ummaku
“ah.. tidak.. eh.. chagii.. kau baik2 saja??” tanyannya
Aku gak merespon pertannyaannya..
“sayang.. umma tinggal dulu ya.. umma mau menemui dokter.”
Ibuku pergi keluar kamar.. aku menatap tajam kearah SeoHyun
“apa kau mengenal Yuri??”
Dia hanya bisa terdiam..
“SeoHyun… katakan!!”
“dia.. adalah masa laluku.. dia adalah mantan kekasihku..” jelas SeoHyun
Aku kaget mendengar penjelasannya.. aku jadi teringat cerita kakak Yuri
~flashback

“kau teman baru Yuri??”
“Iya.. aku Yoona.. kau sudah menikah??” aku melihat foto pernikahan antara dia dan seseorang yang cantik
“iya.. dia Tiffany..oh iya lupa.. aku Jessica.. Terima kasih.” Ucapnya
“iya.. bolehkah aku memanggilmu Unni??” pintaku karena kulihat dia memiliki sosok kakak yang baik..
Ingin sekali aku mempunyai seorang kakak..
“tentu saja.. kau menjadi teman baru Yuri aku sudah sangat senang..”
“kenapa??”
“semenjak saat itu.. dia jadi sering menyendiri.”
“maksudnya??”
“dia pernah dikhianati oleh seorang gadis yang sudah dicintainnya sepenuh hati.”
Aku tertegun mendengar cerita dari kakak Yuri..
“di khianati??”
“iya.. dan aku melihatnya secara langsung.. saat itu aku dan Yuri berjanji mengadakan pesta pernikahan bersama.. dan kami sudah menyiapkan pesta besar – besaran.. namun, saat sebulan sebelum acara puncak.. aku tak sengaja melihatnya bermesraan dengan orang lain.. Saat itu juga Yuri ada.. dan Yuri memutuskan hubungan mereka.. Gadis itu aku tak menyangka dia bisa berbuat seperti itu.. Asal kau tau Yoong, dia adalah cinta pertama Yuri yang berhasil menghancurkan hati Yuri.” jelas Jessica panjang dan kulihat matannya berkaca – kaca
“cinta pertama?? kak.. siapa gadis itu??”
“hah!! Aku tak mau menyebut namannya.. membuatku jadi emosi!!” geram Sica
“aahh….kenapa aku jadi curhat ya??” tawa Sica

~endflashback

“Jadi kau orang yang mengkhianati cinta Yuri??” Bentakku
SeoHyun hanya terdiam..
“kau.. aku tak ingin mengenalmu lagi.. jujur saja SeoHyun, aku tidak pernah mencintaimu.. sama sekali tidak.. maaf sebelumnnya.. dan aku sudah belajar mencintaimu karena orang tua kita yang berteman sangat dekat.. tapi sekarang kau mengecewakanku.. kau tahu?? Dia gadis yang pernah kau sakiti itu.. aku mencintainya!!” jelasku..
“tapi..”
“SeoHyun..aku juga sudah tahu keburukanmu dan hubunganmu dengan Amber dibelakangku.” Jelasku lagi. Dia terbelalak kaget mendengarnya.. “jadi kau tahu?”
“iya aku tahu.. jadi memang seperti itu sifatmu ya?? Hati Srigala bertopeng Domba!! Sekarang enyahlah dari hadapanku!! Cepat!!” Bentakku
SeoHyun pergi meninggalkan ruangan perawatanku.. aku langsung ambil hape dan mencoba menelpon Yuri..

Yuri POV
Aku bergegas pulang kerumah.. tidak perduli hujan yang sangat deras.. aku masuk kerumah dalam keadaan basah..
“Yuri.. kau kenapa??” tanya Jessica, tapi aku tidak perduli dan langsung masuk ke kamar..
“kenapa dia??” tanya Tiffany
“entah..”
Aku masuk ke kamar mandi, aku duduk di bawah pancuran air hangat ini.. aku menangis dan masih menangis.. jika begini apa yang harus aku lakukan?? Aku jatuh cinta dan sakit dalam hitungan yang begitu cepat!! Kenapa ini?? Kenapa?? Sudah hampir setengah jam aku berada dibawah pancuran air panas ini.. bahkan aku tidak memperdulikan panggilan kakakku..
Aku merebahkan badanku di ranjangku.. menatap langit.., Kelabu.. pikiranku.. aku merasakan pikiranku sekelabu lagit mendung.. Aku mengambil bantal dan menutupkan ke wajahku..
Samar samar aku mendengar ada suara obrolan diluar.. Aku berusaha tak peduli.. tapi suara itu membuatku ingin mendengarnya lebih jelas..
“Yoona??” kaget Sica karena melihat Yoona basah di depan rumahku..
“Kak… Yuri ada??”
“Aaa..ada..”Jawab Sica heran
“bisa aku bertemu dengannya??” pinta Yoona
Aku tak ingin menemuinnya.. aku masih bimbang dengan pikiranku… Sica mengetok pintu kamarku.. tak ku jawab..
“Dia, tidak menjawab.. ada apa sebenarnnya Yoona??”
“Dia salah paham kak.. gadis yang kau ceritakan itu.. apakah namanya SeoHyun??”
“kau.. mengenalnnya??” tanya Sica heran
“Yuri sudah salah paham.. SeoHyun bukan siapa2ku.. aku sama sekali tak mencintainnya.. aku hanya ingin Yuri tau itu dan tidak salah paham padaku..”
“Aku jadi bingung..”Ungkap Sica tak paham keadaan sebenarnnya,,
Yoona menjelaskan sedetailnnya.. tapi itu belum membuat kebimbanganku menjadi jelas..
“Mungkin dia tidak akan memaafkanku.. aku pergi saja..” Ucap Yoona
“Yoona..” panggil Sica menahan Yoona pergi karena hujan sangat deras..
Tapi Yoona tak menghiraukan teriakan Sica.. dia terus berjalan dengan guyuran hujan yang begitu lebat..
Aku terdiam bersandar di pintu.. hujaann… pikiranku terpusat pada Yoona…
~flashback

Dia memelukku dari belakangg..
“Yuri~ah..” panggilnya lembut
“hemm??”
“tetaplah seperti ini.. aku menyukainnya..”

~endflashback

“Yoona!!” teriakku dan membuatku tersadar sesuatu..
Aku berlari keluar kamar,.. Jessica hanya tersenyum melihatku..
“kejarlah dia..” semangat Sica dan memberiku sebuah payung..
Aku menerima payung itu dan berlari mengejarnya.. Ke Halte?? Aku cari ke Halte.. Tidak ada.. Kemana dia?? Mungkinkah dia naik bis?? Aa… aku coba cari di taman… aku berlari tak perduli hujan sangat deras.. Aku terus berlari sebisaku..
Aku berhenti berlari saat melihat dia duduk sendiri di bangku taman.. aku menghampirinya dan memayunginnya.. Dia menyadari kedatanganku dan mendangak kearahku.. aku tersenyum kepadannya..
Dia berdiri dan menatapku.. “Yuri~ah.. aku.. aku dengannya tidak ada hubungan spesial..” jelasnnya..
Aku tersenyum menganggukan kepalaku.. “aku tahu itu..”
“Yul, aku sedih dan terpukul saat kau pergi..”
“Maaf” ucapku sedikit akan menangis
“Aku tahu dia masa lalumu yang menyakitkan.. pasti sangat sulit bagimu untuk melupakannya.. tapi…”
Chuu~
Aku menghentikan ucapannya dengan ciumanku..
Bersama derasnya rintik hujan.. mereka berciuman dibawah payung.. Yoona meraih tangan Yuri yang memegang payung.. Dia mengambil gagang payung dari tangan Yuri dan melepasnya sehingga payung itu terbang terbawa angin..
Yuri mengulum bibir atas Yoona.. begitu sebaliknya.. Yoona mengulum bibir bawah Yuri.. bersama rintik hujan..
Lagi  – lagi hujan mendampingi keeindahan mereka berdua..
“seoHyun masalaluku.. dan kau adalah masa depanku.” Ungkap Yuri kepada Yoona
“Yurii…” Yoona memeluk Yuri..
“neomu saranghae..” Ungkap Yoona
“nadoo chagiya..” jawab Yuri
Bruukkk
Yoona terjatuh kembali..
“Yoona.. yoona sadarlah..” Yuri menggendong Yoona dan membawannya ke rumah sakit..
“aku lupa kau sakit.. bodoh aku..” Marah Yuri dalam hati..
Yuri duduk merenung dikursi ruang  tunggu…
“kenapa bersamamu lagi??”Tanya Orang tua Yoona dengan nada emosi kearah Yuri
“maaf.. maaf nyonya..” Yuri membungkukkan badannya berkali2..
Orang tua Yoona masuk sedangkan Yuri hanya berdiri terpaku diluar ruangan.. dia merasa bersalah terhadap Yoona.. Tiba2 adik Yoona memanggil Yuri..
“noona.. masuklah..”
Ketika Yuri keluar.. terlihat wajah sangat sedih di wajah Ibu Yoona.. dia beranjak keluar dan memandang sendu kearah Yuri.. “kami permisi noona.” Izin adik Yoona
“kau sudah baikan??” tanya Yuri duduk disebelah Yoona
“asal kau disampingku..aku akan merasa lebih baik..”
Yuri tersenyum.. “chagii..kau basah.. pulanglah dan ganti baju..” Pinta Yoona
“nanti.. aku masih mau disini..”
“Nanti kau sakit..”
“ah..iya.. baiklah,..” Desah Yuri
“Aku akan menuruti maumu dewi hujan.. kembalilah ceria.. jika bisa ambilah semua darahku agar cukup menyembuhkan Anemiamu..” Yuri berdiri dan bergaya layaknya pangeran..
Yoona tertawa melihat tingkah Yuri.. “hahahaaa… lekas.. keburu masuk angin!!”
“siap komandan!! Saya akan menuruti perintah dewi hujan!!” seru Yuri dan membuat Yoona tertawa lagi..
“ddadaaaaa.. jangan rindukan aku.. dalam hitungan 100 aku pasti sudah disini!!” Yuri tersenyum dan keluar ruangan.. Yoona melambaikan tangannya..
“Terima kasih Tuhan kau pertemukan aku dengannya saat ini, Aku Mencintainya Tuhan..” Ucap Yoona saat Yuri sudah tak terlihat lagi
Yoona tertunduk dan tetesan air matanya jatuh ke tangannya..
Onew melihat itu dari kaca pintu dan merasa terpukul melihat kakaknya..
“Mengapa??” Ucapnya getir

-TBC-

Eaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa………………………….
malah tambah binguuuunnggg……….
special for my partner,, mumpung dia ulang tahun nehh… aku kasih aja hadiah Hujan…
wuahahahaaa…
dan untuk partnerku lainnya…
ayoo yang baca.. cepat update ff kalian..
aku butuh hiburan di hari liburku yang panjang…
Dari pada aku menghilang loo.. *sok ngancam, siapa juga perduli*
Wuaakakakakkakakakaaa……

No comments:

Post a Comment