Friday, March 21, 2014

Maybe right I Love Her [Part 2]

Hahahahahaa… memang part utama banyak sekali yang bertanya ini ff TaeNy apa YulTi??
yaahh.. saya cuma membuat bingung pembaca aja.. hohohohohohooooooooo……. nanti pasti akan tau pas endingnya..
yaa maaf aja.. lagi gak kreatif neh… *emang pernah kreatif??*
aah,,.. daripada mendengar omelanku yang gak ada jelasnya.. baca aja dehh….
eeitsss.. cimit bentar..
Rencananya neh ff bakal berseri banyakk jadi untuk request yang mengantri sesudah TaeNy mohon agak sabar ya.. ^^
*di buang reader karena banyak ngomong…*
PART 2

Esoknya,.
“Mama sudah mengurus kepindahanmu ke sekolah yang baru. Jarak dari sini ke sekolahmu yang lama sangat jauh sekali. Jadi ku urus sekolah yang baru.”
“APAA?!!” Tiffany kaget
“ini seragam sekolah itu.”
“Ini seragam sekolah mahal kan ma?”
“iya memang ini sekolah terkenal, dan hanya anak2 dari golongan atas yang bisa masuk ke situ.”
“tapi mengapa bisa??”
“nenekmu itu teman dekat pemilik sekolah ini. Mama juga sudah menjelaskan prestasimu dan kamu mendapat beasiswa, sekarang kau harus mengikuti tes pembuktian dan kau akan langsung diterima.” Jelas mama panjang lebar
“Cepat sana ganti seragammu, mama antar kau ke sekolah.”
“iya..” patuh Tiffany
Gedung mewah seperti istana, luas sangat luas, Tiffany keluar dari mobil dan menatap takjub ke arah gedung sekolah..
“ayo..” ajak mama Tiffany masuk
Mereka masuk keruang Kepala sekolah
“Silahkan duduk Nyonya dan Nona.”
“terima kasih.”
“jadi nona ini murid berprestasi itu? Nona perkenalkan dirimu.”
“Baik, namaku Hwang Miyoung, karena saya lahir di Amerika nama lahirku Steffany Hwang yang sering dipanggil Tiffany.” Jelas Tiffany
“hari ini kau akan mengikuti tes, ayo ikut aku.”
Cerita dipercepat, Tiffany berhasil mengerjakan soal dengan baik, dan dia pun akhirnya diterima di sekolah itu.. Tiffany langsung diajak masuk ke ruang kelasnya..
“ini kelasmu, ayo masuk..”
“Anak – anak kepala sekolah akan memperkenalkan murid baru, ayo nak silahkan masuk dan perkenalkan dirimu.”
Tiffany masuk dan memperkenalkan diri..
“Silahkan nona duduk dibangku itu, sepertinya teman sebangkumu tidak masuk hari ini.”
“terima kasih” Bungkuk Tiffany menuju tempat duduknya
Semua siswa menatap kearahnya, Tiffany bingung kenapa..
“anak itu, katanya dia murid yang sangat pintar.”
“cantik juga.”
“menurut gossip dia lahir di amerika.”
Mereka bergosip dengan sesekali menatap kearah Tiffany, Tiffany member senyum manis..
“Hai,, salam kenal..” Seseorang menghampiri Tiffany, Tiffany melihat ke seorang gadis berambut blonde
“Aku Jessica, salam kenal.”
“uh? iya..”
“mau makan?”
“emm…”
“karena kau teman baruku, aku akan mentraktirmu.”
“hah? Apa bukan terbalik?”
“sudah ayoo.. ikut aku..” Jessica menarik tangan Tiffany
“akan aku perkenalkan lingkungan sekolah ini.”
Mereka berjalan bersama, Jessica memperkenalkan semua seluk beluk sekolah, mereka berkeliling..
“Kau asik juga ya orangnya.” Ungkap Jessica
“hahahhaaa.. biasa aja.”
“kapan – kapan aku boleh main kerumahmu?”
“tentu saja boleh, tapi rumahku sangat sederhana.”
“hhahaaaa.. bicara apa kau? Ayo kita kembali ke kelas.”
Pulangnya.. Tiffany masih berdiri sendiri didepan gerbang, ada sebuah mobil mewah berhenti didepannya Porsche Carrera GT ,lalu kaca mobil itu terbuka..
“Hai, ayo masuk aku antar pulang.” Serunya
“Yurii..??”
Tiffany masuk ke mobil..
“kau sekolah di sekolah itu juga?”
“hahahaa.. iya.. tapi aku seniormu lo..”
“mianhae sunbae..” Ucap Tiffany
“sudah santai aja, gak perlu panggil aku seperti itu..” Jelas Yuri
Tiffany POV
Wuaaa.. aku bertemu dewi ini lagi, senangnya aku.. aku menatapnya yang sedang serius menyetir yang sesekali melihat kearahku dengan senyumnya itu.. membuatku bisa meleleh disini, walau ac ini sangat sejuk, tapi aku merasa ingin meleleh jika melihat senyumnya…
“ada apa??”
“aahh… tidak..” aku memalingkan mukaku
“hahahaaa.. kau lucu ya??”
“kenapa?”
“tidak.. kita sampai, ayoo..”
Kami masuk kerumah, dia diajak oleh nenekku untuk makan dirumah kulihat dia begitu senang jika sedang mengobrol bersama mama dan nenek..
“Bu, setelah ini aku ingin mengajak Miyoung berkeliling kota. Boleh kan??”
“hahaha.. tentu saja, aku senang,, aku belum sempat mengajaknya berkenalan dengan kota.”
Kami bermain bersama, entah mengapa aku merasa sangat nyaman bersama Yuri, dia begitu hangat.. baik,, Wuaaa… aku suka Yurii…
“ini.. untukmu..” Yuri membelikan aku sebuah es krim
“enak ya..” Yuri mengelus kepalaku..
GLEKK… aku menelan ludah.. wuaaa… Yuri… jangan lakukan itu, aku jadi semakin jatuh hati padamu..
“sudah malam, ayo kita pulang..”
“ah.. iya..”
Kami pulang kerumah,,. Karena sudah malam dia tidak mampir dan langsung pulang..
“bagaimana jalan – jalannya?”
“asikk sekali ma.. nenek dimana?”
“Nenek sudah tidur dari tadi.”
“aku naik ya ma.”
“sudah makan malam??”
“sudah tadi sama Yuri.”
Aku masuk ke kamar dan merebahkan badanku ke ranjang.. aku menatap langit – langit.. aku ingat saat Yuri memegang kepalaku..
Aku tengkurap dan menenggelamkan kepalaku ke bantal.. Aku jatuh cinta?? Apa?? Apa ini cinta?? Tapi Yuri itu mempesona sekali..
Driiiiiiiinnggggg……..
“MiYoung bangun!!” Gugah nenekku
“iya nek…”
Mama mengantarku ke sekolah, ini sudah telat.. aku buru – buru masuk ke kelas..
Haaa?? Dia?? Teman sebangku ku?? Kenapa dia?? Aku heran melihat seorang yang tak asing ada di bangkuku.. Aku berjalan pelan duduk disampingnya.. Dia melihat kearahku, dia menatap heran karena aku datang menghampirinya… semakin dekat,
“Jadi kau teman sebangku ku??” tanyanya dingin
“iya, salam kenal.” Jawabku manis
“Jangan sok manis. Dasar gadis kereta yang aneh.” Ejeknya
Apa?? Dia baru saja bilang aku gadis kereta yang aneh?? Aku jengkel dan memasang muka masam saat dia kembali focus ke bukunya..
Pelajaran dimulai.. mau sekolah mewah atau sederhana sama saja.. murid  – murid disini hampir sama kelakuannya sama murid – murid disekolahku dulu.. jika sedang pelajaran.. mayoritas tidak memperhatikan..
“aku bosan.” Keluh si orang jutek itu
Lalu dia berdiri..
“Songsengnim, boleh saya ijin keluar sebentar?”
“oh silahkan.”
Lalu dia pergi.. sampai pelajaran selesaipun dia tak juga kembali.. orang kaya.. semena – mena.. tak pikir apa sekolah disini mahal??
“Hai Tiffany, ayo kita keluar.. istirahat enaknya kita ke kantin.” Ajak Jessie
Kantin?? Tempat yang hampir dibilang seperti restoran kok dibilang kantin..
Kami berjalan bersama ke kantin, di perjalanan aku bertemu dengan Yuri beberapa temannya..
“halo Yuri Sunbae, Yoona Sunbae, HyoYeon sunbae.” Angguk Sica
Aku lupa jika Yuri adalah seniorku, aku juga ikut membungkukan badanku..
“iya halo Jessica, dia teman barumu??”
“iya.. dia..”
“halo Sica, dan halo Tiffany..” potong Yuri
Jessica kaget karena Yuri mengenalku..
“kau mengenalnya Yul??” tanya salah satu teman Yuri
“iya, sangat dekat malah.”
“wah ternyata kau teman dekat Yuri sunbae ya Tiffany??” Tanya Jessica
Aku menganggukan pelan kepalaku..
“kami mau ke kantin, kami permisi.” Pamit Jessica
“Em… Sica..” panggil Yuri
“em iya??” Sica berbalik
“ah tidak apa.. jaga dia ya..” ungkap Yuri pelan
Wuaa.. Yuri perhatian sekali…
Normal POV
“Yul…Yul.. kau ini susah sekali untuk menyatakan cinta.” Ledek HyoYeon
“hah?!! Maksudmu?”
“Aku tau.. kau suka Jessica kan??” Ledek Yoona
Yuri cuma terdiam..
“Tembak lah dia..”
“Tapi sepertinya dia tidak menyukaiku.” Lemas Yuri
“darimana kau tahu??”
“Tae Yeon. Kemarin dia bercerita padaku jika Jessica menyukainya.”
“Jadi seperti adikmu itu tipe Jessica??” Guman HyoYeon
Tiffany masih tersenyum sendirian sedangkan Jessica hanya tertawa melihat Tiffany.. saat itu juga mereka bertemu dengan TaeYeon… Terlihat aura bahagia dari wajah Jessica.. Tiifany yang masih senyum2 ngelamun gak jelas, Tidak sadar jika TaeYeon berjalan dan tanpa sengaja dia menabrak TaeYeon…
“Fany awass..” Seru Jessica
BRUUKK…
“Ahh!!! Kau!!” Geram Tae Yeon
“Maaf.. Maaf..”
“TaeYeon kau tak apa2?” Jessica membantu TaeYeon bangun, Tae Yeon menatap Sica..
“Lepaskan aku bisa sendiri.” Ungkap TaeYeon dingin.. Tae Yeon menatap Tiffany sangar..
“Kau!! Gadis kereta aneh!! Lain kali jika berjalan pasang mata baik2.” Getak Tae Yeon sambil berlalu..
Tiffany memanyunkan mulutnya ke arah Tae Yeon yang sudah berlalu jauh.. Jessica menatap sendu saat TaeYeon pergi..
“dasar orang jutek! Awas cepet tua! Seperti nenek sihir!” Gumannya penuh emosi sambil mengusap bahunya,,.
“Apa sakit??” tanya Jessica
“ah… tidak.. dia itu, baru kali ini aku menemui orang seperti dia!” Omel Tiffany
“Iya, bagiku dia itu orang yang berbeda dan sering membuatku penasaran dengan hatinya.” Jelas Sica lembut, Tiffany menatap heran ke arah Jessica
“kau menyukainya Jessie??”
“aah….” Jessica kaget Tiffany mengetahui perasaanya
Tiffany tersenyum melihat ekspresi dari Jessica
“Aku sudah lama sekali menyukainya.. sifatnya yang jutek dan dingin itu sangat membuatku tertarik padanya.” Jelas Jessica
“kenapa tak kau utarakan perasaanmu??”
“Sudah fany, tapi dia tidak menjawab..”
“Tidak menjawab??” tanyaku
“iya…” jawab Jessica dengan senyum terpaksa..
-TBC-
tuh kan bener, El lagi gak kreatif neh!! payah!! 
Kabur dulu ah…………………………………………………………….. bye.. ^^

1 comment:

  1. WkwkwkšŸ˜‚
    jutek bawgd tae sm Jeti... bener ga sih itu tae... sumpah dingin abisss

    ReplyDelete