PART 17
“Jang he yeon? Kau masih berani kemari setelah menggadai tanah kebun kami??”
“Maaf nyonya… aku hanya membawa kabar ini..” Ucap tuan he yeon menyerahkan amplop, Ibu Tiffany mengambilnya lalu membaca isi dari sirat itu..
“Apa ini??” tanyanya setelah tahu surat itu adalah surat pengembalian kepemilikan tanah..
“Nyonya Kwon menyerahkan kembali tanah kita..” ujar Tuan He yeon
“bagaimana bisa? Rentenir pelit itu?” heran nenek Tiffany..
Ibu Tiffany terdiam mengingat apa yang terjadi padaTiffany semalam, yang membuat dia putus dengan Tae Yeon tiba – tiba.. selama ini dia tahu jika hubunganyadengan Tae Yeon tidak direstui oleh ibu Tae Yeon, dia mendengar dari Yuri.. Ibu Tiffany segera menuju kamar Tiffany..
Tok..tok..ttok… “miyoung?” panggil Umma Tiffany
“Ne Maa??” Tiffany menyahut pelan lalu membuka pintu kamarnya..
“Apa kau sudah merasa membaik??”
“sedikit..”
“Tiffany,, umma bukan seorang ibu yang buta dengan perasaan anaknya.. aku tahu betul hubunganmu dan Tae Yeon itu murni sebuah cinta.. kemarin aku lihat kalian masih bersama bahagia, kenapa sekarang seperti ini??”
“Ma, aku lelah.. aku mau istirahat..”
“Tuan jang he yeon membawa surat pemberitahuan pengembalian hak tanah kebun kita.”
Tiffany menatap kearah ibunya kaget..
“tak masuk akal jika itu terjadi tanpa sebab..” ujar Ibu Tiffany.. “Yuri yang anak kandung Nyonya Kwon tak bisa berbuat apa2.. tapi kenapa ini terjadi begitu saja tanpa ada perkara??”
Tiffany tertunduk..Tiffany menceritakan sedikit ..
“Tae pasti sudah membenciku..” Ibu Tiffany menitikkan airmata lalu memeluk anaknya
“tak seharusnya kau berkorban seperti ini, demi kami kau korbankan perasaanmu.. kau bahkan menyakiti dia dan kami..”
“ini juga demi kebaikan Tae Yeon, jika bersamaku dia tak akan menjadi orang yang berhasil seperti ayahnya.. bukan menjadi pelayan di namyeong Min, padahal dia anak dari keluarga Kwon yang termasuk perusahan berpenghasilan tinggi di seoul dan menaikkan rating industry korea selatan.. aku tak mau Tae Yeon menderita jika bersamaku.. dia gak pantes jadi orang susah..”
“Tiffany…”
“Umma..”
“Semua akan baik – baik saja.. semua ada jalan, sesulit apa itu labirin, pasti ada jalan keluar walau hanya satu.”
Semenjak menggantikan Ibunya sebagai CEO di perusahaan.. Tae Yeon menjadi sosok yang semakin mengerikan.. manusia dengan level penyihir yang sangat tinggi.. Dia bekerja seperti robot bukan manusia.. Sedangkan Tiffany dia menjadi sosok yang pendiam, dia kini kuliah sambil kerja sambilan sebagai kasir toko..
Sedangkan di tempat lain.. Seseorang bernyanyi di sebuah panggung..
I missed the times that we almost shared
I miss the love that was almost there
I miss the times that we use to kiss
At least in my dreams
Just let me take my time and reminisce
I miss the times that we never had
What happened to us we were almost there
Whoever said it’s impossible to miss when you never had
Never almost had you
Lagu yang menyentuh..
“Kau berbakat sekali menjadi penyanyi Sica..”
“Terima kasih..”
“Suasana hatimu tergambar di lagu itu..”
“Aku memang menyanyikan untuk seseorang.. my Yuri..” Jelas Jessica
Jessica ingin menjadi penyanyi yang terkenal agar bisa menemukan Yuri di perancis.. 2 tahun sudah dia menjadi penyanyi panggung kecil dalam opera..
Sedangkan untuk Yuri sendiri.. keadaan ayahnya sedikit membaik, meski beliau belum bisa berjalan..
Yuri mengambil kesempatan untuk kembali ke korea beberapa hari..
“Udara ini… aku sangat merindukannya, meski pada bumi yang sama tapi perasaan ini membuatnya berbeda.” Ujar Yuri saat menginjak Bandara Incheon..
“Aku sangat rindu padanya..” Segera dia pulang, namun langsung menuju ke rumah kekasihnya yang teramat dia rindukan..
Neet…neet… Yuri menekan bel pagar..
“mencari siapa??”
“Aku…” Yuri terdiam.. ada niat memberi kejutan pada Jessica.. “Tukang keran dan air..”
“ne?? aku tak meminta tukan keran.. mungkin suamiku.. oke masuklah..”
Pagar terbuka dan Yuri memasuki perkarangan rumah itu, setelah pintu terbuka, sesuatu membuatnya terkejut..
“Apa anda seorang tukang air sungguhan??” tanya orang yang membuka pintu yang memiliki tubuh kecil itu.. “Yeobo!!!” panggil orang itu “tukang kerannya dah dateng..” Seseorang yang memiliki tubuh lebih tinggi sama seperti yuri menghampirinya.. Yuri masih saja terdiam meski di persilahkan masuk..
“Maaf.. apa ini kediaman Tuan Jung??”
“Tuan Jung??” tanyanya.. “anda tukang air??bukan ya??”
“Tuan Jung itu penghuni rumah ini yang dulu kan??”
“Maaf Nona.. Tuan Jung sudah pindah..”
Yuri terdiaaam… “pindah?? Kemana??”
“kami kurang tahu.. kami pasangan baru yang membeli rumah ini, baru aja kemarin..”
“Mau masuk??” tawar yang bertubuh tinggi
“maaf terima kasih..” Yuri berbalik pelan dan berjalan menjauh membuat 2 pasangan itu menatap heran..
Yuri bergegas pulang ke rumahnya berharap mendapat info mengenai kepindahan keluarga Jessica..
“Yuri~ssi, anda pulang..”
“Apakah Taeng ada dirumah ini?? Atau di tempat bibi??”
“Tae Yeon~ssi ada di kantor bersama nyonya..”
Yuri berpikir sejenak mendengar kabar itu.. dia pun ke kantor ibunya..
“Itu kakak dari bos.”
“berbeda sekali ya?”
Yuri langsung menuju ke ruangan ibunya.. namun dia berhenti saat melihat Tae Yeon yang masuk kedalam lift..
“Taengg..” panggilnya membuat sosok itu melihat kearahnya yang kemudian membelalakkan matanya..
Dia mencegah pintu itu tertutup dan masuk bersama ke lift itu..
Tae Yeon berdiri menghadap jendela kaca di ruang kerjanya..
“kau? Akhirnya kau mau bekerja disini..”
Tae Yeon masih menatap keluar jendela..
“Taeng…”
“Kak..” ucap mereka berbarengan..
“Aku tidak ada waktu meski itu untuk kakakku sendiri..” jelasnya datar..
“Setelah ini aku ada meeting dengan client jepang, seharusnya kau tahu apa yang akan kau lakukan.”
“Baiklah.. aku akan pulang..” Yuri berdiri.. sebelum melangkah.. “apa kau baik – baik saja??”
Tae Yeon menengok kearah kakaknya.. “apa aku terlihat seakan tak baik2 saja??” tanyanya ketus
Yuri menatap kearah mata Tae Yeon yang berbeda.. “ini bukan adikku yang ku kenal..”
Yuri berbalik dan pergi.. “Jika kau kembali kesana, sampaikan salamku pada ayah..”
Yuri berhenti.. “dia sudah membaik..” jawabnya..
“Syukurlah..” sahut Tae Yeon datar..
Saat Yuri keluar dari ruangan Tae Yeon dia berpapasan dengan Ibunya..
@ruang Nyonya Kwon
“apa yang kau lakukan pada Tae Yeon??”
“Apa? Aku tidak melakukan apa2.”
“Apa kau juga yang membuatnya pergi??”
“maksudmu??”
“Jessica.. apa kau membuanya pergi??”
“Wanitamu?? Aku tidak pernah perduli dengan gadis yang kau dekati, kau bukan urusanku..”
Yuri terdiam menatap ibunya nanar.. “kau sungguh egois sekali..”
“bagaimana keadaan ayahmu?”
“Setidaknya dia sedikit membaik.”
“Syukurlah..”
“jika seperti ini, ibu dan tae yeon terlihat sangat mirip.. pasti telah terjadi sesuatu pada Tae Yeon dan Tiffany..”
Tanpa pikir panjang, Yuri segera menuju ke kediaman Hwang..
“Yuri???”
“Oraenmani Ahjumma..”
Mereka mengobrol di ruang santai rumah Tiffany..
“sekarang Tiffany bekerja sebagai kasir di super market..”
“apa dia masih sering bersama taeng??”
“adikmu?? Sepertinya tidak..” jelas ibu hwang..
“apa dia sudah putus dengan adikku??”
Ibu Tiffany mengagguk seraya menuang teh di gelas Yuri..
“apa penyebabnya??”
“aku juga tidak tahu.. bagaimana dengan Jessica??”
“Em…”
“Minumlah..” ujar bibi kemudian sebelum Yuri menjawab karena melihat perubahan di wajah Yuri
Beberapa saat kemudian pintu terbuka.. “Aku pulang..” ucap seseorang.. yang kemudian kaget melihat pemandangan yang dilihatnya..
“annyeong Miyoung~ssi..”
“Yuu…Yuuwree..”
Mereka lalu mengobrol di taman bermain dekat rumah Tiffany..
“Kau terlalu sibuk, Jessica sangat galau disini..”
“aku memang salah..”
“Dia mendapat beasiswa.. seharusnya kau tak disini.. karena Jessica berada di perancis..”
Yuri melongo mendengar penjelasan dari Tiffany.. “wajahmu lucu sekali Yul..”
“maksudmu, sekarang Jessica di perancis??”
Tiffany mengangguk..
Mereka kemudian saling terdiam.. sesekali Yuri mengayun pelan ayunanya..
“apa yang terjadi denganmu dan Tae Yeon??”
Tiffany tersenyum hambar, perasaan itu masih ada sampai saat ini meski dia sadari perasaan Tae Yeon sudah berubah menjadi benci..
“Tiffany??” Panggil Yuri melihatnya hanya terdiam.. “kau masih mencintainya kan?!” tegas Yuri
“tidak.. aku sudah tidak mencintainya..” datarnya
“kau berbohong! Apa yang menyebabkan kau putus denganya? Apa ibuku?!”
“Bukan.. aku hanya tak merasa cocok saja denganya..”
“Tiffany Hwang Miyoung!!”
“cukup yull..”
“kau berbohong..” ujar yuri memelankan pertanyaanya
“apa kau yakin aku berbohong??” Tiffany menatap Yuri kemudian meraih wajah Yuri dan mencium bibir Yuri.. Sedikit mengulum dan menghisap.. Lalu melepasnya..
“ini tidak benar..” Ucap Yuri
Sepasang mata mengawasi dari jauh.. Tangan itu dengan kuat mencengkram setir..
“aku sudah duga akan seperti ini, gadis menyebalkan! brengsek!!” Dia melaju dengan mobilnya..
“Apa yang membuatmu mengira ini tak benar?? Kenapa selalu banyak yang tak benar?” tanya Tiffany dengan nada tinggi
“Tiffany….”
“mengaaapaa…” Tiffany menangis tertunduk..
“apa sesuatu terjadi padamu??”
“tidak..tidak..aku ingin pulang… dan kau segera temui Jessica, jangan sesekali menyakitinya.. maaf tadi menciummu.. memang itu tak benar, yang aku lakukan selalu tak benar,, heh..” tawa Fany kecut
“Tiffany!!” panggil Yuri
Tiffany masih terus melangkah menghiraukan panggilan Yuri, Yuri terdiam menatap langkah perlahan Tiffany..
“Fany!!!”
Tiffany hanya melambaikan tangannya tanpa berbalik..
@rumah Kwon
Yuri melihat adiknya terdiam di depan air mancur..
Menyadari Yuri mendekat Tae Yeon beranjak pergi..
“tunggu…”
Tae Yeon tidak mendengar dan terus melangkah..
“Kwon Tae Yeon!! Aku bilang tunggu!!”
“Ya!!!!” Yuri menarik lengan adiknya dan membuat tubuh Tae Yeon berputar balik.. Tae Yeon menatap dengan tatapan dingin..
“Ada apa denganmu? Ada apa dengan kau dan Tiffany??”
Tae Yeon masih terdiam dengan tatapan yang sama..
“Jawab aku, kau buat Tiffany menderita..”
Tae Yeon menarik kerah baju Yuri seketika…
“KAU!! KAU!! Mengapa selalu kau!!” geram Tae Yeon kearah kakaknya..
“mengapa kau harus ada di hidupku??” lanjutnya dan membuat Yuri menatap tajam kearah TaeYeon.. Tatapan tajam penuh pertanyaan..
“mengapa duniaku semuanya harus ada kau!! KENAPA?!!” Bentak Tae Yeon semakin mengencangkan cengkraman tangannya di kerah Yuri kemudian melepasnya.. Tae Yeon berbalik dan beranjak pergi..
Yuri berlari kearah adiknya dan memeluknya dari belakang..
“karena kau adikku yang sangat aku sayangi..” bisiknya di telinga Tae Yeon, membuat taenyeon terdiam..
“Lepaskan!!” Tae Yeon melepas tangan kakaknya dari tubuhnya..
“Esok kau harus kembali ke perancis..”
“Kau tak perlu mencari Jessica, dia ada di Negara itu..” Diam2 Tae Yeon mencari keberadaan Jessica dengan bantuan beberapa relasinya..
“kau mengetahuinya??”
“baru saja..”
“aku sudah tahu..” ujar Yuri
“Cukup cintai Jessica! Jangan terpengaruh rayuan wanita murahan manapun..” ujar Tae Yeon tanpa berbalik kemudian melangkah pergi.. “Taeng…” Tae Yeon berhenti melangkah..
“aku ingin tanya sesuatu..”
“Jika itu tentang Tiffany.. aku sudah tak perduli lagi denganya..”
“Taeng..diaa…”
“kumohon, jangan sebut namanya lagi..”
—
“bagaimana caraku menemukannya di Negara seluas ini??” Yuri duduk di kursi bandara..
“Aku ingin belajar bahasa korea..” ujar bocah laki – laki dengan bahasa perancis..
“Ibu akan mencarikan guru les untukmu, kenapa tiba2 ingin belajar bahasa perancis??”
“Kemarin aku mendengar suara indah dari penyanyi bidadari..”
“siapa??”
“Miss J.” jawab anak itu singkat..
“baiklah ayo kita pulang..”
Yuri menatap kearah bocah itu, senyum kecil melihat anak itu menggenggam balon pink bertuliskan Miss J. setelah itu ada dua gadis duduk di sebelahnya membawa balon yang sama..
“Katanya Miss J akan ada di bandara ini..”
“Woooaa… ingin sekali melihat secara langsung, penyanyi korea yang hampir naik daun itu..”histerisnya
Yuri mendengar pembicaraan mereka..
“Aduh aku pengen pipis..”
“Eh.. boleh aku titip barang pada anda??”
Yuri bengong… “emang aku tempat penitipan??”
“cuma bentar aja kok, aku gak mau jika spotku diambil orang lain.. dari sini bisa melihat dengan jelas penumpang yang keluar.. aku pengen melihat Miss J keluar dari sana..” tunjukknya..
“baiklaahh….” Datarnya memegang balon itu..
2 jam berlalu..
“gak balik – balik 2 bocah itu… -_-a”
“Kakak, kau suka Miss J juga ya??”
“Miss J? siapa itu?? Aku saja tidak kenal..”
“kakak orang korea ya??”
“iya..”
“tapi kok gak kenal? Padahal kakak memegang balon J lovers..”
Yuri melihat balon di tangannya.. “eh??”
“Miss J baru pulang dari Roma.”
Yuri hanya mendengar sedikit malas..
“Miss J datang…” bocah itu pun berlari mengarah ke kerumunan orang – orang..
Yuri tetap duduk di tempatnya.. Bisa di lihat Miss J berjalan di kirinya sedangkan Yuri sedang membuang pandanganya kearah kanan.. sesaat pandangannya beralih ke kiri.. Miss J sudah keluar dari area kerumunan tadi..
“Kenapa bandara ini seperti bandara incheon?? Catwalk para artis.. hheemm…” ujar Yuri pelan.. “sebaiknya aku segera pulang..”
Yuri di jemput oleh supirnya, di dalam mobil.. mereka mendengar percakapan dari radio yang sedang mewancari Miss J..
“Miss J itu terkenal sekali, tapi aku tidak tahu siapa dia?”
“Bukannya satu Negara dengan anda??”
“Iya seh… buktinya aku tak mengenalnya..”
“Anda terlalu sibuk dalam karir anda di perusahaan mungkin, mana perduli hal seperti ini??” canda supirnya membuat Yuri tersenyum tipis..
“mungkin aku terlalu sibuk.. sampai kekasihku saja terlupakan.. kini dia hilang dariku dan kabar terakhir kudengar dia di Negara ini.”
“sungguh??” kaget supirnya..
“bagaimana bisa aku mencarinya di Negara seluas ini?”
“percaya saja nona.. keajaiban itu ada jika kau percaya..”
Yuri hanya tersenyum simpul..
DJ : “apa anda sudah mempunyai pacar??”
Miss J : “Pacar?? Bukan hanya pacar tapi seorang yang special.. hehe..”
DJ : “Apa ada hal yang berbeda diantara dua kata itu??” canda DJ itu
Miss J : “Sebelum aku terkenal, saat masa SMA itu, aku memiliki seorang yang special, dan aku ada disini karena untuk mencarinya juga.. aku mencari seseorang”
DJ : “ WAAW…!! Siapkah dia??”
Miss J : “ My KY.. dia adalah sosok terspesial yang aku punya.. seorang kekasih yang bahkan aku sangat rindukan.. aku disini untukmu.. Yul..”
DJ : “KY.. apakah yul itu panggilannya..??”
Miss J : “Iya..”
DEG!! Yuri langsung melihat kearah radio itu begitu juga supirnya.
Yuri hanya terdiamm.. “Miss J?? Jessica??”
“Antar aku ke stasiun radio itu sekarang..!!”
“Sekarang..?? ada apa??”
“Iya! Sekarang! Dia orang yang aku cari juga!”
“jadi dia sooyeonmu??”
“Sekarang Peter!!”
“Iya..” patuh Peter supir sekaligus manajernya..
Sampailah Yuri di stasiun radio itu.. perjalanan ke stasiun itu cukup jauh menyebabkan acara dialog dengan Miss J sudah berakhir,. Yuri menyuruh supirnya pulang..
“Miss J? ternyata itu dirimu Sica?? Aku tak percaya kau menggunakan cara ini untuk mencariku.. aku memang kekasih yang payah.” Ujar Yuri menatap langit paris yang kuning terkena lampu kota..
Tiba – tiba ada sorot mobil mengarah padanya.. mobil itu berhenti di belakangnya. sinar terang mobil itu membuat mata Yuri silau dan Yuri berusaha menutupinya dengan tangannya.. Seseorang keluar dari van itu… dan lampu mobil itu pun padam, Yuri masih belum bisa melihat dengan jelas karena pupil matanya masih kaget dengan cahaya terang tiba2 itu..
“2 Tahun aku mencarimu…” Ujarnya, Yuri mencoba melihat wajah orang itu, orang yang berbahasa korea kepadanya. setelah penglihatannya jelas, Yuri menatap kaget..
“kenapa kau baru muncul sekarang??” suara itu menjadi sedikit parau..
“Sicaa???” Orang itu berlari dan memeluk Yuri erat..
“Aku sangat merindukanmu!! Dasar kwon Yuri babo!”
Yuri tersenyum lalu mencium kepala Sica.. “aku juga sangat merindukanmu, aku kembali ke korea untuk mencarimu tapi kau pindah ke perancis tanpa memberi tahuku..”
“Kau terlalu sibuk, tak membalas emailku!!”
“LUPA!! Astaga.. emailku kan mati..” Yuri menepok jidatnya.. “maaf…” senyumnya lembut..
“dasar babo!!” ejek Sica..
“cinta itu selalu menyambung erat bagi pasangan yang setia..” jelas Yuri..
“Jelas saja! Aku tak mungkin melepasmu! Kau sudah menjadi milikku..” paten Sica..
“waah.. belum tersurat resmi tuh..”
“tetap saja harus! Kau sudah memiliki apa yang ada di aku..”
“eem? Apa itu?” tanya Yuri polos..
“jangan sok Lupa!”
“memang polos loh… 2 tahun lama yaa… ayo kita ulang agar aku ingat apa itu..” Goda Yuri mengedipkan matanya..
“btw, bagaimana kau tahu aku ada disini??”
“aku dengar dari orang radio jika ada orang berinisial KY mencariku, aku langsung optimis itu kau..”
“Cinta kita memang erat, ayo deh lakukan sekarang yukk…”
TOK!!
“Awww…. T.T”
“Porno!!” ketus Sica kemudian tertawa melihat Yuri yang meringis memegang kepalanya..
Mereka kembali kerumah Yuri dengan van sica karena Yuri segera di telpon oleh peter jika ada meeting besok pagi.. membuat Yuri gagal untuk melakukannya dengan Sica..
“merengut terus..”
“meeting pagi yang menyebalkan!!” gerutunya sambil nyetir..
“kan besok – besok bisa…”
“kan mau kangen2 an….” Rajuk Yuri menatap sica manja..
“kok kau jadi manja gini sih sayang??”
“gak papa, sama kau juga.. :P”
“Huuu….” Ejek Sica mencubit lengan Yuri..
—
“kau masih mencintainya kan?!”
Tiffany memikirkan kata2 dari Yuri.. Dia termenung berayunan di taman bermain dekat rumahnya sendirian..
“kau masih mencintainya kan?!”
Tiffany memikirkan kata2 dari Yuri.. Dia termenung berayunan di taman bermain dekat rumahnya sendirian..
“sampai sekarang aku masih sangat mencintainya… tapi aku harus bertahan, aku senang melihatnya menjadi orang sukses..” Dia menyandarkan kepalanya di besi ayunan seraya menatip langit yang hitam..
Dia mengingat kejadian saat pertama dia jatuh hati pada tae yeon.. di tempat ini juga.. Saat mereka bermain cangkir putar bersama, saat dia melihat sisi tae yeon yang berbeda.. saat tae yeon bersandar padanya, saat tae yeon bersedih.. hal itu membuat rasa sedikit sakit pada hati Tiffany..
Saat dia mengejek Tiffany sebagai gadis kereta yang aneh.. Tak terasa air matanya menetes mengingat itu..
“Orang jutek, kau pasti membenciku..” seguknya..
-TBC-
karena saya akan pergi lama..
mulai dari tanggal 2 Desember ini mungkin sampai tanggal 17 Desember T.T
tanggal 5 bakal gak bisa ngucapin langsung.. ini aja update terjadwal..
so aku ngucapin happy bday sekarang aja deh..
saengil cukhae.. nae sarang yuri unnie :*
i love u!!! kyaaaaaa ><
selamat bulan Desember all…..!!

No comments:
Post a Comment