Sumpah…. muaaaaaaaaaappp banget buat Si Yoona addict… tenang walau aku bukan penggemar setia dari YoonYul tapi aku tidak pernah tega memisahkan cinta suci kedua insan ini.. jadi tenang mereka akan bersama….
Hueeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee….. T.T kan dah saya bilang..
banyak yang terluka atas penyakit Yoona… tapi inikan ep-ep… jadi gak mungkin beneran.. T.T
lagi – lagi aku gak bisa balas koment kalian… T.T
karena aku bingung.. lengen juga pegel… jari keriting… kakakaka… *lebeii*
Maklum El PEMALAS!! *BOW*
bukan gak perhatian lo ffnya di komen.. seneng banget karena kalian masih setia padaku,.. *hiks..hiks srooot*
tau gak sih kalian!! saya orang paling bahagia karena dianugrahi reader setia seperti kalian!! hohohohhohohohhoooooo….
Shut Up right Now!!
OKE!! ^^
happy reading!! ^3^
PART 6
Sesampainya di rumah sakit Yuri langsung berlari menuju ruanan Yoona.. dia membuka pintu kamar dengan kelelahan…
“Chagi… haaah…haaaah….haaaaahh.. aku ddaat…” Ujar Yuri ditengah sengal kelelahannya
Dia terpaku melihat Yoona tidak ada di ranjang, hanya ibunya yang menangis di ranjang.. saat akku masuk ibu Yuri menatap sendu… dia keluar.. aku masih terpaku melihat kearah ranjang..
“Yoona..” datarku
Aku mendengar seseorang melangkahkan kaki menghampiriku..
“Yoona kemana??”
Onew mwnggwlwng pelan, Onew menatapku dengan mata basah“kumohon bantu kami cari dia”
Yuri langsung lari keluar ruangan.. Yuri mencarinya di setiap tempat dimana dia biasa berada..
Yoona kau dimana?? Yoona..” Yuri mulai menangis panik
Sudah 7 jam lebih dia mencari Yoona hingga hari berganti pagi… dia memberhentikan mobilnya di depan rumahnya.. rasanya tidak ingin turunn… karena dia belum juga menemukan Yoona.. 1 jam an dia diam dalam mobil, dia menatap langit yang berwarna kelabu..
“turunlah hujan dan bantu aku mencari sosoknya.” Guman Yuri
Dia turun dan menghadap ke langit2 menikmati tetesan air,.. bersamaan dengan itu air matanya mulai mengalir.. dia mulai masuk kedalam gerbang.. dan menekan tombol lalu masuk ke ruangan.. basah kuyup..
Dia berhenti saat menemui seseorang di ruang tamu sedang mengobrol hangat dengan kakaknya..
“Yuri sudah pulang??” ucap Jessica, Yuri hanya terfokus ke orang yang berada di depan Jessica, saat Jessica mengucap kata Yuri dia langsung menengok kearah Yuri…
“Chagi….” Dia bangkit dan menghampiri Yuri.. Yuri tidak merespon..
“Chagi, aku tadi melihat jika besok ada acara besar di paradise island.. dan aku langsung kesana membeli tiket untuk liburarn kita berdua.” Jelas Yoona tanpa mengetahui isi hati Yuri.. Yuri menatap mata Yoona dia meneteskan air matanya…
“Yuri..” tanya Yoona heran
Tanpa sepatah kata yang keluar dari mulut Yuri.. Yuri langsung pergi dan menutup pintu rumah dengan keras…
Sica kaget dengan tindakan Yuri.. “ada apa??”
Yoona menunduk, kemudian dia berlari menyusul Yuri..
“Yurrriiiiii…” teriak Yoona saat keluar pagar, dia melihat Yuri berjalan cepat.. dia teruus mengejar Yuri..
Hingga Yuri berhenti disebuah jembatan.. Yuri terdiam menatap kearah sungai di bawahnya.. Yoona berdiri disamping Yuri…
“Yuri…”
Yuri masih terdiamm..
“Yurii..Yurii mianhae…”
Yuri melirik dengan air mata yang masih mengalir, Yoona tertunduk..
“Jongmal mianhae..”
“Gadis BODOH!! Kau benar – benar bodoh!! Bagaimana bisa kau tidak memperdulikan kesehatanmu malah pergi membeli tiket itu!! Kau tahu seperti apa aku mengkhawatirkanmu? HAH!!” marah Yuri
“mianhae..”
Yuri mendekat dan memeluk Yoona hangat..
“aku hanya ingin pergi ketempat itu, aku takut aku tidak ada waktu lagi untuk kesana.”
“jangan percaya omongan dokter!! Tuhan masih membiarkan kita bersama!”
“Yuurii..”
“DIAM!”
Yuri masih memeluk hangat Yoona… Yoona mengeratkan tangannya.. Lalu Yuri membawa Yoona kembali kerumah sakit.. dan Ibu Yoona menangis melihat Yoona kembali… Yuri di marahi oleh ibu Yoona karena dia Yoona memaksa untuk pergi membeli tiket.. namun onew melerai..
Yuri memegang pipinya yang tadi terkena tamparan dari ibu Yoona.. Keadaan Yoona semakin kritis..
“karena ku dia membeli tiket itu.” Yuri menutup wajahnya dengan kedua tanganya dan menangis..
Esoknya..
Yuri menjemput Yoona yang sudah berkemas.. mereka akan pergi ke paradise island.. Yuri sebenarnya tak mau karena keadaan Yoona.. Yoona memaksa, sehingga Yuri menuruti mau Yoona.. perjalanan cukup jauh… Yuri menaiki bis menuju ke dermaga.. dan kemudian menyebrang…
Yuri menuntun Yoona ke dek kapal dan melihat pemandangan laut… Yoona memejamkan matanya menikmati semilir udara laut..
“Chagi… seandainya bisa seperti ini terus.”
Yuri tertegun,..
“Chagi..”
“pasti akan bisa selalu seperti ini.” Ujar Yuri memeluk Yoona dari belakang..
Setelah perjalanan menyebrang.. mereka langsung mencari penginapan..
“Sebaiknya kita ke puncaknya saja. Disana ada tempat yang bagus menurut Tiffany.” Jelas Yoona
“sungguh??”
“Iya… pas mereka pacaran, mereka pernah kesini dan disana ada kuil doa, jika kita mengajukan permintaan dengan tulus bersama pasangan kita.. pasti akan dikabulkan.” Jelas Yuri panjang lebar, Yoona tertawa kecil mendengar penjelasan Yuri..
“permintaan mereka pun terkabul.”
“permintaan apa itu?” tanya Yoona
“buktinya sekarang mereka menikah.” mereka tertawa bersama.. Yuri terus mennggendong Yoona hingga mereka sampai ke sebuah penginapan..
“kita sampai.. ini pertama kalinya aku melihat tempat yang selalu diagungkan oleh Tiffany untuk merayu hati kakakku.”
“tempat yang indah.. pantas saja kakakmu luluh.”
“hahahaaa… iya, aku juga heran Tiffany itu menggunakan cara apa sampai bisa menakhlukan sebuah gunung es..”
“sebelum ke kuil kita mencari penginapan untuk kita.”
Yoona mengangguk.. Mereka memasuki pekarangan rumah sederhana.. kecil tapi terurus..
“kok sepi ya chagi??”
“eem… molla..” jawab Yuri celingukan
“apa ada penunggunya??”
“kau duduk disini dulu ya sayang.. aku coba cari pemiliknya di belakang, kau lelah. Jangan kemana – mana.. jika gak nurut aku cium entar.” Goda Yuri tersenyum seraya beranjak pergi..
“permisi… ada orang??? Halloo..” Yuri berjalan perlahan melintasi kebun kecil..
“haloo… permisi..om..tante…mbak..mas..abang..ayuuk…??” Yuri terus mencari keberadaan seseorang
“kok gak ada orang ya??” guman Yuri garuk garuk kepala
Kresek…kresekk…
“siapa itu??” tanya Yuri
Yuri mengalihkan perhatiannya kearah bunyi di balik gubuk kecil belakang penginapan.. dia berjaan perlahan.. “semoga bukan kucing..” *anggep aja yuri takut kucing*
“haloo…” tanya Yuri membuka pelan pintu gubuk..
“gak ada siapa – siapa..” guman Yuri berbalik
“HUAAA!!!” kaget Yuri saat berbalik ada seorang nenek tepat di belakangnya..
“anak muda apa yang anda cari??”
“huffh…hufffh…hufffhhh… nenek mengaggetkanku…” Ujar Yuri mengelus dadanya terlihat wajahnya yang pucat karena kaget.. dia masih menatap takut kearah nenek itu..
“maaf.. saat aku pulang dari kuil aku melihat ada seorang gadis duduk di depan, ku bertanya lalu gadis itu menjawab jika kekasihnya mencariku di belakang..kenapa kau kaget??”
“oohh… itu anu…tadi disini ada bunyi kresek – kresek..”
“mungkin itu dongyu.”
“siapa dongyu??”
“kucingku..”
“HUAA!! Mana kucing?? Dimana??”
Nenek itu menatap risih saat mengetahui Yuri takut sama kucing.. Yuri masih memasang status waspada
*Jujur aq juga takut kucing.. cupu banget yak!! Kakak adik yang persis bukan??*
“Ah.. Yoona..” sadar Yuri mengingat Yoona sendirian di depan..
“oh iya..” sahut nenek itu..
Mereka berjalan berdua..
“Yoona.. maaf menunggu lam…” Ucap Yuri terputus saat melihat Yoona sedang memangku seekor… kucing!!
“DongYu!!” “Kucing?!!” Seru nenek dan Yuri bersamaan..
“sayang kucingnnya lucu..” ucap Yoona
Yuri hanya memasang wajah pucat.. “imut apanya?? buat geli…oh tidak ya Tuhan..” guman Yuri
“kau kenapa sayang??”
“wuaah..kau menyembunyikan kelemahan anehmu pada kekasihmu sendiri??” heran sang nenek
“maksud nenek??” heran Yoona melihat Yuri yang masih memasang wajah pucat..
“dia itu…”
“tidak apa – apa sayang.. eheheh…iya lucu.. nenek dimana kamar kami??”
“ahh?? Oh iya… mari masuk..” ajak Nenek itu melupakan ceritanya
“syukurlah..” guman Yuri
Yoona memandang heran kearah Yuri..
“Yuri???”
“aahh??? Heeeee…” jawab Yuri merenges gak jelas
“ini kamar kalian.. cuma ada satu kamar.. sesungguhnya ada dua kamar, tapi yang satu atapnya sedang rusak.. kalian tidur berdua saja..” jelas nenek itu
“berdua??” guman Yuri dan Yoona bersamaan dalam hati..
“silahkan aku tinggal dulu ya..” jawab nenek
Yuri dan Yoona saling tatap..
“kita tidur disini, aku siapkan tempat tidurnya dulu..” ujar Yuri kikuk..
“ah..ne..” jawab Yoona yang juga kikuk..
“tidur berdua?? Haduhh Yuri apa yang ada didalam pikiranmu??” Guman Yuri
Yuri sudah selesai menyiapkan tempat tidur untuk mereka..
“masih sore.. bagaimana jika kita ke kuil??” ajak Yoona
“kau tidak lelah??”
Yoona menggeleng..
“baiklah…” senyum Yuri menggandeng Yoona..
-TBC-
Bagemana?? bagemana?? bagemana?? bagemana??
jawab pertanyaan kemarin…
jawab pertanyaan kemarin…
itu Si Taeng punya anak Sunny dan bapaknya adalah…. HyoYeon… heheeheheee…
tapi gak kesebut.. kesebutnya nanti… ^^
karna mereka hanya cameo…
Oke…. huuff….
Ada sesuatu yang mau aku kasih neh… bocoran untuk upaten kedepan.. ^^
itu gambar untuk pertemuan Yoona sama Shin Hye di The Beauty In Ugly part 3 ^^ part 2 nya maybe next week hehehehee *Bow*
and……………………….. *runs*
hahahahahahahaahahahhaahahahahahahaaaaaa….. awwwwkk *broke jaw*
hahahahahahahaahahahhaahahahahahahaaaaaa….. awwwwkk *broke jaw*
*ignore me*
SEMANGAT ALL!!!! chu ~~

No comments:
Post a Comment