Saya datang status tetap SA
AMPUNI SAYA!!!! *sembah sujud*
Tae Ny is back!!!
apa yang di pinta oleh nyonya Kwon?? eemm….. – – a

Part 16
TaeYeon duduk resah di ruangannya..
“kemana anak itu??” ucapnya seraya mengetuk2 pulpen di mejanya..
Drt…………….drrrttt…..drrtt………
TaeYeon meraih HP nya dan menatap kelayar sebuah nomor asing..
“Halo…”
“Tae Yeon..”
“Tiifany??? Chagi..kau kemana saja??”
“Tae Yeon..”
“kenapa kau memanggilku seperti itu??”
“Kita putus…”
“MWO!!” TaeYeon kaget mendengar keputusan dari Tiffany..
“Hahahahaa…. Chagi kau pintar bercanda, jika ingin membuatku kaget kau sudah berhasil..” Tawa Tae Yeon
“Tak perllu tertawa!! Tidak ada yang lucu KWON TAE YEON!!”
“Ppani-ah..”
“Perlu ku ulangi?? Kita putus!”
“Fany apa kau sedang bercanda?? Ini tidak lucu!! Fany!! Kau sudah gila?? Apa kau sedang mengigau??”
“aku serius! Aku sudah tidak ada rasa lagi terhadapmu. Dan..dan aku mau kita akhiri hubungan kita.”
“Wae?? Wae?? Fany!! Fany!!” Telepon terputus..
Tiffany jatuh bersimpuh di dalam box telpon umum.. dia menangis..
“maaf…Taeng..maaf…” isaknya..
“Fany…” TaeYeon berlari keluar dari kantornya..
TaeYeon pergi menuju rumah Tiffany…
“hai TaeYeon..”
“Bibi..Tiffany ada??”
“bukannya tadi kekantormu??”
“Ohh..”
“mau masuk??”
“Ah.. tidak Bi.. terima kasih, eem.jika nanti Tiffany pulang bisa bibi menghubungi saya??”
“oow.. tentu.. ^^”
TaeYeon masuk kemobilnya..
“Apa anak itu sedang tidak waras?? Apa maksudnya??”
TaeYeon melaju dan melewati sebuah café coffee dan melihat Tiffany sedang duduk sendiri, dia bergegas turun dari mobilnya dan berlari café itu..
“Fany!!”
Tiffany menengok..dan dia kaget melihat Taeyeon ada di belakangnya..
“Fany-ah..” TaeYeon berjongkok di depan Tiffany..
“Sedang apa kau disini Tae Yeon??”
“Katakan padaku? Kenapa? Kenapa kau minta akhiri hubungan kita??”
“sudah ku katakan sebelumnya, aku sudah tidak mencintaimu!”
“kenapa?? Apa yang menyebabkannya?? Apa karena aku tidak memakan masakanmu itu?? Baik jika kau mau aku bisa menghabiskan semua masakanmu itu! Tapi jangan seperti ini!”
“Bukan! Sudahlah Tae Yeon! Jangan buat aku semakin membencimu!”
“membenciku??”
Tiffany beranjak pergi namun lengannya di tarik oleh Tae Yeon..
“Ini tidak lucu Tiffany hwang!”
“Siapa yang sedang melucu Kwon Tae Yeon?!!!”
Mereka saling tatap..
“Lepaskan!!”
Tae Yeon bersikukuh..
“aku bilang lepaskan!!”
“Tidak!!”
“Apa yang menyebabkan kau seperti ini hah? Kenapa?” marah TaeYeon yang kini menangis..
Tiffany berusaha membendung air matanya..
“katakan padaku Tiffany Hwang!”
“Sudah aku katakan! Aku sudah tidak lagi mencintaimu! Aku sudah bosan denganmu! Sudah lama aku bendung perasaan itu.. dan kini aku mau kita putus!” Tiffany menarik lengannya dan berlari meninggalkan Tae Yeon yang berdiri kaku..
“bosan??” rata Tae Yeon..dengan air mata yang semakin mengalir deras..
“Tidak bisa!! Tidak bisa seperti ini!! Tunggu!! Tunggu Tiffany!!” Tae Yeon segera berlari mengejar Tiffany.. namun Tiffany sudah terburu masuk kedalam taxy..
“Tiffany!!!!!!” Tae Yeon terus mengejar taxy itu, Tiffany kini tak bisa lagi menahan air matanya.. dia menangis di dalam mobil taxy itu..
“Maaf taeng.. maaf…” isaknya..
“Tiffany kau tidak bisa seperti ini secara tiba2..!! Tiffany..jangan pergi!!..Tiffany,,,” Tae Yeon terjatuh dan berlutut seraya menangis kencang.. “Tiffany…. Gajima jebal..TIFFANY!!! TIFFANY GAJIMA!!…”
“Tiffany!!!!!!” Tae Yeon terus mengejar taxy itu, Tiffany kini tak bisa lagi menahan air matanya.. dia menangis di dalam mobil taxy itu..
“Maaf taeng.. maaf…” isaknya..
“Tiffany kau tidak bisa seperti ini secara tiba2..!! Tiffany..jangan pergi!!..Tiffany,,,” Tae Yeon terjatuh dan berlutut seraya menangis kencang.. “Tiffany…. Gajima jebal..TIFFANY!!!”
Tiffany masuk kerumahnya dan segera masuk ke kamarnya..
“Kenapa dengan anak itu??” Tanya neneknya pada ibu Tiffany. Namun ibu Tiffany hanya terdiam..
Tiffany menutup pintu kamarnya dan terduduk, dia memeluk lututnya..
Membayangkan wajah tae yeon tadi yang menangis dihadapannya membuatnya semakin tak berdaya..
Namun mengingat perkataan ibu tae yeon membuatnya harus melakukan ini,,
Flashback
“Aku sangat memohon bantuanmu, kau tahu ayah Tae Yeon sedang sakit? dan aku ingin dia focus terhadap kemajuan perusahaan yang semakin turun pendapatannya.”
“Tapi nyonya..”
“kau mau membantah?? Bagaimana bisa anakku mencintai gadis sepertimu? Bahkan aku bisa mencarikan jodoh yang tepat untuknya yang pantas dan sederajat seperti kami.”
Tiffany tertunduk terdiaam..
“Jadi mulai sekarang jauhi dia.. aku tak mau lagi melihatmu ada di dekat Tae Yeon..”
“Anda tidak perlu menghina saya seperti itu nyonya.”
“Bukankah itu kenyataanya, kau lihat ini.” Ibu tae yeon menyerahkan sebuah sertifikat, seperti surat tanah
“Kau tahu wilayah perkebunanmu itu berdampingan dengan proyek pembangunan cabang perusahaanku. Aku bisa dengan mudah mengambil tanah kecil perkebunan milik keluargamu itu.”
Tiffany terkejut.. bagaimanapun itu adalah tanah warisan kakeknya, sepeninggal ayahnya.. Ibu Tiffany pindah ke daerah dimana dekat dengan lahan perkebunan milik kakek Tiffany yang diurus oleh sahabatnya.. dan ini merupakan sumber kehidupan keluarganya..
“semahal apapun anda menawarkan tanah itu.. keluargaku tak akan pernah sudi menerimanya!!”
“Apa tanah perkebunan itu sepenuhnya milik keluargamu?? Setahuku orang yang bernama jang he yeon sudah menggadaikan 40% harga tanah itu untuk membayar kerugian panen kemarin.”
“Jang.. he yeon??” guman Tiffany mengetahui itu adalah sahabat dari kakeknya..
“jadi 40% tanah itu adalah milik perusahaanku.. aku bisa melakukan apappun itu..”
Tiffany terdiam, pikirannya sedang bertengkar mengenai perasaan hatinya, Tae Yeon dan nasib keluarganya..
“jika kau mau menjauhi anakku. Maka dengan senang hati aku biarkan 40% tanah itu.. bagiku tak ada apa – apanya, aku tahu jika aku meminta langsung kepada anak itu, tentu dia lebih memilihmu.. Tae Yeon memiliki masa depan yang jelas jika dia menggantikan posisiku di perusahaan itu.. maka dari itu kumohon untuk kebaikanmu dan kebaikannya juga,, jauhi anakku… kau mengerti??”
“apa hanya itu maumu nyonya??” Tanya Tiffany bergetar
“Ya.. cukup menjauh dari Tae Yeon!!” ucapnya dan beranjak pergi..
Endflashback
“Tiffany..” ibu Tiffany mengetuk pelan pintunya..
Dengan segera Tiffany menghapus air matanya.. dan beranjak membukakan pintunya..
“boleh mama masuk??”
Tiffany hanya mengangguk..
“Apa kau ada masalah??”
“Tidak ma..??”
“apa kau bertengkar dengan Tae Yeon?? Tadi dia mencarimu dan tampangnya sangat mengkhawatirkan.”
“aku sudah putus.”
Ibu Tiffany kaget mendengarnya..
“bagaimana bisa??”
“demi kebaikannya ma..??”
“Tiffany…”
“aku tidak apa – apa.. aku hanya butuh istirahat.. ^^”
Tiffany mencoba tersenyum menyembunyikan kenyataanya..
“semua akan baik – baik saja.. ^^” elus Ibu Tiffany..
“iya semua akan baik baik saja..” Guman Tiffany dalam hati
Ibu Tiffany keluar dari kamar di sertai Tiffany yang bangun untuk mengunci pintu..
“Iya tunggu sebentar..” Ibu Tiffany membuka pintunya..
CKLEK..
“Hallo bibi, apakah Tiffanynya ada??”
Belum sempat ibu Tiffany bicara, Tiffany kebetulan keluar.. mereka saling pandang..
“apakah wanita itu yang membuatmu seperti ini??”
“…………”
“Tiffany jawab aku.”
“sudah tidak ada lagi yang perlu di bicarakan Tae Yeon-ssi”
“Tiffany.. ku mohon.. apa yang membuatmu seperti ini??”
Tiffany menarik nafas dan menghela pelan menahan air matanya..
“Kau Tae Yeon, sudah ku bilang aku sudah tak ingin lagi bersamamu.”
“mengapa?? Mengapa seperti itu?? Secepat ini??”
“kau tahu dulu mengapa aku sempat menyukai Yuri? Karena sosoknya yang lebih terlihat sebagai seorang yang berguna. Bermasa depan jelas, tentu sangat senang jika menikah dengan orang sepertinya?? Masa depan sukses sudah terlihat jelas padanya. Sedangkan kau?? Apa yang kau bisa? Aku bahkan menyesal bersamamu.. menyusahkan orang tua? Apakah hanya dengan cinta kau bisa menikahiku dan hidup bersamaku??”
Tae Yeon merasa seperti tertabrak truk tronton..
“apa yang kau bicarakan Tiffany?? APA YANG KAU BICARAKAN TIFFANY!!!!”
Tiffany tersenyum sinis.. “aku tak ingin lagi bersamamu, kau sudah tau kan aku seperti apa? Aku tak bisa mendapatkan Yuri makanya aku berpaling padamu.. demi kekayaan keluarga Kwon yang terkenal itu.. tapi melihatmu sekarang ini sepertinya percuma.. lebih baik aku putusin aja kamu..”
“Cukup bualan mu itu.. kembalilah seperti Tiffany yang dulu!!”
“Dari dulu seperti inilah seorang Tiffany hwang mi young, seorang yang berbeda seperti keluargamu.. apa salah jika aku memanfaatkanmu??”
PLAK!! Sekejap Tae Yeon melayangkan tamparan ke wajah Tiffany..
“tampar saja aku terus taeng, maaf…” Tiffany hanya tersenyum
“Oke kita putus…!!!” Ucap Tae Yeon pergi.. “satu lagi…” ucapnya berhenti dan berbalik
“KAU…Tiffany Hwang Mi Young!!! Aku sangat..sangat..sangat,.sangat MEMBENCIMU!!!” ucapnya.. Kenangan saat mereka berciuman di taman itu seperti layar film yang terputar kembali dihadapan Tiffany, saat mereka saling meneriakkan rasa rindu dan sayang mereka, namun sesaat layar itu pecah karena suasana yang berbeda.. sangat jelas sekali Tiffany bisa mendengar ucapan Tae Yeon… Tiffany tersujut ketika melihat Tae Yeon sudah menghilang dari hadapannya.. Dia menangis sejadinya… sesakit perasaannya saat ini..
“benci aku… bencilah aku…” ucapnya..
“mengapa harus begini?? Aku sangat mencintainya Tuhan.. mengapa? Pilihannya sangat sulit, aku rela korbankan perasaanku.. tapi aku menyakitinya.. biarkan dia membenciku Tuhan, hilangkan perasaanya terhadapku.. karena ini baik untuknya.. dia bisa menjadi orang yang lebih berguna.. jika bersamaku dia pasti akan menderita..” Tiffany mencoba bangun dan berjalan menuju rumahnya..
Sesampainya di depan pintu dia terjatuh pingsan..
“TIFFANY!!!” kaget ibu Tiffany segera mengangkat tubuh anaknya..
“Mamaa..” rintihnya pelan..
Tae Yeon terdiam didalam mobilnya dia tak menyangka jika Tiffany seperti itu..
“gadis itu.. itu maunya?? Dia menginginkan aku seperti itu?? Lihatlah Tiffany aku akan menjadi seperti apa yang kau inginkan..” Dia menancap gasnya menuju kantor ibunya..
BRAKK.. pintu dibuka kuat..
Ibu Tae Yeon kaget namun setelah melihat itu Tae Yeon dia tersenyum..
“ada apa??”
“apa maumu??”
“mauku??”
“iya katakan apa yang kau mau dari aku??”
“perlu aku mengatakannya??”
“baiklah aku akan turuti semua maumu..!”
Ibu Tae Yeon tersenyum penuh kemenangan..
—
I missed the times that we almost shared
I miss the love that was almost there
I miss the times that we use to kiss
At least in my dreams
Just let me take my time and reminisce
I miss the times that we never had
What happened to us we were almost there
Whoever said it’s impossible to miss when you never had
Never almost had you
Lagu yang menyentuh..
“Kau berbakat sekali menjadi penyanyi Sica..”
“Terima kasih..”
“Suasana hatimu tergambar di lagu itu..”
“Aku memang menyanyikan untuk seseorang.. my Yuri..” Jelas Jessica
Jessica ingin menjadi penyanyi yang terkenal agar bisa menemukan Yuri di perancis.. 2 tahun sudah dia menjadi penyanyi panggung kecil dalam opera..
-TBC-
Semakin Nybelin aja tuh manusia gabungan ibu tirinya tak gu*bread king* sama goo jun pyo sama ibunya dao ming se..
No comments:
Post a Comment