Friday, March 21, 2014

Maybe Right I Love Her Part 4

Karena ternyata ada yang menunggu nih TaeNy.. jadi saya menulisnya… hahahahaa… cek aja deh… lau rancu saya sudah nyiapin pisau, sambel kacang, buah2 an…. kita rujak aja tuh El..
PART 4
Esoknya.. pagi – pagi sekali Tae Yeon sudah berada di sekolah dan duduk manis di kursinya.. Jessica masuk.. Jessica kaget melihat di ruangan itu cuma ada mereka berdua.. Tae Yeon tahu karena selama ini Jessica adalah murid yang selalu datang awal, makanya dia berusaha datang pagi menjelaskan semua sebelum banyak yang tahu terutama orang itu..
“Jessica, ikut aku..” Tae Yeon menarik tangan Jessica ke taman belakang
sesampainya di tempat..
“ada apa? Apa kau sudah siap dengan jawabanmu??”
“iya aku sudah siap..” TaeYeon terdiam sebentar..
Jessica menunggu kata2 yang akan keluar dari mulut Tae yeon..
“Maaf”
“Maaf selama ini aku tidak menggubris.” tambah TaeYeon
“jadi??”
“Maaf Sica, aku tidak bisa..”
“em..” angguk Jessica “tak apa, aku mengerti..”
“Sekarang kau boleh membenciku, jika kau mau”
“Tidak, kau akan jadi temanku. Aku sudah lega karena aku sudah mengutarakan perasaanku.” Senyum Jessica getir
TaeYeon melangkah pergi.. beberapa langkah kemudian dia berbalik..
“di luar sana ada seseorang yang lebih baik dariku dan mencintaimu dengan tulus, jangan kau cari dia karena dia akan datang pada saatnya.” Jelas Tae Yeon dan kemudian pergi meninggalkan Jessica
“maksudnya??” Heran Jessica dan duduk di sebuah bangku taman..
Sesaat Tae Yeon sampai di kelas, dia bertemu dengan Tiffany.. Tae Yeon sempat memegang dadanya saat melihat Tiffany yang duduk manis di kursi seraya membaca buku,. “seperti bunga” gumannya pelan
Lamunanku disadarkan oleh guruku yang tak kusadari ada di meja guru.. dan aku menuju ke bangku ku..
Tae Yeon POV
Kenapa denganku?? Kenapa dadaku??
“Pagi Tae Yeon.” Sapanya dengan senyum khasnya.. kenapa mata dia begitu indah saat tersenyum?? Eye smile?? Iya.. benar eye smilenya bagus sekali..
Aku duduk di kursiku, dia kembali membaca bukunya.. aku memperhatikan dia dari rambut sampai kekaki.. kenapa ada apa denganku?? Kenapa aku punya perasaan aneh padanya?? Gadis kereta aneh ini..! Aku mencoba menyadarkan pikiranku..
“Tae Yeon!! Ada apa denganmu!!” Gumanku
Tiffany sempat heran melihat tingkahku yang tidak seperti biasanya..
“ada apa??”
Aku kaget..
“ah… tidak! Bukan urusanmu!” Ketusku dan berpaling menghadap jendela kelasku.. kelasku berada di tingkat 2 dan kulihat dilapangan basket anak dengan seragam kelas 3..
“apa itu kelas yuri sunbae??” tanya Tiffany
“sejak kapan kau memanggilnya seperti itu?” tanyaku dingin
Tiffany mendekat lebih dekat ke jendela, ini secara otomatis semakin dekat denganku, karena posisi dudukku adalah disamping jendela pas.. Aku bisa menghirup wangi rambutnya.. Ah!!
“Ya!! gadis kereta!! Agak menjauh dariku!!” Aku memarahinya
“maaf, aku cuma ingin memastikan apakah itu kelas Yuri.” Tiffany kembali keposisi duduknya
“Kau ini..!!” keluhku, ada sedikit perasaan sesak, jika dia terus bicara soal Yuri.. ah!! Perasaan aneh apa ini?!
“kenapa?? Kakakmu itu keren, patut dikagumi..” Jelas Tiffany
Ingin sekali aku mengatakan jika Yuri menyukai Jessica, tapi kenapa perasaanku tak ingin membuatnya terluka??
“Tae Yeon.. kira – kira seperti apa kriteria orang yang disukai ma Yuri??”
Aku terdiam sebentar.. kupingku panas sekali..
“aku tidak tahu! Kau tanya saja langsung sama orangnya.!” Jelasku ketus
“kau ini kenapa sih gak bisa lembut dikit.. dasar super jutek!”
“kalian berdua yang disana!! Ribut sekali!! Jika tidak suka dengan pelajaranku, keluar dari kelasku!!” Guruku marah dan menghukum kami.,
Kami disuruh berdiri diluar,..
“Ah??” aku melongo kearah Guru Park
“dia yang salah sengnim..” aku menunjuk kearah Tiffany..
“KALIAN BERDUA BERDIRI DILUAR!!”
“Aihh!! Ini gara – gara kau!!” Marahku
“kenapa??” tanyanya dengan muka sok polosnya itu, makin buat aku gregetan!!
Tae Yeon dan Tiffany dihukum, setelah keluar dari kelas.. mereka berdiri didepan kelas, Tiffany sudah mengankat tangannya.. Tapi Tae Yeon malah berlalu pergi..
“Hei,,hei.. Tae Yeon.. kau mau kemana??”
Tae Yeon tidak menggubris panggilan Tiffany, yang jelas saat ini dia ingin kabur dari hukuman..
“Hei!! Taeng!” panggil Tiffany
Tae Yeon berhenti.. dia berbalik..
“kau memanggilku apa barusan?” tanya Tae Yeon menghampiri Fany
“Taeng.” Jawab Tiffany singkat dengan wajah polosnya
Tae Yeon memasang muka masam lalu dia menarik tangan Tiffany dan membawanya pergi dari tempat itu..
“hei kita sedang dihukum..”
“aku tidak perduli.. dihukum seperti itu menjatuhkan martabatku,. Ini juga karena ulahmu! Berisik!!” Omel Tae Yeon seraya terus menggeret Tiffany..
Tae Yeon mendorong Tiffany duduk di bangku..
“jangan panggil aku taeng! Mengerti!!”
“yaa.. lalu aku memanggilmu apa??”
“terserah!! Jangan Taeng!”
“oke.. em.. taetae?? Tidak taenggi, taenggo, emm., yeoni?? aneh.. Em…” Tiffany memikirkan nama panggilan khusus tae yeon
“CUKUP!! Panggil saja aku taeyeon apa susahnya?!”
Tae yeon POV
Gadis kereta yang aneh ini.. benar – benar. Mengapa tiap hari harus dia yang ada di kepalaku??!! Aku sudah gila!! Aku sudah tidak waras!! Hah!! Masih banyak orang yang lebih waras dari dia.. kenapa dia?? Ada Jessica, Hara, SunMi,.. tenang Tae Yeon.. ini tak nyata..
“TaeYeon? Melamun?”
“berisik!!”
“sekarang kita sudah diluar.. ayo beri tahu aku.. kira2 apa kriteria orang yang disukai ma kakakmu??”
“sudah kubilang aku tidak tahu!!” Kesalku yang dari tadi terus saja membicarakan Yuri..
“makanan kesukaan Yuri apa??”
“sup kacang merah.” Jawabku datar
Dia mengangguk pelan “oooww.. cuma itu??”
Aku tak menggubris, kupingku jadi gatal sekali..
“lalu..”
“CUKUP!!” potongku seraya menatapnya.. Aku pergi dan meninggalkan dia..
“kau mau kemana??”
Tak aku perdulikan panggilannya..
“hei taeyeon~ah!!”
Orang seberisik dia, seaneh dia.. kenapa?? Ini pasti salah.. tidak mungkin.. ayo TaeYon lupakan..lupakan.. dan bersikaplah seperti TaeYeon yang seperti biasanya..
“Ya!! Taengg!!” teriaknya
bocah ini.. “berhenti memanggilku taeng!!” aku berbalik dan berteriak ganti kearahnya
Dia berlari kearahku, dia tersenyum.. aku memegang dadaku lagi..
Tiba2 dia tersandung batu…
“aaaaaaaaaaaaaaaaa….” dia terjatuh dan aku berlari menangkapnya..
BRUKKK…. aku berhasil menangkapnya.. dia jatuh di pangkuanku dan wajah kami saling berhadapan.. kami saling tatap..
“YA!! Taeyeon!! Kau!!” Dia memegang dadanya
Ah!! Aku spontan melepas badannya hingga dia terjatuh ke tanah..
“aaw…!!” keluhnya seraya bangun perlahan membersihkan bajunya..
“maaf, itumu.. aku tidak sengaja.”sahutku dingin aku berdiri lalu membalikan badan..
“Ya!! Kau merasakannya?!!” teriaknya marah
“sudah kubilang aku tidak sengaja, kau tiba – tiba jatuh!!” Aku merasakan mukaku memerah
“Byungtae!!”
“mwo?!! Byungtae?!”
Dia masih memegang kedua dadanya..
Kenapa aku jadi gugup seperti ini?? TaeYeon apa kau sudah mulai gila!! Tidaakk!!! Aku menggelengkan kepalaku cepat dan pergi meninggalkannya..
“ya! taeYeon!! Kau mau kemana??”
Aku berjalan cepat, dia masih mengekor dibelakangku..
“hei!jangan ikuti aku terus! Kau bisa gak sih jauh2 dariku??”
“ah..??”
Jika kau terus mengikutiku seperti ini, aku jadi semakin gila karena perasaan aneh ini!!
“Karena Jessica tidak ada dari kemarin aku belum melihatnya, aku tak tahu harus main sama siapa lagi. Lagipula kita masih dalam hukuman, tak mungkin aku kembali kekelas..” Tiffany menggembungkan pipinya,
“Kalian berdua!! Ternyata ada disini!!” Guru park berteriak dari kejauhan sambil membawa penggaris
Aku panik dan spontan menarik tangan Tiffany berlari kabur.. Kami saling kejar2an.. guru park sampai kualahan mengejar kami.. aku menarik Tiffany bersembunyi di semak – semak…
“bagaimana taeyeon? Apa guru park sudah tidak ada??”
“entahlah..” Aku merasakan ada nafas disekitar leherku.. aku menengok dan ternyata wajah Tiffany sangat dekat denganku..
“kkaaauuu.. terllaluu deekkaatt..” gagapku
“aah.. maaf..” jawabnya seraya menjauh
Aku menatap kearahnya..
“taeyeon kenapa wajahmu merah??”
“hah?! Aku cuma kelelahan.” Jawabku seraya memalingkan wajahku,. Sial..
@perpustakaan
Jessica POV
Dia menolakku? Sudah aku duga dia pasti menolakku..
Aku rasakan kini air mata ini bebas mengalir deras.. Buku yang aku gunakan untuk menutupi wajahku kini sudah basah… aku mengusap pelan buku itu dengan mata yang masih basah…
“gadis cantik sepertimu, air mata itu sangat buruk berada di wajahmu.”
Aku menengok kearah orang yang kini duduk di depanku..
“aah.. sunbae.” Jawabku seraya menghapus air mataku
Dia menghampiriku dan menghapus lembut air mataku dengan sapu tangannya
“kenapa menangis?”
“ah.. tidak, buku ini penuh debu.. aku kelilipan.”
Dia tertawa kecil..
“apa aku perlu memarahi debu – debu ini agar kau berhenti menangis??”
“sunbae.” Dia mengelus kepalaku lembut..
“jangan menagis lagi..ya..”
Aku mengangguk pelan
Yuri POV
Melihatnya menangis membuat hatiku juga ikut sakit.. apa yang terjadi padanya?? Apakah karena Tae Yeon??
“Sica…”
“heemm…” jawabnya pelan
“nanti sepulang sekolah, temui aku di taman belakang ya.. ada yang ingin aku katakan.”
“uuh?? Apa??”
“tunggu nanti.” Jawabku berdiri dan mengelus kepalanya lagi, lalu aku pergi
“em…” aku berhenti dan berbalik
Dia melihat kearahku.. “tersenyumlah.” Pintaku, kemudian dia tersenyum manis
.
.
-TBC-
piuuhh… selesai juga… *meres handuk*
apakah semakin rancu??
hahahahaaaa…… kira2 bagaimana kelanjutannya?? tetap nantikan di kisah2 selanjutnya…
keep waiting ^^
SEMANGAT!!

1 comment:

  1. Sumpah taeny bener bener geregetan sy aja kwkwkwk ^^
    sabar jessi, ada yul qo^&

    ReplyDelete