Hahahahahaaa…………..
bagemana?? bagemana??? saya baik bukan???????
Astagfirullah… nyebut El……… *ditimpukin*
langsung aja deh baca…
maaf neh buat kalian baca malam2… hehehehee…
Yang ngerasa bakal ada apa2nya neh..aku gak tanggung jawab looo….. larriii >>>
PART 7
“berdua??” guman Yuri dan Yoona bersamaan dalam hati..
“silahkan aku tinggal dulu ya..” jawab nenek
Yuri dan Yoona saling tatap..
“kita tidur disini, aku siapkan tempat tidurnya dulu..” ujar Yuri kikuk..
“ah..ne..” jawab Yoona yang juga kikuk..
“tidur berdua?? Haduhh Yuri apa yang ada didalam pikiranmu??” Guman Yuri
Yuri sudah selesai menyiapkan tempat tidur untuk mereka..
“masih sore.. bagaimana jika kita ke kuil??” ajak Yoona
“kau tidak lelah??”
Yoona menggeleng..
“baiklah…” senyum Yuri menggandeng Yoona..
Mereka berjalan berdua menuju kuil seraya menceritakan banyak hal.. menceritakan pemandangan, apa aja yang ada didalam alur cerita mereka..
“apa itu kuilnya??”
“eemm..sepertinya iya.. aku juga baru pertama kali kemari.”
“ayo Yul…cepat!!” ucap Yoona menarik lengan Yuri
Mereka melakukan ritual do’a..
“apa yang kau minta??” tanya Yuri
“ada deh” jawa Yoona
“huuu…” manyun Yuri
“hehehhee…ayo sekarang pulang… sudah malam.”
Yuri merebahkan badannya ke kasur lipatnya.. “eh..lelahnya..” ucap Yuri meluruskan punggungnya yang hampir seharian menggendong Yoona.. Selagi Yoona sedang mandi.. Yuri melihat – lihat ruangan..
“sepertinya ini barang – barang milik pengunjung yang ketinggalan.” Guman Yuri..
Yoona keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk..
Yuri menoleh dan terdiam sesaat..dia melihat Yoona dari ujung kaki.. matanya menelusuri betis mulus Yoona, tangan mulus Yoona dan wajah indah Yoona..
“Yuri??”
“eeh…kkau sudah selesai.. baiklah aku akan keluar..kau ganti baju aja dulu..” Ucap Yuri tertunduk malu..
Yoona menahan Yuri yang hendak keluar.. dia menarik Yuri sampai berhadapan dengannya.. kini posisi mereka sudah saling hadap.. Yuri memasang wajah yang sangat merah..
“jangan pergi.” Ucap Yoona..
“bbukaaannya kau akan ganti baju??” gugup Yuri tak kuasa melihat Yoona yang hanya memakai handuk
Yoona tersenyum.. “aku tak berani berada di kamar sendirian.”
Mereka saling tatap.. “aku ingin kau menemaniku..” Ucap Yoona semakin merapatkan badannya kearah Yuri.. Yuri kikuk luar biasa.. Yoona memegang kedua bahu Yuri… Dia mendekatkan wajahnya dan merasakan nafas memburu Yuri di wajahnya.. Yoona melepas ikatan handuknya, menyebabkan handuknya jatuh ke lantai.. Yuri terbelalak melihat semua milik Yoona..
Glek.. Yuri menelan ludahnya.. “I love You.” Ucap Yoona kembali mencium Yuri..
Kini Yuri mengikuti permainan.. dia menjalari tubuh Yoona yang tak tebalut apapun.. tangan itu bebas bermain di semua bagian tubuh Yoona..
“uuuwwwh…” lenguh Yoona saat Yuri menjalari lehernya dengan mulut dan hidungnya..
Yuri membalikkan badan Yoona sehingga Yoona bersandar di dinding kamar.. Yuri bertopang pada tangan kananya. Tangan kiriya bermain dengan tubuh Yoona dengan bibir yang masih berpangutan.. Ciuman Yuri turun menuju dada Yoona, Yoona mengunakan hidungnnya menyusuri belahan dada Yoona.. “aaaaaaaaaahhh…” Yoona mengelinjang dan menjambak pelan rambut Yuri..
Yuri mengecup lembut pada nipple Yoona.. lalu mulai mengisap pelan menimbulkan sensasi geli pada Yoona. “aku suka ini, tidak terlalu besar tapi tidak terlalu kecil.. sedang tai sangat memuaskan.” Ucap Yuri terus mengisap – isap nipple Yoona..
“oouuhhh…” lenguh Yoona saat Yuri menggigit – gigit pelan miliknya..
Yuri semakin terbawa keadaan.. tangannya terus menggerayangi semua bagian badan Yoona,, dia menyapu lembut paha Yoona.. dan sampai pada bagian paling sensitif milik Yoona..
“yeeeaaahh… Yuriiii…” Yoona sudah merasakan badannya kini panas dingin..
—
Yuri menarik selimut menutupi bagian tubuh Yoona.. dia tersenyum tipis lalu mencium kening Yoona..
“bahagianya aku memilikimu..kau dewi hujanku… seperti Hujan.. dia sangat indah…seindah kau yang datang saat hujan.. menghiasi mendung hatiku degan ritikkanmu.. I love you…” Ucap Yuri memeluk Yoona dan menuju alam mimpi bersama..
Sinar matahari menembus Jendela.. kicau burung samar – samar terdengar..
“Hoaaaammm…” Yuri meregangkan badannya…
“Sayaang… eh??” bingung Yuri mendapati Yoona tidak berada disampingnya..
Dia bangun dan keluar dari kamar penginapan..
“Yoona??” panggilnya..
Yuri berjalan mengitari lingkungan penginapan.. “kemana anak itu??”
“Yoona??!!”
Karena keadaan Yoona yang kurang sehat Yuri mulai khawatir sampai jam 11 pagi Yoona tak juga kembali.. dia mulai panik.. “Yoona!!!” panggil Yuri
“nenenk??!” Yuri menuju gubuk kecil belakang penginapan..
“tidak ada..” guman Yuri panik
“Yoona!!!” Yuri berlari menuju ke arah Kuil.. dia mengitari seluruh penjuru kuil.. “Yoona!!” Yuri mulai meneteskan air matannya..
“sayang kau dimana???” gumannya dengan ar mata yang tak berhenti mengalir..
Yuri berjalan pelan.. pandanganya teralihkan pada seorang gadis yang berdiri di pinggir bukit yang di penuhi oleh bunga laffender.. Yuri mengusap air matanya dan berlari menuju gadis itu..
“hikkss…hikss.. Yoona..” gumannya sesegukan.. sesampainnya dia langsung memeluk Yoona..
Yoona kaget dengan perlakuan Yuri.. terlebih dia melihat Yuri yang menangis..
“ada apa sayang..”
“jangan pernah pergi jauh dariku..jangan sesekali jauh dariku..dan jangan pernah sesekalipun berani jauh dariku.” Ucap Yuri dalam peluk Yoona
“aaa?” bingung Yoona..
Yuri menatap wajah Yoona..
Yoona mengusap pelan air mata di wajah Yuri..
“maaf membuatmu khawatir.” Ucap Yoona mencium pipi Yuri
“Yurii…” ucap Yoona..
“Yoona!! Yoona!!” Yuri panik ketika Yoona jatuh di pundaknya..Yuri menguncang2 pundak Yoona..
“Yuurrr…”
“Yoona!!!”
Beberapa suster mendorong ranjang roda dimana seseorang tidur diatasnya dan tertutup kain..
Yuri hanya bisa menangis… dia terduduk panik diruang tunggu… dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi.. dia hanya bisa menangis sampai saat ini..
“Yuri..”
Yuri menengok kearah sumber suara…
“kakak…” Ucap Yuri bergetar… Sica langsung memeluk adiknya..dan menenangkannya..
“bagaimana keadaanya??” tanya Tiffany
“aku tidak tahu.. sudah setengah jam dokter tak kunjung keluar.” Getar Yuri..
“orang tuanya??”
“mereka segera datang.”
2 Orang berlari terburu – buru kearah Yuri, Jessica dan Tiffany…
“diaman Yoona??” tanya ibu Yoona khawatir
“dia masih didalam..”
PLAKKK!!! Tamparan itu mendarat di pipi yuri dengan mulus.. Yuri hanya terdiam tak merespon..
“Ibu…” kaget onew..
“gara – gara kau.. dia sampai seperti ini.. meski keadaanya buruk. Demi kau dia membeli tiket untuk ke paradise island.. gara – gara kau keadaan dia tambah semakin buruk..” Ibu Yoona frustasi dan meraung gak karuan..
“Ibu sudah ibu… ini buka salah Yuri noona..”
“ini salah dia!!”
Jessica berusaha melindungi adiknya.. dia memeluk erat Yuri yang tertunduk..
“maaf nyonya.. anda tidak bisa menghakimi adik saya seperti ini.”
Onew menenangkan ibunya dan membawa duduk ibunya di kursi tunggu.. Yuri hanya tertunduk..
Tiffany hanya bisa menatap sedih kearah Yuri.. dia mengusap pelan kepala Yuri…
Dokter keluar dari ruangan Yoona.. Ibu Yoona merespon dan menanyai keadaa Yoona..
“bagaimana anak saya dok??”
“keadaanya sangat kritis.. beruntung segera dibawa ke rumah sakit.”
“apa dia sudah sadar??”
“sebaiknya biarkan dia sendiri dahulu.. biarkan dia siuman..”
“aku ingin melihatnya dok.”
“sebaiknya nanti nyonya.”
Dokter itu pergi setelah memberi salam kepada ibu Yoona..
Ibu Yoona terduduk kembali.. Tiffany menghampiri Ibu Yoona..
“nyonya..bisa kita biara sebentar??”
Jessica menatap heran..
“apakah kau Tiffany Hwang?? Anak presedir Hwang?? Tempat suamiku dulu bekerja?”
“benar nyonya…”
“kau ada hubungan apa dengan Yuri??”
“dia..dia adik dari istri saya.”jawa Tiffany
“Nyonya.. maafkan adik ipar saya.”
“sudahlah Tiffany~ssi”
“kau tahu nyonya mengapa Yoona bisa melupakan rasa sakitnya? Apakah nyonya tidak menyadari perubahan kala Yoona bertemu Yuri dan sebelum Yoona bertemu Yuri?? Apakah anda tidak menyadari Yoona lebih terlihat tegar menghadapi penyakitnya??” tanya Tiffany
Ibu Yoona terdiam.. “dia lebih terlihat sering tersenyum.. dia lupa dengan penyakitnya semua karena dia mencintai Yuri..”
“benar sekali nyonya..” sahut Tiffany tersenyum
“yang aku takutkan Yoona akan pergi.”
“lau begitu apakah nyonya tidak menyadari apa yang akan dirasakan oleh Yoona jika anda melarangnya untuk bertemu dengan Yuri lagi??”
“kau benar..” ucap Ibu Yoona
Seorang suster keluar..
“maaf pasien meminta saya untuk memanggilkan orang yang bernama Yuri?” ucap suster itu
Yuri berdiri.. “saya sus..” ucap Yuri mengikuti Suster yang masuk..
“maaf nyonya.. sebaiknya bergantian..”
“saya ibunya..”
“iya nyonya… tapi pasien ingin menemui Yuri.”
Ibu Yoona kembali duduk.. Tiffany mengusap pelan pundak ibu Yoona..
“itu lah yang menyebabkan Yoona terus bertahan melawan peyakitnya.. itu karena dia sangat mencintai Yuri..”
Ibu Yoona tertundukk.. Tiffany berpamitan kembali duduk disamping Jessica.. Onew memeluk ibunya..
“kau mengenalnya??”
“ah…iya..dia dan suaminya dulu karyawan ayahku.”
“oooowww..”
“apa?? Kau kira aku akan mengincar seorang janda gitu??”
“eeem… siapa tahu..”
“dasar jessi berbie berry..” ucap Tiffany mencubit hidung Jessica..
-TBC-
hhhhahahaaa… di kuci 1 hari dan gak aku buka ternyata statistik kunjungan bludak tinggi beudh… weeww… oke deh…
saya buka umum terus.. sok atuh buat SR ….. I love You!!
eiits…jangan cemburu…. active reader…….. separuh hatiku padamu.. ^3^
huuekkkkksss…huueekkkss…….
No comments:
Post a Comment