Ini request untuk TaeNy…
Selamat membaca ^^
TaeNy/YURI/+17/Else>
Cast : Tae Yeon dan Tiffany
Sub cast : Yuri, Jessica, Yoona, HyoYeon,
Other : Onew, Suli
PART 1
Tiffany berlari terburu2 masuk ke stasiun… dan naiklah dia ke kereta yang sudah hampir berangkat.. Dia mencari tempat duduknya..
“nah ini ya??” gumannya melihat tempat duduk di depannya
“kok ada yang menduduki??” tanyanya
Dia bergegas dan melihat ada seseorang duduk dengan bawaan yang sangat banyak di sampingya…
“hey nona, ini no kursi saya.”
“ha?? Coba lihat sekali lagi tiket anda.” Jawab orang itu datar
“ini… lihat baik2.. no kursiku A12!! Minggir!!” seru Tiffany
“sepertinya anda bukan orang korea?!” gadis itu berdiri sejajar dengan Tiffany
Dia mengambil tiket Tiffany dan melihatnya baik2.. dia tersenyumm.. “coba pastikan..” tanyanya menunjukan tiket di depan Tiffany..
“ini A21, bukan A12!!” Tegasnya.. “sepertinya nona yang pergi kan??” tanyanya lagi
“apa??” Tiffany mengambil tiket itu dan melihatnya baik2.. 3 bulan di Amerika membuat dia lupa dengan hangul, kini wajah malu ada diwajahnnya.. “maaf…” Tiffany pergi menuju kursinnya..
“orang aneh..” terka gadis itu dan kembali duduk tenang dikursinnya
Tiffany POV
“Tiffany bodohh….!!! Kenapa juga aku bisa salah baca?? Apa kelamaan di Amerika??” aku menghukum dirinya sendiri..
Aku melihat ke arah orang tadi… “uwhh.. ada ya orang seperti dia!” jengkelku.. Dia melihat kearahku.. aku dengan cepat mengalihkan perhatianku…
Hapeku bergetar…
“yeoboseo…”
“Ne..umma… aku sudah ada dikereta.. tadi aku telat.. dan terjebak macet pas dari bandara..”
“syukurlah,, aku mengkhawatirkanmu.. jika ada apa2 aku bisa diterkam oleh nenekmu. Sedari tadi dia terus menyuruhku untuk menelponmu..”
“hahhaaaa.. aku baik2 saja.. ne…” aku menutup telponku, pandanganku kembali ke gadis itu yang sudah menghilang entah kemana..
“kemana orang jutek tadi?” aku berdiri mencarinya disekeliling..
“hei.. tolong minggir dari jalanku.” Seseorang bicara dari belakangku.. aku menengok kearahnya.. he?? Kapan dia di belakangku??
“kau ini..” dia menatap aneh padaku
“kau ini..” dia menatap aneh padaku
“kenapa??” tanyaku balik
“apa kau mencariku??” tanyanya
“hoo?? Kepedean..” jawabku singkat dan duduk di tempatku, dia berjalan sambil melirikku..
“cihh… orang tu tidak cuma menyebalkan..” keluhku
Wuaahh.. sampailah aku dikampung halamanku, aku rindu sekali sama mama.. Aku menunggu jemputan mamaku..
Graabbb,.. orang itu memelukku…
“Tae Yeon.. lama sekali aku tak melihatmu, bibi rindu sekali…” Ungkap orang itu seraya memelukku sangat erat.. Tae Yeon?? Maksudnnya??
“kenapa kau diam saja sayang?? 1 bulan pergi.. kau tak kangen sama Bibi???” Dia memegang pundakku dan aku hanya bengong menatapnya.. apa wajahku ini sangat pasaran?? Sampai seseorang tak bisa membedakan wajah keponakannya??
“maaf… aku bukan Tae Yeon bu..” ungkapku datar
“Mwoo??” Dia heran dan mengusap2 matannya.. “hah… maaf.. maaf..” bungkuk nyonya itu..
“oh maaf.. wajah mu mirip sekali dengan Keponakanku..” jelasnya
“mirip??” tanyaku heran..
“Bibi, apa yang kau lakukan?? Kenapa kau memeluk orang sampai seperti itu??” Tanya seseorang dibelakangku.. aku menengok kearahnya.. HAH?!! Orang itu?? Astaga…
Jadi dia si anak yang dibilang mirip denganku?? Apaan?? Wajah selalu kusut, jutek, kurang senyum..
“maaf ya nak..aku sudah salah orang..” Nyonya itu menepuk pundakku sedangkan orang yang bernama Tae Yeon itu hanya berlalu begitu saja.. Cihh!!
Mama kok lama ya??
“Miyoung~ssi??” sapa seseorang gadis..
“ne??” aku menatapnya… wuaaaa… cantiiikkk…sekaliii…… aku terpana melihatnnya..
“aku Yuri.. aku disuruh ibu anda untuk menjemput nona..” jelasnnya..
“oh..iya..” aku berdiri setara dengannya.. dia membantuku membawakan barang..
Dia membukakan pintu mobil dan aku masuk kedalam.. Dia melajukan mobilnya pelan..
Loh.. ini daerah mana?? Kok bukan arah kerumahku?? Apa aku diculik??
“maaf nona.. ini kita mau kemana??” tanyaku memberanikan diri
“Tentu saja pulang..” jawabnya tersenyum
“kau pasti bingung siapa aku yang tiba2 datang menjemputmu dan mengenalmu kan??” tanyanya seperti membaca pikiranku..
“ah… bagaimana kau tahu??”
Dia cuma tersenyum..
“kau bagaimana bisa menjemputku?? Aku tak pernah mengenalmu, tapi kau mudah sekali menemukanku.” Tanyaku panjang lebar, dia cuma tersenyum menatapku..
“tak susah untuk menemukan orang dengan ciri2 ‘cantik, face amerika-korea, dan selalu memakai gelang itu.” Tunjuk Yuri mengarah ke gelang pemberian Ayahku sebelum beliau meninggal..
“hahahahaaa… tapi kau siapa?” tanyaku
“aku, tetanggamu..”
“tetangga?? Kenapa aku tak pernah melihatmu??”
“jelas saja,, kau baru pulang dari amerika..”
“bukan maksudku, kau pindahan baru??”
“seharusnya itu untukmu.”
“maksudnnya??”
“orang tuamu tak memberi tahu jika kalian pindah rumah??”
“pindah?? Pantas saja dari tadi aku berpikir jalan kerumahku kok agak berbeda padahal aku cuma 3 bulan pergi.”
“kita sudah sampai..” serunya, dia membukakanku pintu dan membantuku membawakan barang..
“Aku bantu??” dia meraih tanganku… degup ini… dia membuatku meleleh… Setelah sampai di muka rumah.. Orang tuaku langsung menyambutku besar2 an..
“Miyoung!!” Ibuku langsung memelukku… padahal aku cuma pergi 3 bulan..
“bagaimana Amerika??”
“bagus..bagus sekali ma.” Jelasku
“waah… aku senang kau pulang selamat.”
“Halmoni..!” teriakku karena aku sangat kangen sama nenekku
“Ayo masuk, terima kasih Yuri.” Bungkuk mamaku
“sama – sama, maaf tidak bisa mampir aku langsung pulang saja.” Pamit Yuri
Dia ini sopan sekali, sifatnya, cara bicaranya, parasnya cantik sekali.. wuaahh… kenapa aku jadi terpesona padanya??
“Tiffany??” Panggilnya
“ah..apa??”
“kau tak mendengarku?? Aku pamit..” Dia tertawa melihatku
Wuaaa… tawanya indah sekali.. Dia masuk kemobilnya dan melaju pergi
“mama, kenapa pindah gak kasih tau aku?”
“ah… ini permintaan nenekmu, sudah jangan ditanya kenapa, kamu tahu sendirikan nenekmu seperti apa.”
“Yuri itu rumahnya dimana? Dia tetangga kita?”
“bukan, dia rumahnya masih jauh sekali..”
“Tapi tadi dia bilang dia tetangga kita. bagaimana mama mengenalnya??”
“anak itu baik sekali.. mama ketemu dia pas pertama pindah. Meski dia dari golongan orang kaya, tapi sifat dia baik sekali.. benar2 seorang putri berhati dewi.” Jelas mamaku
“bagaimana mama bertemu dia?”
“saat itu mama sedang belanja di super market dan bertemu dengannya, mama keluar dari supermarket, dan saat didepan supermarket ada mobil yang hampir menabrak mama, mama terjatuh dan mobil itu langsung saja pergi.”
Flashback
“nyonya apa anda baik – baik saja? Ada yang terluka?”
“ah… tidak, aku tidak apa2.” Yuri membantu mama Tiffany bangun
“belanjaan nyonya berantakan.” Ucap Yuri seraya membereskan belanjaan
“ah… tak apa nak, maaf merepotkanmu.”
“tidak apa2, rumah nyonya dimana? Mari saya antar pulang.”
“terima kasih, tapi nanti merepotkanmu.”
“aku kawatir keadaaan nyonya, mari saya antar.”
Yuri menuntun mama Tiffany ke mobil Yuri dan mengantar pulang..
Endflashback
“Semenjak itu dia jadi sering main kerumah, dia itu aneh.. dia sangat kaya tapi dia selalu bilang bosan di dalam rumah.”
“mengapa?” tanyaku heran
Flashback
“Mari nona Yuri makan bersama.” Ajak Nenek
“terima kasih nek, panggil aku Yuri saja.”
“wuaah… makanan sudah datang. Ayo makan..” ajak Mama
Yuri terlihat sangat menikmati masakan Mama Tiffany dia seperti orang yang baru menemui masakan terenak, dia sampai nambah beberapa kali, nenek dan mama hanya terbengong – bengong menatap Yuri.. Dia tersenyum puas setelah makan..
“Kau menyukainya?”
“masakan Ibu enak sekali, baru kali ini aku menemui masakan seenak ini..”
“masakan sesederhana ini? Kau menyukainya??”
“iya.. masakan ini sungguh istimewa.”
“apa dirumahmu tak pernah masak masakan ini?”
Yuri terdiam.. dan menggelengkan kepalanya..
“sudah, kau bisa datang tiap hari, dan aku akan masak yang banyak untukmu.” Jelas mama mengetahui suasana hati Yuri
“bahkan aku saja tidak suka berlama – lama berada dirumah.” Jelas Yuri tiba – tiba
Nenek dan mama terdiam dan saling pandang..
“selalu makan sendiri, hanya ditemani pelayan, ayah dan ibu tidak pernah pulang.. punya adik satu tak pernah ada dirumah, aku malah ingin hidup sederhana penuh dengan cinta daripada bergelimang harta tapi selalu sendiri.”
“yang ini enak, nih kau coba.” Ucap nenek sambil memberi semangkuk sup, mencoba mengalihkan pembicaraan
“terima kasih nek.” Senyum Yuri
Endflashback
“Aku tahu sepertinya dia tidak bahagia dengan kehidupannya.” Jelas mama lagi
“sudah sana kau mandi.” Perintah mama
“dari tadi kau bertanya soal Yuri terus, mama jadi curiga.”
“apa sih ma??” Elakku dan langsung pergi masuk ke kamar.
-TBC-
*Anggep aja kaya tulisan berjalan di tv*
Episode terakhir my teacher… minggu.. saksikan ya.. ^^
*Gak jelas banget!! abaikan orang aneh ini*
Anyeong slm knl thor^^
ReplyDeletemaqychan imnida
gomawoyo^^
Thor aku udah baca ff maybe right I love her ini sampe akhir sebanyak 3 kli dan ngga pernah bosen ,tulisan thor the best deh
ReplyDelete