Oh iya waktu itu aku pernah nyunsepin beberapa cast baru ya?? itu gak ada pengaruh kok anggep aja cameo..
hehehheee…. cuma penghias karakter Tae Yeon sebagai Kim Nae Jin.. heeeemmm… makin maju makin runyam loo…
tapi mian T.T
Nikmati aja ya reader sayang…. author El memang sedang dalam ambang ketidak warasan…. huahahahahaahahahhaahhaahahahahahah…hahahaahahahahhahahahaa,,,,ahahahahaa….. *tuh kan??*
maka dari itu aku juga gak kena buat bales komen.. maaf lagi… heheheee..
kiss..kiss…kiss…..chuuuuu….~~~ *hoakshoakshoooooorrhh*
kiss..kiss…kiss…..chuuuuu….~~~ *hoakshoakshoooooorrhh*
so…..letcekidot!! >>
PART 11
Kemana TaeYeon pergi?? Sudah seminggu TaeYeon tidak masuk sekolah..
“Ya Tuhan… aku merasa sangat kehilangan dia.. kenapa hatiku ingin sekali melihatnya..”
Aku tertunduk di meja belajarku…
“TaeYeon kau dimana??”
“Ibu..” panggil Yuri kepada ibunya yang hendak pergi..
Ibu yuri berhenti tanpa menengok kearah Yuri..
“Apakah kau tetap pada keegoisanmu?!”
“Diam..” ucap Ibu Yuri dan berlalu pergi..
Yuri mempererat kepalan tangannya… dia memasang wajah penuh emosi kearah ibunya..
“Ibu..!! dimana jiwa ibumu??!! Bu..!!”
Ibu Yuri melangkah pergi…
“Apakah kau bahagia saat TaeYeon tak ada?!”
“AAAH..!!!” yuri melepaskan kepalan tangannya ke dinding..
“Yuri~ssi..” Teriak pelayannya..
Yuri berjalan masuk ke kamarnya..
“sayang..”
“Yuri…ada apa??”
“tidak..”
“ada masalah??”
“eemm…”
“sayang…kenapa diam??”
“Tidak, Sica tunggu aku.. 20 menit aku menjemputmu.”
Tuuutt… Yuri memutuskan telponnya..
Sica sudah berdiri di ruang tamu menunggu jemputan Yuri..
“kau mau pergi kak??”
“iyaa…”
“sama Yuri??”
“heemm..” Sica mengangguk
Tingtongg..
“menunggu lama?? Maaf aku kira akan 20 menit.” Senyum Yuri datar..
“sayang kau baik2 saja??”
“tentu, kan sudah bertemu denganmu.” Yuri mengelus kepala Sica lembut..
“sudah siap??” tanya Yuri
“Krystal, aku pergi..”
“ah, iya kak.. hati – hati.”
“Krystal, aku pinjam kakakmu ya..” canda Yuri
“hahahahaa… sewa kak.”
“berapa??”
“es krim coklat 3.”
“Murah sekali harga sewaku??” protes Sica..
“kami pergi.. daaa krys…”
“daaa…”
Yuri mengendarai mobil menuju ke sebuah puncak bukit.. Yuri keluar dari mobil dan berjalan kearah depan mobilnya.. dia menghela nafas sehingga terlihat mulutnya mengeluarkan asap.. Dia memandang kearah depan..
“Sayang.. ada apa??” Tanya Sica seraya mendekat kearah Yuri..
Yuri memandang sendu.. dia menyandarkan kepalanya ke bahu sica..sica membelai lembut rambut Yuri..
“Taeng tak juga kembali. Kenapa ibu begitu tak perduli dengannya??”
Sica memeluk Yuri..
“bahkan dia itu adalah anaknya, darah dagingnya.. kenapa??”
Sica mengusap lembut punggung Yuri..
“aku tidak tahu sekarang ini dia ada dimana? Kakak macam apa aku ini?”
Yuri menangis dalam pelukan Jessica..
“Sayang.. semua bisa dihadapi, tenanglah.. tenang..” Tenang Sica
Yuri menatap Jessica..
“kau kakak yang baik, kau kakak yang hebat..” hibur Jessica
“Sica..”
“heemmhh??”
“terima kasih..”
“terima kasih karena mau berada disampingku..”
Jessica tersenyum..
“Air mata ini..” ucap Jessica mengusap air mata di pipi Yuri bergantian..
“Senyum manis ini.”
“Tatap mata yang menghangatkanku..”
“bagaimana mungkin aku bisa tak disampingnya.. karena aku mencintainya?” Jelas Jessica mengambil tangan Yuri dan menempelkannya di pipinya..
Yuri tersenyum.. “saat bersamamu aku bisa lupa dengan masalahku.. saat bersamamu aku merasakan kasih sayang.. hanya bersamaa…”
Jessica mengecup bibir Yuri..
“yaahh… hanya bersamamu aku bisa merasakan itu..” Tawa Yuri mengusap pipi Jessica..
—
2 Bulan kemudian….
TaeYeon duduk diam menatap jalanan yang tadinya ramai..
“Nae Jin??” Taeng masih terdiam.. dia memandang lurus kearah depan..
Dia tersadar dari lamunannya saat seseorang menepuk bahunya pelan…
“Akhir2 ini paman sering melihatmu melamun. Ada yang sedang kau pikirkan??”
TaeYeon tersenyum getir.. “tidak paman.”
“apa kau melihat orang itu lagi??”
Tae Yeon heran dan menoleh kearah paman..
“paman tahu, kau selalu seperti ini jika bertemu gadis itu.”
TaeYeon melebarkan senyumnya..
“iya aku bertemu dengannya, dia disana di taman bunga yang sering aku datangi.”
“bukankah itu sekitar rumahmu?? Kau bilang rumahmu dekat dengan taman bunga??”
“heem.. itu yang membuatku berpikir mengapa dia ada disana?”
“Nae Jin, kau menyukainya??”
TaeYeon terdiam menunduk ke bawah..
“Temui dia..” Paman menepuk pelan bahu TaeYeon dan beranjak pergi..
“iya paman aku menyukainya.. tapi dia tidak pantas untukku karena cintanya hanya untuk Yuri.” gumanTae Yeon kembali meneguk soda di tangannya..
Taeyeon bangun dan berjalan..
“perasaan ini.. semakin aku menjauh semakin aku merasa tersiksa.. mengapa susah sekali… bagaimanapun hati dia milik Yuri..” guman TaeYeon..
TaeYeon terus berjalan.. TaeYeon karena merasa ada yang mengikutinya,,
Dia duduk…
“Nae Jin??” Seseorang menepuk bahunya dan duduk disampingnya..
“Ga In..” ucap TaeYeon setelah mengetahui orang yang duduk disampingnya..
“sedang apa??”
“tidak..” jawab TaeYeon datar
“Jin~ah..”
“hmm..”
“aku menyukaimu..”
TaeYeon tersenyum simpul..
“aku sudah tahu.” Jawab TaeYeon datar..
“lalu..apakah kau bisa membalasnya??”
“hhh..”
“kenapa kau tertawa seperti itu??”
“aku hanya menganggapmu seorang teman. Aku tidak mungkin membalas perasaanmu.” Jawab taeyeon
Ga In meneteskan air matanya,.
“kau kenapa menangis.. sepertinya percuma….kar..”
BHUGGG… TaeYeon memegang pipinya yang berdarah..
“kau berani sekali membuatnya menangis..” YooBin muncul tiba – tiba dan memukul TaeYeon. Dia masih memasang muka penuh emosi kearah TaeYeon.. TaeYeon mengusap lembut bibirnya dan tertawa kecil..
“Yoobin!!” Ga In mencegah YooBin yang hendak memukul taeyeon lagi..
“kenapa kau baru keluar??” tanya TaeYeon seraya perlahan berdiri..
“kau Ga In,, maaf membuatmu menangis.. aku cuma memancing seseorang.. dan dia orangnya..”
Ga In heran.. begitu juga YooBin.. “Maksudmu?!!” tanya Yoobin
“aku tahu kau sangat mencintai dia kan??” tanya TaeYeon ke Yoobin
“Aku sengaja membuat dia menangis agar kau keluar dari tempat persembunyianmu.. dan Ga In aku belum menyelesaikan perkataanku karena dia terburu memukulku.. saat aku berjalan kemari aku merasa ada yang mengikutiku… dan ternyata dia selalu mengikutiku.. sesungguhnya kau lebih pantas menyukai orang yang lebih mencintaimu..” Jelas TaeYeon..
“Nae Jin..” Datar Yoobin
“Sudahlah.. mengaku.. aku tahu itu.. aku sudah lama kenal kalian..”
Ga In menatap kearah YooBin.. “YooBin..”
“Ah..” Dia menundukkan kepalanya..
“aku mau pulang.. lanjutkan apa yang menurut kalian ingin kalian bicarakan..” TaeYeon beranjak pergi namun lenganya ditarik oleh YooBin.. “maaf telah memukulmu..”
“aku sudah terbiasa.” Sahut TaeYeon tanpa menatap kearah YooBin..
Esok paginya…
Seseorang yang memakai jaket abu – abu dan topi hitam sedang duduk di dekat sekerumpulan bunga ungu…
Dia menyandarkan tubuhnya dan menatap langit biru yang cerah..
“Hah??!” dia terkaget saat sesuatu menyentuh tangannya…
“Sanja??” herannya saat melihat anjing Jinki menjilat tangannya..
“apa kau bersama Jinki?? Kemana anak itu??” tanya TaeYeon mengelus kepala Sanja, kemudian dia melihat sekeliling mencari keberadaan orang yang membawa anjing itu..
Guukk… guukk…
“kau semakin gemuk saja.. bagaimana kabar bibi? Suli dan Jinki??”
TaeYeon berbicara dan mengobrol bahkan sanja seperti mengerti apa yang di oborlkan oleh TaeYeon..
“maaf jika aku membuat kalian merasa sedih, aku memang merepotkan.. jika saja kau manusia mungkin kau akan malas bersamaku..hahaha..” tawa Taeng getir..
“aku tidak tahu akan pulang kapan?? Gadis itu.. sampai kapan perasaanku padanya akan hilang dan aku bersikap biasa saja?? Kau tahu sanja?? Ibu bahkan dia tidak menganggapku anak.. mengapa semua beralih ke Yuri? Apa aku harus bertanya padamu??” Tanya TaeYeon dengan tatapan lurus.. Sangja seolah tahu perasaan Taeng.. Taeng tersenyum saat sanja menjilat tangannya…
“sampaikan pada bibi, suli, Jinki dan kak Yuri.. aku sayang mereka dan sangat rindu mereka..” Taeng berdiri dan melangkah pergi..
“oh ya sanja.. kau masih ingat dengan Tiffany?? Gadis itu?? Sampaikan juga padanya..” Ucap TaeYeon
“menyedihkan sekali ya sangja?? mengapa yang aku suka justru tak bisa aku miliki?? aku menyukai gadis itu tapi dia di pihak lain?? baiklah..sampaikan saja itu padanya.. aku pergi..” ucap TaeYeon berbalik..
DEG….TaeYeon berhenti..dia menangkap pemandangan yang tak asing baginya..
-TBC-
Yahhh…… siapa yang dilihat sama Tae Yeon??
Jeng..jeng…
Benar sekali…
Saya lah yang dilihatnya…
Hahahahahaa….
Ampuuunn…… kaburr….. dan selamat sahur ^^
Ya ampunn.. bahkan udah mau sahur lagi kita :')
No comments:
Post a Comment