Whuaaahh!!
apa saya lama banget ya ngilang??
lagi liburan seh..
heheheehheeee…
Maaf saya bersenang2 sendiri… ihiiy… ting…ting…
Oke teman – teman.. saya bawa hadiah dari liburan saya di Lampung.. ada yang reader lampung??
*diem!! gak pening!!*
baik…baik… _reader mulai maraaahhh.. T.T_
bacasajasajasajasajasajasaja>>
PART 8
TaeYeon POV
Bibi yang kemarin, emm.. bibi Jang Hye, bersama anaknya ya?? Aku penasaran dia bilang anaknya mirip denganku.. aku mengikuti gadis itu.. dia sedang memilih sebuah cemilan aku melihatnya dari arah belakang, dan saat dia menengok kearahku, aku kaget sekali… “Tiffany??” kagetku dan sontak aku langsung bersembunyi di belakang rak.. apa dia melihatku?? Jadi bibi itu mama tiffany, bibi baik yang selalu diceritakan oleh Yuri?? mengapa aku harus bertemu dia?? Aku sudah coba melawan perasaanku, meski sulit. Sehari saja aku tak melihatnya hatiku merasa kosong, perasaan ini.. huuffh… aku mengerudungi kepalaku dengan jaket dan berjalan cepat keluar dari super market, di persimpangan rak aku menabrak seorang Ibu…
KRAAAKK!!
“maaf..maaf.. bu..” bungkukku
“kau bukannya TaeYeon??” terkanya
“ah.. bukan anda salah orang.” Aku lekas berdiri dan berlari menjauh.. sial kenapa aku harus menabrak ibu Tiffany?? Dia berteriak memanggilku membuat semua orang juga melihat kearahku,,..
Tiffany POV
“Eh??” aku seperti melihat sosok TaeYeon
Ada apa denganku, kenapa aku jadi terpikirkan taeyeon terus??
“TaeYeon.. tunggu jangan pergi!!” Seperti suara mama? Taeyeon?? Aku berlari kearah mamaku..
“ada apa ma??”
“itu, mama tadi melihat taeyeon.”
“sungguh??”
“dia langsung lari saat melihat mama.”
Kenapa taeng lari?? Berarti yang aku lihat tadi benar taeyeon..
Esok paginya.. Tiffany berjalan masuk ke kelas dan dia dikagetkan oleh sesuatu..
“TaeYeon!!” dia berlari kearah orang yang sedang duduk dengan memakai sebuah headset di telinganya seperti biasa
“TaeYeon!!” TaeYeon membuka mata dan melihat kearah Tiffany
“ada apa?? Kau histeris sekali?!”
Tiffany meneteskan air matanya dan memukul kepala taeyeon
“Kau!! Orang bodoh! Kau kemana saja?!!”
“awww..kau! apa salahku kau memukulku??” kesal TaeYeon
“Salahmu! Dasar orang jutek bodoh!! Kau selama ini kemana?!”
“kau mencariku?” tanya Taeng seraya menaikkan sebelah alis matanya
“bodoh!! Kau membuat Yuri sangat kawatir! Kau mengapa kau menghilang?!”
TaeYeon POV
Yuri?? Selalu nama itu yang dia sebut, aku menatapnya
Ketahuilah Tiffany aku masuk karena ingin bertemu denganmu,..
“Apa urusanmu??” tanyaku datar
Dan dia memelukku… “karena aku juga kawatir kepadamu.”
Apa aku salah dengar??
Rasanya dunia ini berhenti berputar, aku melihat anak2 yang tadi berlarian seperti berhenti layaknya video yang di ‘PAUSE’.. jantungku rasanya seperti mau meledak.. dia terus memelukku erat.. tangannku perlahan mengelus punggungnya..
“katakan sekali lagi.”
“apa??”
“barusan tadi.”
“bodoh!! Aku juga mengkhawatirkanmu!”
“TAENGGG!!!” ‘PLAY’ video itu kembali berputar karena sosok itu masuk ke kelas kami.. dia kak Yuri
Dia berlari kearahku dan Tiffany dengan cekatan melepas pelukannya..
“Yuri??” sahut Tiffany
Aku berdiri dan melangkah keluar..
“Kwon Tae Yeon!!” teriak Yuri dengan marah
Aku berbalik “sebaiknya kita tak bicara disini kak.”
Aku berjalan ke tempat yang lebih sepi..
“Kau kemana saja?? Pulanglah.”
“pulang? Aku bukan lagi keluarga Kwon.”
“TAENGG!!”
“sudahlah kak!”
Kenapa aku tidak bisa membenci sosok ini, sosok orang yang menjadi kakakku sekaligus rivalku??
“jangan seperti ini ku mohon! Aku sayang kau..”
Aku terdiam melihat Yuri menangis di hadapanku.. Aku juga sayang kau kak, tapi.. aku benci kondisi ini!! Kumohon jangan menangis kak, itu membuatku sakit juga..
“cengeng!” ejekku dan berdiri dari kursi tempat kami mengobrol
“taengg..” panggilnya lembut
“kak, aku belum siap kembali.. jangan ceritakan pada bibi jika kau melihatku di sekolah, ku mohon rahasiakan itu aku tidak mau membuatnya bersedih.”
“taengg..”
“ku mohon.” Aku memegang hangat pundak kakakku
“baiklah..” dia berdiri setara denganku walau kenyataannya tak setara karena dia lebih tinggi
Dia memelukku… ini mengapa aku tidak pernah bisa membenci kakakku yang menjadi saingan hidupku di keluargaku sendiri, karena dia sangat sayang kepadaku.. dan aku juga sangat sayang denganya..
“aku bukan anak kecil! Lepaskan!!”
Dia melepas pelukannya..
“aku lapar..” aku pergi dan meninggalkanya..
“jika kau butuh apa2.. kabari aku.”
Aku berhenti dan menghampirinya lagi.. sesungguhnya aku malu untuk ini… aku menarik nafas panjang..
“aku minta uang.” Ucapku berat, dia menatapku heran..
“kemana kartu kreditmu??”
“eem.. hilang..” jawabku datar
“Hilang?? Aku akan hubungi ayah, membuatkanmu yang baru atau pakai saja punyaku.”
“tak usah.. aku hanya mau uang untuk makan hari ini.” Sahutku
Yuri memberiku beberapa lembar kertas hijau muda..
“terima kasih..” ucapku dan langsung pergi..
Yuri POV
Dia pergi aku kembali duduk ke kursi kayu..
Seseorang datang dan duduk disampingku… memberiku sebuah sapu tangan, familiar sekali sapu tangan itu??
“Sunbae, aku kembalikan karena sepertinya sekarang kau lebih membutuhkan.”
“Jessica??” aku melihat kearahnya
Beberapa menit kami saling terdiam.. menikmati desir pepohonan yang terkena angin..
“kenapa sosok Yuri yang hangat itu kini wajahnya penuh air mata?”
“karena sosok itu membutuhkan orang yang di cintainya untuk meringankan perasaanya kini.” Jelasku, dan dia terdiam..
Dia berdiri tepat didepanku.. dan menatap kearahku… “Sunbae..” panggilnya dan aku menengok kearahnya…
Entah apa yang terjadi, apa aku mimpi disiang bolong?? Ini..?? dia.. menciumku?? Sungguh?? Yuri.. apa kau sedang mimpi?? Dia melepas ciumannya dan tersenyum… “ssicaaa?” aku langsung berdiri.. dan menatapnya..
“jangan menangis..” dia mengusap pipiku… dan aku memeluknyaa.. Dalam taman yang sepi ini sedihku bisa hilang karenanya.. “Sica I Love You.” Aku mengecup lembut bibirnya.. aku bisa merasakan kini bibir sica sudah merespon dengan baik, itu pertanda…
TaeYeon berjalan melewati taman itu lagi,dia melihat kakaknya sedang bermesraan dengan Jessica.. dia mengacuhkan itu tapi saat dia hendak pergi, sekilas dia melihat Tiffany dari kejauhan.. “Itu…” guman TaeYeon dan berlari menuju Tiffany yang hendak menuju taman..
“jangan kesana…”ujar TaeYeon di tengah sengal nafasnya..
“ada apa??” panik Tiffany..
“disana ada…” taeng berpikir sebentar.. “yang jelas jangan kesana.” TaeYeon menarik paksa tangan Tiffany dan berbalik.. kembali ke gedung kelas…
Sesampainya di kelas…
“ada apa sih??” bingung Tiffany
“Sudah diam.. jangan banyak tanya..”
Karena baru berlari.. tubuh TaeYeon berkeringat.. dia melepas blazernya sehingga hanya memakai kemeja putihnya,,.
Tiffany terpaku pada sesuatu yang aneh pada TaeYeon, dia menghampiri TaeYeon dan duduk disampingnya.. Tae Yeon menatap heran.. Tiffany meraih tangan kanan Tae Yeon..
“Eh…??” bingung TaeYeon
“ada apa??” Tambahnya..
“tanganmu kenapa??” Tiffany menggulung kemeja panjang taeyeon dan melihat ada bekas luka baru..
TaeYeon kaget melihat Tiffany menyadari luka perkelahiannya… padahal dia berusaha menutupinya..
“ini kenapa??”
“ini hanya luka ringan.” Ujar TaeYeon menarik tangannya dari genggaman Tiffany
“Luka ringan?? Ini parah..” Tiffany berlari mencari kotak obat dan beberapa menit kemudian dia kembali..
“akan aku obati.. ini pasti luka kemarin..”
Tiffany meniup pelan luka TaeYeon dan memberikan antiseptic… dia membalut dengan perban.. Taeyeon terus menatap kearah wajah Tiffany.. dia menatap setiap lekuk dari wajahnya.. mata, hidung, pipi, alis, dan bibirnya.. “sudah selesai.” Ujar Tiifany dan menatap kearah taeyeon yang terpaku padanya.. “taeyeon??”
“ah…?? emmmm… heiii..!! kenapa berhenti??” tanya TaeYeon
“sudah selesai.”
“belum… lagi..” ucap taeyeon seraya menyodorkan tangannya…
“semua luka sudah diobati.”
“disini juga sakit.” TaeYeon memberikan tangan kirinya..
“iya kah?? Mana? Tidak ada luka..” heran Tiffany..
“memang tidak terlihat.. lukanya didalam..”
“tapi tidak memar.”
“sudah,, jangan banyak komen.. lekas obati..!” perintah TaeYeon..
“iyaa..iyaaa.. dasar orang jutek..” keluh Tiffany dan mengelus lembut tangan TaeYeon.. senyum kecil terlihat merekah di wajah TaeYeon.. dia kembali menatap wajah Tiffany..
“oh iya.. ada yang mau aku tanyakan padamu.” Tiffany memberhentikan pekerjaanya
“boleh, tapi lanjutkan pekerjaanmu..” TaeYeon kembali menyodorkan tanganya
“iyaa… kemarin aku melihatmu di supermarket memakai jaket biru dan jeans hitam, benarkah itu kau??”
“kapan?”
“kemarin”
“kau salah orang”
“tidak aku yakin, mamaku juga melihatmu.”
“memang mamamu mengenalku??”
“iya kau pasti tidak asing dengan nama bibi jang hye.. hwang Jang Hye.. iya kan??”
“eem… aku lupa.”
“aaiisshhh… Kakakmu sering bersama Ibuku, jika sung ah??”
“tidak…kakakku kanbukan aku?? Sung Ah?? Tidak” datar TaeYeon dengan tampang angkuhnya..
“naah… jika begitu kau pasti ingat dengan nama anak ini, anak dari bibi sung ah.. KyungMin??”
“aisshh!! Cerewet sekali kau ini.. sudah kubilang kau salah orang.”
Tiffany memandang kearah TaeYeon dengan muka masam.. “dasar orang jutek.”
TaeYeon melirik “dasar gadis kereta aneh!” ejek TaeYeon ganti..
Tiffany jengkel dan menekan keras pada tangan TaeYeon… “aaaaa…aawww!!!” erang TaeYeon
“rasakan.” Ungkap Tiffany berdiri dari bangku..
“daar gadis kereta aneh.. awas kau..”
“hahahaaa…” Tiffany berlari dan berhenti di pintu kelas.. dia berbalik dan menjulurkan lidahnya..
Bweeeeeeeeekkk….
“awas kau…” taeyeon mengejar Tiffany yang berlari keluar…
Tiffany terus berlari jarak antara keduanya sangat jauh… saat didepan ruang kelas 2-5 Tiifany terpleset dan jatuh terduduk…
TaeYeon sampai dan tertawa terpingkal2…. Tiffany melihat kearah taeyeon dan melihat taeyeon yang tertawa lepas.. baru kali ini dia melihat taeyeon tertawa.. manis dan lucu sekali… Tiifany tertegun melihat ekspresi tertawa TaeYeon…
“Heii.. apakah sakit?” Tanya TaeYeon membuyar lamunan Tiffany
“aah… yaiya lah…” dengus Tiffany..
“Hahahahahahhahaaa…” Tawa TaeYeon lagi
“bukannya membantu malah tertawa.” Keluh Tiffany bangun..
“makanya jangan berlari seperti itu.. itu salahmu dasar gadis kereta aneh..” Jelas TaeYeon
“rokku basah..” keluh Tiifany
“ayo kita cari rok di shop school.” Ajak TaeYeon mendahuli
“tunggu..” Tiffany berlari kecil
“awas kau jatuh lagi” tegur TaeYeon
“Ishh…”Tiffany memasang muka masam..
“cuma ada ukuran besar nona.” Jelas penjaga toko sekolah mereka
“hah??” panik Tiffany
“sepertinya ini lumayan, coba saja..” TaeYeon melempar rok kearah Tiffany.. lalu mencobanya di ruang ganti..
Beberapa menit dalam ruang ganti.. Tiffany membuka pintu ruang ganti..
“bagaimana? Tidakkah ini besar sekali??”
“iya.. ini ukuran xl..” jelas penjaga toko
“lebih baik daripada tidak memakai rok??” ketus taeyeon
“uh…dasar super jutek!” keluh Tiffany
Tiffany jengkel dan melempar rok yang ada di tangannya, rok basah miliknya..
“YA!! Kau!!” TaeYeon mencoba melempar tapi Tiffany berlari menghindar.. TaeYeon mencoba mengejar.. tapi yang terjadi rok kebesaran yang dipakai Tiffany melorot.. TaeYeon terpaku melihat kejadian itu… Tiffany panik dan teriaakk….. “Aaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!”
TaeYeon berbalik membelakangi Tiffany, wajahnya memerah….
“aaaaa…kkk…uuu tungguu diluuarr saja..” gugup TaeYeon melangkah kikuk..
“BYEOTAE!!!!!!!!!!!!”
-TBC-
Terima Kaih………… ^^
dadadadadadadadadaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….
No comments:
Post a Comment