Monday, April 21, 2014

Hujan Part 3

Hahahahahaaa….. saya datang lagi dan update lagi… yah seperti biasa.. friday my freeday… hohohhoho..
tapi maaf gak balas komen yang kemarin… hehehehe ^^v
maaf kmarin salah tulis.. seharusnya mau ketik TBC malah jadinya END.. pada mau nyate saya semua pas liat tulisan itu.. hahahahhaa…
merasa bersalah kemarin posting dikit bgt.. jadi aku lanjutkan mumpung ada ide yang gak masuk akal di otak…
dari pada banyak bicara mending langsung aja deh..
silahkan…>>>
PART 3
Yuri POV
Gadis ini, genggaman tangannya, tatap matannya, senyumnya.. mengapa reaksi hatiku jadi seperti ini?? Apakah sudah saatnya aku jatuh cinta lagi??
“Yuri~ah..” panggil Yoona lembut
“hem??” sahutku singkat
“bolehkah aku memelukmu??”
Aku kaget mendengar permintaanya.. Belum sempat aku berucap, dia sudah memelukku.. erat.. jantungku semakin berdegup cepat.. aku membatu tak bergerak..
“Yul, kenapa jantungmu berdegup cepat sekali? Apa kau gugup??”
“ah…emm.. ttii..tidakk..kok..” jawabku terbata
“bolehkah aku memelukmu lama??”
“aah.. iyaa..”
Yuri… kau beruntung sekali… Yuri.. mimpi apa kau semalam?? Aku tak tahu harus menyampaikan rasa bahagia ini bagaimana..
“nyaman sekali..” gumannya pelan
Aku merasakan tetesan air dipipiku.. aku menengadah ke atas..
“Hujan..” gumanku
Dia melepas pelukannya dan berdiri, dia merentangkan tangannya membiarkan tetesan air jatuh di wajahnya.. Aku terpana melihatnya.. tetesan air itu dan wajah cantik itu bergabung menjadi satu, adalah suatu keindahan yang luar biasa.. Sampai aku melupakan sesuatu.. Aku lagi flu
“Huachuu…” aku bersin, dia menengok kearahku..
Dia menghampiriku yang berdiri pucat.. “yuri kau sakit??”
Dia memegang wajahku.. tangannya membuatku sampai lupa dengan keadaanku..
Dia mengajakku berteduh di depan sebuah toko.. “aku tidak apa2 Yoona..” jawabku dengan suara berat
Dia hujan2nan mencari taksi.. setelah mendapat taksi dia menggandengku ke taksi..
“dimana rumahmu??” tanya Yoona.. akupun menyebutkan alamat rumahku..
Ting tong ting tong..
“siapa?? Hah Yuri??” Teriak kakakku saat melihatku dari layar LCD,, dia segera membukakan pintu..
Jessica membantuku masuk.. menuntunku kearah kamar..
“terima kasih sudah membantu adikku.”
“ah.. iya… sama2..”
“bajumu basah.. ini gantilah bajumu.” Sica memberikan sebuah handuk dan baju.. sementara Yoona ganti,, Sica menggantikan pakaianku..
Yuri tertidur setelah meminum obat dari kakaknya.. Yoona sedang mengobrol bersama Jessica di ruang tamu..
“kau teman baru Yuri ya??”
“Iya.. aku Yoona.. kau sudah menikah??” Tanya Yoona melihat foto pernikahan Jessica
“ah.. iya.. itu Tiffany.. oh iya lupaa.. aku Jessica.”
“Apa boleh aku memanggilmu unnie??”
“hahaahahaaa.. tentu saja.. aku senang..”
“karena aku tak punya unnie makanya aku ingin memanggilmu unnie.” Jelas Yoona
Jessica tertegun mendengarnya…
“Em.. sepertinya hujan sudah reda.. aku pamit pulang ya kak..”
“mau kuantar?” tawar Jessica
“ah.. tidak usah.. permisi kak..” Hormat Yoona yang membuat Sica takjub atas kesopanan Yoona
“anak itu, berbeda sekali..” guman Sica, sica masuk ke kamar Yuri mengecek keadaan Yuri..
Dia masih tertidur.. Dia menatap wajah adiknya yang tertidur lelap.. membelai lembut rambutnya..
“selamat tidur adikku sayang.. semoga lekas sembuh..” Sica mencium kening Yuri dan pergi..
Yuri POV
“emh.. hidungku bumpet..” Aku mengusap usap hidungku..
Loh.. kok, aku sudah ada di kamar?? Dimana Yoona?? Ah.. pasti dia sudah pulang..
Drr..dr… aku mengambil hapeku, ada sms…
From : Yoona
Bagaimana keadaanmu?? Sudah baikan?? Semoga lekas sembuh ^^

Aku tersenyum menbacanya..
To : Yoona
Aku sudah baikan.. terima kasih untuk yang kemarin..

Aku keluar kamar dan menjumpai kakakku sedang asik nonton film sama Tiffany.. mereka melihat kearahku.. “kenapa tatapan kalian aneh seperti itu??” tanyaku berlalu ke dapur dan minum segelas air..
“kau sudah baikan??” tanya Tiffany
“heeemmhh” angguku dengan suara tertahan gelas, karena aku sedang minum..
“sekarang kau mau kemana? Apa kau sungguh sudah sembuh??”
“tenang saja kak.. aku baik2 saja.. lagi pula aku tidak mau mengganggu keasikan kakak2 ku” Godaku saat melihat film yang di tonton mereka berdua, parah… siang2 nonton kayak gituan ==a
Aku berlalu dan pergi..
“itu Yuri sungguh sudah baikan??” tanya Tiffany heran..
Jessica masih asik menonton dvd drama yang baru dia beli.. Tiffany kaget melihat film yang di tonton Sica..
“yeobo!! Apa yang kau tonton??!” Tiffany mengambil paksa remot dari tangan Jessica
“Yah,..Yeobo,, bubuk siang yukk.” Ajak Sica manja.. sambil memeluk Tiffany dan mencium lembut bibir Tiffany
“Ehhh…??”
Sica mengedipkan matanya lalu duduk diatas pangkuan Tiffany..
“Araseoo…”sahut Tiffany
Tiffany menggendong tubuh Sica dan mengajaknya masuk kekamar.. *efek film yang ditonton Sica*
Yuri duduk di halte tempat dia biasa bertemu dengan Yoona.. beberapa menit kemudian Yoona datang dengan senyum manis itu..
“haii.. sudah lama menunggu??”
Yuri membalas senyum manis Yoona
“tidak..aku baru saja datang..”
Bis yang mereka tunggu pun datang.. mereka berencana akan pergi ke pantai.. Perjalanan cukup jauh.. Yoona tertidur di bahu Yuri.. Tanpa sadar Yuri mencium lembut kepala Yoona.. membiarkannya terlelap di bahunnya..
Sampailah mereka di pantai yang menjadi tujuan mereka,
“wuaaahhh… sunset…” teriakku…
Dia menghampiri Yuri dan memeluk Yuri dari belakang..
“indah ya..” bisiknya
“ah… iyaa..” angguk Yuri
“Yuri…”
“hemm..??”
“tetaplah seperti ini, aku menyukainnya..”
Yuri menggenggam tangan Yoona diperutnya.. “baiklaah..akan kulakukan apapun yang kau mau.”
“Lihat awan yang menghalangi sinar sunset itu indah sekali.” Tunjuk Yuri
Yoona melepas pelukannya dan melihat ke arah yang ditunjuk Yuri..
“aku bahagia sekali bisa melihat ini bersamamu..” Ungkap Yoona
Yuri menatap kearahnya..
“aku juga..” jawab Yuri tersenyum..
“disana.. dipulau sana.. jika hujan kita akan melihat pelangi yang sangat indah..” Jelas Yoona sambil menunjuk ke arah tengah laut yang terdapat pulau kecil terlihat samar karena hari hampir gelap..
“ingin sekali aku kesana.. maukah kau mengajakku pergi kesana??” tanya Yoona
“oke kita akan kesana..” Ucap Yuri semangat..
Yoona tersenyum senang mendengar jawaban dari Yuri..
“pelangi dan hujan.. hal yang sangat indah..” kagum Yoona
“heemm..” Angguk Yuri..
Tiba2..
BRUUKK…
Yoona terjatuh.. pingsan… Yuri kaget melihat yoona terjatuh.. Dia panik dan mencoba menggendong Yoona di punggungnnya… Dia meminta bantuan kepada seseorang untuk membawa Yoona kerumah sakit.. susah sekali mendapatkan bantuan.. Untung saja ada paman yang baik hati mengantar mereka kembali ke Seoul dan membawa Yoona kerumah sakit..
Yoona di bawa masuk ke ruang perawatan, suster mencegah Yuri masuk dan menyuruhnya menunggu di luar..
Yuri tak bisa tenang.. dia mondar mandir seperti setrika yang gak panas2.. dia menggigit jarinnya dan berdo’a semoga dia baik2 saja.. Dokter keluar..
“Teman anda sudah sadar.. sekarang dia sedang tidur,.. saya sudah menghubungi keluargannya, mungkin sebentar lagi mereka datang..” Jelas sang dokter..
“Dia sakit kah dok??”
Dokter itu terdiam sebentar.. “tidak, dia cuma kelelahan karena anemia. Saya permisi.”
“terima kasih dok.” Yuri masuk ke dalam ruang perawatan Yoona..
Yoona menatap kearah Yuri, wajahnya pucat sekali..
“Yoona, kenapa kau tak bilang jika kau sakit??” tanya Yuri kawatir
“aku tidak sakit..” Sanggah Yoona
“jika seperti ini aku merasa bersalah..” Jelas Yuri dengan tampang paniknya
“aku merasa bertanggung jawab atas dirimu.”
“mengapa?? Kan aku yang mengajakmu ke pantai.” Jelas Yoona
“iya..baiklaahh..” Desah Yuri
BRAAKK.. pintu terbuka.. keluarga Yoona masuk terburu – buru..
“Yoona..!!” teriak sang ibu menghampiri anaknya
“umma.. maaf..”
“anak bodoh… kenapa minta maaf??” tangis sang ibu..
“terima kasih ya nak.” Ucap ibu Yoona ke Yuri
“iyaa..” jawab Yuri ramah
“chagii.. kau baik2 saja??” tanya seseorang dari belakang Yuri..
Yoona kaget mendengar suara dari arah pintu… Yuri menengok ke arah suara itu..
-TBC-
wuaa!!! siapa itu yang memanggil Yoona chagi?!!
a. El
b. El
c. El
d. Semua benar
hahahahahaaa…….. :D
apa saya masih menyebalkan?? huahahahahahahaa…. larriii….>>>>

No comments:

Post a Comment