Hahahahahahaaaa… aku gak mampu berkata apa2.. posting sekali tiga membuat WP ku keserang komen banyak banget, nyampek kualahan aku.. fiiuuhhh……
Jadi bukan maksud saya mengabaikan partisipasi dari reade sayang sekalian ya.. untuk pertanyaan mengapa sica tiba2 naked gitu, emm.. aku juga gak tahu mereka ngapain *muka polos*
lanjuuutt aja yee….. yuuhuuuuu….
PART 14
“HENTIKAN!!” seseorang datang dari belakang TaeYeon..
“Jangan berani menyentuh adikku!!”
“Yuri~ssi…” koor mereka bersamaan
TaeYeon menengok kearah kakaknya… Yuri kemudian menarik tangan adiknya..
“kalian pergi..”
“baik..” patuh mereka dan pergi…
TaeYeon menatap kakaknya tajam melepas genggaman kakaknya dan berjalan meninggalkannya..
“Taeng.. pulanglah!”
“Aku tidak akan pulang.”
“Ayah…”
TaeYeon berhenti melangkah saat mendengar nama ayahnya..
“Dia sakit..”
TaeYeon menundukkan kepalanya..
“Dia dalam keadaan sakit parah.. ku mohon sekarang ayo pulang..” Pinta Yuri
“kau sudah dengar keadaan ayahmu??”
TaeYeon hanya terdiam..
“apa kau akan tetap keras kepala??”
“Sekarang menurutlah denganku.. jadilah seperti apa yang aku perintahkan padamu.”
“Tidak..”
“Ayahmu yang sakit itu tak mungkin melanjutkan perusahaanya yang di perancis.. Yuri sudah mengurus keberangkatannya ke Perancis minggu depan.. dan kau.. cepat atau lambat kau harus menggantikan posisi Yuri di perusahaan kita di sini..”
“aku tidak mau..”
Ibu Yuri mengangkat tangannya hendak menampar TaeYeon..
“pukullah jika itu membuat nyonya puas!! Kenapa?? tak jadi??!!” Tantang TaeYeon menatap kearah ibunya
“Dasar anak tak berguna!!”
“memang!! Dan kenapa nyonya masih saja mencariku??!!”
“DIAM!! Tidak menaruh sopan!!”
Tae Yeon terdiam.. Dia mendengus kesal
“Ayah sakit parah di Perancis tapi kau masih saja membicarakan soal perusahaan!”
“Ini untuk masa depanmu!! Dasar anak tak tahu guna!!”
Tae Yeon tidak memperdulikan perkataan ibunya dia segera masuk ke kamarnya..
Ibunya kembali duduk dan memijat keningnya..
“Nyonya anda baik – baik saja??” Tanya manajer ahn
“Iya saya baik..”
“Anak itu! dasar keras kepala!” gumannya terus memegang kepalanya..
Yuri duduk terdiam di kursi taman belakang rumahnya menatap air mancur..
Flashback
“Besok kau harus mempersiapkan keberangkatanmu ke Perancis.”
“Ke perancis??!”
“iyaa.. kau harus menggantikan posisi ayahmu di perusahannya yang disana.”
“Bu..??”
“kau bisa melanjutkan disana aku akan mengurus sekolah private mu dan lainnya.”
“Tapi ibu..??”
“aku sudah mencari keberadaan adikmu.”
Yuri terdiam.. Dia tidak bisa membantah..
End flashback
“Heeemmhh…..” Yuri mendesah dan menyandarkan tubuhnya di kursi..
Bersamaan dengan itu TaeYeon yang kini ada dikamarnya bersandar lesu di kursi dekat mejanya..
Dia menatap sebuah figura, foto masa kecilnya bersama Yuri dan ayahnya..
“kemana wanita itu saat itu?? Heh!!” tawa TaeYeon kecut
Dan dia kembali menatap sebuah figura foto dia dan Yuri..
“kenapa selalu dia?? Eh.. tadi ibu bilang dia akan di pindah ke Perancis minggu depan, lalu bagaimana dengan hubungannya dengan Jessica. Pasti terasa sangat berat untuk mereka berpisah. Tunggu..” TaeYeon bangkit dan berlari menuju kamar kakaknya..
“Kaak..” Dia menyusuri ruang kamarnya dan tak menemui Yuri..
“Apa kau lihat kakak??”
“Dia sedang di taman belakang.” Ucap Pelayan dengan hormat
“oh..”
“mau saya antar??”
“tidak..” Ucap Taeng dan berjalan ke taman belakang
Dari jauh dia melihat sseorang duduk didepan air pancur, diam menatap kearah air itu..
TaeYeon menghampiri dan duduk di sebelahnya..
“sudah lama sekali kita tidak duduk di tempat ini berdua.” Senyum Yuri masih menatap kearah air itu..
“kak..”
“aku sangat merindukannya, bukan begitu??” ucap Yuri masih dengan tersenyum
“kenapa kau terima??”
Yuri terdiam..
“kenapa kau mau menuruti permintaan dimana permintaan itu menyiksa hidupmu??”
“ini bukan saat yang tepat menuruti perasaan hati.” Ujar Yuri datar
“BODOH!!” Teriak Taeng
“Aku tidak bisa mengelak, aku tidak mampu melihat keadaan ayah seperti itu. Ibu itu wanita yang baik, cuma dia tidak tahu saja bagaimana cara membahagiakan anak sesuai yang kita rasakan, dia mempunyai caranya sendiri. Kita sampai seperti ini karena usaha mereka, ayah sampai sakit seperti itu karena untuk kita.”
“Tapi tidak harus seperti itu, kita ini anaknya bukan robot mainanya!”
Yuri terdiam..
“aku menurutinya hanya karena aku tak ingin Ibu terus menekanmu.”
“kak!! Berhenti seolah2 kau terus melindungiku!! Aku memang adikmu! Tapi aku tak selemah yang kau kira! Aku bisa menjadi apa yang aku mau, kau tak perlu berkorban demi aku!”
“kenyataanya, 1. Kau adikku, 2. Wanita itu ibu kita, 3. Ayah sedang butuh kita.”
Tae Yeon terdiam..Ketika dia akan angka bicara, Yuri sudah memotongnya..
“Taeng.. kau akan menggantikanku nanti setelah kau sudah seumurku.. 19tahun, bagi ibu kau masih terlalu kecil untuk memimpin perusahaan sebesar itu. Setelah kau lulus SMA nanti, kau akan di ajarkan bagaimana memimpin perusahaan dan setahun setelah itu kau akan menggantikan posisi ibu sepenuhnya.” Yuri menarik nafasnya dalam – dalam.. “Jadilah seperti apa itu seorang Kwon Tae Yeon, buat ibu tidak lagi menganggapmu sebagai anak yang tak berguna karena itu membuatku merasa sakit sekali…”Yuri menatap air mancur dalam dalam “Sepertinya air mancur ini bagus ya jika ada ikanya??” Ucap Yuri sedikit bercanda..
“Heh..” Tae Yeon tertawa kecil..
Saat ini yang dikatakan oleh Yuri benar adanya dan sedikit menyadarkan kekeras kepalaan Tae Yeon. Sesuana tiba – tiba menjadi hening, hanya suara air mancur didengar mereka..
“Kak..”
“Entahlah.. sekarang ini aku tidak tahu harus berbuat apa??”
“Bagaimana bisa dia setegar itu mengatasi perasaanya??” guman Taeng menatap Yuri
Yuri tersenyum pahit..
“bahkan aku pun tak tahu bagaimana menjelaskan ini kepada Jessica.” Rata Yuri tertunduk
Yuri menarik nafas dan menatap langit..
“Taeng..” Yuri menatap TaeYeon
“Aku sayang kamu.”
“perasaan ini, ingin sekali aku menangis melihatnya.” Ucap taeyeon dalam hati
“Apa kau juga sayang aku?? Sayang ayah??” Kini Yuri menatap kearahnya dengan tatapan hangatnya..
“aku tidak tahu harus bagaimana. Aku tidak ingin ibu menyakitimu lebih banyak, cuma sampai inilah yang bisa aku lakukan. Aku harus ke Perancis melihat keadaan ayah dan membantunya.. ” Jelas Yuri
TaeYeon memalingkan muka menahan air matanya yang hampir menetes..
“aku mau menemui Jessica.” Ucap Yuri berdiri dan menepuk kepala TaeYeon
Sica baby calling..
[Yuri] Ne chagi..
[Sica] Sedang apa??
[Yuri]Em.. menerima telpon kekasihku..
[Sica]Aku juga tahu..
[Yuri]Hehe.. apa kau sudah mandi?? Bersiap?? Aku ingin kesana
[Sica]Sudah, makanya aku nelpon kamu..
[Yuri]Oke.. kau ingin menghitung sampai berapa?? Aku akan cepat datang
[Sica]5 detik
[Yuri]5 detik? Silahkan menghitung..
[Sica]1…2…3…4…Tiin.. uh?? Chagi.. apa kau sudah di depan gerbang??
[Yuri]Iya..aku di depan gerbang, ketika aku mau masuk kerumahmu, kau menelpon..
[Sica]Oke sayang aku keluar..
Jessica pun berlari menuju kerah Yuri yang sudah berdiri disamping mobilnya.. Saat melihat Jessica menghampirinya, dia tersenyum dan membukakan pintunya..
“Mau kemana kita nona??” tanya yuri tersenyum
“Emmm”Sica mengetuk2 telunjuknya di dagunya
“Baiklah saya antar ^^”
“Aku belum menyebutkan tempat tujuanku..” manyun sica
“Bukannya sudah jelas??”
“Hahh???”
“Bukanya sudah jelas?? hatiku bukan?? hehehe..”
“Ahhh Yuri…” Sica memukul bahu Yuri pelan, Yuri hanya terkekeh..
Yuri mengemudi pelan dan berhenti..
“Apa kau sedang ada masalah??”
“Ahh… ani… wae?”
“dari tadi diem aja.. kau tidak bisa berbohong yuri, aku tahu kau sedang menyembunyikan sesuatu.”
“Sica.. aku tidak tahu harus bagaimana..”
“ada apa??”
“ayahku.”
“Ada apa dengan ayahmu???”
“Dia mengalami kelumpuhan otak dan sekarang dia sedang koma di perancis.”
Jessica terdiam dan mengusap pundak Yuri..
“Dan Ibu menyuruhku untuk kesana secepatnya, aku tidak siap jika harus pergi darimu..”
“Sttttt…” Jessica menempelkan jarinya di bibir Yuri lalu tersenyum tipis..
“Apa kau menganggap cinta kita lemah?”
“Apa kau rela aku pergi?”
“Yuri.. percayalah kita pasti akan bertemu lagi, bagaimanapun itu.. cinta kita tak akan pernah berakhir seperti ini. ^^”
“Sica..” Yuri memeluk Jessica, hanya di depan Jessica lah Yuri terlihat memiliki kelemahan.. dan hanya Jessicalah yang sekaligus memberi kekuatan padanya..
“Ingat Jessica, aku akan segera kembali dan hidup denganmu.”
“Berapa lama kau di perancis??”
“Aku tidak tahu.”
“Kau Kwon seobang! Aku akan menunggumu kembali..” Sica mengepalkan tanganya dihadapan Yuri
Yuri terdiam menatap Sica..
“kenapa? Apa kau takut aku akan berbohong?”
Yuri menggeleng pelan.. Sica mengusap kedua pipi Yuri..
“I love you, I only love you.. seorang Jessica Jung hanya mencintai seorang kwon Yuri, sejauh apa jarak diantara Sica baby dan kwon seobang, tak akan mampu memisahkan perasaan batin kita. Yuri, jujur aku berat harus membiarkanmu pergi, tapi aku justru akan marah jika kau tak pergi.” Jelas Sica dengan mata yang mulai menetes.. Yuri perlahan mengusap air mata sica..
“Terima kasih sica, aku hanya tak ingin kehilangan orang yang sangat berharga sepertimu.”
“Kau bicara apa? Tak mungkin kau kehilanganku, karena sica baby selalu ada disini..” Ujar Sica menunjuk ke dada Yuri
“lagi pula!!” Sica meninggikan nada bicaranya membuat Yuri sedikit tersentak.. “Lagi pula apa??”
“Hanya kau satu2nya orang yang telah tidur denganku! Mana mungkin aku melepasmu!” Penjelasan Sica membuat Yuri tertawa kecil..
Sica meraih tangan Yuri.. “Perancis – korea masih di bawah langit yang sama, planet yang sama.. disana juga bintang berkelip sama, bentuk bulan juga sama.. jadi kita masih menatap semua itu sama walau jarak jauh J”
“Aku semakin mencintaimu sica.”
“Halah… gombhh…”
Yuri terburu mencium sica, membuat Sica kaget namun terlarut didalamnya..
Seminggu kemudian Yuri mulai menggantikan ayahnya di Perancis. Namun karena umur Tae Yeon masih di bilang muda.. di butuhkan dua tahun lagi agar dia bisa mulai masuk ke perusahaan ibunya..
“Haiihh..aku tidak bisa berdiam diri seperti ini terus..” Tae Yeon melihat kearah lemarinya..
“aku harus pergi dari tempat ini..”
Dia melangkah keluar menggendong tas kecilnya..
“mau kemana??”
“Ibu??”
“Mau pergi kemana kau??”
“aku.. sepertinya aku tidak bisa..” ucapnya pelan
“akan aku pikirkan nanti.. tunggu saaatnya.. lagi pula.. aku belum bisa untuk sekarang ini menggantikan posisimu..”
“lantas sekarang maumu apa??”
“Ibu biarkan aku pergi, 2 tahun nanti aku akan kembali.”
“TAE YEON!!”
“aku hanya ingin mencari pengalaman.”
“Maksudmu?? kau tetap disini! Jangan macam – macam..”
“hanya dua tahun?? Kau akan tetap mengekangku bu??”
Tae Yeon berkemas..
“pikirkan itu.. jika dua tahun kau tak kembali.. Ibu yang akan menyeretmu!”
Tae Yeon terdiamm lama.. “Ne..” ucapnya mengangguk pasti..
Tae Yeon kembali ke paman Min seorang pedagang mie di pinggir jembatan dekat sungai.. yang kini sudah mendirikan toko kecil. Tae Yeon, Ga In, Dara, YooBin, dan Amber menjadi pegawai di toko mie paman Min “namyeong” tak lupa Tiffany yang sering berkunjung menemui Tae Yeon..
-TBC-
Dan bersambung.. waahh aku gak tahu ini bakal jadi ff terpanjang yang pernah aku buat.. no what what lah…
happy reading reader!!!!! ^0^
No comments:
Post a Comment