Huahahahhahaaa….
pada awalnya saat saya menerbitkan sebuah teaser.. ternyata banyak yang terjebak dan mengira ini adalah YoonHyun.. YulTi.. atau dll…… apalagi YulSic.. hehehe.. ini adalah FF YoonYul… Yieeeeeeeeeeeee… *keprok2* 
pada awalnya saat saya menerbitkan sebuah teaser.. ternyata banyak yang terjebak dan mengira ini adalah YoonHyun.. YulTi.. atau dll…… apalagi YulSic.. hehehe.. ini adalah FF YoonYul… Yieeeeeeeeeeeee… *keprok2*
uppp iyaaa saya lupaa… saya mau minta maaf.. benar2 minta maaf… saya belum sempat bales komen kalian reader ku tercinta…sampai ngesot2… hehehehee… tapi yakin lah sumpa pasti bakal aku bales tuh kommen kalian.. jadi jangan merasa saya gak perduli sama komen kalian.. sesungguhnya saya itu saangaaattt perduli dengan reader tercinta saya
.. melebihi perduliku dari cracker coklat.. *BATA – BATA*
.. melebihi perduliku dari cracker coklat.. *BATA – BATA*
Hehehehehe… jadi jangan bosen untuk mengetik komen ya… janji pasti saya bales.. *melas*
udah ah ngocehnya… silahkan membaca.. ^^
HUJAN
YoonYul/Yuri/+16/Else
Attention!! Girlxgirl!!
Cast : Yuri dan Yoona
Sub cast : Jessica, Tiffany
PART 1
Saat hujan aku mengenalmu, saat hujan aku mengenangmu, hujan dan kamu…
.
.
.
“aku gak bisa pergi jika hujan seperti ini!” keluh Yuri terus terusan mondar – mandir di ruang santai sambil menggenggam sebuah kotak kecil ditanganya.
“aishh!! Aku bisa dibunuh si ice princess jika aku tak cepat datang..” dia semakin panik
Hapenya bergetar, dia mengambilnya.. “waduh…” Dia mengangkat telponnya
“kau dimana??”
“aku…masih dirumah..”
“masih dirumah?!!”
“hujannya deras sekali..”
“kau masih dirumah?? 10 menit lagi akan mulai!!”
Telponnya terputus,,
“benarkan..!! bisa mati aku..!!” Yuri bergegas mengambil jaketnya. Dia melawan hujan…
“aaaiiiii…..kenapa lagi mobil ini??” Tiba2 mobil Yuri mogok… “huaaa!!! Sialll!!!” Yuri mengacak2 rambutnya
Dia mengubek2 bagasi mobilnya dan syukur dia menemukan sebuah payung..
“lebih baik daripada tidak datang..” Yuri berlari… dia berhenti disebuah halte bis.. dia mengusap2 badannya dan memandang kearah langit..
“kau dimana? Lama sekali..”
“mobilku mogok.. hueeee..”
“sekarang kau dimana?”
“aku di halte sedang menunggu bis.”
“ku tunggu kau 5 menit lagi!!”
“haa?? 5 menit?? Tapi…” Tut..tut..tuut… telpon terputus
“aissshh!!!” Gerutunya, tapi dia terdiam terpaku oleh kedatangan seseorang yang basah kuyup dan berjalan pelan.. Yuri memandang agak ngeri karena dihalte itu hanya ada mereka berdua.. gadis itu duduk di sampingnya dan terlihat dia menggigil.. wajahnya tertunduk dan terlihat sangat pucat.. Yuri berusaha mendekat meski takut..
“gak mungkin ada hantu disiang bolong” guman Yuri berusaha memberanikan diri…
Dia menggeser duduknya dan mendekat ke gadis itu.. Yuri melepas jaketnya dan memakaikan pada gadis yang kedinginan itu..
“nona, pakailah..”
Gadis itu menatap Yuri.. Yuri melihat kearah matanya, mata yang indah tapi sayu…
“dingin sekali, tak apa pakai saja.” Sahut Yuri dengan senyum, gadis itu menganggukan kepalannya.. “terima kasih. Tapi kau bagaimana??”
“tak apa, badanku tak basah.” Jelas Yuri dan duduk disamping gadis itu
Mereka terdiam..
“kenapa tak ada bis ya??” Yuri melihat2 kearah ujung jalan, sudah hampir setengah jam dia menanti..
“aku benar2 bisa dibunuh Sica.” Guman Yuri
“kau terburu2??”
“aahh…iyaa.. aku harus kegereja.”
“pernikahan??”
“ah?? Bagaimana kau tahu??”
“pakaianmu..”
“eh..iyaa…ya..” jawab Yuri tertawa konyol
“hah… itu dia ada bis..” Yuri menampakkan raut gembirannya, sampailah bis itu didepan mereka
“ayoo…” ajak Yuri..
“aku tidak..” jawab gadis itu
“ow.. yasudah aku naik dulu ya..” pamit Yuri
“jaket ini??” Gadis itu melepas jaket Yuri
“tak usah, pakailah..” Yuri melambaikan tangannya
“terima kasih.. aku Yoona.”
“aku Yuri.” Yuri tersenyum bersamaan dengan pintu bis yang tertutup
“Yoona?? Nama yang indah..” Guman Yuri tersenyum
“tapi kenapa wajahnya sayu??”
Beberapa menit sampailah dia ditujuan dimana Sica sudah menunggunya..
“Yul! Kau datang jugaa! Kenapa pakaianmu lusuh seperti itu?!” tanya Sica yang adalah kakaknya
“maaf, tadi pas mobil mogok, aku berlari hujan2an ke halte karena payung yang aku pakai terbang.. menuggu bis setengah jam an.. ini semua demi cincinmu Sica..” jelas Yuri menggebu
“terima kasih ya adikku yang baik..” Sica memeluk adiknya
“jika tidak demi pernikahan kakakku, aku tidak akan rela seperti ini.” Yuri menyerahkan cincinya ke Sica
“sekarang ganti bajumu dengan pakaian yang pantas, dan iringi aku berjalan ke altar.” Jelas Sica mengelus kepala adiknya
“aih.. aku bukan anak kecil! Aku mengerti.. baiklah!!” Yuri melepas tangan Sica dari kepalannya
Pernikahan antara Sica dan Tiffany pun dimulai, Yuri sangat bahagia melihat pernikahan Jessica dan Tiffany.. ramai sekali tamu yang datang.. karena agak suntuk Yuri menjauh dari keramaian..
“huaahh… enak disini..” Ungkap Yuri seraya merogoh kantungnnya dan mencari hapennya..
“hape?? Hapeku mana??” panik Yuri, dia mencoba mengingat2… “jaket.. hapeku dijaket..”
Yuri berlari ke kakaknya..
“Aku pinjam hape..” pinta Yuri
“panggil aku dengan benar..” Geram Sica karena Yuri tak pernah memanggilnya dengan baik
“iya baiklaahh… kak aku pinjam hape.. jebal..” Rayu Yuri tersenyum
“untuk apa? Dimana hapemu?”
“aku lupa, makannya aku pinjam hapemu.” Yuri pergi meninggalkan mereka
“anak itu, masih saja teledor.. aku semakin kawatir sama dia.. apa lagi sekarang kau sudah menikah denganku.” Ucap Jessica geleng2 kepala
“emmmm… yeobo bagaimana jika kita masih tinggal bersamanya..” pinta Jessica
“tentu saja.. everything for you..” Senyum Tiffany mencium pipi Jessica..
Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi.
“hah?!” Yuri mencobanya lagi.. namun jawaban sama dari operator
“sial, apa hapeku mati??” Geramnya
“Hahh…!! padahal baru beli..” Yuri kembali ke pernikahan Sica
“neh kak..” Yuri menyerahkan hapennya
“bagaimana ketemu??” tanya Tiffany
“tidak, sepertinya hilang..” lesu Yuri
“nanti ku belikan yang baru.” Sahut Tiffany
“hah.. sungguh?? Waah.. kakak iparku yang baik sekali..” Yuri tersenyum bahagia dan memeluk Tiffany
Yuri POV
Walau Tiffany akan membelikan hape baru, tetap saja aku masih sayang dengan hape itu.. pasti hape itu sekarang berada dijaket, aku yakin sekali.. emm… gadis itu? Apa mungkin aku akan bertemu denganya lagi?
“kau masih tinggal disini kak? Kenapa tak ikut bersama Tiffany??”
“seburuk – buruknya adikku, dia tetap satu – satunya adikku yang kumiliki.” Jelas Sica
“ya! Maksudnya??” tanyaku
“Kami akan tinggal disini.”
“Apa? Jangan bilang demiku, kau tak mau ikut sama Tiffany.. ayolah kak.. aku ini bukan anak kecil..” Rengek Yuri,
“tidak.. aku akan tetap tinggal disini..” Kukuh Sica
Aku terus saja mengikuti Sica dan sesekali merayunya.. “kak…”
“Yuri.. berhenti mengikutiku seperti itu..” Aku berhenti dan menjatuhkan badanku ke sofa..
“aku bisa hidup sendiri..”
“kalau begitu jika aku ikut dengan Tiffany kau juga harus ikut.”
“kaak..”
Sica duduk disamping Yuri..
“Yuri.. aku sayang padamu, sekarang ini aku bisa menikah sama Tiffany karenamu juga yang terus merayuku.. sesungguhnya aku belum bisa membiarkanmu hidup sendiri..” Jelas Sica
Aku bangun dan menatapnya dalam.. aku memeluk Sica..
“hei.. kenapa menangis??” tanya Sica
Aku melepas pelukanku,, “Siapa yang menangis?”
“itu.. sudah jangan menangis..” Sica mengusap air mataku lembut..
“aku mau mandi.”
“mau pergi??”
30 menit aku sudah rapi dan keluar dari kamar.. Tiffany sedang sibuk memasang foto pernikahannya..
“mau kemana?” tanya Tiffany
“aku mau keluar sebentar kak.”
“naik apa?” tanya Jessica
“bis.”
“nih pakai saja mobilku.” Tawar Tiffany
“ah.. tak usah, hari ini aku lagi ingin naik bis..” jawabku
“oowhh.. yakin??” tanya Sica
“iyaa.. daa… maaf tak bisa membantu.. tapi sepertinya itu miring.” Ucap Yuri langsung pergi
Jessica dan Tiffany menengok kearah foto pernikahan mereka.. Tiffany mendesah lesu dan naik kembali ke kursi..
“huuhh…andai aku setinggi adikmu.” Keluh Tiffany membenarkan posisi miring fotonya
“hahahahaaa…..” tawa Jessica
Karena mobilku masih berada dibengkel, aku pergi menuju halte bis.. Aku duduk sendiri.. tumben aja halte ini sepi.. yah maklum, lagi musim hujan.. Aku lihat ke awan..
“waahh.. mendung.. gak bawa payung lagi.”
“hai…” sapa seseorang
“mmm??”
Aku menengok orang yang berdiri didepanku.. Waahh.. mimpi apa aku semalam?? Aku disapa gadis yang sangat cantik.. seperti bidadari…
“hai..” sapannya lagi aku tersadar..
“ah.. haii…” sapaku balik dan tersenyum garing..
“ini milikmu..” gadis itu menyerahkan sebuah tas
“apa ini?” aku membuka tas itu dan ternyata berisi jaketku
“dari mana kau dapat ini nona?” tanyaku heran
“kau lupa? Oh iya.. nih juga..” dia menyerahkan satu barang lagi
Hapeku?? Kenapa ada di dia?? Siapa dia?? Ah… jaket.. hape.. apa dia Yoona?? Kok beda?? Cantik..
“apa kau gadis yang kemarin itu?? Yoona??”
“iya.. kau lupa??”
“maaf, kau tampak berbeda.” Jawabku malu
“berbeda??” herannya
“iyaa..kau terlihat lebih cantikk..” jawabku memelankan kata cantik dan tersenyum malu
Kami duduk berdua sambil mengobrol..
“kau mau kemana?” tanyanya
“aku mau kerja..”
“kerja?? Dimana?”
“aku kerja sambilan, karena aku juga kuliah. Aku kerja di toko bunga.”
“hebat kau sudah mandiri.”
“tidak juga.. hehheeeee.. kau mau kemana??”
“eem… tidak… aku cuma mau mengembalikan barangmu saja.”
“bagaimana kau bisa yakin aku akan datng lagi ke halte ini??”
“entah..” dia tersenyum manis..
Degub…degub..degub… cantik sekali gadis ini…
“Yuri??”
“ah…”
Dia cuma tersenyum melihat wajahku.. dan gerimis pun mulai turun…
“waaahhh… hujan..” seruku
“indah ya..” sahutnya sambil tersenyum menatap langit dan rintikan hujan
“kau suka hujan??” tanyaku
“iya… hujan itu seperti cinta.”
“hah??” aku heran
“langit dan bumi tak kan pernah bersatu, tak mungkin juga kan langit dan bumi bisa bersatu?? Namun dengan hujan mereka bisa saling berhubungan. Lihatlah hujan, dia menetes dari langit dan menuju bumi.. rintikan mereka itu seperti tali penyambung.. karena itu aku anggap hujan seperti cinta, karena telah menggabungkan antara langit dan bumi.” Jelasnya panjang lebar,. Aku tertegun mendengar penjelasannya..
Dia tidak cuma cantik.. Kata – katanya barusan indah sekali.. dan aku juga sadar, ternyata hujan itu indah.. seindah dia yang datang saat hujan… aku terus memandang kearahnya.. senyumnya…
“itu bisnya datang..” Katanya sambil menunjuk kearah ujung jalan, aku masih bengong
“hei, Yuri.. itu bisnya datang..”
“ahh.. apa??”
“itu bismu datang..” dia tertawa melihat expresiku..
“ow..iya..” Aku naik ke Bis “kau tak naik juga??”
Dia menggelengkan kepalannya dan tersenyum, aku melambaikan tanganku…
Hapeku bergetar.. ada sms masuk,.
From : +551 9889 89 (ngasal, jangan pikir no yoona beneran.. hehehe #plak)
Ini nomorku, simpan ya.. senang mengenalmu.. ^^
Aku melihat ke arah luar dan dia tersenyum sambil melambaikan hapennya..
“dengan senang hati akan aku simpan.” Gumanku tersenyum senang..
“hahaa.. Kwon Yuri mimpi apa kau semalam..” Teriakku yang membuat seisi bis melihat kearahku..
“oppss… maaf.. maaf..” aku menundukkan kepalakku..
-TBC-
Hahaahahhahahahaaaa…. jangan membunuhku karena TBC nampak disini… hehhehe… *ketawa licik*
kaburrrrrrrrrrrrrrrrrrr……… *flashman*
eeiitt… *balik lagi ada yang kelupaan*
serius komen segera saya balas ^^
kiss u… Chu~
happy reading..
RCL ya… padahal gak tau tuh artinya apaa.. hhehe… *sok begok apa memang begok!*

No comments:
Post a Comment