Friday, March 21, 2014

MayBe right I Love Her part 7

PART 7

mohonn perhatiaann…. bioskop transparan segera dimulai…

jreeeeeeeeeeeeeengg….. *lampu mati*
srriingg…..

tadaaaa…. El nampak… hahahahahaa…
*reader shok dan pada dilarikan ke UGD*
hahahhaa…
halooo… saya datang dari rantau bertahun – tahun di negri orang ooouuooouoooo fanfiction… *gak Jelas.. abaikan*
oke ini TaeNy saya… dan selamat menikmati…
\m/
Yuri menatap taeyeon yang keluar… Dia menatap ibunya
“Bu, kenapa kau kejam sekali?”
Ibu Yuri hanya memberi tatapan dingin.
“Ibu dengarkan aku! Aku selalu menjadi anakmu yang penurut dan selalu mematuhi maumu meski itu tak aku sukai! Bu! Kau ini egois sekali!!”
Ibu Yuri hanya tersenyum kecut..
“Jika begitu biarkan dia pergi bersama ayah!”
Ibu Yuri melirik tajam.. “Kau tidak tahu apa-apa diamlah!”
“Ingin sekali aku berontak seperti Taeyeon. Bu, kami ini anakmu bukan boneka mainanmu yang diharuskan menurut padamu! Dan selalu menjadi apa seperti maumu!!”
“Diam!!”
“Aku tidak akan diam jika terus seperti ini!!”
Ibu Yuri berlalu dan tak menghiraukan kata – kata yuri.. Yuri mendengus kesal dan beranjak pergi..
“Anda mau kemana??” Tanya pengawal Ahn..
“Bukan urusan kalian!!” Tegas Yuri pergi dari rumah itu..
Selama perjalanan Yuri membiarkan air matanya terus mengalir.. Dia memberhentikan mobilnya disebuah taman kota.. karena sudah malam tempat itu menjadi sepi sekali..
“Ada apa dengan Tae Yeon, kenapa ibunya memperlakukan dia seperti itu? Aku jadi ingat cerita Mama tentang keluarga Yuri.. Malam seperti ini, aku harus naik bis dong.” Tiffany keluar dan menuju ke halte bis berjalan kaki.. Jarak antara restaurant tempat dia ke halte cukup jauh..
“hah!! Lelah!! Aku tak tega jika meminta mama menjemput.” Keluh Tiffany seraya duduk di sebuah kursi.. dia menatap kedepan dan kaget dengan apa yang dilihatnya..
“itu seperti mobil Yuri?? Dan sedang apa dia di tampat ini malam2??” Tiffany berjalan mendekat pelan – pelan mencoba memastikan
Terlihat Yuri yang menangis terisak.. suaranya tak bisa terbendung, sangat jelas sekali dia sedang menangis..
“Yuri, menangis?? Kenapa??” tanya Tiffany dalam hati dan dia bersembunyi dibelakang mobil Yuri
“Haruskah begini??” isak Yuri dengan suara berat
“kenapa aku mempunyai ibu seegois dia?? Tidak sadar kah dia bahwa kami anaknya??”
“maksud Yuri apa??” tanya Tiffany dalam hati.. bukankah tadi ibunya bersama TaeYeon?
Yuri kembali menangis.. semakin keras.. dan terdengar sangat menyentuh..
Tiffany POV
Ya Tuhan, dewiku menangis sendiri.. dewiku menangis dalam hening malam.. apa yang membuat dewi manisku meneteskan air matanya?? Ingin sekali aku memeluknya dan meredakan sedihnya.. ingin sekali..
Yuri POV
Sakit sekali melihat ini di keluargaku, saat mereka cerai rasanya aku ingin pergi dari rumah itu.. melihat taeng yang masih smp membuatku tetap bertahan.. ayah kembali dan ingin kami berdua ikut denganya ke Perancis, ibu menolak itu dan mengajukan sidang.. namun keputusan ditetapkan jika aku ikut ayah dan taeng ikut ibu.. taeng kecil yang tumbuh tanpa kelembutan seorang ibu membuatnya tumbuh menjadi anak yang berbeda seperti dulu dia jadi sering pulang malam, dan selalu membuat masalah.. Ibu selalu mengekang hidup taeng untuk menjadi seperti apa yang diinginkanya dan meneruskan perusahaanya.. sikap taeng yang selalu membuat masalah membuat ibu semakin keras mendidik dan menyalahi aturan sebagai seorang ibu. Seperti inikah yang dinamakan ibu?? Aku sedih melihat adiku seperti itu..
GRAABB…
Seseorang memelukku dari belakang..
“taengg??” ucapku seraya menengok ke belakang.. aku tercengang karena yang aku lihat bukan lah taeng melinkan Tiffany
“Aku akan selalu memelukmu sampai kau merasa tak sendiri dalam luka dan kesedihanmu.” Isaknya, aku bisa lihat dia menangis..
“terima kasih.” Ucapku seraya membalas pelukanya..
TaeYeon POV
Selalu membanggakan Yuri, selalu menganggapku tak berguna!! Lebih baik aku tidak pernah menjadi anaknya!! Sejak persidangan itu, ingin sekali aku ikut dengan ayah, namun keputusan sidang tidak bisa diubah.. Ibu yang keras kepala seperti itu, bisa – bisanya mereka beradu mulut memperebutkan Yuri?? Hah!! Memang aku benar2 bukan anak yang berguna!!
Bukan salahku jika pergaulanku jadi berubah!!
Aku berhenti disebuah penjual rolade bakar pinggir jalan, aku turun dari mobil dan masuk ke kedai kecil itu..
“aku pesan 10.” Ucapku
Penjual itu sempat tercengang.. “aku lapar.” Tambahku
“baik.” Ucapnya seraya menganggukan kepalanya pelan
Aku melalap habis rolade itu tanpa sisa, jika sedang emosi seperti ini aku menjadi lapar..
Selesai membayar aku kembali melajukan mobilku dan menyusuri jalanan tanpa arah..
“kenapa selalu dia!!” Teriakku
“dia yang dianak emaskan?? Mendapat perhatian lebih! Sedangkan aku apa!! Apa!!”
seminggu kemudian…
Tiffany berjalan santai masuk ke kelas, “selamat pagi Jessie.” lalu duduk disamping Jessica
“pagi Fany..”
Tiffany melihat kearah bangkunya
“sepertinya si jutek itu belum masuk juga, kau rindu dia??” ledek Jessica
“ah… tidak.. eemm…sudah 6 hari aku tak melihatnya.” Jelas Tiffany agak gugup dengan pertanya dari Jessica
Mereka mengobrol seperti biasanya, namun pandangan mereka beralih ke seseorang dihadapan mereka,.
“Yuri??” Ini pertama kalinya seorang yuri berada di kelas Junior, wajah sedih tergambar diwajahnya..
Sica menatap Yuri dalam, namun pandangan Yuri sama sekali tidak mengarah ke Jessica, Yuri langsung meraih tangan Tiffany.. “Ikut aku.” Ajak Yuri dan langsung menarik tangan Tiffany keluar kelas..
Sica menggenggam erat sapu tangan milik Yuri yang pernah di beri olehnya dahulu “apakah perasaan itu belum berubah??” guman Sica
“ada apa Yuri??”
“apa hari ini Taeng masuk??”
“Tidak” geleng Tiffany pelan
Yuri terdiam dan duduk di kursi…
“ada apa Yuri??”
“Dia menghilang, dia tidak pulang ke rumah bibi dan sudah 7 hari ini tak ada.”
“menghilang??”
“iya dia pergi dari rumah.”
“Kenapa??”
Yuri bercerita sedikit tentang masalahnya..
Tiffany POV
Aku berjalan ke kelas dengan langkah bingung, kemana TaeYeon..
“Fany…”
“hei… Fany.. ada apa??”
“ah.. Jessie, tidak.. eheheheee…”
“kau melamun terus.. ada apa??”
“tidak…”
“awas kesambet.”
Saat pelajaran pun aku sama sekali tidak konsen ke pelajaran.. aku meraba pelan meja taeyeon.. kenapa aku merasa sangat kehilangan?? TaeYeon.. dimana kau?? Orang jutek itu.. yang terkadang bersifat lembut..
Sepulang sekolah aku menuju taman kanak – kanak dekat rumahku, aku berjalan sendiri, Hah?? TaeYeon?? Aku berlari ke arah sosok yang sedang duduk sendiri di cangkir putar.. Aku menepuk bahunya dan dia menengok kearahku melepas topinya..
“uppss.. maaf..” aku membungkukkan badan, ternyata itu bukan Taeyeon cuma mirip saja..
Aku pulang karena hari sudah mulai magrib,
“sayang, bisa kau antar mama ke supermarket??”
“malam2 begini mau beli apa ma??”
“itu nenekmu minta di belikan buah persik.”
“hah?? Buah persik??”
“nenek nyidam.” Jawab nenekku
“jangan bercanda nek.” Heranku
“kalian berdua cepat belanja..” rengek nenekku, dasar orang tua semakin tua semakin seperti anak kecil saja.. “oke ayo ma kita berangkat.”
Mobil mamaku berjalan pelan menyusuri jalanan.. “dari tadi mama lihat pikiranmu selalu kosong ada apa??”
“ah… tidak.. tidak ada ma.”
“ada yang kau pikirkan??”
“tidak, teman sebangkuku yang aku ceritakan kemarin yang 6 hari tak masuk tadi aku mendapat kabar jika dia menghilang dan kabur dari rumah.”
“mama lupa siapa nama temanmu itu??”
“TaeYeon ma..”
“emm.. taeyeon.. ehh..tunggu.. sepertinya kemarin aku pernah bertemu dengan seorang yang punya nama taeyeon juga.”
“di mana??”
Flashback

Mama Tiffany POV

“Kyungmin…kyungmin…”
“ada apa dengan anakmu??”
“anakku hilang Jang hye *nama mama Tiffany Hwang Jang Hye*”
“hilang bagaimana? Bukankah tadi bersamamu saat ke toilet?”
“iya.. saat aku keluar dari toilet dia yang duduk di dekat pintu keluar tidak ada aku cari disekitar toilet juga tak ada.”
“tenang Sung Ah, ayo kita cari anakmu berdua.”
“dia kemana? Anakku..” Sung ah terus menangis
“sudah tenang.”

Kami berjalan berdua menyusuri mall, mall sebesar itu susah sekali mencari anak umur 4 tahun..
3 jam kami mencari Kyungmin, kami sudah mencari di ruang pencarian tapi tak juga ada yang menemukan anak Sung Ah… dia depresi dan terus menangis..
2 jam kemudian ada seseorang masuk keruangan dengan menggendong kyungmin yang tertidur..
“Kyungmin…” sung ah berlari meraih tubuh kyungmin dari orang itu..
“terima kasih nak.”
Aku menatap kearah orang itu..
“nak, kau mirip sekali dengan anakku??” tanyaku
“ah… sungguh nyonya?? Hahaaaa..”
“iya saya tidak berbohong.”
“terima kasih nak, siapa namamu??” tanya Sung ah dengan air mata
“saya TaeYeon. Anak nyonya lucu sekali, saya sempat teringat masa kecil saya.. karena saya juga pernah hilang di mall saat bermain bersama kakak saya.” Tawanya
“terima kasih ya nak, Jang Hye benar, kau mirip sekali dengan anaknya.. MiYoung.”
“oooh… hahahaaaa… beruntung saya mirip dengan anak bibi baik seperti anda..saya permisi nyonya.” Dia sopan dan membungkukkan badannya

Endflashback

“dia mirip denganku??”
“iya, dia sekilas mirip denganmu.”
“itu benar2 taeng.. dia taeng.. adik Yuri yang hilang.”
“adik Yuri?? Jadi temanmu itu adik Yuri??”
“mama tidak tahu??”
“tidak yuri tidak pernah cerita karena jika kami mengungkit tentang keluarga raut wajahnya menjadi sayu.”
Mereka sampai di supermarket, mereka mengambil troli..
“aku mau beli beberapa cemilan.” Pamit Tiifany
“emm… wuaahh.. sudah lama aku tidak makan ini..”
“Eh?? Seperti….”
-TBC-
Apakah yang dilihat oleh Tiffany???
Tanya harabuji Google pasti tau… hahahahahaaaa… *ilang*
Oh iyaa…
untuk YoonYul beneran deh saya bingung ini karakter yoona… hehehee… belum dapet yang nginggiitt,… beneran deh… sungguh..
ini juga pas parti ini saya sengaja potong disini karena akan ada kejutan kecil.. hahahaa…
bahaasaaaanya,..
oke… gak bisa terus banyak bicara… yang penting saya bisa mengupdate.. karena saya sayang kalian semua..
huoohohohohohoo….
oke reader yang selalu setia di bioskop gila milik saya…
\m/
terima kasihh….. chu~
dan untuk SR dan llllllllll…………. (lainlainlainlainlainlain)
saya ucapkan sangat terima kasih juga.. hehehe…
dan khusus yang angat menunggu Hujan nnehh.. saya berhaarappp dua hari kedepan bisa mulai melanjuutt… *hah??!! baru lanjuut?? kapan update??*
hhehehe…. kapan ya?? semoga secepatnya… saya usahakan… demi kalian… hehehehe….
CUKUP!! masih aja banyak bicara…
ckckck… ditendang reader… sampai bintang… cling*

1 comment:

  1. Dapet fellnya thor pas Baca part ini :'(
    tae yg ngrbuat sy netesin aer mata, nyentuh bwgd Dan krakter tae yg dingin namun semuanya cuma topeng yg nutupin kesepiannya :(

    ReplyDelete