saya datang…… uhuuiiii……joget…joget…joget……….
Maaf yaaa ^^
saya jadi Silent Author…. beneran aku tuh seneng banget kalian masih setiiaaa….. hhehehee…. secara tidak langsung kan nyemangati aku..
mau update Hujan neh, tapi bulan puasa… hehehhee…… jadi update yang ringan aja,,
happy reading >>>
PART 9
“BYEOOOOOOTAAAEEEE!!!!!!!”
TaeYeon berjalan diluar dan menunggunya didepan shop school.. 20 menit kemudian Tiffany keluar dengan muka kusut..
“dasar,.. benar2 byeontae!” ungkap Tiffany
“enak saja!! Aku tidak melihatnya!”
“kau melihatnya! Lihat saja wajahmu masih merah!”
“ini karena aku lelah! Lagi pula, dalaman pink berenda dan bergambar hello kitty seperti itu mana membuaku tertarik?” jelas TaeYeon
“kau!! Kau melihatnya!! Ya!!” marah Tiffany
“Aiiiisshh!! Iya maaf!” Ketus TaeYeon
Mereka kembali ke kelas..
Sepulang sekolah
Tiffany POV
Rok ini besar sekali, aku seperti memakai sarung.. aku berjalan keluar pagar.
Tiinnn…. sebuah klakson mobil berbunyi dan mobil yang tidak asing.. kaca jendela terbuka dan kulihat ada Jessica di samping Yuri..
“masuklah..” ajaknya,..
“tidak Yuri, mama sudah ada dijalan.” Bohongku..
“oww.. yasudah… hati – hati ya..” Jessica melambai tangan..
“mama dimana sih??” aku mengayun2 kaki saat duduk dikursi..
“eh?? Itu siapa?” aku melihat seorang anak jalan keluar dari pagar padahal sudah sepi.. bukankah itu TaeYeon??? Dia jalan?? Kemana mobilnya?? Aku mengikutinya berjalan.. pelan – pelan dan mengendap – endap…
“ini dimana??” gumanku karena taeyeon berjalan berbeda arah dari jalur rumah..
Aku terus mengikutinya… dia menyebrang sebuah jalan besar… saat aku menyebrang aku menabrak seorang bocah smp..
“maaf..”
“ne noona.” Jelas anak tadi..
Ahh… sial kemana taeyeon tadi?? Kok gak ada??
Drtttdrrrrrrrrrrrrrrrrrrttt…
“halo…”
“sayang, mama agak lama.. mobil mama pecah ban.”
“mwo??”
“iya… kau naik bis saja bagaimana??”
“iya,… baiklah..”
Aku menutup telpon… dan mencari sebuah halte..
“ah… disana ada halte..”
Aku menyebrang dan menuju sebuah halte.. saat melewati jalan kecil aku melihat sosok taeyeon.. langkahku terhenti dan kembali ingin mengikuti taeyeon…
Saat perempatan jalan kecil itu.. dia menghilang… aku berdiri tepat di tengah perepatan jalan kecil itu..
“kemana dia??” aku mencarinya..
“cepat sekali” tambahku
“dasar pengintai..”
Eh..?? Sepertinya aku mengenal suara ini… aku menengok kearah asal suara… dia bersandar di dinding dekat tempat sampah.. Dia tersenyum simpul berjalan kearahku… “kau mengikutiku??” tanyanya,..
“tidak..” jawabku bohong
“hahh… sudah jelas kau mengikutiku..”
Dia berlanjut jalan melaluiku..
“kau mau kemana??”
“pulang.”
“kemana?? Tidakkah arah jalannya berbeda??”
Dia berbalik.. “pulanglah..” pintanya
“tapi aku lupa jalan pulang..”
“Ya! Dasar pengintai bodoh! Kau jalan terus keluar dari jalan ini, nanti ada jalan besar kau ambil arah kanan, di dekat toko roti itu ada halte bis.. sekarang pulanglah!” dia melanjutkan jalan.. aku masih terdiam di tempat melihatnya pergi..
TaeYeon POV
Aku suruh dia pulang tapi dia tetap saja ada disana, saat aku berbalik dia masih berdiri disitu saja, apa benar dia tidak tahu jalan pulang? Menyusahkanku saja.. “Aiisshh!!” aku menghampirinya lagi dan menarik tangannya.. aku cuma tak ingin dia tahu keadaanku sekarang..
Tiffany POV
Saat dia menyuruhku pulang, aku tidak beranjak sedikitpun dari tempatku, dia melangkah menjauh.. namun dia berbalik menatapku yang masih ditempat…
“sekarang pulanglah..” Dia meninggalkanku disebuah halte bis..
Dan dia kembali kearah jalan semula,.. mau kemana dia??
TaeYeon POV
Aku pastikan dia naik bis.. setelah itu aku pergi..
Aku menyusuri jalan ini, sekarang ini aku bukan lagi seorang Kwon TaeYeon melainkan Kim Nae Jin..
—
TaeYeon berjalan melewati sebuah pasar tradisional dan menuju sebuah komplek sederhana..
“Aku pulang..”
“sudah pulang?? Bagaimana sudah makan??”
“sudah.., apa paman mau berangkat??”
“iya…”
“baiklah, aku akan ganti baju dan ikut dengan paman.”
Sekarang ini TaeYeon hidup bersama dengan seorang pedagang mie korea..
Flashback
Setelah dari rumahnya, TaeYeon mengalami kecelakaan dan di bantu oleh pedagang itu..
“Nak, apa kau masih bisa bertahan.. bertahanlah..” Pak Min membawa tubuh taeyeon yang mengalami luka ke rumahnya..
1 jam berlalu dia sadar..
“kau sudah sadar??”
“aah… dimana aku??”
“dirumahku..”
“bagaimana bisa??”
“kau kecelakaan..”
“aah… terima kasih sudah membantu..”
“minumlah..” Pak Min menyodorkan segelas minuman..
“kau masih muda, dimana rumahmu??”
TaeYeon terdiam..
“ada apa nak??”
“maaf paman, bolehkah saya tinggal di tempat paman??”
Paman itu terdiam menatap heran ke arah taeyeon..
“aku tidak ingin pulang, aku akan membatu pekerjaan paman.. kumohon biarkan aku tinggal disini”
“baiklah nak, tidak perlu memohon seperti ini.”
Endflashback
“malam ini pendapatan kita lumayan juga ya Nae Jin..”
“iya paman..” jelas TaeYeon seraya membereskan kursi..
Setelah itu beberapa orang datang..
“maaf tuan – tuan, kami sudah mau tutup”
“kami datang bukan karena mau makan! Mana setoran untuk kami??”
TaeYeon menatap garang ke arah mereka.. pak min cuma terdiam…
“maaf,. Pendapatan kami hanya sedikit.”
BRUAAKK… mereka mengacak – acak tempat jualan pak min..
“berikan sekarang atau kedai kalian kami hancurkan!!”
Pak Min mendatangi mereka ragu.. “inn…ini.. tuan..”
Salah satu dari mereka menerima dan menghitung jumlah uangnya.. “hanya segini??”
“sudah saya bilang pendapatanku hari ini sedikit..”
“pembohong!! Geledah dia!!”
TaeYeon mencegah tindakan mereka dengan melempar sebuah kursi…
“sialan siapa orang ini??”
“kalian hanya berani kepada orang tua!!”
“Nae Jin jangan!!”
TaeYeon menyerang ke tiga orang itu.. namun keberuntungan tidak memihak kepadanya.. dia kalah,,
“bocah tengil!! Kecantikanmu jadi pudar karena luka diwajahmu!!” Jelas Salah satu dari mereka seraya membanting kursi ke samping taeyeon..
“Nae Jin.. kau tidak apa – apa??” taeyeon cuma merintih kesakitan, ada darah di bibirnya..
“habisi dia..” perintahnya..
“HEI KALIAN SEMUA!!”
Mereka serempak menengok kearah suara..
“dasar banci!! Beraninya hanya kroyokan!!”
“kutu – kutu ini…” geram mereka..
Orang misterius itu bersama dengan ketiga temannya menghajar ke tiga pemalak itu… pemalak itu kalah jumlah dan kalah kekuatan.. mereka berhamburan kabur..
“Pak Min., anda baik2 saja??”
“terima kasih Dara..”
“iyaa… mereka itu hanya banci berkedok preman..” keluh Ga In..
“kau siapa??” tanya Yoo Bin membantu Tae Yeon.”
“lukamu serius..” panik Amber
“Aww.. sakit..” erang tae yeon karena Ga In berusaha mengobati luka tae yeon..
“maaf..”
“terima kasih..” ujar tae yeon dingin…
“nae jin kau baikan??”
“iya paman.. lukanya tidak serius,, paman mereka itu siapa??”
“mereka preman komplek sini.”
“kau belum menjawab pertanyaan kami, kau siapa? Aku baru melihatmu.” Heran YooBin
TaeYeon melihat kearah YooBin..
“aku Kim Nae Jin..” jelasnya..
“aku Ga In.. dia YooBin, lalu yang memakai jaket hitam itu Amber adikku dan dia Dara..”
“salam kenal..”
“iya salam kenal” jawab TaeYeon
“terima kasih sudah membantu kami, kami akan berkemas pulang.”
“kami akan bantu..”
-TBC-
Gimana2…… :O
heheheheehehee….
sumpah makin gak ngangkat banget…
bingung..bingung…ku memikirnya……
perdamaian…perrrdamaian…….
rancu, rancu, rancu….
hahahahaaaaaaa……………….
Kasih tau enanknya gimana ini endingnya…….huuuu…. T.T

Wow Makin seru nie thor^^
ReplyDeletegomawo^^
Hahaha seru thor,, kamsamnida^^
ReplyDelete