PART 3
Besoknya..
“hari ini Jessica kenapa tak masuk ya?? Heem.. Yuri.. aku ingin melihatnya.. Tiffany berjalan ke arah gedung kelas 3..
Saat melewati taman dia melihat Tae Yeon yang duduk di kursi kayu dan bermain dengan bunga,..
“cantik.” Guman Tiffany sesaat..
“ah!! Apa tadi yang aku pikirkan??” Tiffany kaget dan berusaha sadar… dia menampar pipinya..
Namun entah apa yang ada dipikiranya.. tanpa sadar kakinya melangkah mendekati Tae Yeon..
Tae Yeon merasakan keberadaan Tiffany..
“Gadis kereta aneh.. kenapa kau mendatangiku??” Tanya Tae Yeon seraya memutar2 bunga di tangannya
“Ahh??” Tiffany tersadar.. “kenapa aku disini??” tanyanya heran
“kenapa kau bertanya padaku?! Bukankah seharusnya aku yang bertanya!! dasar gadis kereta aneh!!” Ketus Tae Yeon
“berhenti mengataiku gadis kereta aneh! Dasar orang jutek!!” Kesal Tiffany
Tae Yeon menatap kearah Tiffany yang berdiri di depannya..
“kenapa??” tanya Tiffany kesal
“kau tidak lelah berdiri seperti itu? kursi ini cukup jika di duduki berdua? Menyingkir dari hadapanku dan duduklah.”
Tiffany minggir dan duduk di samping Tae Yeon..
“aku mau bicara sesuatu padamu.” Ungkap Tiffany tiba – tiba
Tae Yeon cuma diam sambil memainkan bunga di hidungnya..
“Kau tahu.. jika Jessica menyukaimu?”
Tae Yeon berhenti memutar mutar bunga dihidungnya dan menatap kearah Tiffany..
“iya, kenapa?”
“Kau ini.. kenapa tidak menjawab perasaaanya??”
“bukan urusanmu!” jelas TaeYeon singkat
Bersamaan dengan itu, Yuri, Yoona dan HyoYeon lewat di koridor depan mereka.. Tiffany menatap lama kearah Yuri, Tae Yeon melihat kearah Tiffany kemudian ke Yuri.. dia tersenyum simpul..
“Hei gadis kereta.. apa kau menyukai Yuri??” tanya Tae Yeon tiba – tiba
“Sopan sekali kau memanggilnya tanpa sunbae?”
“Dia tak mendengarnya.. bukan suatu masalah..”
“tetap saja aku tak terima!”
“Gadis aneh sepertimu.. kau sungguh menyukai Yuri??”
“Dia itu kereenn…” kagum Tiffany
“aku tidak rela kau menjadi kakak iparku!!” Tae Yeon berdiri dan meninggalkan Tiffany yang senyum2 gak jelas.. dia tersadar dengan ucapan Tae Yeon “kakak ipar? Maksudnya??” Tiffany mengejar Tae Yeon
“Heii…” teriak Tiffany dan gak di gubris sama Tae Yeon
Mereka berdua bertemu dengan Yuri yang baru selesai dari kantin dan akan menuju ke kelas mereka..
Yuri dan Tae Yeon saling pandang..
“Haii…Taeng,. hai Tiffany.” Sapa Yuri
“Taeng??” Guman Tiffany pelan, TaeYeon cuma melotot kearah kakaknya memberi isarat..
“waah.. Tae Yeon lama sekali tak bertemu, jarang sekali kau pulang..” Keluh Yoona
“aiihh… lepaskan..” Tae Yeon melepas gandengan Yoona
“Taeng, kenapa kemarin tak masuk??” tanya Yuri
Tiffany bingung dengan nama panggilan Yuri ke Tae Yeon..
“Kaakk..” Keluh Tae Yeon garang
Yuri tersenyum tipis.. Tae Yeon berlalu dari Yuri dan kawan2nya..
Tiffany cuma bengong.. “kak?? maksudnya?? Tadi dia bilang kakak ipar??”
“Tiffany, kami ke kelas dulu ya.” Pamit Yuri mengelus kepala Tiffany..
Tiffany diam dan memegang kepalanya sambil melihat kearah Yuri pergi..
“Uwaaa……” Girang Tiffany, dia joget2 gak jelas dan menjadi tontonan aneh murid2 yang lewat..
Dia kembali ke kelas dan melihat Tae Yeon sudah duduk manis di kursinya..
Tae Yeon cuma menatap dengan aura dinginnya..
“Taeng itu apa??” tanya Tiffany tiba – tiba ke topic
Tae Yeon melirik sangar.. “Diam!” Tae Yeon memasang wajah sangar *lau dibayangin malah aneh*
Tiffany langsung terdiam.. “dasar aneh!” guman Tiffany seraya sedikit melirik kearah Tae Yeon..
“aku kan cuma bertanya.. galak sekali..” guman Tiffany lirih dan hanya di jawab oleh tatap mengerikan dari TaeYeon..Tiffany berusaha memberi senyum manis walau terpaksa..
“Cihh..!!!” Desah TaeYeon memalingkan wajahnya..
—
Sepulang dari sekolah, Tiffany melihat Tae Yeon berbicara dengan Yuri..
“Sudahlah kak! Aku tak mau pulang!”
“Tapi Taeng,..”
“aih kak, jika disekolah jangan panggil aku dengan panggilan itu.” Keluh Tae Yeon kesal
“jika begitu aku nanti akan kerumah bibi.”
“itu lebih baik.. sekarang aku mau pulang!” Tae Yeon pergi meninggalkan Yuri..
“Taeng…” panggilnya..
Tae Yeon mendengus kesal dia berbalik dan menatap ke arah Yuri dengan tatapan kesalnya..
“Upps… Tae Yeon maksudku.. tolong katakan pada bibi.. nanti buatkan aku sup kacang merah..”
“gak penting banget sih kak!”
Yuri cuma tertawa melihat sikap adiknya..
“Mereka itu sebenarnya ada hubungan apa sieh??” Guman Tiffany dan berjalan keluar pagar..
Dia berdiri menunggu jemputan ibunya.. Tiba – tiba mobil Ferrari 550 Maranello berwarna merah keluar dari pagar.. Sesaat melaju, mobil itu berhenti lalu mundur tepat dihadapan Tiffany…
“Hei gadis kereta, apa kau belum dijemput??”
Tiffany melongo sebentar “Ah… belum,.”
“masuklah..”
Tiifany agak ragu masuk kemobil Tae Yeon.. “kau menolak tawaranku??”
“aaaaa…. nee…” jawab Tiffany seraya membuka pintu mobil
“dimana rumahmu??” tanya Tae Yeon masih dengan dinginnya.. Tiffany menjawab datar..
Tae Yeon lalu mengantar Tiffany… disepanjang jalan mereka berdua hanya terdiam..
“Kau dengan Yuri ada hubungan apa sieh??” Tiffany membuka pembicaraan..
“Emang ada apa??” tanya Tae Yeon datar dan sesekali melihat kearah Spion..
Tiffany heran melihat TaeYeon yang selalu melihat kearah spion,
“bukankah yang dibelakang kita itu mobil Yuri?” tanya Tiffany kaget..
“iya.. aku tahu.. kenapa kau senang sekali?? Aku bisa menurunkanmu jika kau ingin bersama dia.” Jelas Tae Yeon
“Wuaaahh… andai tadi mobil Yuri duluan yang keluar pagar, mungkin aku tidak semobil denganmu.” Guman Tiffany, Tae Yeon menatap kesal..
“apa kau mendengarnya??” tanya Tiffany polos. Taeyeon memberi sen minggir.
“kenapa berhenti??” tanya Tiffany heran dengan wajah bingungnya melihat Tae Yeon keluar dari mobil.. dia berbalik dan melihat mobil Yuri juga berhenti tepat di belakang mobil Tae Yeon..
Tae Yeon mengetok kaca mobil Yuri.. setelah terbuka..
“Kak! Kau mengikutiku??”
“Tidak..” jawab Yuri
“berhentilah.. aku bukan anak kecil!! Aku bersama gadis aneh itu, aku tadi niat mengantarnya.. tapi aku ada urusan.. jadi kau saja yang antar??”
“gadis aneh??”
“Iya.. Tiffany…”
Tiffany melihat Tae Yeon kembali.. dia membuka pintu mobil..
“Keluar..” Pinta Tae Yeon dingin
“Ah??” Tiffany bingung dan menuruti perintah Taeyeon..
“Kau sana sama dia.. ” Jelas Tae Yeon kembali menutup mobil dan dia menuju pintu supir, dia masuk dan melajukan mobilnya meninggalkan Tiffany..
Yuri keluar dari mobil dengan pesonanya.. Tiffany terpana.. “Dewii..” ungkapnya pelan
“Haii..” sapa Yuri
“Uh??” Tiffany tersadar
“Maafkan adikku.” Jelas Yuri
“HAA?? Adik??” heran Tiffany
“kenapa kaget?” tanya Yuri dengan senyumnya..
“Jadi Tae Yeon itu adikmu??” tanya Tiffany
“iya… kenapa??”
“aku tak menyangka dia itu adikmu.” Guman Tiffany
“ah? Bukankah kami terlihat mirip??” Tanya Yuri dengan senyum manisnya
“berbeda sekali..”
“Hahahhahaaaa, ayo masuk..” Yuri membukakan pintu untuk Tiffany..
“Em.. Yuri… Taeng itu apa?”
“aah.. Taeng itu panggilan masa kecil Tae Yeon..”
“taeng?? lucu panggilanya..”
“Tapi dia tidak pernah suka jika aku memanggilnya seperti itu di sekolah..”
Tiffany mengangguk mengerti dengan membulatkan bibirnya membentuk O..
“kau, sudah berteman dekat dengan Jessica??” tanya Yuri
“ah… iya… dia teman pertamaku,, dia anaknya baik sekali..” Jelas Tiffany
“teman pertama? Tapi aku lihat kau cukup akrab dengan adikku.”
“sayangnya adikmu itu galak dan judes. Selalu memasang muka jutek..”
“hahahahaaaa..” Yuri tertawa
“Tapi, Jessica malah sangat menyukai Tae Yeon.” Jelas Tiffany heran..
Yuri terdiam tiba – tiba..
“Aku kasihan pada Jessie, dia sudah menyatakan cintanya tapi Tae Yeon tidak menjawabnya.. malah mengabaikan Jessie.”
Tiffany melihat kearah Yuri yang dari tadi tiba – tiba diam..
“Yuri…”
“ah,,.. kenapa??”
“melamun??”
“tidakk… aku hanya mencoba mengingat sesuatu.”
“emm.. hari ini juga Jessie tidak masuk.”
“Hah!! Kenapa?!” tanya Yuri tiba – tiba panik
Tiffany terkaget.. “reaksinmu dramatis sekali.”
“ah…em.. bukan begitu, jika Sica tak masuk kan kau jadi tak ada teman lagi.” Yuri mencari alasan yang tepat
“ah… benar juga ya..”
Mereka sampai di depan rumah Tiffany, Tiffany turun..
“sampaikan pada Ibu dan nenek.. hari ini aku tidak bisa mampir karena sudah janji akan pergi kerumah bibiku.” Pamit Yuri
“iya..” Tiffany membungkuk dan melambaikan tanganya saat mobil Yuri menjauh..
“Yuri, selalu memperhatikan keadaanku..” Girang Tiffany masuk ke pagar dengan ceria..
Tae Yeon POV
Aiihh… kenapa dikepalaku selalu ada anak itu? Apa ada yang salah dengan otakku?? Aku harus buru – buru pulang dan berendam air hangat agar semua pikiranku pada gadis aneh itu hilang!
“Aku pulang.”
“haii… sudah makan?” tanya bibiku
“iya nanti.. aku mau mandi dulu.. berendam air panas..”
“Sore seperti ini?” heran bibi
“Iya..” angguku
Jujur walau aku tinggal dirumah sederhana bibiku, tapi aku lebih merasakan cinta disini.. bersama kedua sepupuku si Suli dan Jinki..
“oh iya bi, tadi kak Yuri berpesan dia akan kemari dan minta dibuatkan sup kacang merah.”
“hahhaaa.. anak itu.. oke..”
Aku langsung masuk ke kamarku.. sekilas kulihat Suli sedang tidur siang di kamar bibi.. sedangkan Jinki. Pasti dia sedang keliling dengan anjingnya.. Aku masuk kamar mandi lalu berendam di air panas..
“haaahh!!! Kenapa selalu dia yang ada di otakku??!!” Aku memukul mukul air..
“Taeng?? Ada apa??” tanya bibiku
“Tidak bi..” jawabku
Sudah hampir setengah jam aku berendam..
“sepertinya kak Yuri sudah datang.” Ku dengar samar – samar onew sedang mengobrol dengan Yuri
Setelah ganti baju aku turun dan kulihat benar sudah ada kak Yuri…
“noona, apa noona juga akan tinggal disini?”
“tidak.. noona cuma mau mengunjungi adik – adik noona yang imut2 ini.” Jelas Yuri menggoda
aku langsung duduk di meja makan..
“Wuaaahh… sup kacang merahku.. bibi terima kasih..”
Aneh sekali.. ekspresinya seperti tidak pernah makan sup kacang aja.
Jika kulihat wajah Yuri yang tersenyum seperti ini, jujur saja jika aku bukan adiknya aku juga jatuh hati padanya. Banyak sekali yang mengaguminya, aku dan dia.. perbedaanya jauh sekali..
“Taengg, kenapa cuma menatapku seperti itu? ayo makan..”
“Ahh.. siapa yang menatapmu??” elak ku seraya mengambil sumpit dan memasukan nasi sampai mulutku penuh..
—
Selesai menyantap hidangan makan malam.. Tae Yeon dan Yuri berbincang – bincang di ayunan belakang rumah bibi..
“Kudengar sica sudah menyatakan perasaannya.” Ungkap Yuri
Tae Yeon cuma terdiam..
“kenapa kau belum menjawab atas perasaanya??”
“karena aku tahu kau menyukainya.” Jelas Tae Yeon menatap Yuri
Yuri terdiam..
“aku tak tega untuk berkata tidak.. dan aku juga tak mampu untuk berkata iya karena aku tidak menyukainya.”
Yuri sudah memendam perasaanya lama sekali, tapi dia tak pernah mampu mengungkapkannya..
“Kau menggantung jawabanmu demi aku?? bodohnya!!”
“Maksudmu??”
“Secara tak langsung kau juga menyakitiku..”
“Aku tak menyukainya.. aku juga tak mampu mengatakanya..”
“tapi tak semestinya kau menggantung jawaban.”
“apa aku harus menerimanya??..” tanya Tae Yeon
“setidaknya dia tidak terus menunggu..”
TaeYeon melihat kearah Yuri dalam..
“kak! Beranilah untuk menyatakan cinta!”
Yuri berdiri dari ayunan,.
“kenapa kak?? Apa kau takut perasaanmu di tolak?? Itu sama saja pengecut kan? Jadi seperti ini kakakku??”
“Taengg…”
“aku ngantuk.. aku mau tidur.. selamat malam.” Ungkap TaeYeon dan masuk kedalam rumah
“Anak itu..” Yuri tersenyum tipis
-TBC-
ya..ya….yaaaaa……. jadi semakin semrawut gini ya??
huaaahh…. silahkan baca semoga kalian suka… <(“.)a
Malah terbalik dagh pasanganya
ReplyDeletemalesan hufff:(