Friday, March 21, 2014

MayBe Right I Love Her part 5

Hahahahhahahaaaa…. saya kembali dengan otak yang normal lagi… leganya… maaf ya Allah kemarin saya sempat menjadi author “#$#$#$#$#$%%^%$@”
hhahahahahahhahahhahahahahahahaaaaa…. *munak*
oke… saya update ini ah…..  ^^
selamat membacaa….
PART 5

Jessica POV
Yuri begitu baik padaku, benar saat ini aku butuh orang seperti dia.. apa yang ingin dia bicarakan?? Sepertinya serius.. eh?? Sapu tangan ini..
Aku melihat dia yang sudah keluar dari pintu perpustakaan..
“Yuri sunbae.. gomawo.” Ucapku lirih
Yuri berjalan melewati taman dan bertemu dengan TaeYeon dan Tiffany.. TaeYeon berjalan duluan dengan wajah yang aneh sedangkan Tiffany mengekor dibelakangnya seraya mengelus pelan lengan kirinya.. TaeYeon cuma melirik sepintas kearah Yuri ketika mereka berpapasan..
“Tiffany, kenapa lenganmu? Apa sakit??”
“ahh.. Yuri.. tidak..” jawabnya dengan senyum riang
TaeYeon berbalik dan melihat perbincangan Tiffany dengan kakaknya.. kakaknya membelai halus pundak Tiffany,
“Cihhh!! Pasti dia sangat menyukai itu.” Terlihat jelas diwajahnya jika dia sedang cemburu..
“TaeYeon, kau lihat Yuri??” tanya Yoona
“entah!!” Ketus TaeYeon
“kau kenapa?? Kenapa dirambutmu banyak rumput??” tanya HyoYeon
TaeYeon tidak menggubris dan terus berjalan melalui mereka berdua yang masih bertanya2..
“kenapa anak itu??” tanya HyoYeon heran
“Bukankah tiap hari dia aneh??”
“Tapi belakangan ini dia terlihat sering berada disekolah, kau tidak menyadarinya??”
“Apa??” heran Yoona
“Lihat, biasanya dia tidak pernah memasang atau menampakkan raut emosinya.. biasanya tampang dia datar, dingin..??”
“aaaa… benar juga,. baru kali ini aku melihat wajah teyeon dengan ekspresi”
Mereka terus berjalan dan melihat Yuri sedang berdua dengan Tiffany..
“Kau disini? dari tadi kami mencarimu!” rangkul Yoona
“Hai Tiffany.. kenapa bajumu banyak daun kering??” heran HyoYeon
“Tidak… ada apa2” ujar Tiffany
“Kau masih mau disini?? aku mau ke kantin bersama Yoona, Tiifany apa kau ikut??”
“Iya.. kau mau ikut??” tanya Yuri
“Tidak..” geleng Tiifany
“jika begitu aku juga tidak ikut, kalian berdua pergi saja..”
Yoona dan Hyo pergi ke kantin sedangkan Yuri dan Tiifany berjalan berdua..
TaeYeon menuju ke toilet..
UUUGGHH!!! Ada apa denganku?!! Dia meninju wastafel.. dia menatap wajahnya yang ada di cermin..
“Ingat ya TaeYeon, ini tidak nyata! Perasaanmu ini salah.. tidak mungkin kan?? Ini tidak mungkin.. kau harus kembali seperti TaeYeon yang seperti dulu lagi.. gadis gila itu.. jangan perdulikan dia.. oke.. HWAITING!!” dia mengoceh gak jelas dengan bayangannya di cermin, beberapa siswa memandanginya dengan tatapan ‘ada apa dengannya? apa dia sudah gila??’
“kenapa!!” tanya TaeYeon garang
“anio!!” jawab mereka takut dan cepat2 keluar dari wc
TaeYeon mendengus kesal menatap kembali bayangannya di cermin..
Yuri berjalan berdua dengan Tiffany.. Yuri berjalan santai sedangkan Tiffany kikuk dan berjalan tertunduk..
“kau kenapa?” tanya Yuri mendekatkan wajahnya..
Tiffany mundur kaget “hoo??”
“kenapa reaksimu seperti itu?? Apa aku mengaggetkanmu??”
“aah.. tidak.. heheeee…” nyengir Tiffany
TaeYeon keluar dari wc dan melihat sesuatu yang entah mengapa membuatnya ingin mengikuti..
“TaeYeon apa kau sudah gila?? Kenapa kau malah mengikuti mereka?” guman Tae yeon seraya mengendap endap mengikuti mereka berdua.. “ini konyol taeyeon.. ada apa denganmu??” tambahnya lagi.
“kau sedang apa??” tanya seseorang berjongkok tepat didepannya saat dia sembunyi dibalik pot tumbuhan..
“HWAA…” TaeYeon kaget dan jatuh kebelakang..
“apa yang kau lakukan??” tanya HyoYeon heran karena dari tadi merasa taeyeon aneh
“kau!! Sunbae!!” TaeYeon kaget
“Ada apa??”
“Kau!! Mengaggetkanku!!” marah TaeYeon seraya berdiri dan clingukan mencari kedua orang yang diikutinya..
“Kau kenapa? apa ada yang kau cari??”
“kemana mereka??” gumannya, kemudian melirik sinis ke arah Hyoyeon dan pergi meninggalkannya
“ini kacau! Adikmu semakin aneh dan tak terselamatkan Yul.” Iba Hyoyeon mengelus dadanya..
TaeYeon masuk ke kelas, dia menghela nafas ketika dia tidak melihat keberadaan Tiffany..
“Ingin rasanya aku pindah kelas.” Desahnya pelan dan menuju kursinya.. dia menyandarkan badanya ke kursi dan menaruh kedua kakinya kemeja.. dia menatap langit langit kelas.. seraya memejamkan mata..
“TaeYeon~ah!!” seru seseorang
BRUAAKK!! TaeYeon terjatuh..
“Kau!!” TaeYeon memasang muka marah, kesal, kaget, jengkel menjadi satu seperti rujak yang pedas
“maaf, membuatmu terjatuh.” Tiffany garuk garuk kepala melihat TaeYeon tersungkur dari kursi..
TaeYeon bangun dan kembali duduk dikursinya
“tadi, aku berjalan berduaan sama Yuri, wuaaahh.,. senangnyaaa.” Tiffany senyum2 geje
Taeyeon cuma melirik aneh dengan senyum kecut..
“Cih!!” keluhnya
“Taengg”
TaeYeon menatap kesal.. “aah..taeyeon maksudku..”
“kau! Sungguh!! Aiisshh!! Kenapa aku bisa bertemu orang sepertimu?!! Hah!!”
“kenapa??” tanya Tiffany polos
TaeYeon geram… “iiiiiii……..” dia mengepalkan kedua tangannya ke meja..
Bisa digambarkan wajah Taeng yang sangat kesal & gregetan, menghadapi anak seperti Tiffany..
Jessica memasuki ruang kelas, TaeYeon sempat melihat kearahnya.. Jessica cuma tersenyum tipis,
“ah…jessie, aku dari tadi mencarimu.” Tiffany beranjak menuju kursi Jessica
TaeYeon kembali ke urusannya yaitu bersantai.. sambil melihat kearah jendela..
“Jessie, kenapa suntuk??”
“ah tidak..” Jessica masih menggenggam sapu tangan Yuri
“sapu tangan itu, sama seperti milik Yuri yang aku lihat di mobilnya saat itu. Ah..Mungkin cuma sama??” guman Tiffany pelan
“kau habis nangis ya??”
“aah.. tidak..”
“aah,.. jangan bohong, sapu tangan itu basah.”
Jessica melihat kearah sapu tangan itu.. kemudian tertawa..
“Sayangkan sapu tangan bagus – bagus digunakan untuk mengapus air mata dari gadis manis sepertimu.” goda Tiffany
Jessica melihat kearah sapu tangannya
“Sapu tangan bagus.. seperti pemiliknya..” ujar Jessica
“Hah?? ya jelas seperti pemiliknya.. sebagus dirimu, maka dari itu hanya orang bodoh yang menolakmu!” Ketus Tiffany melirik TaeYeon..
“Ini bukan milikku..” Jelas Jessica
“Ah??”Tiffany terdiam sebentar..
“Orang yang sangat baik hati..” tambah Jessica
“Siapapun pemiliknya, dia pasti tak ingin melihatmu terluka.. jadi jangan bersedih”
“apa yang membuatmu menangis?? Apa bocah jutek itu??” tanya Tiffany seraya menunjuk kearah TaeYeon
“bukan..” Jawab Jessica pelan
“tersenyumlah, aku tidak suka melihat wajahmu.”
“emm..” Jessica mengangguk
Tiffany kembali ke bangkunya karena guru sudah datang..
Sepulang sekolah..
Jessica berjalan memenuhi permintaan Yuri yaitu ke taman belakang..
“kau datang??” senyum Yuri
“heemm.. pasti..” jawab Jessica pelan
“duduklah.”
Jessica duduk.. “ada apa sunbae??”
“ada yang ingin aku katakan padamu.” Jelas Yuri
“apa??” Tanya Jessica heran
“Jessica, kau tahu sesuatu selama ini aku terus terjebak sesuatu seperti lem. Sangat sulit aku untuk lepas.”
“maksudmu??” tanya Jessica bingung
“aku terjebak cintamu.”
Jessica kaget dan menatap kearah Yuri.. Yuri memandang lembut Jessica
“sunbae??”
“Jessica, aku suka kau.. memang ini tidak pantas dikatakan sekarang karena kau sedang menyukai seseorang yaitu adikku.. aku tahu kau pasti hanya menganggapku sebagai kakakmu saja.” Yuri menghela nafas panjang
“saat aku dengar dari taeng jika kau menyatakan cintamu, aku sangat sakit sekali.. tapi aku tak bisa berbuat apa – apa karena aku tidak mungkin menghapus perasaanmu pada adikku dan menjadikan perasaan itu untukku.”
Jessica menatap tak percaya..
“Sunbae, aku tidak percaya.. dan..”
“sungguh aku mencintaimu..” Yuri langsung memeluk Jessica..
“Saranghae Jessica.” Yuri mengecup lembut bibir Jessica
Dari kejauhan..ada sepasang mata yang tidak percaya melihat pemandangan ini..
“Yuri, ternyata menyukai Jessie? Sapu tangan itu memang benar milik Yuri..” Dia menangis sambil memegang dadanya..
Tiffany bersandar lemas di dinding..
GRABB… seseorang menarik tubuhnya dan memeluknya…
“TaeYeon~ah..” isak Tiffany
TaeYeon tetap memeluk tubuh Tiffany dan membiarkan dia menangis dipelukannya..
“menangislah jika itu membuat perasaanmu membaik, menangislah tak apa bajuku sampai basah.” Ungkap Tae Yeon
“TaeYeon~ah.” Isak Tiffany dalam pelukan TaeYeon
“Ayo kita pergi dari sini.” Ajak TaeYeon melepas pelukannya
“Sunbae.. maaf,, maaf.. aku tidak bisa.. maaf aku masih bingung dengan perasaanku.” Ungkap Jessica tertunduk
Yuri menatap sakit, namun dia tak boleh memaksa,. Dia hanya tersenyum ke arah Jessica
“Tak apa.. aku tau, tak apa aku mengerti. Aku akan menunggumu..” Ucap Yuri
“Maaf sunbae..” Jessica beranjak dan meninggalkan Yuri sambil menangis, Yuri bisa melihat jelas air mata sica yang berlinang..
“aku akan menunggumu.” Guman Yuri seraya menatap punggung Jessica yang melangkah pergi..
“Huaaaaaaaaaaaaaaa……. *sroottt* huaaaaaa……” Tiffany menangis keras terus – terusan
TaeYeon yang membawanya ke taman kota bingung melihat Tiffany yang menangis didepannya… beberapa orang melihat heran kearah mereka berdua..
“Ya!! Berhenti menangis!! Orang – orang mengira akulah yang membuatmu menangis!!” Keluh TaeYeon
“Aku patah hati… huaaaaa….” tangis Tiffany lagi
“tapi jangan menangis seperti ini!!” Pinta TaeYeon bingung karena orang2 yang lewat terus melihat mereka berdua..
“TaeYeon.. aku boleh meminjam bahumu lagi.”
“Tidak.. kau menangis seperti itu.. ingusmu keluar semua!”
“tapi tadi kau bilang rela walaupun bajumu basah..” Rengek Tiffany lagi
“tetap tidak! Tadi aku asal bicara..” asal TaeYeon membuang wajah dari tatapan memelas Tiffany
“aku akan menangis lebih keras..” Ucap Tiffany menarik nafas panjang…
Belum sempat tangisan itu keluar, TaeYeon langsung memeluknya hangat.. Tiffany terdiam sesaat..
“TaeYeon, seperti inikah rasanya patah hati??” ucap Tiffany berbisik di telinga TaeYeon
TaeYeon cuma terdiam.. dan mempererat pelukannya..
“jangan menangis lagi, kumohon. Aku tak ingin melihatmu menangis seperti ini” Pinta TaeYeon lembut
Tiffany kaget mendengar nada bicara TaeYeon dan melepas pelukannya, dia memandang heran kearah TaeYeon..
“mengapa??” tanyanya heran..
TaeYeon gelagapan.. “kenapa apa?”
“tadi kau bilang tak ingin melihatku menangis seperti ini, kenapa?”
“Ahhh.. emm..Ya!! kau tak lihat orang – orang melihatmu aneh?? Mereka mengira akulah yang membuatmu menangis!!” Ucap TaeYeon mencari alasan
“aaaa..” paham Tiffany mengangguk angguk..
“gadis kereta aneh!!” dengus TaeYeon kesal
Tiffany menyandarkan kepalanya ke kursi, dia menghela nafas seraya menatap ke atas.. dia memejamkan mata menikmati udara taman kota itu..
Taeyeon melihat kearah Tiffany, dia terdiam.. angel face Tiffany berhasil membuat jantung TaeYeon berdegub tak tentu.. TaeYeon meraba dadanya..
“cantik.” Ungkapnya pelan
Tiffany nengok kearah TaeYeon, TaeYeon masih menatap kearah Tiffany
“TaeYeon??”
“ah…” Taeyeon kaget dan memutar badannya membelakangi Tiffany
“kau kenapa??”
“ah.. tidak. Aku mau pulang!!” TaeYeon bangkit dan berjalan maju tanpa menengok kearah Tiffany
“aah??” Tiffany bingung lalu tersadar jika taeyeon menginggalkannya sendiri “Ya!! Tunggu!!” Teriak Tiffany lalu mengejar TaeYeon
Jessica POV
Aku pulang dan langsung merebahkan tubuhku di kasur.. aku masih ingat kejadian tadi saat Yuri menyatakan cintanya dan menciumku.. aku menyentuh bibirku pelan..
“Sunbae??” Gumanku pelan
Sekarang ini aku sedang bingung dengan perasaanku, pernyataan cintaku ditolak oleh Taeyeon, aku masih sangat menyukainya.. tapi mengapa Yuri malah mengungkapkan cinta??
“Sica, saranghae”
Kata – kata itu terus terlintas di pikiranku, wajah Yuri, senyumnya itu,,..
“Ah!!!” aku membanting bantal..
“aku bingung!!” teriakku keras
Tok..tok..tok..
“unnie kau tak apa??”
“aah.. tidak… aku tak apa..” jelasku mendengar suara Krystal dari luar
TaeYeon mengantar Tiffany pulang, mereka kaget ketika melihat didepan rumah Tiffany ada mobil Yuri..
Tiffany terdiam.. Taeyeon melihat kearah Tiffany.. saat Tiffany bersiap turun, TaeYeon menarik tangan Tiffany.. Tiffany melihat kearah TaeYeon..
“kenapa??” Tanya Tiffany lembut
“apaa.. kau akan baik2 saja??” tanya TaeYeon terbata
“tak apa.” Jawab Tiffany tersenyum manis
TaeYeon mengangguk.. “aku langsung pulang.” Ungkap TaeYeon kembali ke nada asal
“hati – hati.”
Tiffany lalu masuk kedalam rumah..
“aku pulang..” ucapnya pelan
“pulang dengan siapa? Mama tadi ke sekolah kau tidak ada.”
“maaf, aku pulang sama teman.”
Dia melihat Yuri sedang mengobrol dengan neneknya di ruang santai.. Yuri tersenyum kearah Tiffany
Tiffany memberi senyum tipis dan berlalu ke kamar, Yuri cuma memasang muka heran..
“ada apa dengan anak itu??” tanya nenek Tiffany
“terlihat lelah sekali.” Tambah Yuri
Selang beberapa menit, Tiffany keluar seperti hendak pergi jalan2..
“mau kemana??” tanya nenek
“ah.. aku mau jalan sore sebentar, aku terlalu penat.” Pamit Tiffany membungkuk
“boleh aku ikut??” Tanya Yuri tersenyum manis
“kau masih berpakaian sekolah.” Ucap Tiffany berusaha melarang
“tidak apa, boleh aku ikut??”
“Ya! Ajaklah Yuri.” Pinta nenek Tiffany
Tiffany menghela pasrah.. “Baiklah, ayo.”
Sepanjang perjalanan Tiffany hanya terdiam, Yuri merasa aneh dengan perubahan sikap Tiffany dan berusaha bertanya padanya
“apa kau sakit? Kenapa terlihat suntuk dan diam saja??”
“em, tidak.” Jawab Tiffany singkat
“kau marah padaku??”
Tiffany menatap Yuri.. “tidak.” Jawabnya lagi dengan singkat
“lalu kenapa??”
“tidak apa – apa” Jawab Tiffany tetap datar
“jika seperti ini, kau semakin mirip dengan TaeYeon.” Jelas Yuri, Tiffany cuma tersenyum tipis
Mereka melewati sebuah Taman kanak – kanak, Tiffany berhenti dan berjalan memasuki arena bermain,. Dia duduk di sebuah ayunan kecil..
“Aku jadi ingat masa kecilku dulu..” jelas Yuri
“apa?”
“saat aku masih SD kelas 1 dan TaeYeon masa kanak – kanak, aku dan taeYeon sering ketaman hiburan bersama ibuku.. saat itu taeyeon adalah adikku yang ceria sekali.. sepertimu..” jelas Yuri ikut duduk di ayunan samping Tiffany dan mengayun pelan dengan kakinya..
Tiffany menatap heran kearah Yuri..
“semenjak aku menginjak kelas 4, kedua orangtuaku menjadi orang tua tersibuk didunia.. bisnis mereka berjalan lancar membuat mereka lupa dengan kami dan membiarkan TaeYeon yang masih anak – anak kurang mendapat kasih sayang ayah dan ibu.” Yuri menghela nafas..
“Yurii..”
Yuri tertawa kecil dan menatap Tiffany..
“tapi aku sekarang senang..”
“kenapa??”
“karena aku bertemu denganmu.”
“maksudmu??” tanya Tiffany
“pertama melihatmu aku merasa bertemu dengan TaeYeon.”
“heh??” Tiffany menyengir heran
“iya… pertama melihatmu aku seperti melihat adikku.. aku senang saat aku tahu sifatmu seperti sifat taeyeon ceria.”
“hahhaaaa… bibimu juga pernah berkata jika aku dan taeyeon mirip.” Jelas Tiffany
“hhahaaaaa.. aku sudah dengar. Taeyeon, semenjak itu dia jadi anak yang murung karena setiap pertemuan orang tua selalu bibi yang datang.. dia iri dengan teman2nya yang lain..”
Tiffany mengangguk mengerti..
“Emm.. Yuri..” panggil Tiffany, Yuri menengok..
“apa kau menganggapku hanya sebagai orang yang mirip dengan TaeYeon?? Tak lebih??”
“aah.. tentu tidak.. aku menganggapmu sebagai teman sekaligus adikku juga.” Jelas Yuri
Tiffany menunduk..
“kenapa??” tanya Yuri mendekat
“Yuri.. aku menyukaimu..” jelas Tiffany tiba – tiba..
Yuri terbelalak tak percaya..
“pertama melihatmu aku jatuh cinta padamu..” jelasnya lagi
“Fany?”
“iyaa.. maaf karena aku menyukaimu.”
Yuri terdiam dan berdiri dari ayunan.. dia menghadap kearah Tiffany.. dia menarik bahu Tiffany sehingga berdiri sejajar..
“Aku juga menyukaimu, tapi sebagai adikku..” jelas Yuri menatap lembut Tiffany
“iya..aku paham” Jawab Tiffany datar
“maaf Tiffany.”
“tidak apa – apa.” Jelas Tiffany
Yuri lalu mencium lembut kening Tiffany..
“jadilah adikku, aku akan lebih bahagia.. karena aku menganggap nenek dan ibumu seperti keluargaku.. dan kau adalah adikku.” Jelas Yuri
Tiffany tersenyum.. “iyaa..”
“Em..Yuri..”
“ya??”
“semangatlah meraih cinta Jessica.”
Yuri kaget.. “darimana kau tahu??”
“darimana itu rahasia..semangat!!” Seru Tiffany
Mereka lalu berjalan pulang karena hari sudah malam… Setelah makan malam bersama keluarga Tiffany Yuri pamit pulang.. Yuri masuk dan disambut pelayannya..
“Anda ingin saya siapkan air panas??”
“ah.. nanti aku mau istirahat sebentar dikamar.”
“Baik,”
“apa Ibu sudah pulang??”
“Tadi nyonya pergi meeting dengan clien.”
Yuri mengangguk dan naik ke kamarnya…
Beberapa menit kemudian..
“TaeYeon~ssi??”
“dimana kakak??”
“Kakak Anda ada dikamarnya.”
TaeYeon langsung melangkah menuju kamar Yuri dan membukanya paksa..
“Taengg??” sambut Yuri penuh senyum..
TaeYeon menatap tajam kearah kakaknya..
“ada apa??” tanya Yuri heran
“Kak!! Siapa yang kau pilih?? Jessica atau Tiffany??”
“Ada apa taeng??”
“Tadi sore sepulang sekolah aku melihatmu mencium bibir Jessica, lalu tadi aku melihatmu mencium kening Tiffany!! Siapa yang kau pilih?? Siapa yang kau suka??!!” tanya TaeYeon marah – marah
“kau melihatnya?” Tanya Yuri heran
“Iyaaa… jelas saja aku melihatnya..”
“kau mengintip kakakmu sendiri??” Goda Yuri
“aaa..? mengintip?? Siapa yang mengintip??”
“Lalu??”
“Aku kebetulan lewat..” Jelas TaeYeon
“Bagaimana bisa kau ada di taman kanak2 itu?? disekitar rumah Tiffany??” Yuri semakin memberi pertanyaan yang memojokkan TaeYeon
“Ah.. itu…itu..” TaeYeon bingung menjelaskannya “ah!! Itu tidak penting!! Sekarang jawab pertanyaanku!!” tambahnya
“Tentu saja Jessica.” Jawab Yuri sungguh2
“lalu kenapa kau mencium keningnya??”
Yuri lalu berdiri dan mencium kening Taeyeon..TaeYeon kaget dan mundur selangkah,..
“kak??”
“apa salah jika aku mencium kening adikku?? Tiffany juga aku anggap seperti adikku.” Jelas Yuri tersenyum
“iya, tapi jangan mempraktekkannya padaku juga.” Keluh TaeYeon kesal, Yuri hanya tertawa..
-TBC-
selamat membaca ^^
kissu….. chu~

1 comment:

  1. Gomawo thor^^
    aq suka di part ini cz taenynya berantem mele kaya Tom n Jerry hahhah
    Miss u taeny^^

    ReplyDelete