PART 6
Yuri lalu berdiri dan mencium kening Taeyeon..TaeYeon kaget dan mundur selangkah,..
“kak??”
“apa salah jika aku mencium kening adikku?? Tiffany juga aku anggap seperti adikku.” Jelas Yuri tersenyum
“iya, tapi jangan mempraktekkannya padaku juga.” Keluh TaeYeon kesal, Yuri hanya tertawa..
———– >>
“kau begitu perduli denganya.”
“maksudmu??”
“kau menyukainya??”
“menyukainya??!! Gadis kereta aneh itu maksudmu??”
“ahhahaahhaaaa…. aku bisa lihat itu..”
“Sok tahu..”
“Aku memang tahu dan aku bisa baca dari matamu”
“udah deh kak..”
“hahahahhaaaaaa…” tawa Yuri geli melihat tingkah Taeng yang terpojok..
“Dihh…”
TaeYeon keluar dari kamar Yuri, “mau kemana??”
“aku mau pulang??”
“ini rumahmu.”
Taeyeon tidak mendengar dan tetap keluar dari kamar..
Yuri kembali duduk di meja belajarnya.. dia menghela nafas lalu terduduk kembali di kursi santainya..
“Taeyeon!! kau mau kemana??” Terdengar suara
“Ibu??” Yuri segera keluar dan memastikan..
Terlihat Taeyeon hanya berdiri menatap ibunya yang baru masuk ruangan bersama pengawal Ahn
“kau mau kemana??” TaeYeon tidak menggubris
“Kwon TaeYeon!!”
“bukan urusan anda nyonya!!”
“Kau!!” Ny. Kwon mengangkat tangannya hendak menampar wajah TaeYeon tapi Yuri menangkap dengan sigap.. “cukup Bu, jangan.” Pinta Yuri, TaeYeon cuma menatap sengit dan pergi meninggalkan mereka..
“Adikmu itu!!” Keluh Ny. Kwon
Yuri menatap sedih kearah ibunya..
“Ibu, haruskah ibu bersikap seperti ini terus?? Dia anakmu bu, adikku!” Tegas Yuri dan berlalu ke kamarnya..
Ibu Yuri terduduk dan memijat keningnya..
“Nyonya?”
“aku minta air hangat cepat!!”
TaeYeon melajukan cepat mobilnya.. dia memberhentikan mobilnya disebuah taman kanak – kanak dekat dari rumah Tiffany.. Dia mengambil handphonenya..
“kau dimana??”
“aku sedang dirumah. Kenapa?? Tumben sekali menelpon??”
“Datanglah ke taman kanak – kanak sekarang. Aku disini..” TaeYeon menutup telponya
Tiffany bingung
“taman kanak2?? daerah ini kah??”
Walau ragu karena sudah malam sekali, dia keluar menuju taman kanak – kanak.. Benar dia melihat ada mobil TaeYeon disana.. TaeYeon tengah duduk di cangkir putar..
“Emm… Taee…Yeon??” tanya Tiffany menepuk pelan bahu TaeYeon
TaeYeon kaget dan menengok, Tiffany tertegun melihat Taeyeon meneteskan air mata.. TaeYeon berdiri.. dan memeluk Tiffany.. Tiffany hanya terpaku,,
“Izinkan aku memelukmu.. sebentar saja..” Pinta taeyeon dengan suara berat
Tiffany POV
Anak ini, walau terkadang sangat menyebalkan, angkuh dan hatinya dingin seperti es.. cuek dan selalu membuatku jengkel.. tapi hari ini aku telah melihat sisinya yang berbeda.. dia perhatian, hangat penuh kasih sayang dan kini dia sedang menangis dalam pelukanku?? Aku biarkan dia bersandar pada bahuku.. aku mengelus lembut bahunya..
Hatinya yang dingin, aku tahu dia kesepian.. Dia semakin erat memelukku.. Kenapa saat dia memelukku aku merasa nyaman??
“Hei gadis kereta! Bunyi jantungmu berisik sekali.” Ungkapnya
“Ahh??” Aku berusaha melepas pelukannya, tapi dia tetap memelukku erat..
“apa kau gugup??”
“eh?? Enak saja! Buat apa aku gugup saat kau peluk??” Elakku
“Tak apa..” jawabnya seraya melepas pelukannya
“terima kasih.” Ucapnya dengan senyum..
Benar – benar kali ini aku melihat seorang TaeYeon yang…. kesurupan..?? dia senyum?? Aneh sekali melihat dia tersenyum manis seperti ini.. Berbeda.. kenapa aku?? Wae?? Wae?? Aku menggelengkan kepalaku?? Masa aku terpesona sama si jutek ini?? Ah!! Tidak!! Bukan!! Hahahahaaaa… aku tertawa sendiri..
“kau gila?? Benar – benar aneh ya kau.” Ucapnya memberi pandangan aneh
Dia kembali duduk..
“Putar pelan dong.” Pintanya
Apa – apaan ini?? Dia kira aku babysitternya apa??
“Hei!! Ayo putar!” Pintanya dengan nada penekanan
“iya..”jawabku pasrah dan memutar pelan.. Dia tersenyum gembira.. ughh!! benar2 MENYEBALKAN..
Taeyeon POV
Entah aku memang benar – benar gila, aku bisa melupakan sedihku saat bersamannya.. Aku selalu nyaman saat disampingnya.. Taeyeon!! Kau memang gila!! Tapi kenapa ini terasa ini nyata!!
Tiffany mulai mengantuk, dia menguap lebar.. dia melihat kearah jam tangannya..
2AM? Dia kembali memutar pelan dengan tenaga yang tersisa.. TaeYeon menatap wajah ngantuk Tiffany, dia tersenyum tipis lalu menarik tangan Tiffany duduk disampingya.. TaeYeon merebahkan kepala Tiffany di bahunya..
“Orang jutek!! Aku ngantuk!” Guman Tiffany
TaeYeon memasang muka kesal saat dia dibilang jutek..
“yasudah tidur saja di bahuku.” Sahut TaeYeon
Tiffany terdiam tak terdengar suara dari mulutnya .. TaeYeon memastikan..
“yahh..beneran sudah tidur.” TaeYeon menghela nafas..
Dia berusaha mengangkat tubuh Tiffany dan membawanya masuk ke mobil.. TaeYeon melajukan mobilnya ke rumah bibinya..
Sesampainya dirumah bibi, TaeYeon membawa Tiffany ke kamarnya dan menidurkannya di kamarnya.. setelah itu dia tidur di dekat Tiffany..
Drriitt..driit..driit..
“Ayah!! Ayunkan lebih kencang lagi.”
“tidak nanti kau jatuh.”
“Ayah.. seruu..”
“Taengg.. permainan ini juga seru!!”
“ohya?? Ayah aku mau turun, aku mau ke tempat kakak.”
“Jangan kencang2 memutarnya.. awas jatuh.”
“iya Yah..”
“Yuri jaga adikmu awas jatuh, pegangi dia erat.”
“pasti Yah!”
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
“kau sibuk dengan bisnis itu!!”
“Oh ya?! Sekarang lihat dirimu!!”
“ayah..ibu.. jangan bertengkar..”
“Kau diam TaeYeon.”
“Ibu..”
“kakak.. ibu jahat!”
“Taeng.. jangan menangis, jangan takut.. Ayah dan Ibu sedang ada masalah sedikit.”
“Sekarang kau mau kemana??”
“Aku muak melihatmu!!”
“Ya!! Pergilah sesukamu!! Jangan pernah kembali!!”
“kakak, Ayah mau kemana?”
“entah Taeng..”
“kakak kenapa menangis? Kau menyuruhku untuk tidak menangis.”
-=-=-=-=-=-=-=–=-=-=-
“ayah mau kemana?? Kenapa rapi sekali??”
“TaeYeon, ayah hanya pergi sebentar. Kau jangan nakal ya.. Yuri jaga adikmu..”
“Ayah.. kumohon jangan pergi.”
“Yuri.. ada yang harus ayah kerjakan.”
“apakah ayah akan pergi lama??”
“tidak nak.”
“Ayah.. kumohon..”
“Maaf nak.”
“Besok ayah akan pulang.. membawakanmu mainan baru.. dan jangan menangis ya.”
“Ayaahh!!!” Jerit TaeYeon terbangun dari mimpinya
“TaeYeon?? Kenapa??”
TaeYeon mengeluarkan keringat dingin.. dia menatap kesekeliling.. hanya ada Tiffany yang sedang duduk heran di sampingnya..
“ada apa??” tanya Tiffany mendekati TaeYeon yang tidur di sampingnya..
“tidak” jawab Taeyeon datar dan bangkit dari tidurnya keluar dari kamar.. Tiffany bingung “TaeYeon??”
“Taeng?? Mau kemana??”
“Aku mau jalan – jalan pagi bi.”
“temanmu??”
“dia masih tidur.”
Beberapa menit kemudian..
“Sudah bangun??”
“Ah.. selamat pagi.. aku teman TaeYeon.. namaku Tiffany..” bungkuk Tiffany
“mari sarapan.. TaeYeon sedang olah raga pagi..”
“kemana??”
“mungkin dia berkeliling di taman bunga sana. Dia sangat suka sekali dengan taman bunga.”
“dimana bi??”
“Kau mau kesana?? Tidak jauh kok.”
Tiffany berjalan sesuai dengan petunjuk Bibi TaeYeon.. dia juga membawa Sangja anjing Jinki anak dari bibi TaeYeon..
GGGUUKK!! Sangja menggonggong dan talinya terlepas dari tangan Tiffany
“eh??” tiffany mengejar..
Sangja berhenti di depan seseorang.. yaitu TaeYeon yang sedang duduk di dekat bunga berwarna ungu..
Dia mengelus kepala sangja.. dan kemudian menatap kearah Tiffany yang berjalan kearahnya..
“kau disini??”
TaeYeon cuma mengangguk pelan..
Tiffany duduk disamping TaeYeon… Dia hanya terdiam seraya mengelus – elus Sangja..
“berhenti menatapku seperti itu. Apa aku begitu mempesona??”
“heh??” Tiffany memalingkan wajahnya.. Taeyeon cuma tersenyum..
“Hari ini hari libur, maukah kau menemaniku??”
“Uh??” Sahut Tiffany heran
TaeYeon memandang kearah Tiffany “bagaimana??”
“eemmm… oke..” Sahut Tiffany mengerti suasana hati TaeYeon
Mereka pergi ke sebuah tempat ice skating,.
“TaeYeon, aku tidak bisa bermain ice skating.” Tolak Tiffany saat TaeYeon mengajaknya masuk..
“Ayo..pakailah sepatu ini..” TaeYeon menyerahkan sepatu
“Aku tidak bisa.”
“Akan aku ajari, sini duduklah aku pakaikan sepatumu.” Ajak TaeYeon
Tiffany duduk di kursi dan TaeYeon jongkok seraya memakaikan sepatu.. Tiffany memandang lama ke arah TaeYeon..
“Sudah..” Tiffany masih terpaku menatap TaeYeon
“Hei.,!”
“Ahh.. apa??”
“Ayoo..” Taeyeon berdiri dan mengulurkan tangan
Mereka bergandengan masuk ke lantai es.. TaeYeon menggandeng ke tengah, Tiffany takut terjatuh sehingga menggenggam erat tangan TaeYeon..
“Tak apa.. ayo sekarang lepas tanganku..” pinta TaeYeon
“tidak..!!”
“Ya!! Lepas.. bagaimana aku mengajarimu jika seperti ini..”
Tiffany terpaksa melepaskan pegangannya.. TaeYeon tertawa dan meluncur mundur menjauh..
“Ya!! Taeyeon… aku takut jatuh..”
Taeyeon tidak menggubris dia malah tertawa seraya meluncur dan berputar – putar mengelilingi Tiffany yang masih kebingungan dan ketakutan..
Tiffany berusaha bergerak.. namun hal yang dilakukannya salah.. dia terpeleset dan tidak bisa mengontrol diri.. akibatnya dia terjatuh…
“Tiffany..!!” TaeYeon meluncur cepat dan berusaha menangkap tubuh Tiffany…
BRUUGGGG……
TaeYeon berhasil menangkap tubuh Tiffany, mereka bergulung dan kini mereka saling timpa.. Tiffany di bawah dan TaeYeon diatas..
Mereka berciuman.. mereka saling tatap tajam dengan bibir yang masih saling menempel… Taeyeon melepas ciumannya dan terduduk.. Tiffany masih melongo dengan posisi berbaring diatas lantai es..
“mmaa…maaf…” Ujar TaeYeon
Tiffany memegang bibirnya..
“ya!! Kau sudah mencuri ciuman pertamaku!!” Tiffany tersadar dan langsung marah – marah ke TaeYeon
“ah?? Kau yang terjatuh! Bukan salahku!” elak TaeYeon
“kenapa harus kau?? Seharusnya ciuman pertamaku untuk orang yang kucintai..” Keluhnya
“hei kenapa kau senyum2??!!” tambah Tiffany heran karena Taeyeon tersenyum sendiri seraya menatapnya
“ya!! ByungTaeYeon!!”
“mwo??!! Byungtaeyeon??” heran Taeyeon
“Iya.. itu julukan yang tepat untukmu!”
“hah??!! Heii.. enak saja..” protes TaeYeon tak terima
Taeyeon Pov
Ciuman pertamanya?? Kenapa aku merasa senang?? Sungguh ini ciuman pertama dia?? Kenapa aku senang sekali mendapatkanya??
Tiffany Pov
Dasar byungtaeyeon!! Dia sudah memegang dadaku saat itu.. kini dia menciumku.. tapi?? bibirnya begitu…. leembuut.. eh?? apa tadi yang aku pikirkan?? tidak..tidak..dasar byeontaeyeon!!
“aku lapar.. ayo kita makan!” ajak taeyeon
Aku masih memasang muka kesal..
“maaf.. itu tidak sengaja!” jelasnya dengan muka sok gak berdosanya itu..
“kau!!”
“ayo makan..” ajaknya seraya mengulurkan tanganya membantuku bangun.. lama2 duduk dilantai es dingin juga..
Kami pergi kesebuah restaurant.. suasana memang seperti biasanya.. hanya diam – diam.. dia itu dingin sekali orangnya.. aneh.. kadang terlihat lembut.. Dari belakang TaeYeon aku melihat seorang wanita seumuran Ibuku berjalan kearah kami dengan kedua pengawalnya yang memakai jas hitam.. Dia berhenti tepat disamping meja kami..
“Ternyata kau disini?!”
TaeYeon menatap kearah wanita itu dan terbelalak kaget, Apa TaeYeon mengenalnya??
“Ibu??” Sahut TaeYeon
Hah?? Ibunya??
“kau.. sekarang pulang!!”
“Tidak!!”
“jangan membantah!! Sekarang kau tidak bisa mengelak! bawa dia pulang!”
“Tidak!! Aku tidak mau pulang!!” TaeYeon terus mengelak saat kedua pengawal wanita itu mencoba membawa Taeyeon.. wanita itu menatapku tajam.. Aku menundukkan kepalaku memberi hormat..
“Aku tidak mau pulang!”
“cepat bawa dia! Paksa dia!” perintah wanita itu dan berjalan pergi.. aku hanya terpaku melihat TaeYeon yang terus meronta ingin melepaskan diri..
Ada apa dengannya?? Aku hanya bisa terdiam..
TaeYeon POV
“Lepaskan!!”
Mereka membawaku masuk ke mobil ibuku.. aku berusaha kabur tapi pintu dengan cepat dikunci dan ibuku masuk..
“kau ini benar2 anak yang tidak membanggakan!!”
“memang!!” sahutku
“kau..!!” emosi Ibuku
“apa nyonya ingin memukulku?? Silahkan!”
Ibu TaeYeon mendengus kesal menahan amarahnya..
Tiffany, aku meninggalkanya.. maaf.. mobil inipun melaju pulang kerumah Ibuku… dalam perjalanan aku hanya terdiam rasanya malas sekali berbicara dengannya..
Mobil kami pun memasuki perkarangan rumahku.. tuan ahn dan anak buahnya menarikku keluar..
“aku bisa jalan sendiri!!” bentakku
Tapi mereka tetap saja mengandengku erat dan membawaku masuk.. sepertinya pengawal ibuku semakin banyak saja..
“kenapa?! Kenapa kau selalu memaksa hidupku??” Marahku
“Kenapa aku harus mendapatkan anak sepertimu?? Tidak membanggakan!!”
Terasa sakit sekali.. sakit sekali.. selama ini ibu ingin sekali aku seperti Yuri.. karena nantinya aku yang akan menggantikan peran ibu sebagai pengganti pemimpin perusahaanya.. Kenapa bukan kakakku?? Iya, karena Kak Yuri akan menjadi pengganti ayah sebagai pemimpin perusahaannya di perancis..
ayah dan ibuku sudah lama bercerai..
“kenapa juga aku harus menjadi anakmu??”
“Kau!!” PLAAKK!! Sebuah tamparan keras berhasil mendarat dipipiku..
“ini semua salah ayahmu!!”
Aku hanya memegang pipiku.. rasa marah ini.. dia benar – benar bukan seorang ibu..
“Ibu!! Seperti itukah kau memperlakukan seorang anak!!” Yuri datang menghampiri kami
“Bu, dia juga anakmu! Adikku!”
“anak tak berguna seperti dia! Bagaimana bisa menjadi penerusku?!”
Setelah bercerai ayah berencana membawa anak pertamanya sedangkan aku bersama ibuku.. ayah ingin sekali membawaku juga namun ibu bersikeras, hal ini sudah sampai di meja persidangan dan keputusan akhirnya.. aku tetap bersama Ibuku dan menjadi penggantinya nanti.. Ibuku tidak menginginkan itu karena Ibu menginginkan kakakku..
“Iya aku memang bukan anak yang berguna!!” Tegasku dengan air mata yang mengalir
“Kau hanya menginginkan dia! Bukan aku!!”
“Taeng..” Yuri menatapku..
“kenapa?? Kenapa!!” tanyaku
“Kenapa kau memaksaku untuk seperti kakak? HAH!!” tanyaku mengarah ke Ibuku
“kau masih saja mencariku?? kenapa ha?!!”
“Jika aku bukan anak yang membanggakan seperti dia! Oke.. aku akan pergi dari keluarga ini dan tak akan menjadi anakmu lagi!!” Ucapku seraya pergi tapi pengawal banyak yang menghalang
“Menyingkir dari jalanku!!” bentakku, mereka tetap bersikukuh
BUUGG!! Tinjuku berhasil mengenai wajah pengawal itu..
“MENYINGKIR DARI JALANKU!!” marahku lagi
“biarkan dia pergi!!” perintah ibuku dan aku hanya menatap sinis kearahnya.. aku tidak menyangka dia benar2 membiarkanku pergi.. ibu macam apa dia?!
-TBC-
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?? emmm…
tetap nantikan??
ternyata saya tepat janji??
hahahahaa… hari jum’at..
bebas juga… senangnya aktifitas kembali normal… hihihihi…
TEASER “HUJAN”
saat hujan aku mengenalmu, kau dan hujan…….
………….
Siapakah dia?? siapa gadis itu??
…………………
adalah keindahan sempurna.. jika bagimu hujan adalah tali kasih langit dan bumi.. makan bagiku hujan adalah jembatan cintaku padamu..
jeng…jeng…jeng…
[coming soon]
aku bawa oleh – oleh >>
sering main ke aff sih..
lau mau yang LJ… creo the master… huahahahhaa….
*runs*
SuMpah sedih bwgd ngeliat tae:(
ReplyDeletejahat aja ibunya kaya nenek sihir.. menyebalkan :p
Ibu macam kah itu,, sungguh brengsek tak kayak disebut ibu
ReplyDelete