Haloooo….. heheehehheheeeee…. [sok gak banyak dosa]
kangen saya yah?? *blink2*
Berisiikk… !!
pasti kangen.. banget kan malahan??
Heheheheheheheheeee…..
Gak berani banyak omong.. karena selama saya bersenang2.. buaanyaakkk banget yang nerror… wakakakakkaa… seneng banget dicari
Lanjut ajaaaa deeehh… yuukk marrii.. >>>
PART 13
Drttt…….drttttttttttttt…..
Yuri berusaha meraih hapenya yang berada di meja pinggir ranjang.. sangat sulit karena saat ini Jessica tertidur di bahunya..
Drrtttttttttttttttt…..drtttt…………….
“aiihh…” Yuri terus berusaha dan akhirnya berhasil meraih hapenya tanpa membangunkan kekasihnya yang tertidur lelap..
“halo..”
“………………..”
“ada apa pak Ahn??”
“………………………..”
“APAAA??!!!” kaget Yuri langsung terduduk.. membuat Jessica ikut kaget..
“ada apa sayang??”
Yuri mematikan Telponnya… dan menatap kearah Jessica..
“ayah..”
“ada apa?? Kenapa kau kaget seperti itu??”
“dia dalam keadaan sakit parah..”
Jessica kaget dan membesarkan matanya..
“aku harus pulang sekarang..” ujar Yuri bangun dan memakai pakaianya.. Jessica hanya menatap Yuri yang sudah bersiap2 pulang..
“aku pulang ya..” Ucap Yuri mendekat kearah Jessica dan mencium bibirnya..
“eem.. hati – hati..” jawab Jessica..
Yuri keluar.. Jessica berniat mau tidur lagi.. tapi kemudian Yuri menyembulkan kepalanya..
“sayang..”
Jessica menengok kearah Yuri dengan posisi yang hampir pewe untuk kembali tidur..
“mandilah… jangan tidur lagi..” ujar Yuri tersenyum..
“nanti..” cuek Jessica dan masuk kedalam selimut lagi..
“atau pakai baju.. kau ingin kembali tidur tanpa busana?? Jika krystal lihat pasti dia berpikiran aneh.”
“aah.. iya..yaa…” Jessica bangun dan meraih baju tidur tipisnya..
Yuri tertawa dan kembali pergi..
@rumah Kwon
“Ibu!!” Yuri berlari memasuki rumahnya..
“bagaimana ayah??”
Yuri beranjak dan menghampiri ibunya..
“Apa yang terjadi dengan ayah!! Jawab bu.. kenapa kau santai sekali??”
Ibu yuri hanya terdiam..
“Ibu..” Yuri mulai meneteskan air matanya..
Ibu Yuri berdiri dan menyerahkan sebuah kertas..
Yuri tak kuasa menahan air mata saat mengetahui keadaan ayahnya..
“Nae Jin..!!” teriak paman Min
“ada apa paman??” tanya TaeYeon..
“ini..” Paman Min menyerahkan sebuah surat kabar..
“bacalah.. disitu ada gambar seseorang yang memiliki wajah yang sangat mirip denganmu.. dia anak kedua dari keluarga Kwon.. keluarga kaya pemilik perusahan besar di korea selatan.. namanya Kwon TaeYeon.. kenapa orang itu memiliki ciri – ciri yang sama sepertimu??” jelas Paman Min..
Taeyeon terdiam saat membaca artikel yang memuat tentang dirinya dan keluarganya..
#Anak kedua dari pemilik perusahaan Kwon Enterprise. Sudah 2 bulan MENGHILANG#
“Nae Jin.. bukannya aku mencurigaimu.. tapi saat pertama aku menemukanmu.. aku tahu kau bukan orang biasa.. katakan padaku yang sejujurnya.. apa benar Kwon TaeYeon itu adalah kau?? Kim Nae Jin??” tanya Paman Kim
“nae jin??”
“iya… aku adalah Kwon TaeYeon.. seorang anak yang tak dianggap anak.” Datar TaeYeon dengan tatapan benci.. Paman Min hanya menatap heran..
“aku heran dia melakukan ini?? Hhahhaa… aneh sekali.. saat itu dia tak mengharapkanku tapi kenapa wanita ini berpura – pura sangat kehilanganku.. membaca artikel pengakuannya membuatku ingin muntah.” Jelas TaeYeon dengan amarah..
“Nae Jin..” Datar Paman Kim berusaha menenangkan TaeYeon
“dia ibumu?? mana mungkin ada seorang ibu yang tidak menganggap anak kandungnya sebagai anaknya??”
“iyaa.. ada dan dia adalah ibuku sendiri.”
TaeYeon menceritakan kisahnya..
Paman Kim tersentuh mendengar kisah TaeYeon yang tidak disangka..
“bagaimana mungkin ada ibu sepertinya?” guman Paman Min dalam hati
“Nae Jin..”
“Bagaimana pun juga dia tetap ibu kandungmu.. sedikit apapun itu dia tetap seorang ibu.. dan pasti ada kasih sayang ibu kepada anaknya” Jelas Paman Min mengusap bahu TaeYeon
“aku tak berharap.” Sahut Taeyeon
“Paman…paman…paman…” Seseorang berteriak di luar
“Paman…!!” Dia membuka kasar pintu rumahnya dan berlari terburu – buru..
“ada apa!!” panik Paman Min
“Nae Jin.. ada yang mencarimu di luar..” ungkap Amber dengan wajah panik dan berkeringat..
“siapa??” heran TaeYeon
“entah mereka mengendarai mobil banyak dan semua memakai jas serba hitam.. sekarang mereka melangkah menuju kesini.. kau buronan ya??”
“Mereka??” TaeYeon melihat kearah paman Min.. kemudian mengambil jaketnya dan keluar dari pintu belakang..
Setelah TaeYeon pergi.. Paman Min hanya menghela nafas berat.. Amber memasang muka bingung..
“paman.. ada apa sebenarnya??”
Paman Min melempar Koran ke arah Amber. “baca saja.”
Amber dengan seksama membaca Koran itu.. “jadi?? Nae Jin?? Kwon Tae Yeon??”
“iya.. Nae Jin adalah orang itu.. dan kini keluarganya mencarinya dan sekarang yang mencari dia adalah pengawal besar ibu Nae Jin.”
“aku tidak menyangka Nae Jin anak dari keluarga Kwon yang kaya itu??”
Tok…tok..tok..
“itu pasti mereka.” Ungkap paman Min kemudian berdiri dan membukakan pintu..
“selamat siang Tuan.” Sapa salah satu dari mereka
“siang..ada apa tuan – tuan??”
“kami mencari orang ini.” Orang itu menyerahkan sebuah foto..
“siapa dia??”
“kami mencari TaeYeon~ssi.. anak dari keluarga Kwon.”
“disini tidak ada yang bernama TaeYeon.”
“jangan menyembunyikannya atau kami akan membawa tuan ke pihak Hukum.”
“sungguh aku tidak menyembunyikan siapa – siapa.”
“gledah rumah ini..”
Mereka bersamaan menggeledah rumah paman Kim..
“kami menemukan ini.. kalung milik TaeYeon~ssi..”
“cari dia!”
Semua keluar dari rumah dan mencari Tae Yeon..
Tae Yeon terus berlari.. sejauh mungkin agar tidak tertangkap pengawal milik ibunya..
“Sial!!” TaeYeon berhenti mengatur nafasnya.. dan kemudian kembali berlari..
“Semua berpencar dan cari dia!!”
“BAIK..!!!”
Sampailah mereka saling kejar – kejaran di pasar tradisional..
“sial.. mereka berhasil mengejarku.. jumlah mereka banyak lagi!!”
“Itu dia!!”TaeYeon terus berlari sesekali menjatuhkan barang dagangan orang agar menghalangi pengejaran..
TaeYeon memasuki gang sempit.. dan terus berlari… namun karena kalah jumlah orang – orang itu juga berhasil mengejar TaeYeon..
Dia keluar dari gang dan menuju jalan besar..
Citt….cekiitt….tiiiiiiiiiiiinnnn…. semua mobil mengerem mendadak karena TaeYeon yang tiba – tiba menyebrang..
TaeYeon terus berlari.. namun dia berhenti saat melihat orang – orang suruhan ibunya ada di depannya.. “Sial!! Banyak sekali??” Geram TaeYeon
“apakah aku harus menghadapi mereka??” *Eaa, the power of dangshin berubah!! wakakakaakakaka..*
TaeYeon berhenti dan memasang kuda – kuda..
“TaeYeon~ssi.. kami tidak ingin melukai anda.”
“kenapa kalian terus mengejarku??” tanya TaeYeon dengan nafas yang tersengal – sengal.. dan keringat yang mengucur di wajahnya..
“kami hanya di suruh Nyonya utuk membawa anda pulang.”
“aku tidak akan pernah pulang.”
“jangan salahkan kami jika kami membawa anda secara paksa.”
“Hiaat!!” Tae Yeon menyerang beberapa orang yang mendekat kearahnya.. tendangannya berhasil menjatuhkan beberapa orang.. Namun tetap saja TaeYeon kalah jumlah, seseorang semakin dekat dan mulai membuat TaeYeon terpojok..
“HENTIKAN!!” seseorang datang dari belakang..
“Jangan berani menyentuh adikku!!”
“Yuri~ssi…” koor mereka bersamaan
-TBC-
No comments:
Post a Comment